Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

SEMINAR DAN PENYULUHAN HUKUM PENGUATAN KADER PENGGERAK PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK DI KABUPATEN BATANG A'yun, Qurrota; Ali Muhtarom; Khafidh Abadi; Nadhifatuz Zulfa; Cintami Farmawati; Arditya Prayogi
DEVELOPMENT: Journal of Community Engagement Vol. 4 No. 2 (2025): Juni
Publisher : LPPM STAI Muhammadiyah Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46773/djce.v4i2.2089

Abstract

Kekerasan terhadap perempuan dan anak masih menjadi persoalan serius di Indonesia, termasuk di Kabupaten Batang. Rendahnya kesadaran hukum dan budaya patriarki menjadi tantangan utama dalam perlindungan perempuan dan anak. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman hukum para kader penggerak di desa terkait perlindungan perempuan dan anak. Metode yang digunakan adalah seminar dan penyuluhan hukum secara partisipatif-edukatif. Kegiatan dilakukan melalui penyampaian materi, diskusi kelompok, simulasi, dan evaluasi pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada pengetahuan hukum peserta, terbentuknya jejaring kader hukum komunitas, dan terciptanya modul penyuluhan hukum berbasis lokal. Para peserta menunjukkan aksi konkret dengan merencanakan kegiatan advokasi dan sosialisasi hukum di wilayah masing-masing. Selain itu, kegiatan ini juga menghasilkan jaringan kerja sama antara lembaga pemerintah, organisasi masyarakat, dan tokoh agama. Harapan ke depan adalah terbentuknya Lembaga Konsultasi Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (LKP3A) Fatayat NU se-Kabupaten Batang. Lembaga ini akan menjadi pusat layanan konsultasi hukum berbasis komunitas yang dapat menjangkau seluruh Indonesia. Program ini diharapkan menjadi kontribusi nyata dalam membangun masyarakat desa yang sadar hukum dan tangguh dalam perlindungan perempuan dan anak. Kata Kunci: Penyuluhan hukum, pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, kader penggerak, Kabupaten Batang.
Membangun Generasi Sehat melalui Edukasi Brosur dan Pemberian Makanan Tambahan sebagai Upaya Pencegahan Stunting Zulfa, Nadhifatuz; ‘Ainiyyah, Cita Eka; Anggraeni, Revy Dwi; Syahra, Inayatul Laely; Karimah, Nasikhatul; Amalia, Salma Rizqi; Mu’minatun, Afrida; Shofiana, Khuly; Fitriyanti, Intan Diana; Febry, Karima Dina; Abdussalam, Muhammad Izzudin; Huda, Muhammad Nurul; Sanjaya, Ilyas
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 7 (2025): September
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v3i7.3065

Abstract

Stunting adalah kondisi dimana terganggunya tumbuh kembang anak pada usia tertentu dengan tinggi dan berat badan yang tidak sesuai sehingga perlu adanya Upaya untuk mengatasinya. Jurnal ini bertujuan untuk menggambarkan upaya untuk mencegah stunting di desa Karangjati berupa pembagian brosur pada ibu hamil dan pemberian makanan tambahan pada ibu hamil dan baduta. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek ibu hamil, balita usia dibawah 2 tahun dan kader posyandu. Data diperoleh melalui observasi, wawancara dan dokumentasi kegiatan pengabdian masyarakat oleh mahasiswa KKN. Hasil dari adanya program tersebut menunjukkan bahwa pembagian brosur edukasi stunting dapat meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya gizi yang seimbang. Selain itu, pemberian makanan tambahan (PMT) dapat membantu memenuhi gizi tambahan bagi ibu hamil dan balita usia dibawah 2 tahun. Program tersebut dapat mendorong perubahan sikap yang positif dalam menjaga kesehatan dan pertumbuhan anak. Kesimpulannya, program ini efektif untuk membantu menurunkan angka stunting dan sebaiknya terus dilanjutkan dengan dukungan aktif dari masyarakat, kader posyandu, dan pemerintah desa agar manfaatnya bisa dirasakan lebih luas dan berkelanjutan.
Batik Cloth and Ecosufism in Pekalongan City: Maintaining Tradition and Natural Balance? Hermawan, Raji; Zulfa, Nadhifatuz
Journal of Sufism and Psychotherapy Vol 3 No 2 (2023): JOUSIP: Journal of Sufism and Psychotherapy, Vol. 3 No. 2, November 2023
Publisher : Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/jousip.v3i2.2207

