Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Work Engagement dan Prokrastinasi Akademik dengan Fatigue Sebagai Moderator pada Mahasiswa yang Bekerja Saifudin, Amir; Ariyanto, Eko April; Rini, Amanda Pasca
Indonesian Research Journal on Education Vol. 5 No. 5 (2025): Irje 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v5i5.3268

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara work engagement dan prokrastinasi akademik dengan fatigue sebagai variabel moderator pada mahasiswa yang bekerja, serta untuk melihat secara khusus hubungan antara work engagement dengan prokrastinasi akademik, dan antara work engagement dengan fatigue. Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa aktif yang bekerja, baik secara paruh waktu maupun penuh waktu, dan berdomisili di Surabaya. Jumlah partisipan ditentukan menggunakan aplikasi GPower 3.1 dengan parameter α = 0,01, power = 0,95, dan effect size = 0,15, sehingga diperoleh kebutuhan minimal sebanyak 200 partisipan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan pendekatan korelasional, dan teknik pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling berdasarkan kriteria yang telah ditentukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fatigue berperan signifikan sebagai moderator dalam hubungan antara work engagement dan prokrastinasi akademik pada mahasiswa yang bekerja. Meskipun mahasiswa memiliki tingkat keterlibatan kerja yang tinggi, tingginya tingkat kelelahan dapat memperkuat kecenderungan menunda tugas akademik. Ini berarti bahwa fatigue dapat melemahkan atau bahkan membalikkan efek positif dari keterlibatan kerja terhadap perilaku akademik. Selain itu, fatigue secara langsung juga berkontribusi besar terhadap meningkatnya prokrastinasi, menandakan bahwa kelelahan menjadi faktor penghambat utama dalam manajemen waktu dan penyelesaian tugas akademik.
Intensitas Menonton Drama Korea dan Self-Criticism pada Mahasiswa: Apakah Berkontribusi terhadap Prokrastinasi Akademik? Devianti, Chelsea Sandy; Saragih, Sahat; Rini, Amanda Pasca
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i2.26667

Abstract

Negara memandang mahasiswa sebagai harapan bangsa karena ekspektasi tinggi terhadap potensi mereka, namun banyak mahasiswa justru menunda belajar dan penyelesaian tugas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Intensitas menonton seri drama Korea dan Self-Criticism dengan Prokrastinasi akademik mahasiswa Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa di Surabaya. Partisipan penelitian sebanyak 241 mahasiswa yang diambil menggunakan teknik accidental sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada korelasi positif dan signifikan dari hubungan variabel intensitas menonton drama Korea dengan prokrastinasi akademik, dan Self-Criticism dengan prokrastinasi akademik. Penelitian ini menyimpulkan perilaku prokrastinasi akademik mahasiswa muncul dari intens atau keseringan mahasiswa dalam menonton drama Korea dan kritik diri yang berlebih. Implikasi hasil penelitian dapat digunakan sebagai panduan untuk mengurangi tingkat penundaan akademis yang tinggi dengan menginstruksikan mahasiswa untuk mengurangi kritik diri mereka dan intensitas mereka menonton drama Korea.
Time Management dan Emotional Resilience terhadap Digital Burnout Generasi Z Pengguna TikTok Hapsari, Yuanka Siwi Pramudya; Rini, Amanda Pasca; Ariyanto, Eko April
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.5501

