Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Journal of Innovative and Creativity

Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kinerja Keuangan Perusahaan Manufaktur Saimah Rambe; Ardi Hirmansah
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.3468

Abstract

Sektor manufaktur yang menjadi sumber penopang ekonomi pada tahun 2022 yakni industri makanan dan minuman yang tumbuh sebesar 4,90 persen, industri alat an gkutan tumbuh 10,67 persen, dan industry logam dasar tumbuh 14,80 persen. Hal ini pun dipengaruhi oleh tingginya permintaan global yang mengakibatkan peningkatan kapasitas produksi di sektor manufakturTujuan penelitian ini untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh Struktur modal, Perputaran piutang dan Ukuran perusahaan terhadap Kinerja Keuangan pada Perusahaan Manufaktur Sub Sektor Industri Makanan dan Minuman. Jenis penelitian dengan metode pendekatan secara kuantitatif. Adapun teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini dengan menggunakan metode sensus atau sampel jenuh yaitu semua populasi digunakan atau dijadikan sebagai sampel. sehingg jumlah populasi dalam penelitian ini yang dijadikan sampel adalah 12 Perusahaan Manufaktur Sub Sektor Industri Makanan dan Minuman x 5 tahun = 60 data. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kuantitatif dengan sumber data sekunder yaitu dari laporan kuangan perusahaan. Data yang dikumpulkan diuji dengan uji statistik deskriptif, uji asumsi klasik, regresi linear berganda, dan uji hipotesis secara simultan dan parsial dengan menggunakan software SPSS.Struktur modal secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Keuangan. Perputaran piutang secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja keuangan. ukuran perusahaan secara parsial berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap kinerja keuangan struktur modal, perputaran piutang dan ukuran perusahaan secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja keuangan pada perusahaan manufaktur sub sektor industri makanan dan minuman periode tahun 2020-2024. struktur modal, perputaran piutang dan ukuran perusahaan dapat menjelaskan pengaruhnya terhadap kinerja keuangan sebesar 24% sedangkan sisanya sebesar 76% merupakan variasi variabel lain yang tidak dijelaskan dalam penelitian ini misalnya arus kas dll.
Pengaruh Motivasi Kerja Dan Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Pada PT. PLN Aceh Tenggara Arya Hafiz; Ardi Hirmansah
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.3474

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh motivasi kerja dan lingkungan kerja terhadap kinerja pegawai pada PT. PLN (Persero) UP3 Aceh Tenggara, baik secara parsial maupun simultan. Latar belakang penelitian didasari oleh fenomena penurunan kinerja pegawai yang dipengaruhi oleh rendahnya motivasi kerja serta ketidakpuasan terhadap kondisi lingkungan kerja. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode asosiatif. Populasi penelitian adalah seluruh pegawai tetap PT. PLN UP3 Aceh Tenggara berjumlah 35 orang, yang seluruhnya dijadikan sampel melalui teknik sampling jenuh. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dengan skala Likert, kemudian dianalisis menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan SPSS 27. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. (t-hitung = 3,291 > t-tabel = 2,032, sig = 0,003). Lingkungan kerja juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai (t-hitung = 2,452 > t-tabel = 2,032, sig = 0,020). Secara simultan, motivasi kerja dan lingkungan kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai (F-hitung = 11,832 > F-tabel = 3,29, sig = 0,000). Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,420 menunjukkan bahwa 42% variasi kinerja pegawai dapat dijelaskan oleh motivasi kerja dan lingkungan kerja, sedangkan 58% sisanya dipengaruhi oleh variabel lain di luar penelitian ini. Temuan ini mengindikasikan pentingnya peningkatan motivasi kerja melalui pemberian penghargaan, pengakuan, dan insentif, serta perbaikan lingkungan kerja fisik dan non-fisik guna mendorong produktivitas dan kinerja optimal. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi manajemen PT. PLN Aceh Tenggara dalam merumuskan kebijakan strategis terkait pengelolaan sumber daya manusia.
Pengaruh Motivasi Kerja Dan Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Pada PT. PLN Aceh Tenggara Arya Arya Hafiz; Ardi Ardi Hirmansah
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.3783

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh motivasi kerja dan lingkungan kerja terhadap kinerja pegawai pada PT. PLN (Persero) UP3 Aceh Tenggara, baik secara parsial maupun simultan. Latar belakang penelitian didasari oleh fenomena penurunan kinerja pegawai yang dipengaruhi oleh rendahnya motivasi kerja serta ketidakpuasan terhadap kondisi lingkungan kerja. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode asosiatif. Populasi penelitian adalah seluruh pegawai tetap PT. PLN UP3 Aceh Tenggara berjumlah 35 orang, yang seluruhnya dijadikan sampel melalui teknik sampling jenuh. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dengan skala Likert, kemudian dianalisis menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan SPSS 27. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. (t-hitung = 3,291 > t-tabel = 2,032, sig = 0,003). Lingkungan kerja juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai (t- hitung = 2,452 > t-tabel = 2,032, sig = 0,020). Secara simultan, motivasi kerja dan lingkungan kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai (F-hitung = 11,832 > F-tabel = 3,29, sig = 0,000). Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,420 menunjukkan bahwa 42% variasi kinerja pegawai dapat dijelaskan oleh motivasi kerja dan lingkungan kerja, sedangkan 58% sisanya dipengaruhi oleh variabel lain di luar penelitian ini. Temuan ini mengindikasikan pentingnya peningkatan motivasi kerja melalui pemberian penghargaan, pengakuan, dan insentif, serta perbaikan lingkungan kerja fisik dan non-fisik guna mendorong produktivitas dan kinerja optimal. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi manajemen PT. PLN Aceh Tenggara dalam merumuskan kebijakan strategis terkait pengelolaan sumber daya manusia.