Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

ASPEK HUKUM DALAM MITIGASI BENCANA DI MASYARAKAT DESA SENEPO KABUPATEN PONOROGO Rosando, Abraham Ferry; Widhiarto, Herry; Raissa, Amanda
Jurnal Leverage, Engagement, Empowerment of Community (LeECOM) Vol. 2 No. 1 (2020): Jurnal Leverage, Engagement, Empowerment of Community (LeECOM)
Publisher : Universitas Ciputra Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37715/leecom.v2i1.1420

Abstract

Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia. Berdasarkan data Badan Informasi Geospasial (BIG) pada 2013 jumlah pulau di Indonesia ada13.466 pulau.Luas daratan adalah 1.922.570 Km2 (37,1%), dan luas perairan adalah 3.257.483 Km2 (62,9%), hingga total luas Indonesia adalah 5.180.053 Km2. Garis pantainya kurang lebih sepanjang 81.000 Km. Pulau-pulau Indonesia terbentuk tiga lempeng tektonik dunia yaitu lempeng Australia, lempeng Pasifik, dan lempeng Eurasia. Kondisi tersebut menyebabkan Negara Indonesia menjadi salah satu negara mempunyai potensi tinggi terhadap bencana gempa bumi, tsunami, letusan gunung api dan gerakan tanah (tanah longsor) Potensi tinggi terhadap bencana tersebut pun terjadi di Desa Senepo Kecamatan Slahung Kabupaten Ponorogo Jawa Timur, khususnya bencana gerakan tanah (tanah longsor), dimana Topografi desa Senepo tersebut > 66,65% nya berupa perbukitan / pegunungan dengan kemiringan antara 30o s/d 85o dengan kemiringan lereng yang terjal mengakibatkan tanah mudah bergerak, struktur geologi berupa patahan turun dilokasi gerakan tanah, jenis batuan berupa lava/breksi yang bersisipan batu lempumg dan batu pasir, sifat tanah pelapukan bersifat poros/sarang, kurang kompak, jenuh air serta Sistem drainase permukaan yang kurang baik sehingga seluruh air baik air hujan maupun air limbah rumah tangga menjenuhi lereng sehingga mempercepat berkembangnya longsor. Bersyukur telah terjadi perubahan positif dalam paradigma sistem penanggulangan bencana sejak berlakunya Undang – Undang Nomor 24 Tahun 2007, dimana dengan sistem yang baru dasar hukumnya tidak lagi berlaku sektoral saja namun telah berlaku umum dan mengikat bagi seluruh departemen, masyarakat dan lembaga non pemerintah. Jika pada paradigma lama masih menerapkan sesuai tanggap darurat bencana dengan paradigma baru terdapat beberapa proses, mulai mitigasi bencana, tanggap darurat, rehabilitasi hingga rekonstruksi, dengan paradigma baru saat ini peran masyarakat dituntut untuk aktif terlibat termasuk dalam pembagian tanggung jawab yang tidak membebankan lagi kepada pemerintah pusat namun tanggung jawab juga diambil oleh pemerintah propinsi dan kabupaten memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat Indonesia khususnya masyarakat Desa Senepo, Kabupaten Ponorogo.
PERENCANAAN POLA TANAM PADA JARINGAN IRIGASI GANGSIRAN KABUPATEN JOMBANG Saves, Faradlillah; Widhiarto, Herry; Fatmawati, Laily Endah
EXTRAPOLASI Vol 18 No 2 (2021)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/extrapolasi.v18i2.6023

Abstract

AbstrakKondisi musim di Kabupaten jombang yaitu musim hujan dan kemarau membuat ketersediaan air didaerah tersebut tidak merata. Hal ini tentu diperlukan perencanaan pola tata tanam yang tepat pada jaringan irigasi gangsiran Desa Tebel Kecamatan Bareng agar terjadi kestabilan antara ketersediaan dan kebutuhan. Untuk mengetahui curah hujan rata-rata menggunakan metode rata-rata aljabar dengan data curah hujan 10 tahun yaitu 2009 - 2018, lalu untuk mengetahui evapotranspirasi dihitung menggunakan metode penman dan perhitungan debit andalan diperoleh dengan menggunakan metode FJ. Mock. Dari hasil analisis pada daerah irigasi desa Tebel diperoleh nilai debit andalan sebesar 0,017 m³/detik.Berdasarkan debit andalan tersebut diperoleh nilai NFR sebesar 88,29 mm/hari dengan perencanaan pola tata tanam padi-padi-palawija.AbstractSeasonal conditions in Jombang Regency, namely the rainy and dry seasons make the availability of water in the area uneven. This certainly requires planning the right cropping pattern on the gangsiran irrigation network in Tebel Village, Bareng District so that there is stability between availability and demand. To find out the average rainfall using the algebraic average method with rainfall data for 10 years, namely 2009 - 2018, then to find out evapotranspiration is calculated using the Penman method and the reliable discharge calculation is obtained using the FJ method. mock. From the analysis results in the irrigation area of Tebel village, the mainstay discharge value is 0.017 m³/second
PERENCANAAN PERKUATAN SOIL NAILING SEBAGAI ALTERNATIF STABITAS LERENG PADA JALAN LINTAS SELATAN LOT 6 TULUNGAGUNG MENGGUNAKAN METODE MANUAL BISHOP DAN BAJI Hidayatulloh, Rizki; Endah Fatmawati, Laily; Widhiarto, Herry
Jurnal Teknik Sipil Vol. 8 No. 2 (2023): De'Teksi : Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Universitas Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56071/deteksi.v8i2.525

