Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

PEMANFAATAN PENGOLAHAN CITRA UNTUK VEGETASI DAN LAHAN DI AREA RAWAN LONGSOR Ridho’i, Ahmad; Sutriono, Bantot
Jurnal Leverage, Engagement, Empowerment of Community (LeECOM) Vol. 2 No. 1 (2020): Jurnal Leverage, Engagement, Empowerment of Community (LeECOM)
Publisher : Universitas Ciputra Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37715/leecom.v2i1.1421

Abstract

Indonesia is a country which is part of its territory as an area with a row of fire ring, which is vulnerable to disasters. Disasters can be in the form of volcanic eruptions, earthquakes, floods, landslides, and so on. Landslides generally occur on sloped land which is certainly present in the mountains, and landslides can be triggered by a number of uses of land that are not in accordance with their function, deforested land, water flow from altitude to poor valleys. The occurrence of a landslide disaster leaves or causes several problems in the affected area which can be in the form of the land itself or for humans in the affected land, due to a landslide disaster resulting in productive crops being damaged, affected land changing conditions or changing the boundaries of land ownership the. Landslides need to be monitored or monitored by the area before and after a landslide event to determine the affected plants and land, making it easier to identify and ensure losses experienced by those who inhabit the affected area. Determination of areas affected by both productive plants, affected land can be done using image processing, image processing can estimate what percentage of plants and lands affected by landslides.
STUDI PERENCANAAN GEDUNG TINGKAT TINGGI DAN GEDUNG TINGKAT RENDAH DENGAN MENGGUNAKAN BRESING KONSENTRIK Rochmah, Nurul; Beatrix, Michella; Sutriono, Bantot
EXTRAPOLASI Vol 18 No 2 (2021)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/extrapolasi.v18i2.6019

Abstract

AbstrakKonstruksi Bangunan yang menggunakan material baja sangat cocok untuk daerah yang rawan gempa karena sifat baja yang daktail dan Letak geografis Indonesia berada di pertemuan lempeng benua dan lempeng samudera, menjadi salah satu penyebab frekuensi gempa di Indonesia tinggi sehingga permukaan tanah dan bangunan diatas tanah ikut bergetar dan timbul gaya-gaya pada struktur bangunan akibat dari adanya kecendrungan massa bangunan untuk bertahan dari gerakan, sehingga gempa bumi mempunyai kecendrungan menimbulkan gaya lateral pada struktur bangunan yang menyebabkan adanya suatu simpangan horizontal. Adanya suatu simpangan horizontal ini tidak boleh melebihi batas yang ada pada SNI 1726 2019 tentang besarnya simpangan ijin.Terlepas dari frekuensi gempa yang sering terjadi di Indonesia, tentu perlu untuk tetap membangun guna memenuhi kebutuhan akan gedung-gedung baik gedung tingkat tinggi maupun gedung tingkat rendah yang bisa tahan terhadap gempa. Salah satu yang bisa dilakukan sehingga bangunan gedung yang ada baik tingkat tinggi maupun tingkat  rendah aman terhadap gempa bumi yaitu dengan penambahan bresing tipe konsentrik pada suatu struktur bangunan. Sistem ini mempunyai sifat yang daktail tetapi juga bersifat kaku, dimana dalam penelitian ini bresing diletakkan secara konsentris terhadap hubungan balok-kolom.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan simpangan gedung bertingkat Tinggi dan bertingkat rendah yang menggunakan bresing konsentrik. Berdasarkan hasil simpangan yang diperoleh simpangan pada gedung bertingkat rendah lebih kecil dibanding bertingkat tinggi. Simpangan  yang diperoleh dari gedung bertingkat rendah yaitu Simpangan Konsentrik arah X, Y rerata berturut-turut 13,53 mm dan 13,11 mm. Sedangkan Simpangan  yang diperoleh dari gedung bertingkat tinggi yaitu Simpangan Konsentrik arah X, Y rerata berturut-turut 15,47 mm dan 16,87 mm.Abstract  Construction of buildings using steel materials is very suitable for earthquake-prone areas because of the ductile nature of steel and Indonesia's geographical location is at the confluence of the continental plate and oceanic plate, which is one of the causes of the high frequency of earthquakes in Indonesia so that the ground surface and buildings on the ground also vibrate and Forces arise in the building structure as a result of the tendency of the building mass to withstand movement, so that earthquakes have a tendency to cause lateral forces on the building structure which cause a horizontal displacement. The existence of this horizontal deviation must not exceed the limit in SNI 1726 2019 regarding the amount of permit displacemenet.Regardless of the frequency of earthquakes that often occur in Indonesia, of course it is necessary to continue to build to meet the need for buildings, both high-rise buildings and low-rise buildings that can withstand earthquakes. One thing that can be done so that the existing high-level and low-level buildings are safe against earthquakes, namely by adding concentric type braces to a building structure. This system has a ductile but also rigid nature, where in this study the braces are placed concentrically to the beam-column relationship.This study aims to determine the ratio of the displacement of high-rise and low-rise buildings using concentric braces. Based on the displacement results obtained, the displacement in low-rise buildings is smaller than in high-rise buildings. The displacements obtained from low-rise buildings are Concentric displacements in the X, Y directions with an average of 13.53 mm and 13.11 mm, respectively. Meanwhile, the d displacements obtained from high-rise buildings are Concentric displacements in the X, Y directions, with an average of 15.47 mm and 16.87 mm, respectively.
EVALUASI KEKUATAN STRUKTUR BANGUNAN RUMAH SAKIT SUMBEREJO DENGAN PEMBEBANAN GEMPA SNI 03-1726-2002 DAN SNI 03-1726-2019 MENGGUNAKAN METODE PUSHOVER Subianto, Ahmad Yusub; Sutriono, Bantot
Journal of Scientech Research and Development Vol 6 No 1 (2024): JSRD, June 2024
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56670/jsrd.v6i1.333

