Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Analisis Literasi Dan Kemampuan Menulis Siswa Melalui Penerapan Media Schoology Anggraeni, Anita; Rachmijati, Cynantia
PEMBELAJAR: Jurnal Ilmu Pendidikan, Keguruan, dan Pembelajaran Vol 8, No 2 (2024): Volume 8 Nomor 2 Oktober 2024
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pembelajar.v8i2.18790

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana penerapan media schoology dapat meningkatkan literasi dan kemampuan menulis siswa dalam pembelajaran Bahasa Inggris.  Metode deskriptif kualitatif digunakan dalam penelitian ini dan untuk memperoleh data, peneliti menggunakan beberapa instrumen berupa angket dan wawancara yang dilakukan terhadap 149 mahasiswa dari 4 prodi di IKIP SIliwangi sebagai subjek penelitian.Berdasarkan temuan dan questionnaire maka sebanyak 85,59% mahasiswa setuju bahwa penggunaan schoology meningkatkan literasi secara umum dan sebanyak 85,90% mahasiswa setuju meningkatkan kemampuan menulis dalam berbahasa Inggris. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan media schoology meningkatkan literasi serta kemampuan menulis siswa dengan lebih baik, terutama dalam Bahasa Inggris.
Pengenalan Artificial Intelligence dan Deep Learning pada Siswa SMAN 2 Padalarang sebagai Bentuk Literasi Digital Kareviati, Evie; Rachmijati, Cynantia; Yugafiati, Rasi
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 4 No. 3 (2025): Agustus
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/6891wr76

Abstract

Di era yang ditandai dengan kemajuan pesat dalam teknologi informasi dan komunikasi, integrasi kecerdasan buatan (Artificial Inteligence) ke dalam pendidikan menjadi semakin signifikan. Berbagai aktivitas pun dilakukan untuk semakin memperkenalkan peran AI ini kepada masyarakat khususnya di dunia pendidikan. Pengabdian nasyarakat kali ini bermaksud untuk mengeksplorasi peran AI dan metodologi pembelajaran deep learning dalam meningkatkan keterampilan literasi siswa, terutama dalam konteks pendidikan abad ke-21. Inisiatif yang dilakukan oleh Tim Pengabdian Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris di IKIP Siliwangi ini bertujuan untuk mengatasi kesenjangan literasi digital dan pemahaman AI di kalangan siswa SMAN 2 Padalarang melalui implementasi metode pembelajaran deep learning. Program ini melibatkan kegiatan pelayanan masyarakat terstruktur melalui penyuluhan yang meliputi paparan, sesi interaktif, dan evaluasi. Temuan utama menunjukkan peningkatan pemahaman peserta tentang konsep AI, pembelajaran deep learning, dan pentingnya literasi digital. Hasilnya menunjukkan bahwa 75% peserta menunjukkan pemahaman yang kuat tentang materi yang disajikan yang menyoroti efektivitas integrasi teknologi dalam praktik pendidikan. Lebih lanjut, kegiatan ini menekankan perlunya para pendidik dan siswa beradaptasi dengan kemajuan teknologi, menumbuhkan pemikiran kritis dan pemanfaatan informasi yang efektif. Kesimpulan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini menggarisbawahi potensi pemanfaatan AI untuk meningkatkan pengalaman belajar pribadi sekaligus mengatasi tantangan yang ditimbulkan di era digital, yang pada akhirnya diharapkan dapat berkontribusi pada pengembangan generasi yang lebih kompeten dan kompetitif
ENGLISH TEACHERS’ COMPETENCIES ON TPACK IN THE INDEPENDENT CURRICULUM ERA Rachmijati, Cynantia; Cahyati, Sri Supiah
NextGen Education Review Journal Vol. 2 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : Institut Prima Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58660/nextgen.v2i1.70

