Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Dua lukisan hiperealisme Dede Eri Supria: kontestasi budaya tradisi dan modern dalam kehidupan masyarakat urban di Jakarta Guruh Ramdani; M. Yoesoef; Tommy Christomy; Shuri Mariasih Gietty Tambunan
Jurnal Desain Vol 12, No 2 (2025): Jurnal Desain
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/jd.v12i2.26343

Abstract

Hegemoni Soeharto dalam Buku Komik Merebut Kota Perjuangan, 1 Maret 1949 Guruh Ramdani; Haries Marithasari; Renny Soelistiyowati
Jurnal Desain Vol 9, No 3 (2022): Jurnal Desain
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/jd.v9i3.12711

Abstract

Digital Popularity and Self-Confidence: Examining the Role of Instagram Followers among University Students Ersya Shafira Chairani; Hari Otang Sasmita; Guruh Ramdani; Fahmi Fuad Cholagi
jitek Vol 13 No 2 (2026): Maret 2026
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jakarta III

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32668/jitek.v13i2.2335

Abstract

Abstract The rapid expansion of social media has transformed how university students construct identity and evaluate self-worth, with Instagram emerging as a prominent platform for social validation. This study aimed to examine the relationship between Instagram follower count and self-confidence among university students, positioning follower count as a psychosocial indicator of digital social approval. Using a quantitative cross-sectional design, data were collected through an online survey administered to 76 undergraduate students who actively used Instagram. Self-confidence was measured using a Likert-scale questionnaire adapted from social self-efficacy theory, while follower count was assessed through self-reported data. Instrument validity and reliability were confirmed prior to analysis.Normality testing indicated non-normality, leading to the use of Spearman’s rank-order correlation to examine the association between variables. The results revealed a strong, statistically significant positive relationship between Instagram follower count and self-confidence, indicating that students with higher follower counts reported greater confidence in social interactions. These findings suggest that follower count serves as a meaningful form of social validation, influencing students’ self-perceptions in both digital and offline contexts.The study highlights the psychological implications of digital popularity metrics and underscores the need for higher education institutions to promote digital literacy and mental health awareness. By fostering critical engagement with social media, universities can help students develop healthier relationships with online validation and support more resilient forms of self-confidence.
Proses Pembuatan Konten Kreatif Visual untuk Pemasaran Digital pada Sosial Media Instagram @BOSSFOOD.OFFICIAL Habsari Sarah Anjaly; Guruh Ramdani
Jurnal Komputer, Informasi dan Teknologi Vol. 5 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/jkomitek.v5i1.2510

Abstract

Studi ini menggunakan teori kreativitas WallaS (1962) dan model AIDA bertujuan untuk mempelajari proses pembuatan konten visual untuk pemasaran digital di instagram @BOSSFOOD.OFFICIAL. Metode penelitian yang digunakan adalah studi deskriptif kualitatif dengan teknik observasi partisipasi aktif, dan dokumentasi data engagement periode Januari sampai Mei 2025. Proses kreatif dimulai pada tahap persiapan dengan melakukan penelitian tentang tren, melakukan analisi audiens, dan mengupulkan ide untuk dimasukan ke dalam storyboard. Pada tahap inkubasi dua hari sebelum publikasi, ide dipelajari, tren dievaluasi, dan elemen visual disempurnakan. Pada tahap iluminasi, ide difinalisasi. Untuk menyempurnakan strategi, tehap verifikasi menggunakan data engagement untuk menyempurnakan strategi. Hasil dari analisis menunjukan bahwa penerapan model AIDA secara efektif meningkatkan engagement dan storytelling edukatif mampu menciptakan ikatan emosional lebih baik daripada kompetitor seperti Lotte Grosir. Hambatan seperti keterbatasan sumber daya manusia, manajemen waktu yang kurang baik, dan kurangnya eksplorasi visual mempengaruhi relevansi konten. Solusi yang disarankan meliputi manajemen waktu yang baik, penambahan sumber daya manusia yang berfokus pada bidang desain grafis, dan evaluasi mendalam terkait konten visual. Dengan solusi ini, diharapkan proses pembuatan konten Instagram @BOSSFOOD.OFFICIAL menjadi lebih efektif, menarik, dan berdampak positif pada tujuan pemasaran online