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara time management dan emotional resilience dengan digital burnout pada Generasi Z pengguna media sosial TikTok. Generasi Z merupakan kelompok usia yang tumbuh dan berkembang seiring dengan pesatnya kemajuan teknologi digital, sehingga memiliki intensitas penggunaan media sosial yang tinggi. TikTok sebagai salah satu platform media sosial paling populer menawarkan konten video singkat dengan algoritma personalisasi yang mendorong keterlibatan pengguna secara berkelanjutan. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan kelelahan psikologis yang dikenal sebagai digital burnout, yang ditandai dengan kelelahan emosional, kognitif, serta penurunan motivasi akibat paparan digital yang berlebihan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Subjek penelitian berjumlah 205 responden Generasi Z berusia 18–27 tahun yang merupakan pengguna aktif TikTok, dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa skala digital burnout, skala time management, dan skala emotional resilience yang disusun dalam bentuk skala Likert serta telah memenuhi uji validitas dan reliabilitas. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier berganda setelah memenuhi uji asumsi klasik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa time management dan emotional resilience secara simultan memiliki hubungan negatif dan signifikan dengan digital burnout. Secara parsial, kedua variabel independen juga berhubungan negatif signifikan dengan digital burnout, dengan emotional resilience memberikan kontribusi yang lebih dominan dibandingkan time management. Temuan ini menunjukkan bahwa kemampuan mengelola waktu secara efektif serta ketahanan emosional yang baik berperan sebagai faktor protektif dalam mengurangi risiko digital burnout pada Generasi Z pengguna TikTok.
Personality Traits and Digital Wellbeing: Work Life Balance as a Mediator Choirudin, Puteri Nur Diana Sari; Ariyanto, Eko April; Rini, Amanda Pasca
Journal of Scientific Research, Education, and Technology (JSRET) Vol. 5 No. 1 (2026): Vol. 5 No. 1 2026
Publisher : Kirana Publisher (KNPub)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58526/jsret.v5i1.1024

Abstract

The increasing reliance on digital technology has reshaped work practices, particularly among digital workers, raising concern about digital wellbeing. Ths study investigates the relationship between personality traits and digital wellbeing, with work life balance as a mediating variable. A quantitative correlational approach was applied to Generation Z digital workers in Surabaya. Data were colledted using Likert-scale instruments and analyzed through Sctructural Equating Modeling Partial Least Squares (SEM-PLS) with SmartPLS 4.1.1.6. The Result demonstrate that personality traits significantly influence digital wellbeing and work life balance. Work life balance also shows a significant effect on digital wellbeing and mediates the relationship between personality traits and digital wellbeing. These findings highlight the importance of work life balance as a key psychological mechanism in explaining how individual personality characteristics shape digital wellbeing in digitally intensive work contexts
Peran Kematangan Emosi dan Budaya Organisasi ’Humanis Solution’ terhadap Perilaku Agresi Verbal Anggota Satpol PP Kota Surabaya Mulyadi, Aryo Nata; Pratitis, Nindia; Rini, Amanda Pasca
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.36531

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kematangan emosi dan budaya organisasi ‘humanis solution’ dengan perilaku agresi verbal pada anggota Satuan Polisi Pamong Praja Kota Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan melibatkan 168 anggota Satpol PP Kota Surabaya yang ditentukan menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan terdiri dari skala perilaku agresi verbal, budaya organisasi dan kematangan emosi yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif yang signifikan antara kematangan emosi dengan perilaku agresi verbal, dan antara budaya organisasi dengan perilaku agresi verbal. Secara simultan, kedua variabel bebas tersebut berkontribusi sebesar 70,6% terhadap perilaku agresi verbal anggota Satpol PP Kota Surabaya. Temuan ini mengindikasikan bahwa kematangan emosi dan budaya organisasi ‘humanis solution’ merupakan dua faktor penting yang dapat menurukan kecenderungan melakukan perilaku agresi verbal pada anggota Satpol PP.
Fostering organizational commitment: The impact of meaningful work and work engagement among millennial employee Bayani, Thalia Zati; Matulessy, Andik; Rini, Amanda Pasca
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol. 14 No. 1 (2026): January
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jipt.v14i1.34939

Abstract

Millennials tend to have lower organizational commitment than previous generations, which often leads them to change jobs more frequently. Both meaningful work and work engagement have been identified as predictors of organizational commitment. This suggests that organizations can improve employee retention and commitment by enhancing the meaningfulness of work and increasing work engagement. This study involved 118 millennial employees as participants. The instruments employed were the Organizational Commitment Scale, the Meaningful Work Scale, and the Utrecht Work Engagement Scale. The data were analyzed using multiple linear regression. The findings demonstrate a significant positive relationship in which meaningful work and work engagement collectively correlate with organizational commitment. The results also indicate that work engagement contributed 34.5% to organizational commitment, which is higher than the 29.3% contribution of meaningful work. This suggests that although both factors are important, work engagement plays a slightly more substantial role in strengthening organizational commitment. Overall, enhancing the meaningfulness of employees’ roles and fostering higher work engagement may increase organizational commitment.