Rosmala Kurnia Dewi
Universitas An Nuur

Published : 13 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

EDUKASI DAN PELATIHAN PIJAT BAYI DENGAN BERAT LAHIR RENDAH Rosmala Kurnia Dewi; Anggita Septyani Permatasari; Sehmawati; Pintam Ayu Yastirin
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Cahaya Negeriku Vol 3 No 2 (2023): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Cahaya Negeriku
Publisher : LPPM AN Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/jpkm.v3i2.47

Abstract

Background: Background: LBW cases are often associated with prematurity as the cause. There are many forms of intervention in handling LBW babies, one of which is providing intervention aimed at optimizing the growth and development of the baby, one of which is providing additional stimulation which includes touch and massage. Objective: The aim of providing health education and baby massage is to provide knowledge and skills to mothers to increase the weight of LBW babies. Method: The method used in this service is a descriptive survey with implementation techniques through history taking, documentation and observation of health education and massage for LBW babies. Results: After being given health education and baby massage, the average weight of LBW babies increased. Conclusion: The method of implementing health education and baby massage has been proven to help increase the weight of LBW babies at PMB Sri Lestari Ngembak.   
HUBUNGAN PREEKLAMPSIA DENGAN KEJADIAN BAYI BERAT BADAN LAHIR RENDAH (BBLR) DI PUSKESMAS KEDUNGJATI Rosmala Kurnia Dewi; Anggita Septyani Permatasari
Jurnal Profesi Bidan Indonesia Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Profesi Bidan Indonesia
Publisher : LPPM AN NUUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) hingga saat ini masih menjadi persoalan perinatal yang cukup signifikan, mengingat kontribusinya terhadap tingginya angka kematian neonatal serta potensi gangguan tumbuh kembang yang bersifat jangka panjang. Preeklampsia, sebagai salah satu gangguan hipertensi yang muncul selama kehamilan, dipandang berperan penting dalam munculnya BBLR karena dapat mengganggu aliran darah menuju plasenta sehingga membatasi pertumbuhan janin. Ditemukannya kasus BBLR secara berulang di Puskesmas Kedungjati sepanjang 2021 hingga 2023 mendorong perlunya penelusuran lebih mendalam terhadap faktor risiko maternal ini. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara preeklampsia dan kejadian BBLR pada bayi yang lahir di Wilayah Kerja Puskesmas Kedungjati. Metode: Penelitian ini memakai desain case control dalam kerangka analitik korelasional. Populasi penelitian terdiri dari seluruh bayi yang dilahirkan di Wilayah Kerja Puskesmas Kedungjati sepanjang Januari 2021 hingga Desember 2023—berjumlah 1.387 bayi, 76 di antaranya kasus BBLR. Dari populasi tersebut, diambil 152 responden sebagai sampel: 76 kasus BBLR melalui total sampling dan 76 kontrol melalui simple random sampling. Data sekunder yang bersumber dari rekam medis dianalisis memakai uji korelasi Rank Spearman pada taraf signifikansi α=0,05. Hasil: Preeklampsia ditemukan pada 37 responden (24,3%), sementara 115 responden lainnya (75,7%) tidak mengalaminya. Distribusi bayi BBLR dan bayi berat lahir normal tercatat sama besar, masing-masing 76 kasus (50,0%). Uji korelasi Rank Spearman menghasilkan koefisien 0,169 dengan p=0,038 (p<0,05), yang mengarah pada hubungan positif antara preeklampsia dan BBLR yang, meskipun signifikan secara statistik, tergolong lemah dari segi kekuatannya. Simpulan: Ditemukan hubungan yang lemah namun bermakna secara statistik antara preeklampsia dan kejadian BBLR di Wilayah Kerja Puskesmas Kedungjati. Temuan ini menegaskan pentingnya mengenali dan menangani preeklampsia sejak awal kehamilan sebagai strategi untuk menekan angka kejadian BBLR.
PENGARUH BRITHING BALL TERHADAP TINGKAT KECEMASAN PADA IBU BERSALIN DI TPMB AMALIA TEMON, DESA BRATI Rosmala Kurnia Dewi; Anggita Septyani Permatasari
The Shine Cahaya Dunia Ners Vol 7 No 2 (2022): THE SHINE CAHAYA DUNIA NERS
Publisher : LPPM UNAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35270/ypar3417

Abstract

Latar Belakang: Penggunaan Brithing Ball diberikan kepada ibu bersalin dengan intruksi duduk diatas bola dengan kedua kaki membuka telapak kaki menempel lantai dan ditekuk 900, kemudian menggoyangkan panggung searah jarum jam atau kekiri dan kekanan.  Goyangan panggul diatas Brithing Ball meningkatkan kemajuan persalinan, mengurangi rasa nyeri, dan membuat rasa nyaman. Setelah aktivitas nyeri terhambat, produksi endorphin meningkat lalu dibawa ke otak untuk diterjemahkan. Peningkatan produksi endorphin menyebabkan penurunan sensasi nyeri sehingga menurunkan intensitas nyeri yang berhubung juga dengan penurunan tingkat kecemasan (Simanjuntak, M. K. 2022).  Tujuan penelitian : untuk menganalisis pengaruh brithing ball terhadap tingkat kecemasan pada ibu bersalin di TPMB Amalia Temon Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan Quasi Ekxperimental menggunakan one group pretest posttest desaign. Jumlah sampel sebanyak 15 ibu bersalin. Hasil: Hasil penelitian dilihat dari tingkat kecemasan ibu bersalin sebelum dan sesudah penggunaan Brithing Ball mengalami penurunan dengan selisih rata-rata sebesar 3,14 dan nilai p value tingkat kecemasan <0,05 sehingga terdapat perbedaan tingkat kecemasan sebelum dan sesudah intervensi Brithing Ball pada ibu bersalin di TPMB Amalia Temon. Kesimpulan: Pelaksanaan Brithing Ball terbukti membantu mengurangi tingkat kecemasan pada ibu bersalin di TPMB Amalia Temon.