Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Evaluasi Kualitas Daerah Aliran Sungai (DAS) Kali Dendeng Menggunakan Metode Indeks Pencemaran Madalena Da Costa; Lidia Paskalia Nipu; Anna Apriani Maniuk Solo
Magnetic: Research Journal of Physics and It’s Application Vol. 2 No. 2 (2022): Magnetic: Research Journal of Physics and It’s Application
Publisher : Program Studi Fisika - Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/magnetic.v2i2.189

Abstract

Daerah aliran sungai (DAS) Kali Dendeng merupakan sumber daya air yang digunakan masyarakat Kota Kupang untuk berbagai keperluan seperti kegiatan domestik, petanian dan salah satunya diolah PDAM Kota Kupang untuk pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat Kota Kupang, sehingga sangat diperlukan upaya pengendalian kualitas dan kuantitas airnya untuk menjaga ketersediaan air berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan melakukan evaluasi kualitas daerah aliran sungai Kali Dendeng dalam peruntukannya sebagai kualitas air kelas II. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah survei lapangan, analisis laboratorium dan penetapan kualitas mutu air menggunakan metode Indeks Pencemaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari pengamatan secara langsung di lapangan dan pengukuran di Laboratorium diketahui parameter yang telah melampaui standar baku mutu adalah kandungan oksigen terlarut (DO) dan BOD5. Selanjutnya hasil perhitungan indeks pencemaran pada 5 segmen atau titik lokasi diketahui segmen 1 dan 2 masih berada dalam standar mutu kualitas air, sedangkan segmen 2, 3 dan 4 menunjukkan kualitas air sungai Kali Dendeng telah berada dalam kategori tercemar ringan.
Analisis Kualitas Fisika Air DAS (Daerah Aliran Sungai) Kali Dendeng Kota Kupang Anna Apriani Maniuk Solo; Vebronia M D Solo; Leonardus Lewa Leko; Madalena Da Costa
Magnetic: Research Journal of Physics and It’s Application Vol. 3 No. 1 (2023): Magnetic: Research Journal of Physics and It’s Application
Publisher : Program Studi Fisika - Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/magnetic.v3i1.246

Abstract

Peningkatan jumlah penduduk dan ahli fungsi lahan di sekitar DAS Kali Dendeng dapat menyebabkan penurunan kuantitas dan kualitas air. Penururnan kualitas air dapat diketahui dengan menganalisis parameter fisik air sepanjang aliran DAS Kali Dendeng. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi parameter fisik air, diantaranya suhu, pH, TDS, DHL, Salinitas dan Kekeruhan. Penelitian dilalukan pada 6 stasiun yang mewakili daerah hulu, tengah dan hilir DAS Kali Dendeng pada bulan Maret, Agustus dan November. Metode analisis yang dilakukan adalah survei dan analisis in situ dan membandingkan hasil analisis fisika dengan baku mutu air yang berlaku sesuai dengan peruntukannya. Hasil penelitian menunjukan bahwa berdasarkan analisis fisika air, kualitas air DAS Kali Dendeng masih memenuhi standar baku mutu untuk keperluan higienis sanitasi, air minum, prasarana atau sarana rekreasi air, pembudidayaan ikan air tawar, peternakan, dan pengairan tanaman.
Pemodelan Sistem Dinamis Pengolahan Sampah Organik di Kelurahan Oesapa Kota Kupang Anna Apriani Maniuk Solo; Madalena Da Costa; Oktavina G. LP. Manulangga
Magnetic: Research Journal of Physics and It’s Application Vol. 4 No. 2 (2024): Magnetic: Research Journal of Physics and It’s Application
Publisher : Program Studi Fisika - Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/magnetic.v4i2.473

Abstract

Kelurahan Oesapa merupakan kelurahan yang masuk dalam kawasan kumuh dengan jumlah penduduk tinggi yang dapat meningkatkan jumlah timbulan sampah organik. Berdasarkan hasil observasi di lapangan, Kelurahan Oesapa tidak memiliki Tempat Pengolahan Sampah (TPS) organik. Oleh sebab itu perlu ada pengolahan sampah organik secara berkelanjutan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui timbulan sampah organik dan mengidentifikasi skema pengolahan sampah organik. Skema pengolahan sampah organik dapat ditentukan dengan menggunakan beberapa skenario pengolahan sampah organik dengan menggunakan metode dinamis. Dalam metodde ini terdapat sub sistem jumlah penduduk dan sub sistem volume sampah organik. Hasil penelitian menunjukan bahwa pada tahun 2033, jumlah penduduk di Kelurahan Oesapa diprediksi sebanyak 34.979 orang dengan jumlah timbulan sampah organik sebesar 16,1953 m3/hari. Pengolahan sampah organik saat ini masih menimbulkan masalah sampah karena terdapat 9,4386m3/hari sampah organik yang belum dikelola dan 6,0672 m3/hari sampah organik yang terangkut ke TPA. Simulasi sistem dinamis menunjukan skenario pengolahan sampah yang pertama merupakan skenario terbaik untuk mengatasi masalah timbulan sampah organik di Kelurahan Oesapa dengan jumlah sampah organik yang terolah dengan sistem komposting sebesar 2,3599 m3/hari dan terdapat 12,5860 m3/hari sampah organik yang dapat diolah pada TPS-3R dengan metode BSF sehingga jumlah sampah yang terangkut ke TPA hanya sebesar 0,7866 m3/hari.
Karakterisasi Arang Aktif Tempurung Lontar Teraktivasi KOH dan Uji Kinerjanya pada Adsorpsi Limbah Cair Tahu Madalena Da Costa; Maria Imaculata Seko; Oktavina G. LP Manulangga; Martinho Dos Santos Martins
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 24, No 4 (2026): July 2026
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.24.4.971-978