Abstract

Indonesia merupakan negara yang berada pada wilayah yang sangat sering mengalami bencana gempa, bahkan 20 gempa terbesar yang terjadi di negara asia 5 diantaranya berada di negara Indonesia. Di bojonegoro sendiri dilewati sesar kendeng yang memiliki potensi gempa tinggi yang berada di jawa timur, sehingga perlu diperhatikan kekuatan struktur pada bangunan rumah sakit sumberejo apabila terjadi gempa pada daerah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan simpangan antar lantai bangunan rumah sakit yang menggunakan peraturan SNI 03-1726-2002 dan 03-1726-2019 dengan konsep perencanaan berbasis kinerja menggunakan metode pushover. Metode pushover sendiri memiliki kelebihan dapat memperlihatkan perilaku struktur pada saat kondisi elastis, plastis, dan sampai terjadi keruntuhan pada elemen-elemen strukturnya yang didapat menggunakan software struktur ETABS. Kinerja simpangan antar lantai arah x yang diperoleh melalui perhitungan berdasarkan peraturan SNI 03-1726-2002 dan SNI 03-1726-2019 mengalami peningkatan sebesar 5% sampai 7,5%, sedangkan untuk simpangan arah y mengalami peningkatan sebesar 7,6 % hingga 9,6%.
Pengaruh Abu Sekam Sebagai Subtistusi Semen terhadap Slump Flow dan Berat Isi pada Flowing Concrete Rochmah, Nurul; Sutriono, Bantot; Beatrix, Michella; Pertiwi, Dewi; Arifin, Moch.Ali
Jurnal Teknik Sipil Vol 2, No 2 (2021)
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.jts.2021.v2i2.2471

Abstract

Pada suatu proyek pembangunan, adanya tulangan yang rapat antar tulangan punya permasalahan tersendiri saat pengecoran yaitu ketika pemadatan sangat sulit untuk menggunakan vibrator Karena adanya kerapatan antar tulangan tersebut. Untuk meminimalisir dampak negatif dari hal tersebut maka dibuat flowing concrete sehingga tanpa menggunakan vibrator, beton akan mengalami pemadatan sendiri dengan baik. Adapun bahan penyusun dari flowing concrete adalah aggregat, semen dan air. Dalam proses pembuatan produksi semen akan menghasilkan Karbondioksida di udara, sehingga terjadi pencemaran udara akibat pembuatan semen. Untuk meminimalisir dampak pencemaran udara akibat semen, maka dalam penelitian ini mencoba salah satu penyusun flowing concrete yaitu semen disubtistusi parsial, sehingga bisa meminimalisir pencemaran udara. Dalam penelitian ini, dimanfaatkan abu sekam padi yang merupakan sisa pembakaran sekam padi sebagai substitusi parsial semen. Metode yang digunakan yaitu melakukan penelitian dilaboratorium. Pada penelitian ini dilakukan variasi abu sekam sebagai substitusi semen sebesar 0%, 5%, 7,5%, 10% dan 12,5% dengan penambahan superplasticizer 1,5%. Dari hasil penelitian didapatkan diameter terkecil slump flow yaitu 53,17cm pada campuran abu sekam padi 10%. nilai berat isi beton kering terbesar adalah 2482,77 kg/m3 pada campuran abu sekam padi 10%. Kesimpulan yang dapat diambil bahwasannya berdasar slump flow dan berat isi beton kering persentase substitusi yang optimal abu sekam padi sebesar 10 persen.
PENGARUH ABU SEKAM SEBAGAI SUBSTITUSI SEMEN PADA KUAT TEKAN FLOWING CONCRETE Rochmah, Nurul; Sutriono, Bantot; Beatrix, Michella; Pertiwi, Dewi
axial : jurnal rekayasa dan manajemen konstruksi Volume 10, Nomor 1, April Tahun 2022
Publisher : Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30742/axial.v10i1.2172

