Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

PELAKSANAAN KONSELING BAGI PECANDU NARKOBA DI BADAN NARKOTIKA NASIONAL KABUPATEN TAPANULI SELATAN Hidayat, Arifin
Hisbah: Jurnal Bimbingan Konseling dan Dakwah Islam Vol. 20 No. 2 (2023): Desember
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/hisbah.2023.202-03

Abstract

Abuse of drug use is increasingly widespread, ranging from children, adolescents, adults, to the elderly. Users of various academic circles, politicians, artists (public vigur), and even students also use drugs. According to data released by BNN until March 2021, the Covid-19 situation also confiscated 3,462.75 kg of cannabis evidence, an increase of 143.64 percent compared to 2,419 kg of evidence in 2020. Even President Jokowi Dodo mentioned drug dealers and users. sentenced to death, but it turns out that there are still many people who consume drugs. This condition is very worrying and requires alternative solutions to change the behavior of drug addicts, BNN as one of the official state institutions in charge of dealing with drugs, it is important to make its best efforts, one of which is through counseling. This study wanted to describe the counseling process at the BNN in South Tapanuli Regency for drug addicts. Furthermore, this study uses a descriptive qualitative approach to the field. As for the results of the research, that BNN carried out the counseling process through the stages of assessment, planning, implementation, evaluation, and follow-up. However, there are still several obstacles, including: the introverted nature of the counselee, indiscipline, self-awareness, the counselor's academic ability, facilities and so on. So far, South Tapanuli BNNK has managed to cure 25 of 75 drug addicts. While those who have not recovered are still in the process of rehabilitation. As for the results of the research, that BNN carried out the counseling process through the stages of assessment, planning, implementation, evaluation, and follow-up. However, there are still several obstacles, including: the introverted nature of the counselee, indiscipline, self-awareness, the counselor's academic ability, facilities and so on. So far, South Tapanuli BNNK has managed to cure 25 of 75 drug addicts. While those who have not recovered are still in the process of rehabilitation. As for the results of the research, that BNN carried out the counseling process through the stages of assessment, planning, implementation, evaluation, and follow-up. However, there are still several obstacles, including: the introverted nature of the counselee, indiscipline, self-awareness, the counselor's academic ability, facilities and so on. So far, South Tapanuli BNNK has managed to cure 25 of 75 drug addicts. While those who have not recovered are still in the process of rehabilitation. South Tapanuli BNNK has successfully cured 25 of 75 drug addicts. While those who have not recovered are still in the process of rehabilitation. South Tapanuli BNNK has successfully cured 25 of 75 drug addicts. While those who have not recovered are still in the process of rehabilitation.  Keywords: Counseling, Drug Addict, Behavioral Counseling  
INFRARED THERAPY FOR CLIENTS WITH DIABETIC GANGRENE AT THE SURABAYA WOUND CARE HOME : ANALITYCAL DESCRIPTIVE STUDY Sumiyati, Sumiyati; Hidayat, Arifin
Lux Mensana: Journal of Scientific Health Vol. 3 Issue 1 (2024)
Publisher : jfpublisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56943/jsh.v3i1.524

Abstract

Introduction : Diabetic gangrene is a complication of Diabetes Mellitus due to chronicneuropathy, vascular insufficiency and infection. Aggressive therapy for diabetic gangrene isneeded so that leg amputation can be avoided, one of which is treating local wounds in the legarea using the infrared method. Research. Method: Descriptive analytic with a cross sectionalapproach was used in this research. The research respondents were 30 patients whounderwent infrared treatment at the Surabaya Wound Care Home in Sidoarjo. The aim of thisstudy was to determine the factors that influence compliance with infrared therapy. Result &Analysis : The research results showed that 18 respondents (60%) complied and 12respondents (40%) did not comply, mean: 35.36 and standard deviation: 4.94. Discussion :Respondents who did not comply with infrared therapy were influenced by: the perceivedbenefits of the wound healing process were not felt enough, the length of the wound healingprocess, feelings of laziness caused respondents not to comply with recommendations,wounds that improved caused respondents to stop therapy.
PENGARUH DISCHARGE PLANNING TERHADAP KESIAPAN PULANG PASIEN DENGAN BATU GINJAL DI RSD dr. H. SOEMARNO SOSROATMODJO Andreas, Evy; Era, Dwi Prihatin; Hidayat, Arifin
Jurnal Sains, Teknologi dan Kesehatan Vol. 2 No. 3 (2023): Jurnal Sains, Teknologi dan Kesehatan, Juli 2023
Publisher : LPPM Institut Teknologi Dan Kesehatan Aspirasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/saintekes.v2i3.122

