Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Pengaruh Media Puzzle Terhadap Perkembangan Kognitif Anak Kelompok B Di TK Dharma Wanita Siti Aisyah Kabul Ahmad Zubandi; Baik Nilawati Astini; I Made Suwasa Astawa; Fahruddin
Journal of Classroom Action Research Vol. 4 No. 4 (2022): November
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan IPA, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jcar.v4i4.2318

Abstract

Media masih jarang digunakan guru kedalam pembelajaran. Pada saat abad 21 siswa dan guru dituntut untuk menguasai teknologi. Media sangat penting dalam pembelajaran. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh dari media puzzle terhadap perkembangan kognitif anak kelompok B di Tk Dharma Wanita Siti Aisyah Kabul. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif komparatif, menggunakan desain eksperiment yaitu pre eksperimental design dengan bentuk group pretest – postest design. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu pemberian treatment, observasi menggunakan instrumen penelitian, dan dokumentasi.Teknik analisis data dalam penelitian ini yaitu menggunakan metode statistik non-parametris. Subyek dalam penelitian ini adalah anak kelompok B di Tk Dharma Wanita Siti Aisyah Kabul. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan kognitif anak kelompok B di Tk Dharma Wanita Siti Aisyah Kabul. sebelum diberikan perlakuan menggunakan media puzzle diperoleh hasil pre-test anak dengan skor rata-rata 42,9% yaitu perkembangan kognitif anak berada pada kriteria belum berkembang.Setelah diberikan perlakuan menggunakan media puzzle dapat diperoleh data post-test dengan skor rata-rata 76,5% yaitu perkembangan kognitif anak berada pada kriteria cukup berkembang. Artinya perkembangan kognitif anak memiliki potensi untuk berkembang jika dapat distimulus dengan baik menggunakan metode yang tepat dan efektif. Berdasarkan hasil perhitungan nilai ttabel Wilcoxom dengan jumlah sampel = 4 dan tingkat signifikasi 5 % dengan output “ Test Statistik” diketahui Asymp. Sig (2-talled) bernilai 0,03< 0,05 , maka dapat di simpulkan bahwa “Hipotesis di terima”. Sehingga dapat di simpulkan bahwa ada pengaruh media puzzle terhadap pengembangan kognitif pada anak kelompok B di Tk Dharma Wanita Siti Aisyah Kabul.
Pengembangan Kegiatan Kolase Biji-bijian Untuk Meningkatkan Perkembangan Motorik Halus Anak Usia 5-6 Tahun Herawati; I Made Suwasa Astawa; I Nyoman Suarta; Baik Nilawati Astini
Journal of Classroom Action Research Vol. 5 No. 1 (2023): Februari
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan IPA, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jcar.v5i1.2640

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya perkembangan kemampuan motorik halus anak usia 5-6 tahun di Tk Islam Nurul iman tahun 2022. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk dari kegiatan kolase biji-bijian untuk meningkatkan kemampuan motorik halus anak usia 5-6 tahunkelompok B Tk Islam Nurul Iman tahun 2022 dan untuk mengetahui  cara memainkan kegiatan kolase biji-bijian untuk mengembangkan motorik halus anak usia 5-6 tahun kelompok B Tk Islam Nurul Iman tahun 2022. Media Pembelajaran Kolase merupakan salah satu kegiatan yang dapat dilakukan untuk mengembangkan motorik halus pada anak bahkan melatih kognitif anak. Kegiatan menempel adalah salah satu kegiatan yang menarik minat belajar anak karena berkaitan dengan meletakkan dan melekatkan sesuatu sesuka anak. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan. Jumlah subjek dalam penelitian ini adalah 8 orang anak dengan jenis kelamin perempuan dan laki-laki pada kelompok B. Teknik pengumpulan data menggunakan angket dan studi dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif. Penelitian menggunakan tiga tahap pengembangan dengan masing-masing tiga kali pertemuan. Hasil yang diperoleh pada tahap pengembangan I penerapan kegiatan kolase biji-bijian dengan presentase (47,91%) dan terjadi peningkatan pada tahap pada pengembangan II dengan presentase (62,5%) dan pada tahap pengembangan III meningkat dengan jumlah presentase 91,66%. Sedangkan tahap pengembangan motorik halus anak ialah: pada tahap pengembangan I memperoleh nilai presentase sebesar ( 44,31%). Terjadi peningkatan di tahap pengembangan II dengan jumlah presentase sebesar (65,90%) dan pada tahap pengembangan III terjadi peningkatan lagi dengan jumlah presentase (88,35%).  Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah kegiatan kolase biji-bijian dapat meningkatkan perkembangan kemampuan motorik halus anak usia 5-6 tahun setelah kegiatan kolase biji-bijian dapat dilakukan dengan langkah-langkah yang baik dan benar.
Upaya Meningkatkan Kemampuan Berbicara Melalui Media Gambar Berseri Dessy Arfianty; I Made Suwasa Astawa; Baik Nilawati Astini; Fahruddin
Journal of Classroom Action Research Vol. 5 No. 1 (2023): Februari
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan IPA, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jcar.v5i1.2642

