Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Work Engagement dan Prokrastinasi Akademik dengan Fatigue Sebagai Moderator pada Mahasiswa yang Bekerja Saifudin, Amir; Ariyanto, Eko April; Rini, Amanda Pasca
Indonesian Research Journal on Education Vol. 5 No. 5 (2025): Irje 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v5i5.3268

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara work engagement dan prokrastinasi akademik dengan fatigue sebagai variabel moderator pada mahasiswa yang bekerja, serta untuk melihat secara khusus hubungan antara work engagement dengan prokrastinasi akademik, dan antara work engagement dengan fatigue. Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa aktif yang bekerja, baik secara paruh waktu maupun penuh waktu, dan berdomisili di Surabaya. Jumlah partisipan ditentukan menggunakan aplikasi GPower 3.1 dengan parameter α = 0,01, power = 0,95, dan effect size = 0,15, sehingga diperoleh kebutuhan minimal sebanyak 200 partisipan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan pendekatan korelasional, dan teknik pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling berdasarkan kriteria yang telah ditentukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fatigue berperan signifikan sebagai moderator dalam hubungan antara work engagement dan prokrastinasi akademik pada mahasiswa yang bekerja. Meskipun mahasiswa memiliki tingkat keterlibatan kerja yang tinggi, tingginya tingkat kelelahan dapat memperkuat kecenderungan menunda tugas akademik. Ini berarti bahwa fatigue dapat melemahkan atau bahkan membalikkan efek positif dari keterlibatan kerja terhadap perilaku akademik. Selain itu, fatigue secara langsung juga berkontribusi besar terhadap meningkatnya prokrastinasi, menandakan bahwa kelelahan menjadi faktor penghambat utama dalam manajemen waktu dan penyelesaian tugas akademik.
Intensitas Menonton Drama Korea dan Self-Criticism pada Mahasiswa: Apakah Berkontribusi terhadap Prokrastinasi Akademik? Devianti, Chelsea Sandy; Saragih, Sahat; Rini, Amanda Pasca
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i2.26667

Abstract

Negara memandang mahasiswa sebagai harapan bangsa karena ekspektasi tinggi terhadap potensi mereka, namun banyak mahasiswa justru menunda belajar dan penyelesaian tugas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Intensitas menonton seri drama Korea dan Self-Criticism dengan Prokrastinasi akademik mahasiswa Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa di Surabaya. Partisipan penelitian sebanyak 241 mahasiswa yang diambil menggunakan teknik accidental sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada korelasi positif dan signifikan dari hubungan variabel intensitas menonton drama Korea dengan prokrastinasi akademik, dan Self-Criticism dengan prokrastinasi akademik. Penelitian ini menyimpulkan perilaku prokrastinasi akademik mahasiswa muncul dari intens atau keseringan mahasiswa dalam menonton drama Korea dan kritik diri yang berlebih. Implikasi hasil penelitian dapat digunakan sebagai panduan untuk mengurangi tingkat penundaan akademis yang tinggi dengan menginstruksikan mahasiswa untuk mengurangi kritik diri mereka dan intensitas mereka menonton drama Korea.
Peran Kepribadian Hardiness dan Dukungan Sosial dalam Mengatasi Academic Burnout pada Pelajar Wulandari, Annisa Fitriana; Rini, Amanda Pasca; Pratitis, Nindia
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol. 3 No. 03 (2025): September
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractThe purpose of this study was to determine the relationship between academic burnout with hardiness personality and social support in Surabaya students. This study used a quantitative correlational strategy. The total respondents were 180 people and the research participants were Surabaya students aged between 13 and 18 years. The method used was the quota sampling approach. The tools used in this study were the tough personality scale, the social support scale, and the academic burnout scale. The data analysis method used in this study was multiple linear regression. The initial hypothesis was rejected because the results of the multiple regression analysis showed no correlation between academic burnout and social support or hardiness personality. The second hypothesis was rejected based on the results of the partial test which showed no substantial negative correlation between academic burnout and hardiness personality. Based on the results of the partial test, academic burnout and social support have a substantial negative relationship, thus supporting the third hypothesis.Keywords: Academic Burnout; Personality Hardiness; Social Support; Students.AbstrakTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara academic burnout dengan kepribadian hardiness dan dukungan sosial pada mahasiswa Surabaya. Penelitian ini menggunakan strategi korelasional kuantitatif. Total responden sebanyak 180 orang dan partisipan penelitian adalah mahasiswa Surabaya yang berusia antara 13 sampai 18 tahun. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuota sampling. Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala kepribadian tangguh, skala dukungan sosial, dan skala academic burnout. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi linier berganda. Hipotesis awal ditolak karena hasil analisis regresi berganda menunjukkan tidak ada korelasi antara academic burnout dengan dukungan sosial atau kepribadian hardiness. Hipotesis kedua ditolak berdasarkan hasil uji parsial yang menunjukkan tidak ada korelasi negatif yang substansial antara academic burnout dengan kepribadian hardiness. Berdasarkan hasil uji parsial, academic burnout dan dukungan sosial memiliki hubungan negatif yang substansial, sehingga mendukung hipotesis ketiga.Kata kunci: Academic Burnout, Kepribadian Hardiness, Dukungan Sosial, Pelajar
Perilaku Self-Injury pada Remaja: Dampak Religiusitas dan Dukungan Sosial dalam Proses Coping Putri Wibowo, Shessa Alzuhra; Rini, Amanda Pasca; Pratitis, Nindia
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol. 3 No. 03 (2025): September
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

