Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Cybervictimization, Self-esteem and Perceived Social Support: Resilience Role as the Mediating Variable Rini, Amanda Pasca; Salim, Agus
Journal of Educational, Health and Community Psychology VOL 14 NO 1 MARCH 2025
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/jehcp.vi.30420

Abstract

Cyberbullying significantly impacts mental health, contributing to decreased self-esteem, self-harm, and suicide among adolescents. While previous research has established links between self-esteem, social support, and cyberbullying, the underlying mechanisms remain unclear, particularly the potential mediating role of resilience. This study aimed to address this gap by examining whether resilience mediates the relationship between perceived social support, self-esteem, and cyberbullying. A quantitative methodology was adopted, involving a sample of 994 middle-school students aged 12 to 17 years from urban regions in East Java, Jakarta, West Java, and Bali. Structural Equation Modeling (SEM) was employed to perform mediation analyses. Findings indicated that resilience does not mediate the relationships among self-esteem, perceived social support, and cyberbullying. Furthermore, self-esteem and perceived social support emerged as stronger direct predictors of cyberbullying in the absence of resilience as a mediator. Although self-esteem significantly predicts resilience, perceived social support exhibited only a limited predictive ability in relation to resilience. These findings highlight the need for further research to explore alternative pathways through which self-esteem and social support influence cyberbullying, as well as the contextual factors that may affect resilience in adolescent populations.
Peran Mindfulness dan Kematangan Emosi Terhadap Self Acceptance Pada Suporter Sepakbola Putra, Alvian Puja Permana; Rini, Amanda Pasca; Saragih, Sahat
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 1 No 1 (2023): September
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v1i1.9786

Abstract

This study aims to determine the relationship between mindfulness and emotional maturity with self-acceptance in football supporters. The behavior of football fans is social behavior, both positive and negative. The behavior of supporters that occurs in an environment can cause consequences or changes in subsequent behavior. This negative behavior is usually done because the fans feel disappointed with the match or the fans cannot accept that the team they support has lost. This type of research uses a quantitative approach with correlational methods. Mindfulness scale, emotional maturity and self-acceptance are used as measuring tools in this study. The population of this study were Persebaya Surabaya (Bonek) supporters from the North and East sectors. Sampling used a random sampling technique using the Krejcie table. The data analysis technique used in this study is multiple regression. The results of the data analysis show that there is a significant correlation between the variables of mindfulness and emotional maturity towards self-acceptance. This means that together (Simultaneously) Mindfulness and Emotional Maturity have a positive relationship to Self Acceptance. so that the proposed research hypothesis is accepted. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara mindfulness dan kematangan emosi dengan self acceptance pada supporter sepak bola. Perilaku suporter sepak bola merupakan perilaku sosial baik itu bersifat positif maupun negatif, Tingkah laku suporter yang terjadi di dalam suatu lingkungan, dapat menyebabkan konsekuensi atau perubahan pada tingkah laku berikutnya. Perilaku negatif ini biasanya dilakukan karena suporter merasa kecewa terhadap pertandingan yang ada atau suporter tidak bisa menerima bahwa tim yang mereka dukung mengalami kekalahan. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Skala mindfulness, kematangan emosi dan self acceptance digunakan sebagai alat ukur dalam penelitian ini. Populasi penelitian ini adalah suporter Persebaya Surabaya (Bonek) dari sektor Utara dan Timur. Pengambilan sampel menggunakan teknik random sampling menggunakan bantuan tabel Krejcie. Teknik analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi ganda, Hasil analisis data menujukkan bahwa terdapat korelasi yang signifikan antara variabel mindfulness dan kematangan emosi terhadap self acceptance. Artinya secara bersama-sama (Simultan) Mindfulness dan Kematangan Emosi memiliki hubungan positif terhadap Self Acceptance. sehingga hipotesis penelitian yang diajukan diterima.
Loneliness Dan Konformitas Dengan Kecenderungan Agresi Verbal Pada Pengguna Media Sosial Twitter Anggraheni, Dyah Ayu Niken Ari; Rini, Amanda Pasca; Ariyanto, Eko April
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 1 No 1 (2023): September
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v1i1.9834