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh anak-anak yang mengalami kesulitan dalam mengungkapkan ide, berbicara dan pengucapan membutuhkan stimulasi yang tepat agar dapat meningkatkan keterampilan berbicara sesuai dengan usianya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan berbicara anak melalui media gambar berseri di kelompok B PAUD Nusantara desa karang bayan kecamatan lingsar. Subjek dalam penelitian ini adalah 10 orang anak. Penelitian ini merupakan jenis penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam bentuk siklus. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan pengujian keabsahan data digunakan untuk menguji kredibilitas suatu data tersebut apakah dapat dipercaya atau tidak. Uji keabsahan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji credibility (kepercayaan). Hasil presentasi dari penelitian ini mengalami peningkatan. Pada siklus I dengan persentase 45,17%, dan siklus II dengan persentase 95,35%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kemampuan berbicara dapat ditingkatkan melalui media gambar berseri di kelompok B PAUD Nusantara desa karang bayan kecamatan lingsar, dikategorikan berhasil meningkat atau berhasil.
Pengembangan Kegiatan Mozaik Untuk Mengembangkan Motorik Halus Anak Usia 5-6 Tahun Nur Istiqamah; I Nyoman Suarta; I Made Suwasa Astawa; Nurhasanah
Journal of Classroom Action Research Vol. 5 No. 1 (2023): Februari
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan IPA, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jcar.v5i1.2644

Abstract

Kegiatan mozaik adalah pilihan yang tepat untuk melatih motorik anak, karena di dalam proses pelaksanaan mozaik terdapat kegaiatan menempel potongan bahan menggunakan lem pada pola yang telah dibuat sehingga koordinasi motoriknya akan terlatih. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan Research and Development dengan tujuan untuk mengembangkan motorik halus anak melalui kegiatan mozaik. Metode pengumpulan data berupa observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan kualitatif deskriptif. Rancangan penelitian melalui 3 tahap pengembangan yang masing-masing tahapan terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi/analisis. Hasil penelitian dengan tahap pengembangan I langkah kegiatan mozaik mulai terlaksana dengan persentase 51,7% dengan perkembangan motorik halus anak mulai berkembang 51,7%, pada tahap pengembangan II langkah kegiatan mozaik terlaksana dengan baik mencapai jumlah persentase 67,8% dan perkembangan motorik halus anak meningkat menjadi 66,6%, sedangkan tahap pengembangan III langkah kegiatan mozaik mencapai 85,7% dan perkembangan motorik halus anak berkembang sangat baik dengan jumlah persentase 88,3%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pengembangan kegiatan mozaik dapat meningkatkan perkembangan motorik halsu anak usia 5-6 tahun di TK Tunas Bangsa Mataram.
Implementasi Teknik Mozaik Dalam Mengembangkan Motorik Halus Anak Usia Novia Lestari; Nurhasanah; I Made Suwasa Astawa; Muhammad Tahir Tahir
Journal of Classroom Action Research Vol. 5 No. 1 (2023): Februari
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan IPA, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jcar.v5i1.2647