Abstract

Discharge planning atau perencanaan pulang bertujuan untuk menjaga kesinambungan perawatan di rumah setelah pasien dipulangkan. Perencanaan pemulangan yang efektif dapat memastikan bahwa pasien dan keluarga menerima perawatan yang aman dan realistis setelah keluar dari rumah sakit. Tujuan dari penelitian ini ada untuk mengetahui pengaruh discharge planning terhadap kesiapan pulang dengan batu ginjal di RSD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo. Penelitian ini menggunakan desain pra experiment dengan one group pretest and posttest design. Sampel sebanyak 30 orang dengan teknik purposive sampling. Pada penelitian ini hanya dilakukan perlakuan pada satu kelompok. Efektifitas perlakuan dinilai dengan cara membandingkan post test dan pre test. Hasil penelitian ini didapatkan p=0,001 < 0,05 dengan nilai mean post test > pre test yaitu 159,70 > 129,50 dengan selisih 30,2, nilai maksimum post test > pre test yaitu 176 > 149 dengan selisih 27, dan nilai minimum post test > pre test yaitu 138 > 109 dengan selisih 29. Discharge planning dapat meningkatkan skor kesiapan pulang pasien dengan batu ginjal di RSD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo. Sehingga diharapkan pelaksanaan discharge planning terus berjalan dalam memberikan asuhan keperawatan yang optimal, terstruktur, dan aplikatif sehingga memberikan manfaat dalam mempertahankan  kontinuitas  perawatan lanjutan  bagi  pasien  terutama  dengan kondisi kronis maupun yang membutuhkan perawatan paliatif.
HUBUNGAN KETEPATAN PELAKSANAAN PRIMARY SURVEY DENGAN BUDAYA KESELAMATAN PASIEN DI IGD RSUD dr. H. SOEMARNO SOSROATMODJO TANJUNG SELOR Sefrianus, Hendy; Hilda, Hilda; Hidayat, Arifin
Aspiration of Health Journal Vol. 1 No. 1: Aspiration of Health Journal, Maret 2023
Publisher : LPPM Institut Teknologi Dan Kesehatan Aspirasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diruang IGD perawat melakukan tindakan primary survey pada saat menerima pasien. Pelaksanaaan budaya keselamatan pasien di ruang IGD dapat dilakukan pada setiap pemberian tindakan atau asuhan keperawatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan ketepatan pelaksanaan primary survey dengan budaya keselamatan pasien di IGD. Jenis penelitian ini dilakukan dengan observasional dan menggunakan desain cr0ss sectional. Variabel yang digunakan adalah pelaksanan primary survey (Independen) dan budaya keselamatan pasien (Dependen). Instrumen menggunakan lembar observasi dan kuisioner, Populasi dalam   penelitian ini adalah perawat di IGD yang berjumlah 25 orang. Pengambilan sampel dilakukan dengan kuisioner dan observasi dengan teknik total sampling sampel seluruh perawat IGD. Analisis data dilakukan menggunakan metode fisher exact. Diperoleh hasil bahwa sebagian besar respondensebanyak 21 orang memiliki nilai primary survey (84%), tidak sempurna melakukan primary survey dan sebanyak 4 orang (16%) melakukan dengan sempurna dan tidak ada responden yang primary survey tidak melakukan.Total jumlah 25 orang perawat yang melakukan tindakan primary survey. Responden tidak mendapat nilai sempurna ketika ada 1 tindakan dalam kuisioner yang tidak dilakukan mungkin karena pertimbangan kegawatadaruratan sehingga memerlukan tindakan lebih cepat seperti tindakan auskultasi dalam kuisiner dapat dilewatkan untuk penanganan yang lebih cepat. Diperoleh hasil bahwa sebagian besar responden memiliki budaya keselamatan pasien baik sebanyak 19 orang (76%) dan budaya keselamatan pasien kurang baik sebanyak 6 orang (24%). Hasil uji statistik Fisher test diperoleh nilai p=0,031. Ada hubungan ketepatan pelaksanaan primary survey dengan budaya keselamatan pasien di IGD.
HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL DENGAN CITRA TUBUH PASIEN FIBROADENOMA MAMMAE DI RSUD dr. H. SOEMARNO SOSROATMODJO TANJUNG SELOR Anyang, Yerina; Era, Dwi Prihatin; Hidayat, Arifin
Aspiration of Health Journal Vol. 1 No. 2: Aspiration of Health Journal, Juni 2023
Publisher : LPPM Institut Teknologi Dan Kesehatan Aspirasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Data Studi pendahuluan yang dilakukan peneliti di RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Tanjung Selor diperoleh data bahwa telah dilakukan operasi pada FAM atau tumor mammae yang merupakan salah satu dari 10 besar penyakit bedah di RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Tanjung Selor dengan jumlah kasus sebanyak yaitu 80% pasien FAM merasa tidak percaya diri dengan penyakit dialaminya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan dukungan sosial dengan citra tubuh pasien FAM di RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Tanjung Selor. Jenis penelitian kuantitatif dengan studi analitik dan desain cross- sectional. Populasi dan sampel berjumlah 30 orang. Menunjukkan ada hubungan antara dukungan sosial pada kategori mendukung (60,0%), citra tubuh pasien FAM pada kategori citra positif sebanyak 17 orang (56,7%). Ada hubungan antara dukungan sosial dengan citra tubuh pasien FAM (pvalue = 0,00). Analisis yang digunakan adalah chi square. Ada hubungan antara dukungan sosial dengan citra tubuh pasien FAM.
Manajemen Pendistribusian Zakat di Badan Amil Zakat Nasional Kota Padangsidimpuan Hasibuan, Yunika Maulyda; Kamaluddin, Kamaluddin; Hidayat, Arifin
Tadbir: Jurnal Manajemen Dakwah FDIK IAIN Padangsidimpuan Vol 7, No 1 (2025): TADBIR: JURNAL MANAJEMEN DAKWAH FDIK IAIN PADANGSIDIMPUAN
Publisher : FDIK IAIN Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/tadbir.v7i1.16330