Abstract

This study explores English teachers’ perspectives on TPACK in the Independent curriculum era. While the adoption of the independent education program in Indonesian secondary schools marked a transformative phase for English language learning, teachers now have the autonomy to tailor instructional materials and pedagogical strategies to students’ unique needs. This shift indicated that however, necessitates that teachers needs to possess comprehensive digital literacy. This research uses Narrative Inquiry with forty-five (45) participants through questionnaires and interviews. The data analysis indicates that a substantial proportion of teachers are proficient in integrating technology into their teaching approaches and subject-specific content (53%). They express confidence in their ability to utilize effective teaching strategies (82%), possess a deep understanding of the subject matter (71%), the majority of teachers are capable of incorporating technology into the teaching-learning process (81%), and acknowledge their combined expertise in technology, pedagogy, and content (81%). Nevertheless, certain obstacles were encountered, including limited data quotas, limited internet access, and some teachers' reluctance to adopt technology. It is crucial that teachers effectively integrate technology, pedagogy, and content knowledge to foster students' 21st-century language proficiency.
Peningkatan Literasi Digital Dan Kemampuan Berbahasa Sebagai Persiapan Masyarakat 5,0 Pada Guru Dan Siswa SMK Al Wafa Ciwidey Jawa Barat Rachmijati, Cynantia; Cahyati, Sri Supiah
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 3 No. 3 (2024): Agustus
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/js.v3i3.232

Abstract

Pentingnya literasi, khususnya terkait literasi digital dan kemampuan berbahasa Inggris di era Industri 4.0 dan society 5.0 menjadi salah satu aspek tak terpisahkan pada kehidupan individu sehari-harinya. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi terkait pentingnya literasi digital dan memiliki kemampuan berbahasa Inggris. Sehingga kegiatan webinar bertajuk “Tingkat literasi gen Z di era society 5.0 , sudah sampai mana?” dilaksanakan untuk mengedukasi para siswa dan guru mengenai hal esensial berkenaan dengan literasi. Webinar ini dilaksanakan di SMK Al Wafa Cimidey melalui media zoom yang diikuti oleh 160 peserta yang terdiri dari 33 guru serta 127 siswa. Materi webinar tersebut membahas topik-topik seperti pentingnya kemahiran Bahasa Inggris bagi generasi Z, peningkatan ketrampilan literasi melalui media sosial, tips cara berlatih Bahasa Inggris serta persiapan menghadapi ujian TOEIC yang diperlukan bagi level SMK.  Kegiatan ini direspon positif oleh para peserta, dan menekankan perlunya menjadi cerdas dan terampil baik dari segi digital maupun Bahasa. Bisa disimpulkan bahwa kegiatan ini menggarisbawahi perlunya pendidik dan siswa untuk bisa beradaptasi terhadap perubahan lanskap teknologi dan komunikasi sehingga bisa beradaptasi dengan baik di society 5.0
PENGENALAN SKENARIO TEKNOLOGI MASA DEPAN MELALUI SERIAL “BLACK MIRROR” SEBAGAI ALAT PENDIDIKAN GENERASI BERIKUTNYA Rachmijati, Cynantia
Jurnal Pengabdian Siliwangi Vol 11, No 2 (2025)
Publisher : LPPM Univeristas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/jsppm.v11i2.17021

Abstract

Serial televisi "Black Mirror" karya Charlie Brooker  mengeksplorasi kemajuan teknologi dunia distopia yang berbeda setiap episodenya  serta implikasi sosial yang mungkin terjadi dalam media sosial, AI, dan realitas virtual. Setiap episode menyajikan penggambaran terkait ketergantungan masyarakat pada teknologi yang mengarah pada dampak yang kurang baik seperti hilangnya privasi, perilaku adiktif, dan batas-batas yang kabur antara realitas dan virtualitas. Sebagai fiksi spekulatif serta berlanjutnya evolusi teknologi yang pesat, maka tujuan dari pemaparan serial "Black Mirror"  yang terkait dengan kondisi masyarakat modern saat ini dalam kegiatan pengabdian masyarakat SINAROSA Universitas Siliwangi adalah sebagai alat pendidikan untuk mendorong diskusi tentang peran teknologi serta dampaknya terhadap perilaku manusia dan antar masyarakat. Kesimpulan yang bisa diambil adalah untuk mengurangi risiko yang terkait dengan kemajuan teknologi, terutama dalam kerangka pendidikan, sangat penting untuk mendorong penggunaannya yang kritis dengan meningkatkan literasi digital, literasi AI, kreativitas serta pertimbangan etika. Kata kunci : AI, Black Mirror, dampak, pendidikan, teknologi