Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Geometri Jalan terhadap Konsumsi Bahan Bakar Alat Angkut pada Penambangan Batubara Nabilla Amellia Putri; Iswandaru; Elfida Moralista
Jurnal Riset Teknik Pertambangan Volume 5, No. 1, Juli 2025, Jurnal Riset Teknik Pertambangan (JRTP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrtp.v5i1.6470

Abstract

Abstract. PT Bara Selaras Resources is a coal mining company with an open-pit mining system and a production target of 250,000 tons/month. However, production in May and June 2024 only reached 178,236 tons and 177,498 tons. In addition, the fuel ratio exceeded the maximum limit of 0.22 liters/BCM, reaching 0.29 liters/BCM in May and 0.27 liters/BCM in June. This issue is suspected to be due to the road geometry not complying with the standards of the Minister of Energy and Mineral Resources Decree No. 1827K/30/MEM/2018 and the AASHTO standards.This study aims to analyze the influence of road geometry on fuel consumption and transport equipment productivity. The study was conducted on a 1.96 km coal transport road divided into 33 segments, with an evaluation of road width, grade, cross slope, and superelevation based on the standards of the Minister of Energy and Mineral Resources Decree No. 1827K/30/MEM/2018 and AASTHO.The research results show that after the repairs, the productivity of the transport equipment increased by 18.32% from 67.76 BCM/hour/unit to 82.96 BCM/hour/unit. The fuel ratio decreased by 43.75% from 0.23 liters/BCM to 0.16 liters/BCM. Production increased by 22.53% from 221,825.49 tons to 271,584.20 tons, thus achieving the production target. Abstrak. PT Bara Selaras Resources merupakan perusahaan tambang batubara dengan sistem tambang terbuka dan target produksi 250.000 ton/bulan. Namun, produksi pada Mei dan Juni 2024 hanya mencapai 178.236 ton dan 177.498 ton. Selain itu, fuel ratio melebihi batas maksimum 0,22 liter/BCM, yaitu 0,29 liter/BCM pada Mei dan 0,27 liter/BCM pada Juni. Masalah ini diduga akibat geometri jalan yang tidak sesuai dengan standar Keputusan Menteri ESDM No. 1827K/30/MEM/2018 tentang Pedoman Pelaksanaan Kaidah Teknik Pertambangan yang Baik dan standar American Association of State Highways and Transportation Officials (AASTHO). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh geometri jalan terhadap konsumsi bahan bakar dan produktivitas alat angkut. Studi dilakukan pada jalan angkut batubara sepanjang 1,96 km yang terbagi dalam 33 segmen, dengan evaluasi terhadap lebar jalan, grade, cross slope, dan superelevasi berdasarkan standar Keputusan Menteri ESDM No. 1827K/30/MEM/2018 dan AASTHO. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah perbaikan, produktivitas alat angkut meningkat 18,32% dari 67,76 BCM/jam/alat menjadi 82,96 BCM/jam/alat. Fuel ratio menurun 43,75% dari 0,23 liter/BCM menjadi 0,16 liter/BCM. Produksi meningkat 22,53% dari 221.825,49 ton menjadi 271.584,20 ton, sehingga target produksi tercapai.
Monitoring Temperature Batubara untuk Prediksi Swabakar pada Stockpile Inpit TAL RL Utara Muhamad Rizal Kautsar; Sriyanti; Elfida Moralista
Jurnal Riset Teknik Pertambangan Volume 5, No. 1, Juli 2025, Jurnal Riset Teknik Pertambangan (JRTP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrtp.v5i1.6606