Abstract

Latar belakang masalah dalam penelitian ini adalah pendistribusian zakat yang belum dapat disalurkan secara maksimal. Hal ini karena potensi zakat yang besar di Kota Padangsidimpuan mencapai 3 miliar pertahun. Namun dana ZIS yang terkumpul pada tahun 2023 berjumlah Rp. 711.960.000 sehingga untuk mendistribusikan dana tersebut kepada mustahik menjadi terbatas dan tidak maksimal. Dengan demikian, peneliti ingin melihat bagaimana manajemen pendistribusian zakat yang ada di Baznas Kota Padangsidimpuan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui manajemen pendistribusian zakat di Badan Amil Zakat Nasional Kota Padangsidimpuan dan faktor pendukung serta penghambat dalam pendistribusian zakat. Jumlah informan penelitian ini adalah 9 orang, data primer berjumlah 6 orang dan data sekunder berjumlah 3 orang. Jenis penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data dengan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini yakni menunjukkan adanya serangkaian manajerial mulai dari perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan. Adapun dana ZIS yang disalurkan pada tahun 2023 yaitu Trwiulan I dengan mustahik sebanyak 7 dengan jumlah Rp.13.200.000, Triwulan II 1.929 mustahik dengan jumlah Rp.510.388.000, Triwulan III sebanyak 6 orang mustahik berjumlah Rp.10.200.000, dan Triwulan IV sebanyak 166 mustahik berjumlah Rp.38.000.000. Adapun faktor pendukungnya yaitu adanya dukungan dari elemen pemerintah mulai dari Walikota hingga Kepala Lingkungan khususnya kegiatan survey mustahik, tiap-tiap kecamatan yang ada di Kota Padangsidimpuan ditanggung jawabi oleh masing-masing pengurus. Sedangkan faktor penghambatnya yaitu kurangnya antusiasme dan kepercayaan masyarakat untuk membayar zakat ke Baznas, dan masih rendahnya pendapatan ZIS sehingga untuk mendistribusikan zakat tersebut kepada mustahik belum maksimal
Remaja dan Krisis Percaya Diri: Studi Kasus Mahasiswa Padangsidimpuan Hidayat, Arifin; Harahap, Nurintan Muliani; Siregar, Pahri
Jurnal Al-Irsyad: Jurnal Bimbingan Konseling Islam Vol 7, No 1 (2025): AL-IRSYAD: JURNAL BIMBINGAN KONSELING ISLAM
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/bki.v7i1.16720