  Abstract This study aims to examine the relationship between religiosity and social support on self-injury behavior among adolescents. It involved 176 adolescents aged 12–24 years who have engaged in or are currently engaging in self-injury behaviors. Data were collected through questionnaires assessing levels of religiosity, social support, and self-injury behavior. Partial correlation tests revealed that religiosity and social support have a significant negative influence on self-injury behavior, with t-scores of -5.059 and -6.831, respectively (p < 0.05). This indicates that the lower the level of religiosity and social support received by adolescents, the higher their tendency to engage in self-injury. Multiple regression analysis revealed an R-square value of 0.445, indicating that religiosity and social support collectively explain 44.5% of the variation in self-injury behavior. The F-test yielded a value of F = 4.749 with a significance of 0.010 (p < 0.05), confirming that these two variables are predictors of self-injury behavior. Additionally, the study found that religiosity contributes 18.26% and social support contributes 24.70% to the variation in self-injury behavior, with a total contribution of 42.96% (R Square). These findings highlight the significant role of both variables in influencing self-injury behavior.   Keywords: Self-Injury, Religiosity, Social Support, Adolecents, Correlations   Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara religiositas dan dukungan sosial terhadap perilaku melukai diri pada remaja. Penelitian ini melibatkan 176 remaja berusia 12–24 tahun yang telah atau sedang melakukan perilaku melukai diri. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang menilai tingkat religiositas, dukungan sosial, dan perilaku melukai diri. Uji korelasi parsial menunjukkan bahwa religiositas dan dukungan sosial memiliki pengaruh negatif yang signifikan terhadap perilaku melukai diri, dengan t-score masing-masing -5.059 dan -6.831 (p < 0.05). Ini menunjukkan bahwa semakin rendah tingkat religiositas dan dukungan sosial yang diterima oleh remaja, semakin tinggi kecenderungan mereka untuk melakukan perilaku melukai diri. Analisis regresi berganda menunjukkan nilai R-square sebesar 0.445, yang berarti religiositas dan dukungan sosial secara kolektif menjelaskan 44.5% variasi dalam perilaku melukai diri. Uji F menghasilkan nilai F = 4.749 dengan signifikansi 0.010 (p < 0.05), mengonfirmasi bahwa kedua variabel ini adalah prediktor perilaku melukai diri. Selain itu, penelitian menemukan bahwa religiositas menyumbang 18.26% dan dukungan sosial menyumbang 24.70% terhadap variasi perilaku melukai diri, dengan total kontribusi sebesar 42.96% (R Square). Temuan ini menyoroti peran signifikan kedua variabel dalam mempengaruhi perilaku self-injury.  
Time Management dan Emotional Resilience terhadap Digital Burnout Generasi Z Pengguna TikTok Hapsari, Yuanka Siwi Pramudya; Rini, Amanda Pasca; Ariyanto, Eko April
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.5501

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara time management dan emotional resilience dengan digital burnout pada Generasi Z pengguna media sosial TikTok. Generasi Z merupakan kelompok usia yang tumbuh dan berkembang seiring dengan pesatnya kemajuan teknologi digital, sehingga memiliki intensitas penggunaan media sosial yang tinggi. TikTok sebagai salah satu platform media sosial paling populer menawarkan konten video singkat dengan algoritma personalisasi yang mendorong keterlibatan pengguna secara berkelanjutan. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan kelelahan psikologis yang dikenal sebagai digital burnout, yang ditandai dengan kelelahan emosional, kognitif, serta penurunan motivasi akibat paparan digital yang berlebihan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Subjek penelitian berjumlah 205 responden Generasi Z berusia 18–27 tahun yang merupakan pengguna aktif TikTok, dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa skala digital burnout, skala time management, dan skala emotional resilience yang disusun dalam bentuk skala Likert serta telah memenuhi uji validitas dan reliabilitas. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier berganda setelah memenuhi uji asumsi klasik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa time management dan emotional resilience secara simultan memiliki hubungan negatif dan signifikan dengan digital burnout. Secara parsial, kedua variabel independen juga berhubungan negatif signifikan dengan digital burnout, dengan emotional resilience memberikan kontribusi yang lebih dominan dibandingkan time management. Temuan ini menunjukkan bahwa kemampuan mengelola waktu secara efektif serta ketahanan emosional yang baik berperan sebagai faktor protektif dalam mengurangi risiko digital burnout pada Generasi Z pengguna TikTok.
Personality Traits and Digital Wellbeing: Work Life Balance as a Mediator Choirudin, Puteri Nur Diana Sari; Ariyanto, Eko April; Rini, Amanda Pasca
Journal of Scientific Research, Education, and Technology (JSRET) Vol. 5 No. 1 (2026): Vol. 5 No. 1 2026
Publisher : Kirana Publisher (KNPub)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58526/jsret.v5i1.1024