Abstract

The purpose of this study was to determine the relationship between loneliness and conformity with a Tendency to verbal aggression behavior on Twitter social media users, to determine the relationship between loneliness and verbal aggression behavior on Twitter social media users, to determine the relationship between conformity and tendency verbal aggression behavior on media users. The research design used is a quantitative approach with a correlational type of research to determine the relationship between the independent variables and the dependent variable. Subjects who participated in this study were 154 respondents who were in Surabaya. Sampling using non-probability sampling by accidental sampling. The data collection method uses the Loneliness, Conformity a tendency to Verbal Aggression scales. Data analysis in this study using Multiple regression analysis correlation with the help of the SPSS version 24.0 program obtained correlation results of 0.00 <0.05 and F count 21,424 > F table 3.06. This means that there is a very significant and positive relationship between loneliness conformity and tendency verbal aggression behavior, there is a very significant relationship between loneliness conformity and tendency verbal aggression behavior, and there is no relationship between conformity and tendency verbal aggression. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk untuk mengetahui hubungan antara loneliness dan konformitas dengan kecenderungan perilaku agresi verbal pada pengguna media sosial twitter, untuk mengetahui hubungan antara loneliness dengan kecenderungan agresi verbal pada pengguna media sosial twitter, untuk mengetahui hubungan antara konformitas dengan kecenderungan agresi verbal pada pengguna media sosial twitter. Desain penelitian yang digunakan yaitu pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional untuk mengetahui hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat. Subjek yang berartisipasi dalam penelitian ini sejumlah 154 responden yang berada di Surabaya. Pengambilan sampel menggunakan non probability sampling secara accidental sampling. Metode pengumpulan data menggunakan skala Loneliness, Konformitas dan kecenderungan Agresi Verbal. Analisis data dalam penelitian ini dengan menggunakan korelasi Analisis regresi ganda dengan bantuan program SPSS versi 24.0 diperoleh hasil korelasi sebesar 0,00<0,05 dan F hitung 21.424 > F table 3.06. Artinya terdapat hubungan yang sangat signifikan dan bersifat positif antara loneliness konformitas dengan kecenderungan agresi verbal, terdapat hubungan yang sangat signifikan antara loneliness konformitas dengan kecenderungan agresi verbal, dan tidak ada hubungan antara konformitas dengan kecenderungan agresi verbal.
Adversity Quotient: Adakah Peranan Self Efficacy, dan, Kepemimpinan Transformasional Ceriputri, Wulan Kusumaning Ayu; Rini, Amanda Pasca; Saragih, Sahat
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 1 No 2 (2023): Desember
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v1i2.9910

Abstract

This study aims to determine the influence of self-efficacy transformational leadership and adversity quotient on workers. This study uses workers as subject data collection by distributing questionnaires through the Google form. This study involved 104 respondens. The results of the study were tested using multiple regression analysis techniques which showed that there was a significant influence between self-efficacy, transformasional leadership and adversity quotient. Based on the calculation of multiple regression analysis, it was found that the significance value was 0.00 < 0.05. So, it can be concluded that there is an influence between self efficacy, transformasional leadership, and adversity quotient Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh antara self efficacy, dan kepemimpinan transformasional dengan adversity quotient pada pekerja. Penelitian ini menggunakan pekerja sebagai subjek, teknik pengambilan data dengan cara menyebarkan kuesioner melalui google form. Penelitian ini melibatkan 104 responden. Hasil penelitian ini diuji menggunakan teknik analisis regresi berganda yang menunjukkan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara self efficacy dan kepemimpinan transformasional dengan adversity quotient. Berdasarkan dari perhitungan analisis regresi berganda diperoleh hasil bahwa nilai signifikansi 0.000 < 0.05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara self efficacy, kepemimpinan transformasional dengan adversity quotient.
Self-Efficacy dan Dukungan Sosial dengan Quarter Life Crisis pada Karyawan Sari, Sintikhe Kurnia; Rini, Amanda Pasca; Ariyanto, Eko April
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 1 No 2 (2023): Desember
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v1i2.9920