Abstract

Percaya diri merupakan aspek yang sangat penting bagi seseorang untuk dapat mengembangkan potensinya. Jika seseorang memiliki bekal percaya diri yang baik, maka individu tersebut akan dapat mengembangkan potensinya dengan mantap. Namun jika seseorang memiliki percaya diri rendah, maka individu tersebut cenderung menutup diri, mudah frustasi ketika menghadapi kesulitan, canggung dalam menghadapi orang, dan sulit menerima realita dirinya. Memiliki percaya diri yang tinggi dalam diri remaja dapat membantu mencapai prestasi dalam kehidupan sehari-hari. Dengan begitu akan terjadi proses perubahan dalam diri remaja bukan hanya pada pekerjaan tetapi juga pada perilaku dan sikap siswa, yaitu keberanian, keaktifan, dan aktualisasi diri remaja saat berproses. Penitilian ini menjaslkan rasa kurang percaya diri mempengaruhi remaja dalam menemukan eksistensi dirinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, intsrumen pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan observasi. Adapun hasil penelitian bahwa remaja memiliki kurang percaya diri disebabkan dua faktor yaitu: internal (konsep diri, harga diri, penampilan, pendidikan) sedangkan eksternal (pola asuh orangtua, rasa aman, lingkungan masyarakat terlalu pesimis terhadap remaja). Adapun penanganannya melalui peratama, berhenti membandingkan diri dengan orang lain. Kedua, berusaha untuk berpikir positif. Ketiga,teman-teman yang positif. Keempat, lakukan hal yang disukai. Kelima, menghargai diri.
Description of Smoking Knowledge and Behavior in Teenager Avit, Firmina Lun; Sutrisno, Sutrisno; Hidayat, Arifin
Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 11 No 2 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30650/jik.v11i2.3803

Abstract

The efforts to find one's identity begin when entering adolescence accompanied by a desire to try new things including smoking, the percentage of smokers in Mahulu district is the fifth highest in Indonesia. The existence of the phenomenon of adolescents becoming more courageous in showing smoking behavior in public places caused researchers to be interested in knowing the description of smoking knowledge and behavior among adolescents at SMPN 2 Long Pahangai. This descriptive study used a questionnaire as a research instrument and involved all students who met the inclusion criteria so that 111 respondents were obtained. The results obtained were that most of them were in their early teens with 59 people, 62 women, 108 Dayak people, 45 people in class IX, 75 people who had family members who smoked. Most of them are addictive smokers, namely 30 people, use filtered cigarettes, namely 40 people, smoking duration of 1-2 years, namely 24 people, light smoker criteria (1-10 cigarettes/day), namely 42 people, and most of them are at the maintenance of smoking stage. smoking is 30 people. The conclusion obtained from this study is that most of the students at SMPN 2 Long Pahangai have a high level of knowledge about smoking, namely 96 people and most of the students at SMPN 2 Long Pahangai have non-smoking behavior, namely 62 people. It is necessary to increase education efforts regarding the dangers of smoking continuously and counseling about managing stress positively to adolescents at SMPN 2 Long Pahangai. Health education also needs to be given to parents
Mempertegas Hukum dan Mengawal Pembangunan Nasional dengan Pendekatan Pers yang Humanis: (Media dan Masyarakat) Siregar, Nurfitriani M.; Hidayat, Arifin; Marlina, Marlina; Lubis, Nurul Fadilah
INTERAKSI PERADABAN: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Program Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIKOM), UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/interaksi.v3i2.35703