Abstract

Limbah cair industri tahu memiliki beban polutan organik tinggi sehingga dapat meningkatkan parameter BOD, COD dan TSS apabila dibuang ke lingkungan tanpa pengolahan berpotensi mencemari, sehingga diperlukan pengembangan teknologi pengolahan air limbah yang efisien dan berkelanjutan, seperti metode adsorpsi menggunakan arang aktif berbahan baku lokal, yaitu tempurung lontar teraktivasi kalium hidroksida (KOH). Penelitian ini terdiri 3 tahap yang meliputi persiapan dan pembuatan arang aktif dari tempurung lontar, karakterisasi sifat fisik arang, analisis SEM-EDX dan FTIR, serta tahap uji kinerja arang aktif melalui adsorpsi batch menggunakan variasi pH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas media arang aktif lontar secara fisik mengandung kadar air 3,37%; kadar abu 2,59%; dan kadar zat terbang 42,68%. Arang aktif lontar tersebut memiliki morfologi permukaan berpori serta komponen carbon dan oksigen. Gugus aktif yang ada pada permukaan adalah OH, C-H, C=C, C=O. Kinerja adsorpsi arang secara batch pada variasi pH, penurunan parameter secara konsisten pada rentang kondisi asam. Efisiensi adsorpsi arang aktif tempurung lontar terhadap polutan limbah cair tahu menunjukkan tren penurunan konsisten seiring peningkatan pH dari asam ke basa. Pada pH 4 (optimal), persentase penurunan tertinggi dicapai oleh parameter TSS sebesar 84,17% diikuti oleh COD 58,87 % dan BOD 55,18%. Kinerja pengolahan menurun pada pH 9, di mana TSS hanya turun menjadi 36,37%, COD menjadi 33,69%, dan BOD menjadi 44,37%. Karakterisasi arang aktif tempurung lontar secara fisik, morfologi dan komponen kimia serta gugus aktif menunjukkan kemampuan arang aktif tempurung lontar untuk adsorpsi limbah cair. Variasi pH limbah cair 4,7 dan 9 berpengaruh terhadap pengolahan limbah cair tahu.
Karakterisasi Sifat Fisis, Morfologi, dan Komposisi Permukaan Arang Tempurung Lontar (Borassus flabellifer L.) Hasil Karbonisasi dan Aktivasi Kimia Madalena Da costa; Oktavina G.LP Manulangga; Yohanes Yagi Leli; Martinho Dos Santos Martins
Magnetic: Research Journal of Physics and It’s Application Vol. 6 No. 2 (2026): Magnetic: Research Journal of Physics and It’s Application
Publisher : Program Studi Fisika - Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/magnetic.v6i2.879

Abstract

Tempurung lontar (Borassus flabellifer L.) merupakan biomassa lokal yang berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan baku arang untuk aplikasi adsorben. Karakteristik arang dipengaruhi oleh proses karbonisasi dan aktivasi, sehingga diperlukan kajian terhadap perubahan sifat fisis, morfologi, dan komposisi permukaannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan membandingkan sifat fisis, morfologi permukaan, dan komposisi unsur arang tempurung lontar sebelum dan sesudah aktivasi kimia menggunakan KOH. Tempurung lontar dikarbonisasi pada suhu 400 °C selama 120 menit menggunakan kiln drum modifikasi, kemudian arang diaktivasi menggunakan KOH 0,1 M selama 24 jam. Karakteristik fisis ditentukan berdasarkan rendemen, kadar air, dan kadar abu, sedangkan morfologi permukaan dan komposisi unsur dianalisis menggunakan Scanning Electron Microscopy (SEM) dan Energy Dispersive X-ray (EDX). Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses karbonisasi menghasilkan rendemen sebesar 66,00%. Setelah aktivasi, kadar air menurun dari 5,61% menjadi 3,75% dan kadar abu dari 6,43% menjadi 2,59%. Citra SEM menunjukkan bahwa permukaan arang setelah aktivasi menjadi lebih terbuka dan berongga dibandingkan sebelum aktivasi. Analisis EDX menunjukkan penurunan kandungan Ca dari 15,48 wt% menjadi 3,30 wt% dan Mg dari 6,84 wt% menjadi 1,40 wt%, sedangkan kandungan O meningkat dari 48,26 wt% menjadi 59,34 wt% dan unsur K sebesar 5,56 wt% terdeteksi setelah aktivasi. Hasil karakterisasi menunjukkan bahwa aktivasi KOH mengubah sifat fisis, morfologi permukaan, dan komposisi unsur arang tempurung lontar, serta menghasilkan karakteristik permukaan yang berpotensi dikembangkan sebagai adsorben berbasis biomassa lokal.