Abstract

Each individual will be faced with personal questions such as jobs, salaries, positions and so on. Situations like these can affect individuals. Comparing other people's achievements, worrying about the future and feeling worried. If this happens at the age of 20-30 years it is called a quarter life crisis. This study aims to determine the relationship between self-efficacy and social support with quarter life crisis among employees at PT.X. This research is a quantitative study with a population of 277 employees using simple random sampling techniques so that this study involved 164 employees aged 20-30 years. Data collection uses 3 scales, namely the self-efficacy scale, social support scale and quarter life crisis scale. The data were analyzed using SPSS version 16.0 for windows with multiple regression analysis techniques. The results of the analysis show that the value of self-efficacy has a negative correlation of -0.668 with sig. 0.000 (<0.05) and the value of social support has a negative correlation of -0.469 with sig. 0.000 (<0.05). This shows that the higher the value of self-efficacy and social support, the lower the value of quarter life crisis, and vice versa. Setiap individu akan dihadapkan dengan pertanyaan-pertanyaan pribadi seperti pekerjaan, gaji, jabatan dan sebagainya. Keadaan seperti ini dapat mempengaruhi individu. Membandingkan pencapaian orang lain, cemas terhadap masa depan serta perasaan khawatir. Hal ini jika terjadi pada usia 20-30 tahun disebut dengan quarter life crisis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan self-efficacy dan dukungan sosial dengan quarter life crisis pada kalangan karyawan di PT.X. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang dengan populasi penelitian sebanyak 277 karyawan dengan teknik pengambilan simple random sampling sehingga penelitian ini melibatkan 164 karyawan dengan usia 20-30 tahun. Pengambilan data menggunakan 3 skala yaitu skala self-efficacy, skala dukungan sosial dan skala quarter life crisis. Data tersebut dianalisis menggunakan SPSS version 16.0 for windows dengan teknik analisis regresi berganda. Hasil analisis menunjukan nilai self-efficacy memiliki korelasi negatif sebesar -0.668 dengan sig. 0.000 (<0.05) dan nilai dukungan sosial memiliki korelasi negatif sebesar -0.469 dengan sig. 0.000 (<0.05). Hal ini menunjukan bahwa semakin tinggi nilai self-efficacy dan dukungan sosial maka semakin rendah nilai quarter life crisis, dan juga sebaliknya.
Konformitas Dengan Kohesivitas Pada Anggota Komunitas Motor City Bike Hanafi, Nur; Rini, Amanda Pasca; Ariyanto, Eko April
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 1 No 2 (2023): Desember
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v1i2.9926

Abstract

Group cohesiveness is the degree to which a group wants to always survive and retain its members, or it can be interpreted as a measure of how attractive the group is to individuals, as a sense of responsibility and pleasure with its members in the group. One of the factors that can affect group cohesiveness is conformity. This research was conducted with the aim of knowing whether there is a relationship between conformity and group cohesiveness among members of the CB motorbike community at Pesanggrahan. The method used in this research is a correlational quantitative research method. The subjects used in this study were 150 members of the Motor City Bike Community in Pasanggrahan. Measuring tools used are conformity scale and group cohesiveness scale. The research data were analyzed using the product moment correlation test with the help of the IBS SPSS 24.0 for window computer program. The results of data analysis calculations show a correlation coefficient of 0.696 with a significant value of 0.00 (p <0.05), which means that there is a very significant positive correlation between conformity and cohesiveness in members of the motor city bike community. Kohesivitas kelompok merupakan tingkat sejauh mana kelompok ingin selalu bertahan dan mempertahankan anggotanya atau bisa diartikan ukuran seberapa menarik kelompok bagi individu, sebagai rasa tanggungjawab dan rasa senang dengan para anggotanya dalam kelompok. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kohesivitas kelompok adalah konformitas. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengetahui apakah ada hubungan antara konformitas dengan kohesivitas kelompok pada anggota komunitas motor CB di pesanggrahan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini merupakan metode penelitian kuantitatif korelasional. Subjek yang digunakan dalam penelitian ini adalah anggota Komunitas Motor City Bike di Pasanggrahan yang berjumlah 150 orang. Alat ukur yang digunakan yaitu skala konformitas dan skala kohesivitas kelompok. Data penelitian dianalisis menggunakan uji korelasi product moment dengan bantuan program komputer IBM SPSS 24.0 for window. Hasil perhitungan analisis data menunjukkan nilai koefisien korelasi sebesar 0,696 dengan nilai signifikan 0,00 (p < 0,05) yang artinya terdapat korelasi positif yang sangat signifikan antara konformitas dengan kohesivitas pada anggota komunitas motor city bike.
Kecemasan pada atlet bola voli di Surabaya: Bagaimana peranan mental toughness dan kohesivitas? Armadi, Amaraditha Oktovia; Rini, Amanda Pasca; Saragih, Sahat
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 1 No 2 (2023): Desember
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v1i2.9930