Abstract

The increasing reliance on digital technology has reshaped work practices, particularly among digital workers, raising concern about digital wellbeing. Ths study investigates the relationship between personality traits and digital wellbeing, with work life balance as a mediating variable. A quantitative correlational approach was applied to Generation Z digital workers in Surabaya. Data were colledted using Likert-scale instruments and analyzed through Sctructural Equating Modeling Partial Least Squares (SEM-PLS) with SmartPLS 4.1.1.6. The Result demonstrate that personality traits significantly influence digital wellbeing and work life balance. Work life balance also shows a significant effect on digital wellbeing and mediates the relationship between personality traits and digital wellbeing. These findings highlight the importance of work life balance as a key psychological mechanism in explaining how individual personality characteristics shape digital wellbeing in digitally intensive work contexts
Peran Kematangan Emosi dan Budaya Organisasi ’Humanis Solution’ terhadap Perilaku Agresi Verbal Anggota Satpol PP Kota Surabaya Mulyadi, Aryo Nata; Pratitis, Nindia; Rini, Amanda Pasca
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.36531

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kematangan emosi dan budaya organisasi ‘humanis solution’ dengan perilaku agresi verbal pada anggota Satuan Polisi Pamong Praja Kota Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan melibatkan 168 anggota Satpol PP Kota Surabaya yang ditentukan menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan terdiri dari skala perilaku agresi verbal, budaya organisasi dan kematangan emosi yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif yang signifikan antara kematangan emosi dengan perilaku agresi verbal, dan antara budaya organisasi dengan perilaku agresi verbal. Secara simultan, kedua variabel bebas tersebut berkontribusi sebesar 70,6% terhadap perilaku agresi verbal anggota Satpol PP Kota Surabaya. Temuan ini mengindikasikan bahwa kematangan emosi dan budaya organisasi ‘humanis solution’ merupakan dua faktor penting yang dapat menurukan kecenderungan melakukan perilaku agresi verbal pada anggota Satpol PP.
Hubungan Fanatisme dan Konformitas terhadap Perilaku Konsumtif pada Penggemar JKT48 di Surabaya Aditya, Maulana Akbar; Rini, Amanda Pasca; Pratitis, Nindia
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol. 3 No. 03 (2025): September
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract This study was conducted to determine the relationship of fanaticism and conformity to consumptive behavior in jkt48 fans in Surabaya. This study uses quantitative methods using correlational methods. Sampe in this study were 270 participants with the criteria of men and women aged 12-30 years and fans of JKT48. The sampling technique used purposive sampling. Measurement of consumptive behavior data using a scale proposed by Lina & Rosyid (1997). Measurement of conformity scale data using a scale from aspects of Baron & Bryne (2005). Measurement of fanaticism scale data Ismail (2008). The results of multiple regression analysis show that there is a relationship between fanaticism and conformity to consumptive behavior (f value = 3.604 with a significance of 0.000) which means that there is a significant positive relationship, meaning that the three hypotheses of this study are accepted. Based on the results of the study, the authors hope that the research subjects will be able to minimize consumptive behavior by being able to distinguish between needs and desires, and prioritize more important needs so as not to be tempted to buy unnecessary items. Keywords: Fanaticism, Conformity, Consumptive Behavior Abstrak Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan fanatisme dan konformitas terhadap perilaku konsumtif pada penggemar jkt48 di Surabaya. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan menggunakan metode korelasional. Sampe pada penelitian ini sebanyak 270 partisipan dengan kriteria Pria dan wanita yang berusia 12-30 tahun serta menggemari JKT48. Teknik pengambilan sampe menggunakan purposive sampling. Pengukuran data perilaku konsumtif menggunakan skala yang dikemukakan oleh Lina & Rosyid (1997). Pengukuran data skala konformitas menggunakan skala dari aspek Baron & Bryne (2005). Pengukuran data skala fanatisme Ismail (2008). Hasil analisis regresi bergamda menunjukkan terdapat hubungan antara fanatisme dan konformitas terhadap perilaku konsumtif (nilai f=3.604 dengan signifikasi 0,000) yang berarti terdapat hubungan positif yang signifikan, artinya ketiga hipotesis penelitian ini diterima. Berdasarkan hasil penelitian, penulis berharap subjek penelitian mampu meminimalisir perilaku konsumtif dengan mammpu membedakan antara kebutuhan dan keinginan, serta memprioritaskan kebutuhan yang lebih penting agar tidak tergoda membeli barang yang tidak perlu. Kata kunci: Fanatisme, Konformitas, Perilaku Konsumtif