Abstract

Penelitian ini untuk mengetahui implementasi teknik mozaik dalam mengembangkan motorik halus anak usia 5-6 tahun di TK Negeri Pembina Janapria tahun 2022/2023. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. Subjek yang diteliti yaitu 10 anak.Metode pengumpulan yang digunakan adalah metode observasi, dokumentasi dan wawancara.Analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif.  Metode implementasi ini menggunakan 3 tahap implemntasi  yaitu tahap implementasi pertama menggunakan media kertas origami dengan pola gambar jeruk dengan tingkt kesulitan rendah, tahap implementasi kedua menggunakan media daun dengan pola gambar bunga matahari tingkat kesulitan sedang, pada tahap implemntasi ketiga menggunakan media cangkan telur dengan pola gambar ayam dengan tingkat kesulitan tinggi. Langkah-langkah implemntasi teknik mozaik yang sudah dilaksanakan pada saat pegembangan (1) guru membuat pola gambar pada pola kertas, (2) guru mempersiapkan alat dn bahan, (3) guru memberikan petunjuk atau langkah-langkah cara bermain mozaik pada anak. (4) guru memberikan waktu kepada anak untuk bermain mozaik, (5) guru membantu hingga seluruh anak meyelsaikan permainan teknik mozaik (5) guru memberikan arahan setelah selsai pada anak untuk membersihkan dan merapikan tempat yang sudah ditempati, (7) guru megevaluasi asil akhir. Pada hasil penelitian ini menunjukan implemntasi teknik mozaik dalam mengembangkan motorik halus anak usia 5-6 tahun di TK Negeri Pembina Janapria sebagai berikut :pada tahap pengembangan 1 nilai rata-rata yang dicapai ke-10 subyek penelitian adalah 81,70%. Pada tahap pengembangan ke-2 nilai rata-rata yang dicapai ke-10 subjek penelitian adalah 85,80%. Dan tahap pengembangan ke-3 nilai rata-rata yang di capai ke-10 subjek penlitian adalah 89,37%. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa implementasi teknik mozaik dalam meningkatkan motorik halus anak usia 5-6 tahun di TK Negeri Pembina Janapria 2022/2023
Pengembangan Metode Finger Painting Dalam Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Anak Lala Puji Ziadini Insani; Nurhasanah; I Made Suwasa Astawa; Ika Rachmayani
Journal of Classroom Action Research Vol. 5 No. 1 (2023): Februari
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan IPA, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jcar.v5i1.2815

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengembangan metode finger painting yang dapat meningkatkan kemampuan motorik halus anak kelompok B di TK PKK Jantuk Tahun ajaran 2022/2023. Penelitian ini menggunakan metode penelitian pengembangan (Research and Development). Subjek dalam penelitian ini adalah 15 orang anak pada kelas B1. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan metode observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik deskriptif kualitatif. Penelitian ini menggunakan tiga tahap pengembangan dengan tiga kali pertemuan. Setiap tahap pengembangan terjadi peningkatan dengan cara memodifikasi alat dan bahan, langkah-langkah kegiatan, hingga aturan yang digunakan. Langkah-langkah metode finger painting  yang sudah dimodifikasi yaitu: a. tahap persiapan (1) menyiapkan alat dan bahan, (2) pendidikan melakukan setting kelas. b. tahap pelaksanaan, terdiri dari kegiatan pembuka dan kegiatan inti, (1) kegiatan pembuka, dimulai dari mengaitkan tema dengan pembelajaran, hingga menjelaskan alat, bahan, dan aturan pelaksanaan kegiatan. (2) kegiatan inti, dimulai dari ketika anak memilih posisi duduk yang diinginkan, mencampurkan bubur warna, mulai mencelupkan jari, hingga mulai melakukan finger painting diatas media, serta menuliskan nama dan kelas di atas media lukis. c. tahap penutup atau recalling (1) peserta didik mencuci tangan, (2) secara bersama-sama membereskan alat dan bahan yang telah digunakan, (3) melakukan diskusi dan tanya jawab mengenai lukisan apa yang dibuat, menanyakan kesulitan yang dihadapi, hingga menanyakan perasaan anak. Hasil persentase nilai yang diperoleh pada tahap pengembangan I adalah sebesar (47,74%), pada tahap pengembangan II memperoleh nilai sebesar (68,36%), dan pada tahap pengembangan III memperoleh nilai sebesar (83,94%). Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pengembangan metode finger painting dapat meningkatkan kemampuan motorik halus anak kelompok B di TK PKK Jantuk tahun ajaran 2022/2023.
Penggunaan Media Plastisin Dalam Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Anak Usia 5-6 Melsya Raodatul Kholbu; I Made Suwasa Astawa; Nurhasanah; Ika Rachmayani
Journal of Classroom Action Research Vol. 5 No. 2 (2023): Mei
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan IPA, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jcar.v5i2.3038