Abstract

ABSTRAK: Pertumbuhan dan perkembangan negara Indonesia dalam dunia konstruksi sekarang ini mengalami kemajuan yang besar, dalam penggunaan beton yang semakin banyak disertai juga permasalahan yang timbul seperti penggunaan semen terlalu banyak dapat berpengaruh pada lingkungan yang mengakibatkan meningkatnya pemanasan global. Dalam penelitian ini dimanfaatkan abu sekam sebagai bahan substitusi sebagian semen yang mempunyai kegunaan untuk meningkatkan kualitas suatu beton dan mendapatkan beton yang ramah lingkungan. Abu sekam padi adalah material yang bersifat sebagai pozzolan yang didapatkan dari sisa pembakaran sekam padi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh kuat tekan maksimum pada flowing concrete dengan memanfaatkan abu sekam padi sebagai substitusi sebagian semen dengan variasi 0 persen, 5 persen, 7,5 persen, 10 persen, dan 12,5 persen dengan menggunakan superplasticizer sebesar 1,5 persen. Dari hasil penelitian didapatkan kuat tekan maksimum terjadi pada campuran ASP 10 persen yaitu 26,53 MPa.KATA KUNCI : Sekam Padi, Beton Alir, Kuat Tekan Beton
PENGARUH LIMBAH ABU GENTENG SEBAGAI BAHAN TAMBAH TERHADAP SLUMP FLOW DAN BERAT ISI PADA FLOWING CONCRETE Rochmah, Nurul; Sutriono, Bantot; Beatrix, Michella; Mathias, Leonardo
axial : jurnal rekayasa dan manajemen konstruksi Volume 11, Nomor 1, April Tahun 2023
Publisher : Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30742/axial.v11i1.2853

Abstract

ABSTRAK: Kemajuan dan perkembangan teknologi beton berkembang pesat. Penggunaan beton saat ini menjadi yang paling banyak dipakai di bangunan konstruksi. Beton mempunyai kelebihan dan kelemahan, Kelebihan antara lain: harga murah, dapat dibentuk sesuai keinginan. Kelemahan yang sering ditemui yaitu di daerah rawan gempa dimana detail penulangan yang rapat-rapat sehingga sulit untuk proses pemadatan. Oleh karena itu diperlukan jenis beton yang mudah dibentuk tanpa proses pemadatan seperti beton alir. Disisi lain ada limbah dalam dunia ini yang tidak dapat dihindari yang perlu di kurangi untuk keseimbangan di alam, salah satu limbah adalah limbah genteng. Dalam penelitian ini abu genteng sebagai bahan tambah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui slump flow dan berat isi pada flowing concrete dengan variasi abu genteng antaralain 0 persen lalu 10 persen kemudian 15 persen, 20 persen, dan 25 persen dengan menggunakan superplasticizer 1,5 persen. Hasil penelitian menunjukkan slump flow rerata yang paling besar pada variasi 15 persen yaitu sebesar 56,33 cm sedangkan variasi pada persentase 20 persen yang mendapatkan berat isi paling besar yaitu  berat isi basah dan kering berturut-turut sebesar 2643kg/m kubik   dan 2529 kg/m kubik.  KATA KUNCI : Abu Genteng Padi, Beton Alir, Slump Flow dan Berat Isi
Evaluasi Struktur SRPM Gedung 10 Lantai Sesuai Peraturan Gempa SNI 1726:2019 Wulandari, Shinta Berlinda; Sutriono, Bantot
Portal: Jurnal Teknik Sipil Vol 16, No 1 (2024): Special Edition January 2024: Improving skills and ease in various civil engine
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/portal.v16i1.4724