Abstract

Abstrak. PT Bukit Asam adalah perusahaan di Indonesia yang bergerak dalam industri pertambangan batubara, memiliki 3 IUP yaitu Air Layar, Muara Tiga Besar dan Bangko. Pada stockpile inpit TAL rl 35 utara terdapat kandungan karbon pada batubara sehingga beresiko untuk terjadi reaksi swabakar. Dilakukan penelitian pengontrolan temperatur batubara terhadap 5 titik pengamatan pada stockpile dengan nilai ambang batas sesuai [1] No.1827/K/30/MEM/2018. Batubara pada stockpile inpit TAL rl 35 utara termasuk kedalaman rank batubara lignite dengan nilai kalor 4.601 – 4.800 kkal/kg. Stockpile inpit TAL rl 35 Utara menggunakan pola penimbunan chevcon dengan metode pembongkaran LIFO. Pengukuran temperatur dilakukan dengan menggunakan alat thermos gun dengan hasil temperatur 28°C pada kondisi permukaan stockpile dan tertinggi mencapai 100°C pada kedalaman 2 meter. Berdasarkan pengujian batubara mulai terjadi gejala swabakar pada temperatur ±50°C. Estimasi terjadinya swabakar terdapat pada 3 titik pengamatan dengan waktu yang berbeda. Swabakar pada stockpile inpit TAL rl 35 utara dapat terjadi karena desain stockpile yang tidak sesuai, angin yang secara langsung menabrak dinding stockpile, kualitas batubara dengan kalori rendah, waktu stockpile yang terlalu lama, ukuran butir yang tidak seragam dan sistem pembongkaran LIFO yang tidak efisien. Abstract. PT Bukit Asam is a company in Indonesia engaged in the coal mining industry, has 3 IUPs, namely Air Layar, Muara Tiga Besar and Bangko. In the TAL rl 35 north inpit stockpile, there is carbon content in the coal so that there is a risk of spontaneous combustion reactions. A study was conducted on controlling the temperature of coal at 5 observation points on the stockpile with threshold values ​​according to [1] No.1827/K/30/MEM/2018. The coal in the TAL rl 35 north inpit stockpile is included in the lignite coal rank depth with a calorific value of 4,601 - 4,800 kcal / kg. The TAL rl 35 North inpit stockpile uses a chevcon stockpiling pattern with the LIFO unloading method. Temperature measurements were carried out using a thermos gun with a temperature result of 28 ° C on the stockpile surface and the highest reaching 100° C at a depth of 2 meters. Based on coal testing, spontaneous combustion symptoms began to occur at a temperature of ± 50° C. The estimation of the occurrence of spontaneous combustion is found at 3 observation points with different times. Self-combustion in the TAL rl 35 north inpit stockpile can occur due to inappropriate stockpile design, wind that directly hits the stockpile wall, low-calorie coal quality, too long stockpile time, non-uniform grain size and inefficient LIFO unloading system.
Prediksi Airblast Akibat Kegiatan Peledakan Overburden Batubara Afriyani; Yuliadi; Elfida Moralista
Jurnal Riset Teknik Pertambangan Volume 5, No. 1, Juli 2025, Jurnal Riset Teknik Pertambangan (JRTP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrtp.v5i1.6723

Abstract

Abstract. PT Cipta Kridatama Binuang Mitra Bersama Blok Dua (CK-BMBBD) merupakan perusahaan pertambangan batubara yang melakukan pemberaian dengan metode peledakan. Kegiatan ini berpotensi menimbulkan dampak negatif seperti airblast, ground vibration, dan flying rock. Penelitian ini fokus pada airblast, yaitu gelombang kejut dari ledakan bahan peledak. Airblast dapat membahayakan kesehatan manusia jika melebihi ambang batas, sehingga perlu diteliti. Tujuan penelitian adalah mengetahui nilai airblast, persamaan multiple linear regression, serta metode prediksi paling valid berdasarkan koefisien korelasi. Metodologi yang digunakan adalah metode teoritis (USBM dan McKenzie), multiple linear regression, dan artificial neural network (ANN). Data yang digunakan meliputi airblast dalam desibel, maksimum charge, dan jarak pengukuran. Analisis dilakukan menggunakan statistik untuk mengevaluasi hubungan hasil prediksi dan data aktual. Pengukuran dibandingkan dengan SNI 7570 tahun 2023 yang menetapkan ambang batas 110 dB. Regulasi ini mengatur penggunaan bahan peledak agar sesuai standar. Hasil menunjukkan nilai airblast 45 dB(A) – 77 dB(A), masih aman karena di bawah ambang batas. Prediksi menggunakan ANN menghasilkan nilai R² sebesar 0,9221, menunjukkan hubungan sangat valid antara hasil prediksi dan data aktual. Abstract. PT Cipta Kridatama Binuang Mitra Bersama Blok Dua (CK-BMBBD) is a mining company engaged in coal commodities. The company conducts clearing using the blasting method. Blasting activities may cause negative impacts such as airblast, ground vibration, and flying rock. This research focuses on airblast that occurs due to blasting activities. Airblast is a shock wave produced by the explosion of explosives. Airblast can pose health risks if it exceeds the threshold value, therefore research is necessary. This study aims to determine airblast values, formulate a multiple linear regression equation, and identify the most valid prediction method based on the correlation coefficient. The methodologies used are theoretical methods (USBM and McKenzie), multiple linear regression, and artificial neural network (ANN). The data used include airblast in decibels, maximum charge, and measurement distance. Statistical analysis is applied to evaluate the relationship between predicted and actual airblast data. Airblast measurements were compared to the standard reference, SNI 7570 of 2023, which sets a threshold of 110 dB. This regulation governs the use of explosives to ensure compliance with regulatory standards. The results showed airblast values ranging from 45 dB(A) to 77 dB(A), indicating safety. ANN prediction yielded an R² value of 0.9221, showing very strong validity.
Evaluasi Produksi Penambangan Batu Andesit Menggunakan Metode AHP dan Regresi Linier Berganda Solahudin, Muhamad Sodik; Zaenal; Moralista, Elfida; Absyor, Agus Budianto Ulil
Jurnal Riset Teknik Pertambangan Volume 5, No. 2, Desember 2025, Jurnal Riset Teknik Pertambangan (JRTP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrtp.v5i2.8454