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan motorik halus anak usia dini melalui penggunaan media plastisin di TKN 1 Batulayar. Metode penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini dilakukan menggunakan dua siklus dan pada setiap siklusnya dilaksanakan tiga kali pertemuan. Subjek penelitian ini adalah 10 anak TKN 1 Batulayar, yang terdiri dari 4 anak laki-laki dan 6 anak perempuan. Metode pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan secara kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa media plastisin mampu meningkatkan kemampuan motorik halus pada anak. Hal ini ditunjukkan pada tindakan siklus I capaian kemampuan motorik halus anak diperoleh sebesar 51% dengan kriteria Masih Berkembang (MB) kemudian pada tindakan siklus II mengalami peningkatan menjadi 75% kriteria Berkembang Sangat Baik (BSB). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Penggunaan media plastisin dapat meningkatkan kemampuan motorik halus anak kelompok B2 di TKN 1 Batulayar dan hasil penelitian ini dapat dimanfaatkan dalam menstimulasi perkembangan motorik halus anak.
Penerapan Kegiatan Bermain Kolase Menggunakan Bahan Alam untuk Meningkatkan Perkembangan Motorik Halus Anak Sumarni; Nurhasanah; I Made Suwasa Astawa; Muhammad Tahir
Journal of Classroom Action Research Vol. 5 No. 2 (2023): Mei
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan IPA, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jcar.v5i2.3049

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya perkembangan motorik halus anak kelompok B di TKN Pembina Labuapi, dimana dari semua indikator perkembangan motorik ada beberapa indikator yang di kategorikan mulai berkembang seperti anak belum mampu menempel pola/gambar tanpa keluar garis, anak belum mampu menempel pola/gambar dengan tepat tanpa bantuan guru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan kegiatan bermain kolase menggunakan bahan alam untuk meningkatkan perkembangan motorik halus kelompok B di TK Negeri Pembina Labuapi. Jenis penelitian ini tindakan kelas. Subjek penelitian ini yaitu siswa dengan jumlah 26 orang. Teknik pengumpulan data berupa observasi dan dokumentasi. Tehnik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data kualitatif. Pelaksanaan penerapan kegiatan bermain kolase yang semakin baik membuat perkembangan motorik halus anak disetiap siklusnya meningkat. Pada prasiklus perkembangan motorik halus anak mencapai 36,1% yang dikategorikan mulai berkembang. Hal ini dikarenakan dalam proses pembelajaran media yang digunakan masih kurang, sehingga dalam kegiatan pembelajaran tersebut anak menjadi kurang antusias. Setelah menerapkan kegiatan bermain kolase menggunakan bahan alam pada siklus I mencapai 43,7% yang kemudian pada siklus II mengalami peningkatan menjadi 82,9%. Artinya penerapan kegiatan bermain kolase menggunakan bahan alam sudah terlaksana secara maksimal. Hal tersebut membuat perkembangan motorik halus anak pada siklus I mencapai 54,9% yang dikategorikan berkembang sesuai harapan kemudian mengalami peningkatan pada siklus II menjadi 80,3% dan mencapai indikator keberhasilan yaitu 76%. Hal ini dikarenakan usaha guru yang sangat maksimal dalam menerapkan kegiatan bermain kolase menggunakan bahan alam sehingga perkembangan motorik halus anak semakin meningkat.
Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Melalui Kegiatan Mewarnai Pada Anak Usia 5-6 Tahun Khairunnisaq Bahri; I Made Suwasa Astawa; Ni Luh Putu Nina Sriwarthini; Baik Nilawati Astini
Journal of Classroom Action Research Vol. 5 No. 2 (2023): Mei
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan IPA, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jcar.v5i2.3197