Abstract

Jalan lintas selatan lot 6 Tulungagung merupakan jalan nasional yang menghubungkan Kabupaten Tulungagung dengan Kabupaten Trenggalek. Pada saat pembangunan terdapat kawasan rawan longsor mulai STA 14+100 sampai dengan STA 14+400 pada jalur tersebut. Metode Bishop digunakan dalam melakukan analisis stabilitas lereng dengan menggunakan perhitungan manual. Nilai faktor keamanan untuk stabilitas lereng kondisi eksisting diperoleh sebesar 0,381 untuk perhitungan manual, nilai ini kurang dari 1,35 sehingga lereng perlu perkuatan. Soil nailing direncanakan dengan variasi sudut pemasangan 10˚, 15˚, 20˚ sebagai stabilitas lereng pada STA 14+100 sampai dengan STA 14+400. Nilai faktor keamanan stabilitas lereng terbesar dengan perkuatan soil nailing menjadi 2,256 dengan sudut 10 ˚. Hasil analisis semua kontrol stabilitas perkuatan lereng menggunakan soil nailing telah memenuhi nilai SF yaitu 1,5. Oleh karena itu, soil nailing dapat menjadi solusi alternatif stabilitas lereng pada Jalan lintas selatan lot 6 Tulungagung.
Perencanaan Ulang Pondasi Tiang Pancang Mini Pile (Square Pile) Sebagai Alternatif Perkuatan Pondasi Pada Proyek Pembangunan SMPN 9 Kota Kediri Andri Dwi Laksono; Endah Fatmawati, Laily; Widhiarto, Herry
Jurnal Teknik Sipil Vol. 8 No. 2 (2023): De'Teksi : Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Universitas Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56071/deteksi.v8i2.583

Abstract

Bangunan SMPN 9 Kota Kediri merupakan sebuah sekolah negeri yang berlokasi di Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, Jawa Timur. Pembangunan Gedung SMPN 9 Kota Kediri direncanakan menggunakan tiang pancang spun pile ⌀ 0,30 m panjang 5 m. Namun pada saat akan pelaksanaan pembangunan jenis pondasi spunpile ⌀ 0,30 m panjang 5 m sulit dididapatkan atau tidak ready stock. Pondasi bored pile diameter 0,40 m pada kondisi existing. Perlu adanya analisis lebih lanjut terkait perencanaan ulang pondasi mini pile yaitu pondasi yang umum dan sering digunakan pada proyek dan menggunakan metode yang berbeda yaitu metode Mayerhoff dan Aoki & De Alencar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai kapasitas dukung pondasi tiang pancang mini pile desain dan pondasi tiang existing (bored pile) serta penurunnya. Berdasarkan hasil analisis dan perhitungan didapatkan kapasitas dukung ultimit (Qult) mini pile dimensi 0,30 x 0,30 m metode Meyerhoff, sebesar 138,544 Ton, dan metode Aoki & De Alencar dimensi 0,30 x 0,30 m, sebesar 83,657 Ton serta kapasitas dukung ultimit (Qult) pada tiang existing (bored pile) diameter 0,40 m sebesar 182,537 Ton. Dari analisis mini pile 0,30x0,30 m dengan metode Mayerhoff yang digunakan sebagai alternatif. Penurunan tiang tunggal yang terjadi sebesar 0,0053 m,penurunan kelompok sebesar 0,012 m, penurunan rencana masih aman dari penurunan yang diizinkan
ANALISIS KINERJA GEDUNG BETON BERTULANG DENGAN VARIASI PENEMPATAN DINDING GESER TERHADAP BEBAN GEMPA Trimurtiningrum, Retno; Sarya, Gede; Widhiarto, Herry; Rohaniawan, Hario Walid; Masruri, M. Hafidh
axial : jurnal rekayasa dan manajemen konstruksi Volume 11, Nomor 2, Agustus Tahun 2023
Publisher : Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30742/axial.v11i3.3255