Abstract

This study aims to determine the relationship between mental toughness and cohesiveness with anxiety in volleyball athletes in Surabaya when facing matches. This study has three hypotheses, which contain: 1) there is a positive relationship between mental toughness and cohesiveness with anxiety; 2) there is a positive relationship between mental toughness and anxiety; 3) There is a positive relationship between cohesiveness and anxiety. This research is quantitative research using correlational research. Data collection was carried out for seven days through the distribution of online mental toughness, cohesivity, and anxiety scale questionnaires to volleyball athletes in Surabaya as many as 160 respondents. The data analysis used was multiple regression analysis with the help of SPSS 26. The results of this study showed 1) There is a positive relationship between mental toughness and cohesiveness with anxiety; 2) There is a positive relationship between mental toughness and anxiety. This means that the higher the mental toughness, the lower the anxiety; 3) There was no positive relationship between cohesiveness and anxiety. That is, high or low cohesiveness does not affect the high or low of anxiety. Therefore, the first and second hypotheses in this study are accepted, while the third hypothesis is not accepted. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara mental toughness dan kohesivitas dengan kecemasan pada atlet bola voli di Surabaya pada saat menghadapi pertandingan. Penelitian ini memiliki tiga hipotesis, yang berisi : 1) terdapat hubungan positif antara mental toughness dan kohesivitas dengan kecemasan; 2) terdapat hubungan positif antara mental toughness dengan kecemasan; 3) terdapat hubungan positif antara kohesivitas dengan kecemasan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan penelitian korelasional. Pengambilan data dilakukan selama tujuh hari melalui penyebaran kuesioner skala mental toughness, kohesivitas, dan kecemasan secara online kepada atlet bola voli di Surabaya sebanyak 160 responden. Analisis data yang digunakan adalah analisis regresi berganda dengan bantuan SPSS 26. Hasil dari penelitian ini menunjukkan 1) Adanya hubungan positif antara mental toughness dan kohesivitas dengan kecemasan; 2) Adanya hubungan positif antara mental toughness dengan kecemasan. Artinya semakin tinggi mental toughness maka semakin rendah kecemasan; 3) Tidak terdapat hubungan positif antara kohesivitas dengan kecemasan. Artinya tinggi atau rendahnya kohesivitas tidak mempengaruhi tinggi atau rendahnya kecemasan. Oleh karena itu, hipotesis pertama dan kedua pada penelitian ini diterima, sedangkan hipotesis ketiga tidak diterima.
Self Efficacy dan Dukungan Sosial Teman Sebaya dengan Kematangan Karir Mahasiswa Tingkat Akhir Putra, Dirgantara Anugrah; Rini, Amanda Pasca; Pratitis, Nindia
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 1 No 2 (2023): Desember
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v1i2.9933

Abstract

This study aims to determine the relationship between self-efficacy and peer social support with the career maturity of final year students. This research is a type of quantitative research using a correlational research approach. The sampling technique used is random sampling. The subjects of this study were 330 Surabaya students. The data collection instrument uses a self-efficacy scale, a peer social support scale, a career maturity scale. The data analysis technique used was multiple linear regression analysis with the help of the Statistical Package for the Social Sciences (SPSS) 25.0 for Windows program. The results of data analysis show that there is a significant positive relationship between self-efficacy and peer social support with final grade student career maturity. This means that it can be concluded that self-efficacy and peer social support can simultaneously affect the career maturity of final year students Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self efficacy dan dukungan sosial teman sebaya dengan kematangan karir mahasiswa tingkat akhir. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif menggunakan pendekatan penelitian korelasional. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah random sampling. Subjek penelitian ini sebanyak 330 mahasiswa Surabaya. Instrumen pengumpulan data menggunakan skala self efficacy, skala dukungan sosial teman sebaya, skala kematangan karir. Teknik analisa data yang digunakan yaitu analisis regresi linier berganda dengan bantuan program statistical package for the social sciences (SPSS) 25.0 for windows. Hasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang sangat signifikan antara self efficacy dan dukungan sosial teman sebaya dengan kematangan karir mahasiswa tingkat akhir. Artinya dapat disimpulkan bahwa self efficacy dan dukungan sosial teman sebaya secara bersama sama dapat mempengaruhi kematangan karir mahasiswa tingkat akhir
Mengeksplorasi dinamika konsep diri, konformitas, dan narsisme : Studi psikologi pengguna tiktok Yoniar, Yosefia Putri; Saragih, Sahat; Rini, Amanda Pasca
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 2 No 1 (2024): Maret
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v2i1.10392