Abstract

Kegiatan mewarnai merupakan salah satu kegiatan yang dapat meningkatkan kemampuan motorik halus anak usia 5-6 tahun. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan motorik halus melalui kegiatan mewarnai pada kelompok B SKB Buak Ate Kembang Mate. Kemampuan motorik halus sangat penting untuk mendukung jenjang pendidikan selanjutnya. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 2 siklus. Subjek penelitian ini adalah anak-anak kelompok B SKB Buak Ate Kembang Mate yang berjumlah 16 anak dengan objek kemampuan motorik halus. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis model interaktif yang dimulai dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan kesimpulan. Hasil penelitian kemampuan motorik halus sebelum tindakan rata-rata persentase sebesar 60% dengan kriteria BSH, mengalami peningkatan sebesar 6% pada siklus I yaitu 66% berada pada kriteria BSH, pada siklus II mengalami peningkatan sebesar 14% yaitu 80 dengan kriteria menjadi BSB. Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan bahwa kemampuan motorik halus anak mengalami peningkatan dan mencapai indikator keberhasilan lebih dari 75% dengan kriteria Berkembang Sangat Baik (BSB). Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari langkah-langkah pembelajaran yaitu: (1) Satu kelas dibagi menjadi 3 kelompok terdiri dari 4-5 anak; (2) Tiap kelompok mendapatkan 4-5 macam pewarna yang sudah diletakkan dalam wadah; (3) Guru memberikan contoh kegiatan mewarnai yang akan dilakukan; (4) Menyampaikan aturan yang telah disepakati selama kegiatan mewarnai; dan (5) Gambar yang diwarnai disesuaikan dengan tema yang sedang berlangsung di TK.
Pengembangan Permainan Kartu Huruf Bergambar untuk Meningkatkan Keterampilan Membaca Permulaan Anak Mazaya Aprila Harly; Nurhasanah; I Made Suwasa Astawa; Fahruddin
Journal of Classroom Action Research Vol. 5 No. 2 (2023): Mei
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan IPA, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jcar.v5i2.3219

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan permainan kartu huruf bergambar guna meningkatkan keterampilan membaca permulaan anak. Penelitian ini merupakan jenis penelitian pengembangan. Subjek dari penelitian ini 20 anak kelompok B dengan usia 5-6 tahun. Metode pengumpulan data yang digunakan yakni dokumentasi dan observasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu teknik analisis kualitatif deskriptif. Hasil dari penelitian ini adalah Permainan kartu huruf bergambar yang terdiri dari kain flanel panjang berisi tali panjang dan 3 kantong kain (masing-masing kantong berisi kartu huruf, penjepit dan kartu gambar) dengan tahapan yakni Tahap Pengembangan, terdiri dari perencanaan, pelaksanaan (persiapan permainan, kegiatan main, dan akhir permainan), observasi, analisis pengembangan dan kesimpulan, dimana dari beberapa tahapan tersebut dapat meningkatkan keterampilan membaca permulaan anak. Hal ini ditunjukkan pada hasil persentase yang diperoleh yaitu 38% pada tahap pengembangan I menjadi 63% pada tahap pengembangan II dan pada tahap pengembangan III capaian keterampilan membaca anak memenuhi kriteria sangat baik dengan rata-rata yaitu 87% . Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Pengembangan kartu huruf bergambar dapat meningkatkan keterampilan membaca permulaan anak kelompok B di TK Al-Ma’mun Mapak Indah Mataram dan hasil penelitian ini dapat dimanfaatkan dalam menstimulasi perkembangan bahasa anak khususnya keterampilan membaca permulaan anak.