Abstract

ABSTRAK: Indonesia merupakan negara rawan gempa yang memiliki tingkat resiko gempa dari gempa rendah sampai dengan gempa tinggi. Bangunan tingkat tinggi pada daerah gempa rentan mengalami simpangan yang berlebih. Untuk mengatasi permasalahan simpangan pada bangunan tingkat tinggi dapat dilakukan dengan penambahan kekakuan struktur dengan penggunaan dinding geser. Lokasi dinding geser berpengaruh pada perilaku struktur gedung bertingkat dalam responsnya terhadap beban lateral khususnya gempa. Penelitian ini bertujuan mengetahui kinerja bangunan dengan beberapa variasi dinding geser menggunakan analisis pushover, karena analisis ini memiliki keunggulan dalam komputasi yang cepat dan lebih sederhana. Terdapat 3 (tiga) variasi permodelan dalam penelitian ini, yaitu permodelan SW-0 (SRPM), permodelan SW-1 (penempatan dinding geser di tepi bangunan) dan permodelan SW-2 (penempatan dinding geser di tengah bangunan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa level kinerja untuk tiap variasi permodelan masuk dalam kategori IO (Immediate Occupancy) yang berarti saat terjadi gempa, tidak ada kerusakan berarti pada gedung, dimana kekuatan maupun kekakuan masih sama dengan kondisi pada saat sebelum terjadi gempa dan gedung dapat langsung difungsikan. KATA KUNCI : level kinerja, gempa, dinding geser, sistem ganda
PERBANDINGAN RESPONS STRUKTUR GEDUNG BETON BERTULANG TERHADAP BEBAN GEMPA DENGAN VARIASI PENEMPATAN DINDING GESER Trimurtiningrum, Retno; Sarya, Gede; Widhiarto, Herry; Rohaniawan, Hario Walid; Masruri, M. Hafidh
axial : jurnal rekayasa dan manajemen konstruksi Volume 10, Nomor 3, Desember Tahun 2022
Publisher : Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30742/axial.v10i3.2628

Abstract

ABSTRAK: Bangunan tingkat tinggi merupakan solusi pembangunan bagi wilayah yang padat penduduknya sehingga sering dijumpai di berbagai kota besar di Indonesia. Konsep perencanaan metode desain ultimit yang membuat dimensi elemen struktur relatif lebih langsing atau kecil membuat struktur bangunan tingkat tinggi rawan terhadap pembebanan lateral, khususnya terkait simpangan lateral struktur. Penambahan dinding geser pada struktur biasanya dilakukan untuk menambah kekakuan lateral struktur, sehingga bangunan dapat memenuhi syarat simpangan yang diizinkan oleh SNI 03-1726-2019 pasal 7.8.6. Dinding geser pada struktur sebaiknya didesain dan ditempatkan sedemikian rupa agar memberikan ketahanan lateral yang cukup, mereduksi simpangan serta tidak menimbulkan efek puntir pada struktur. Penempatan dinding geser berpengaruh pada respons struktur bangunan. Penelitian ini akan membandingkan respons struktur dengan 3 (tiga) variasi yang berbeda yaitu struktur beton bertulang tanpa dinding geser (SW-0), struktur beton bertulang dengan dinding geser di tepi bangunan (SW-1) dan struktur beton bertulang dengan dinding geser di tengah bangunan (SW-2). Hasil penelitian menunjukkan bahwa permodelan SW-2 dimana dinding geser terletak di tengah bangunan memiliki respons struktur yang paling baik dalam menahan beban lateral. Permodelan SW-2 memenuhi persyaratan sistem ganda, simpangan antar lantai ijin, pengaruh P-delta serta memiliki nilai simpangan maksimum terkecil yaitu sebesar 19,297 mm. KATA KUNCI: respons, gempa, dinding geser, sistem ganda
Analisis Crashing Pelaksanaan Pekerjaan Berulang pada Proyek Perumahan dengan Metode LoB (Line of Balance) Studi Kasus Perumahan Bumi Podo Rukun Fadjarwati, Indah; Oetomo, Wateno; Widhiarto, Herry
Jurnal Spesialis Teknik Sipil (JSpTS) Vol 6 No 1 (2025)
Publisher : Magister Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jspts.v6i1.131835

Abstract

Housing construction is a recurring and sustainable job. So if the scheduling does not take into account the character of this work then the repetitive work unit will experience a delay (lag). So that it will result in the duration of the project. To overcome this, an uninterrupted scheduling method is needed from one unit to the next. The scheduling method that matches this type of repetitive work is the Line of Balance (LoB) because each activity / activity is described in a straight line and the speed of work can be changed according to needs. This is to avoid the occurrence of crashes / conflicts between activities. This method can also minimize the delay time as mentioned above. But this method cannot show dependency between critical activities and the other activities. For this reason, another method is needed in order to fill this gap. The suitable method is CPM through Microsoft Project. This combination of methods besides managing the time of project implementation also regulates human resources, namely by maximizing the allocation of human resources. Because in this multi-unit project the quantity of work is the main thing. From some analysis calculations, the results obtained that the addition of buffers with productivity speed smoothing, and the acceleration of the duration of the activity more effective to accelerate the implementation time of the project with a duration of 154 days.