Abstract

Law enforcement has a positive impact on the state as well as on society, in the law enforcement process it is also based on justice without discrimination, in looking at the perpetrators of criminal law, but in general there are still some people who are not satisfied with the implementation of law enforcement in Indonesia, both aspects of justice as well as the usefulness of the law implemented in the community. So law enforcement must also look at the humanist aspect, of course this can be done by members of the press through the existing media. The purpose of this study is to describe humanist law enforcement through the media and society. The research methodology uses a qualitative approach with descriptive analysis methods. The research results show as Press. The media has a role as a vessel for enlightenment, reporting with a humanist perspective, community empowerment in law enforcement, and also the press must have responsible journalistic ethics.
Pola Grandparenting Dalam Pembentukan Perilaku Anak Di Desa Tanjung Botung Kecamatan Barumun Kabupaten Padang Lawas Daulay, Adelina Khairani; Magdalena, Magdalena; Hidayat, Arifin
Jurnal Al-Irsyad: Jurnal Bimbingan Konseling Islam Vol 6, No 1 (2024): AL-IRSYAD: JURNAL BIMBINGAN KONSELING ISLAM
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/bki.v6i1.12110

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan tentang orang tua yang mengalihkan pengasuhan anak kepada keluarga inti yaitu kakek dan nenek. Pengasuhan anak seharusnya menjadi tanggung jawab kedua orang tua, namun karena faktor ekonomi menengah kebawah orang tua mengalihkan pengasuhan anaknya, dan karena faktor tidak ada kepercayaan orang tua kepada orang lain dalam pengasuhan anaknya kecuali dari keluarga dekat, sehingga tanggung jawab tersebut dialihkan kepada kakek dan nenek. Pengasuhan kakek dan nenek disebut juga grandparenting.  Kakek dan nenek sepenuhnya mengasuh cucunya selama kedua orang tua anak bekerja. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pola grandparenting dalam pembentukan perilaku anak dan untuk mengetahui apa saja dampak dari pola grandparenting dalam pembentukan perilaku anak. Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif yaitu untuk mendeskripsikan dan mengetahui hasil temuan mengenai pola grandparenting dalam pembentukan perilaku anak. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Sumber data yang dibutuhkan yaitu sumber data primer dan sekunder. Sumber data primer dari penelitian ini berjumlah tujuh kakek dan nenek dan sumber data sekunder terdiri dari, orang tua yang mengalihkan pengasuhan anak, tetangga, tokoh agama, dan kepala desa. Dalam memvalidkan atau mengabsahkan data peneliti menggunakan triangulasi. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang diperoleh di lapangan bahwa pola grandparenting dalam pembentukan perilaku anak di Desa Tanjung Botung Kecamatan Barumun Kabupaten Padang Lawas yaitu kakek dan nenek melakukan pengasuhan otoritatif dan pengasuhan yang menuruti, dan dampak grandparenting dalam pembentukan perilaku anak di Desa Tanjung Botung yaitu berdampak positif dan negatif, kakek dan nenek yang menerapkan pengasuhan yang otoritatif berdampak positif pada perilaku anak yaitu 1) lebih mudah bersosialisasi. 2) religius. 3) mandiri. Sedangkan kakek dan nenek yang melakukan pengasuhan yang menuruti berdampak negatif pada perilaku anak yaitu 1) kurang sopan santunnya. 2) manja 3) nakal. Dari tujuh kakek dan nenek yang mengasuh cucunya kecenderungan kakek dan nenek melakukan  pengasuhan yang menuruti.