Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

PENERAPAN DIFFUSER INHALER EUCALYPTUS AROMATHERAPY UNTUK MENGATASI MASALAH BERSIHAN JALAN NAFAS TIDAK EFEKTIF PADA ANAK YANG MENGALAMI ISPA Dewi Nur Sutiawati; Tatik Setiarini
Medical Nurse Journal Vol.2 No.1 (2025 Jun)
Publisher : Universitas Bhakti Asih Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65344/menu.v2i1.111

Abstract

Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) adalah penyakit infeksi bersifat akut yang menyebabkan kesakitan dan kematian anak paling banyak terutama dinegara berkembang, termasuk Indonesia. Virus atau bakteri melakukan invasi pada saluran pernapasan atas menjadi kuman berlebih, kemudian terjadi proses peradangan dan akhirnya terdapat penumpukan sekret di bronkus yang mengakibatkan terjadinya masalah keperawatan yaitu bersihan jalan napas yang tidak efektif. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penerapan intervensi terapi inhalasi difusser aromatherapy eucalyptus terhadap masalah bersihan jalan napas yang tidak efektif pada pasien ISPA. Metode penelitian menggunakan studi kasus. Dalam penelitian ini, terdapat 2 pasien anak yang menderita ISPA sesuai dengan kriteria inklusi. Hasil penelitian studi kasus setelah dilakukan intervensi selama 6 hari di dapatkan bersihan jalan nafas pasien kembali efektif dibuktikan dengan tidak adanya penumpukan sekret, batuk, dan suara nafas tambahan ronkhi berkurang. Dapat disimpulkan bahwa penerapan terapi inhalasi difusser aromatherapy eucalyptus bermanfaat untuk mengatasi masalah bersihan jalan napas yang tidak efektif pada anak penderita ISPA.
Dampak Gangguan Tidur terhadap Status Gizi pada Remaja Fitri Annisa; Tatik Setiarini
Jurnal Keperawatan Vol 7 No 2 (2022): November
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jakarta III

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32668/jkep.v7i2.1030

Abstract

Masalah kelebihan berat badan pada remaja semakin meningkat dari tahun ke tahun. Menurut Riskesdas tahun 2018, berat badan lebih dan obesitas pada remaja usia 13-15 tahun sebesar 16,0% dan pada remaja usia 16-18 tahun sebesar 13,5%. Kelebihan berat badan disebabkan oleh berbagai macam kondisi yang mempengaruhi, salah satunya adalah kualitas tidur pada remaja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara gangguan tidur dengan status gizi pada remaja usia 12-15 tahun. Metode penelitian bersifat kuantitatif dengan desain potong lintang pada 100 remaja berusia 12-15 tahun yang berada di Jakarta Selatan. Analisis korelasi gangguan tidur dan status gizi menggunakan uji Spearman sommers’d gamma. Berdasarkan hasil penelitian terdapat 24 remaja (88,8%) dengan gangguan tidur yang mengalami gizi lebih, kemudian terdapat 9 remaja (90%) dengan gangguan tidur yang mengalami obesitas, dan terdapat 50 remaja (81,9%) dengan ganguan tidur dengan gizi baik. Tidak ada korelasi yang signifikan antara gangguan tidur dengan status gizi pada remaja (p=0,404). Pada penelitian ini gangguan tidur dapat terjadi pada remaja dengan status gizi apapun. Tingginya angka gizi lebih dan obesitas pada remaja menandakan bahwa diperlukan perhatian dan penelitian lebih lanjut terkait faktor lain yang mempengaruhinya.