Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

PERAN TOKOH AGAMA DALAM MEMBENTUK RELIGIUSITAS JAMA’AH MAJELIS TA’LIM AZZAHIR KOTA PEKALONGAN Agustin, Hasna Amelia; Zulfa, Nadhifatuz; Subhi, Muh Rifa'i
Jurnal Al-Hikmah: Jurnal Dakwah Vol 18, No 2 (2024)
Publisher : INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/jhjd.v18i2.3031

Abstract

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), peran adalah sejumlah tingkah laku yang dikehendaki dan sebagian orang mempunyai kedudukan dalam masyarakat. Menurut Hurlock, agama terbagi menjadi dua unsur, yaitu keyakinan terhadap agama dan pelaksanaan ajarannya. Tokoh agama adalah orang yang memimpin kegiatan keagamaan masyarakat. Sehingga para tokoh agama tersebut dijadikan teladan dalam setiap perbuatan, tingkah laku, perbuatan dan perkataannya. Religiusitas adalah perilaku keagamaan. Kata religi berasal dari kata religi yang berarti religure yang berarti mengikat. Di sini dapat diartikan bahwa agama (agama) juga mempunyai aturan-aturan yang bersifat mengikat dan wajib ditaati oleh pemeluknya. Majelis ta’lim merupakan lembaga pendidikan agama nonformal dan juga lembaga dakwah yang mempunyai peran dan strategi penting dalam membina kehidupan beragama, khususnya dalam mewujudkan masyarakat pembelajar, yaitu masyarakat yang mempunyai tradisi belajar tanpa dibatasi. berdasarkan usia (pendidikan seumur hidup), jenis kelamin. , tingkat pendidikan, dan status sosial serta dapat menjadi wahana pembelajaran pendidikan agama, persahabatan dan wahana efektif dalam menyampaikan pesan-pesan pendidikan agama. Observasi ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk mengetahui bagaimana Dai memberikan Mauidho Hasanah kepada Mad'u. Setiap tahunnya Majlis Az Zahir juga menyelenggarakan Maulid Akbar dan Haul Al Habib Seggaf bin Abu Bakar Seggaf yang dihadiri oleh para pecinta Nabi besar Muhamaad SAW. Dan sebagai lembaga keagamaan, Majelis Ta’lim merupakan suatu wadah dakwah dan tablig yang dilaksanakan menurut perintah agama secara berkala dan berkala. Berdasarkan observasi dan wawancara pada Kanzus Sholawat, Al Habib Luthfi bin Ali bin Hasyim bin Yahya dan juga Habib Ali Zaenal Abidin Assegaf mengacu pada unsur-unsur komunikasi yaitu komunikator, pesan, media, komunikan, efek, umpan balik dan lingkungan. 
Evaluating the Effectiveness of Cybercounseling Interventions for Social Anxiety Zulfa, Nadhifatuz; Farmawati, Cintami; Mufida, Mariya; Akmala, Firda; Rizqi, Arina
Bulletin of Counseling and Psychotherapy Vol. 6 No. 3 (2024): Bulletin of Counseling and Psychotherapy
Publisher : Kuras Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51214/002024061126000

Abstract

Social anxiety is a prevalent mental health issue in modern society, significantly affecting the quality of life of those impacted. However, access to mental health services, including traditional counseling, is often limited by various factors. This study aims to evaluate the effectiveness of a cybercounseling application in addressing social anxiety. The application, developed as part of this research, provides clients with the ability to consult counselors without the constraints of distance and time. Key features include real-time chat with counselors, mental health articles as "self-help" resources, and a tool for measuring social anxiety levels. This research follows a Research and Development (RnD) design, comprising three stages of testing: (1) expert validation, which confirmed the model as valid for use; (2) limited empirical testing, where the application showed significant effectiveness in reducing social anxiety based on Wilcoxon statistical tests (p < 0.05); and (3) large-scale testing, which further confirmed the application's effectiveness with similar significant results (p < 0.05). These findings suggest that the cybercounseling application is a viable tool for treating social anxiety in the digital era.
Menjaga Warisan Budaya: Adaptasi Praktik Konseling Indigenous Terhadap Era Digital di Kota Pekalongan Zulfa, Nadhifatuz; Maskhur, Maskhur; Subhi, Muhamad Rifa`i Subhi
Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam Vol. 14 No. 2 (2024): December
Publisher : Jurusan Bimbingan dan Konseling Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29080/jbki.2024.14.2.91-103

Abstract

This research aims to investigate how Indigenous counseling practices in the city of Pekalongan adapt to the digital era while preserving local cultural heritage and traditions. The city of Pekalongan has a rich cultural heritage, including counseling practices deeply rooted in the culture and values of the local community. However, with the rapid advancement of digital technology, counseling practitioners are faced with new challenges in maintaining traditional aspects while harnessing the potential of technology. This research uses a qualitative approach to gain in-depth insights into the adaptation strategies employed by indigenous counseling practitioners in the city of Pekalongan. Data were collected through interviews with experienced counseling practitioners, as well as observations of their interactions with clients in a digital context. The research results show that indigenous counseling practitioners in Pekalongan City adopt diverse indigenous approaches and integrate digital technology into their practices without losing cultural roots and traditional values. They developed strategies to maintain the authenticity of Indigenous counseling practices while leveraging technological features to enhance service accessibility and the effectiveness of counseling interventions with local wisdom.
SEMINAR DAN PENYULUHAN HUKUM PENGUATAN KADER PENGGERAK PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK DI KABUPATEN BATANG A'yun, Qurrota; Ali Muhtarom; Khafidh Abadi; Nadhifatuz Zulfa; Cintami Farmawati; Arditya Prayogi
DEVELOPMENT: Journal of Community Engagement Vol. 4 No. 2 (2025): Juni
Publisher : LPPM STAI Muhammadiyah Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46773/djce.v4i2.2089