Abstract

Pekalongan City, known as the center of world batik, presents cultural richness through the art of batik cloth. This article aims to explore the relationship between batik cloth production and the concept of ecosufism in Pekalongan, revealing how and whether local traditions can be in line with sustainability thinking in maintaining the balance of nature. This research is a literature study and exploration in the field, with data collection techniques in the form of literacy studies, field observations and documentation, while data analysis techniques use data reduction, data presentation and drawing conclusions. The results of the research: the ecosophistic behavior of the Pekalongan batik craftsmen community has begun to fade, as indicated by the existence of batik production that does not pay attention to environmental sustainability in the form of batik waste pollution in the rivers of Pekalongan city. This is in contrast to the principles in ecosufism which link a servant's close behavior and direct experience with God accompanied by maintaining ecological sustainability and preserving nature. It also contrasts with the characteristics of religious batik craftsmen. On the other hand, traditional Pekalongan batik cloth has a meaning of great spirituality, one of which is the typical Pekalongan batik motif, namely Jlamprang. Jlamprang has a symbolic meaning of the relationship between the human world and the divine world. This meaning also contrasts with the waning ecosufism of batik craftsmen. The hope is that with this research, the community, especially batik craftsmen, will be able to re-cultivate the spirit of ecosufism in producing batik cloth, thereby creating harmony in the relationship between creatures and their Khaliq, as well as the relationship between humans and the natural surroundings. In fact, humans as Allah's caliphs on earth are servants of Allah who not only have a good relationship with the Khaliq, but also have a good relationship with His creatures, including the universe created by Allah SWT.
Psychosocial interventions based on Islamic spirituality for the mental health of landslide survivors Farmawati, Cintami; Zulfa, Nadhifatuz
Psikis : Jurnal Psikologi Islami Vol 11 No 2 (2025): Vol. 11 No. 2 (2025): Psikis : Jurnal Psikologi Islami
Publisher : Program Studi Psikologi Islam, Fakultas Psikologi, Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/psikis.v11i2.30427

Abstract

The landslide disaster that occurred in January 2025 in Batang Regency, Central Java, had multidimensional impacts, encompassing physical, social, and psychological losses. Initial assessments indicated that many survivors experienced difficulty sleeping, anxiety, profound sadness, and loss of motivation, indicating post-disaster mental health disorders. If left untreated, these conditions can reduce the quality of life and hinder the psychosocial recovery process of affected communities. This study aimed to improve the mental health of landslide survivors through psychosocial interventions based on Islamic spirituality. A concurrent embedded approach method was used. There were five participants in the study, selected through purposive sampling. The intervention was administered in groups for five sessions. Before and after the intervention sessions, researchers conducted pre- and post-tests using Brief Mental Health Inventory (BMHI-12) which were analyzed using the Wilcoxon signed-rank test statistical technique. Data from interviews and observations were analyzed qualitatively. The results of the Wilcoxon signed-rank test showed a value of 0.043 < 0.05, where the significant value < 0.05 means that providing psychosocial interventions based on Islamic spirituality effective in improving mental health of the five research participants. Psychosocial interventions based on Islamic spirituality significantly help participants in expressing feelings, managing emotions, constructing meaning from disasters, and strengthening social relationships, so that they can be an applicable model in the context of Islamic psychology and psychosocial disaster response.
Model Pesantren Lansia: Strategi Penguatan Psikospiritual Melalui Bimbingan Multikultural Berbasis Fiqih Keluarga Zulfa, Nadhifatuz; Hermawan, Ambar; Maskhur, Maskhur; Abdul Aziz, Abdul Rashid
Dharmahita: Journal of Community Service and Development Dharmahita Vol 3, No 1, 2026
Publisher : Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/dharmahita.v3i1.14915

Abstract

Old age is a vulnerable phase marked by declining physical, psychological, and spiritual well-being, especially when accompanied by neglect from family or social environments. This study aims to strengthen the psychospiritual condition of the elderly (integration of psychological self-awareness and spiritual growth of the elderly) through multicultural religious guidance enriched with Islamic family jurisprudence values. Using a Participatory Action Research (PAR) approach with 11 stages, the program involved 32 elderly residents of the Bojongbata Social Service Home for the Elderly (PPSLU) in Pemalang as active participants. Data collection was conducted through in-depth interviews, participatory observation, focus group discussions, and joint reflections. Initial assessments revealed that 27 out of 32 participants experienced psychospiritual issues such as anxiety, loneliness, and loss of spiritual motivation. Following the “Pesantren Lansia” (Elderly Pesantren) program intervention, there was a noticeable improvement in their religious participation, emotional stability, and self-esteem. Many resumed daily prayers, engaged in religious study groups, and expressed a sense of inner peace. This model proves effective in restoring life meaning through a contextual and compassionate spiritual approach and is recommended as a replicable model for faith-based community interventions for the elderly.