Abstract

Abstract — An earthquake is a natural phenomenon that releases energy to create seismic waves. Building damage due to earthquake lateral forces can be prevented or minimized if it can estimate the behavior of structural performance when the building is planned. In this research, the author evaluates a 10-story SRPM structure because it previously used the SNI 1726: 2012 earthquake regulations, so it is necessary to conduct an evaluation that focuses on the main structural elements to be able to determine the displacement and drift due to the influence of earthquake forces according to the latest SNI 1726: 2019 standards. This research results in, the X-direction displacement value for SNI 1726:2019 is greater than the X-direction displacement value for SNI 1726:2012 and the Y-direction displacement value for SNI 1726:2012 is greater than the Y-direction displacement value for SNI 1726:2019. The X and Y direction drift values for SNI 1726:2012 and SNI 1726:2019 do not exceed the permit drift value.
PENGARUH PENAMBAHAN GULA PASIR TERHADAP WAKTU IKAT AWAL PASTA SEMEN DAN MORTAR Retno Trimurtiningrum; Sutriono, Bantot; Arrowrichta, Billy; Watu, Hiasintus Bertus
KURVATEK Vol 4 No 2 (2019): November 2019
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33579/krvtk.v4i2.1564

Abstract

In concrete construction process, it is often happened that the location of batching plan is different from the project location, so it takes time in its material transport. To prevent the concrete material from early setting time before casting, it is necessary to add chemical admixture to slow the setting time, which is retarder. Generally, chemical admixtures including retarder have relatively expensive price. Therefore, this study used alternative material such as sugar, because sugar is one of retarder’s consituent material that has relatively low price and also easy to obtain. The percentage of sugar in this research were 0% (as a control specimen); 0.03%; 0.05% and 0.1%. The setting time test used the Vicat neddle apparatus for cement paste and penetration resistance tools for mortar. The setting time result shows that sugar can delay the initial setting time on cement paste or mortar specimens. The longest initial setting time was obtained by a mixture that has been added 0,1% of sugar which is 157,69 minutes for cement paste test and 250 minutes for mortar specimen.
PENGARUH ABU KAYU JATI SEBAGAI BAHAN TAMBAH TERHADAP KARAKTERISTIK MORTAR Saputri, Denis Tiyas Ayu; Rochmah, Nurul; Sutriono, Bantot
Device Vol 15 No 1 (2025): Mei
Publisher : Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer (FASTIKOM) UNSIQ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/device.v15i1.9261

Abstract

Dengan wilayah kehutanan yang luas dan beragam, Indonesia menjadi penghasil berbagai jenis tanaman hutan, termasuk kayu jati yang produksinya mencapai 68,22 juta per tahunnya. jumlah limbah serbuk kayu hasil penggergajian di Indonesia diperkirakan mencapai 0,78 juta per tahun. Penelitian ini fokus pada limbah serbuk kayu yang pemanfaatannya masih belum optimal, namun memiliki potensi setelah melalui proses pembakaran menjadi abu. Material tersebut mengandung silika sebesar 61,10% yang merupakan salah satu bahan utama dalam pembuatan semen yang akan mengeras ketika bereaksi dengan air dan kalsium hidroksida hasil dari hidrasi semen. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen laboratorium dengan variasi abu kayu jati (AKJ) sebanyak 0%, 5%, 7,5%, 10%, 12,5% yang telah lolos ayakan No.200. Pengujian dilakukan terhadap workability dan daya serap mortar. Namun dengan semakin banyak kadar abu membuat workability mortar semakin menurun dan resapan mortar semakin naik karena abu kayu cenderung memiliki sifat menyerap air. Hasil uji resapan menunjukkan bahwa variai 12,5% menghasilkan nilai resapan tertinggi, yaitu sebesar 9,672%.
Studi Perbandingan Perilaku Struktur Shear Wall dan Base Isolation Type Lead Rubber Bearing pada Rumah Sakit di Surabaya Permana, Dimas; Sutriono, Bantot; Rochmah, Nurul
Jurnal Teknik Industri Terintegrasi (JUTIN) Vol. 8 No. 3 (2025): July
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jutin.v8i3.46008

Abstract

Surabaya is an earthquake-prone area due to its location on an active fault zone, namely the Kendeng Fault Zone. Hospitals play a crucial role during disasters; therefore, a strong structure is required to withstand various loads, including seismic loads. This study aims to compare the structural behavior of a hospital building using shear walls and a base isolation system with Lead Rubber Bearings (LRB). The comparison was carried out through modeling of both the existing structure and the modified structure using ETABS v.22 software. The results show that the structure with base isolation has smaller inter-story drifts and P-Delta effects, especially on the upper floors. The base isolation system is also more effective in damping seismic forces, maintaining structural stability, and enhancing building safety. Based on the analysis, the LRB base isolation system proves to deliver better structural performance compared to the shear wall system in resisting earthquake loads.