Abstract

Abstract This study aims to explore the relationship between self-concept and peer conformity with narcissistic behavior among late adolescent users of the TikTok social media platform in Surabaya. The method used is quantitative correlational, measured using a 25-item narcissism scale, a 39-item self-concept scale, and a 7-item conformity scale. The sampling technique employed is purposive sampling. Respondents in this study are late adolescents aged 17-20 in Surabaya with TikTok accounts, totaling 280 samples. Data analysis in this study uses a correlation test with multiple linear regression analysis. The results of the simultaneous correlation test indicate that self-concept and conformity have a highly significant positive relationship with narcissism. Keywords: Conformity,Self-Concept,Narcissism,peer conformity,TikTok Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara konsep diri dan konformitas teman sebaya dengan perilaku narsisme remaja akhir pengguna sosial media TikTok di Surabaya. Metode yang digunakan yaitu kuantitatif korelasional yang diukur menggunakan skala narsisme sebanyak 25 aitem, skala konsep diri sebanyak 39 aitem, dan skala konformitas sebanyak 7 aitem. Teknik Sampling yang digunakan adalah sampling purpose atau purposive sampling. Responden pada penelitian ini adalah remaja akhir usia 17-20 di Surabaya yang memiliki akun TikTok. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 280. Analisis data pada penelitian ini menggunakan uji korelasi analisis regresi linier ganda. Hasil Uji koerlasi simultan menunjukkan bahwa konsep diri dan konformitas memiliki hubungan positif yang sangat signifikan terhadap narsisme. Kata kunci: Konformitas;Konsep diri;Narsisme;Teman Sebaya;TikTok
Penyesuaian Diri Perempuan Menikah Muda: Peran Kematangan Emosi dan Dukungan Sosial Putri, Annyza Harnit; Rini, Amanda Pasca; Pratitis, Nindia
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 2 No 1 (2024): Maret
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v2i1.10419

Abstract

Pernikahan pada usia muda, yakni pernikahan yang dilakukan dalam rentang usia 16 – 19 tahun, memerlukan persiapan yang komprehensif, terutama dalam menghadapi kehidupan bersama pasangan. Pernikahan pada usia muda dapat menjadi tantangan bagi mereka yang belum siap menghadapi tugas perkembangan dewasa. Fokus penelitian ini adalah pada perempuan yang menikah pada usia muda dan bagaimana kematangan emosi serta dukungan sosial mempengaruhi penyesuaian diri mereka dalam pernikahan. Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimen untuk melihat hubungan antar variabel. Penelitian melibatkan 215 perempuan menikah muda di Surabaya dengan menggunakan teknik non probability sampling dan Accidental sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner dirancang untuk mengukur tingkat kematangan emosi, dukungan sosial, dan penyesuaian diri dalam pernikahan. Analisis regresi berganda digunakan untuk menganalisis data, menunjukkan hubungan simultan yang sangat signifikan antara kematangan emosi, dukungan sosial, dan penyesuaian diri. Hubungan positif sangat signifikan ditemukan antara kematangan emosi dan penyesuaian diri, serta dukungan sosial dan penyesuaian diri. Disimpulkan bahwa hasil dari penelitian ini adalah semakin tinggi tingkat kematangan emosi, maka semakin baik penyesuaian diri. Selain itu,juga semakin tinggi tingkat dukungan sosial, maka semakin baik penyesuaian diri. Sebaliknya, penurunan variabel kematangan emosi dan dukungan sosial dapat berpengaruh negatif terhadap penyesuaian diri dalam konteks pernikahan pada usia muda.