Abstract

Abstract. This study was conducted at the andesite quarry of PT Indo Global Karya Mulia, Jobsite Puskop Kartika Mulawarman, Tabang District, East Kalimantan. The monthly production target of 112,000 BCM was not consistently achieved due to several technical inefficiencies, including suboptimal fragmentation (76.76% Kuz-Ram; 72.44% WipFrag), truck queuing (match factor 1.25), improper road geometry (up to 19% slope), and low crusher efficiency (EU K1: 47.08%, K2: 34.25%, K3: 48.18%). The Analytical Hierarchy Process (AHP) was used to prioritize key technical parameters based on expert judgment. A multiple linear regression model was then applied to validate AHP results using actual production data. AHP identified crusher efficiency as the most critical factor (weight: 0.654), followed by fragmentation (0.598), Digger & Hauler performance (0.259), and road geometry (0.143). Regression analysis yielded R² = 0.892 and Adj. R² = 0.813, with crusher efficiency (EU K2) as the only variable with a significant impact on production (Sig. = 0.006). These findings validate the AHP model and support its use as a decision-making tool in improving quarry production performance. Abstrak. Penelitian ini dilakukan di quarry andesit PT Indo Global Karya Mulia, Jobsite Puskop Kartika Mulawarman, Kecamatan Tabang, Kalimantan Timur. Target produksi bulanan sebesar 112.000 BCM belum tercapai secara konsisten akibat beberapa ketidakefisienan teknis, seperti fragmentasi yang belum optimal (76,76% Kuz-Ram; 72,44% WipFrag), antrian truk (match factor 1,25), geometri jalan yang tidak sesuai desain (kemiringan hingga 19%), serta efisiensi crusher yang rendah (EU K1: 47,08%; K2: 34,25%; K3: 48,18%). Metode Analytical Hierarchy Process (AHP) digunakan untuk menentukan prioritas parameter teknis berdasarkan penilaian pakar. Selanjutnya, regresi linier berganda digunakan untuk memvalidasi hasil AHP dengan data produksi aktual. AHP menunjukkan efisiensi crusher sebagai faktor paling krusial (bobot: 0,654), diikuti fragmentasi (0,598), kinerja alat gali-muat (0,259), dan geometri jalan (0,143). Hasil regresi menunjukkan R² = 0,892 dan Adj. R² = 0,813, dengan efisiensi crusher (EU K2) sebagai satu-satunya variabel yang berpengaruh signifikan terhadap produksi (Sig. = 0,006). Temuan ini menguatkan validitas model AHP dan mendukung penggunaannya sebagai alat pengambilan keputusan teknis dalam upaya peningkatan kinerja produksi tambang.