Abstract

Kekerasan terhadap perempuan dan anak masih menjadi persoalan serius di Indonesia, termasuk di Kabupaten Batang. Rendahnya kesadaran hukum dan budaya patriarki menjadi tantangan utama dalam perlindungan perempuan dan anak. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman hukum para kader penggerak di desa terkait perlindungan perempuan dan anak. Metode yang digunakan adalah seminar dan penyuluhan hukum secara partisipatif-edukatif. Kegiatan dilakukan melalui penyampaian materi, diskusi kelompok, simulasi, dan evaluasi pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada pengetahuan hukum peserta, terbentuknya jejaring kader hukum komunitas, dan terciptanya modul penyuluhan hukum berbasis lokal. Para peserta menunjukkan aksi konkret dengan merencanakan kegiatan advokasi dan sosialisasi hukum di wilayah masing-masing. Selain itu, kegiatan ini juga menghasilkan jaringan kerja sama antara lembaga pemerintah, organisasi masyarakat, dan tokoh agama. Harapan ke depan adalah terbentuknya Lembaga Konsultasi Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (LKP3A) Fatayat NU se-Kabupaten Batang. Lembaga ini akan menjadi pusat layanan konsultasi hukum berbasis komunitas yang dapat menjangkau seluruh Indonesia. Program ini diharapkan menjadi kontribusi nyata dalam membangun masyarakat desa yang sadar hukum dan tangguh dalam perlindungan perempuan dan anak. Kata Kunci: Penyuluhan hukum, pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, kader penggerak, Kabupaten Batang.
Membangun Generasi Sehat melalui Edukasi Brosur dan Pemberian Makanan Tambahan sebagai Upaya Pencegahan Stunting Zulfa, Nadhifatuz; ‘Ainiyyah, Cita Eka; Anggraeni, Revy Dwi; Syahra, Inayatul Laely; Karimah, Nasikhatul; Amalia, Salma Rizqi; Mu’minatun, Afrida; Shofiana, Khuly; Fitriyanti, Intan Diana; Febry, Karima Dina; Abdussalam, Muhammad Izzudin; Huda, Muhammad Nurul; Sanjaya, Ilyas
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 7 (2025): September
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v3i7.3065

Abstract

Stunting adalah kondisi dimana terganggunya tumbuh kembang anak pada usia tertentu dengan tinggi dan berat badan yang tidak sesuai sehingga perlu adanya Upaya untuk mengatasinya. Jurnal ini bertujuan untuk menggambarkan upaya untuk mencegah stunting di desa Karangjati berupa pembagian brosur pada ibu hamil dan pemberian makanan tambahan pada ibu hamil dan baduta. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek ibu hamil, balita usia dibawah 2 tahun dan kader posyandu. Data diperoleh melalui observasi, wawancara dan dokumentasi kegiatan pengabdian masyarakat oleh mahasiswa KKN. Hasil dari adanya program tersebut menunjukkan bahwa pembagian brosur edukasi stunting dapat meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya gizi yang seimbang. Selain itu, pemberian makanan tambahan (PMT) dapat membantu memenuhi gizi tambahan bagi ibu hamil dan balita usia dibawah 2 tahun. Program tersebut dapat mendorong perubahan sikap yang positif dalam menjaga kesehatan dan pertumbuhan anak. Kesimpulannya, program ini efektif untuk membantu menurunkan angka stunting dan sebaiknya terus dilanjutkan dengan dukungan aktif dari masyarakat, kader posyandu, dan pemerintah desa agar manfaatnya bisa dirasakan lebih luas dan berkelanjutan.
Batik Cloth and Ecosufism in Pekalongan City: Maintaining Tradition and Natural Balance? Hermawan, Raji; Zulfa, Nadhifatuz
Journal of Sufism and Psychotherapy Vol 3 No 2 (2023): JOUSIP: Journal of Sufism and Psychotherapy, Vol. 3 No. 2, November 2023
Publisher : Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/jousip.v3i2.2207

Abstract

Pekalongan City, known as the center of world batik, presents cultural richness through the art of batik cloth. This article aims to explore the relationship between batik cloth production and the concept of ecosufism in Pekalongan, revealing how and whether local traditions can be in line with sustainability thinking in maintaining the balance of nature. This research is a literature study and exploration in the field, with data collection techniques in the form of literacy studies, field observations and documentation, while data analysis techniques use data reduction, data presentation and drawing conclusions. The results of the research: the ecosophistic behavior of the Pekalongan batik craftsmen community has begun to fade, as indicated by the existence of batik production that does not pay attention to environmental sustainability in the form of batik waste pollution in the rivers of Pekalongan city. This is in contrast to the principles in ecosufism which link a servant's close behavior and direct experience with God accompanied by maintaining ecological sustainability and preserving nature. It also contrasts with the characteristics of religious batik craftsmen. On the other hand, traditional Pekalongan batik cloth has a meaning of great spirituality, one of which is the typical Pekalongan batik motif, namely Jlamprang. Jlamprang has a symbolic meaning of the relationship between the human world and the divine world. This meaning also contrasts with the waning ecosufism of batik craftsmen. The hope is that with this research, the community, especially batik craftsmen, will be able to re-cultivate the spirit of ecosufism in producing batik cloth, thereby creating harmony in the relationship between creatures and their Khaliq, as well as the relationship between humans and the natural surroundings. In fact, humans as Allah's caliphs on earth are servants of Allah who not only have a good relationship with the Khaliq, but also have a good relationship with His creatures, including the universe created by Allah SWT.