Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Behavioral Factors in the National Quality Indicators through Implementing Total Quality Management Wigati, Putri Asmita; Fatmasari, Eka Yunila; Suryawati, Chriswardhani; Arti, Dwi Windu Kinanti
Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia Vol 20 No 3: July 2025
Publisher : Master Program of Health Promotion Faculty of Public Health Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpki.20.3.178-184

Abstract

Background: For 3 years running, there has been a difficulty in reaching the target of National Quality Indicators on the behavior of hand hygiene and the use of personal protective equipment by doctors, young dentists, and nurses from July to September 2022. This study aimed to describe employee behavior in achieving National Quality Indicators through the implementation of Total Quality Management (TQM) at Unimus Teaching Hospital of Dental and Oral in Semarang, Indonesia.Method: This cross-sectional study collected data from 75 employees of Unimus Teaching Hospital of Dental and Oral by accidental sampling technique. The instrument was developed by a structured questionnaire and analyzed using frequency distribution.Result: 11 National Quality Indicators have reached the target except the indicators of behavior of doctors during visiting hours (69%). The implementation of the Quality of the 10 aspects has been well implemented to support it, with the most implemented being the factors of scientific approach (96%), customer focus (94.7%), team work (94.7%), and long-term commitment (94.7%). Additionally, it is necessary to improve the aspects of competence human resources, education and training, passion with quality, and continuous system improvement to ensure the achievement of National Quality Indicators. The implementation of TQM is good. In supporting the achievement of National Quality Indicators, the hospital emphasizes more on education and training efforts, and in the aspect of structure, increasing the number and competence of its employees. 
INCREASING YOUTH INVOLVEMENT IN MOTHER AND CHILD HEALTH PROGRAMS IN THE WORK AREA OF PONCOL PUBLIC HEALTH CENTER: PENINGKATAN KETERLIBATAN REMAJA DALAM PROGRAM KESEHATAN IBU DAN ANAK DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PONCOL Nandini, S.KM., M.Kes, Nurhasmadiar; Budiyanti, Rani Tiyas; Fatmasari, Eka Yunila; Arso, Septo Pawelas; Jati, Sutopo Patria
Darmabakti Cendekia: Journal of Community Service and Engagements Vol. 5 No. 2 (2023): DECEMBER 2023
Publisher : Faculty of Vocational Studies, Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/dc.V5.I2.2023.76-81

Abstract

Latar belakang: Remaja memiliki peran yang penting dalam pelaksanaan program kesehatan, salah satunya berkaitan dengan penggunaan teknologi oleh remaja dalam media penyebaran informasi dan komunikasi kesehatan khususnya terkait kesehatan ibu dan anak dengan sasaran para ibu milenial. Tujuan: Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan peran serta remaja dalam upaya peningkatan kesehatan ibu dan anak.. Metode: Kegiatan dilaksanakan pada bulan Juli sampai dengan Oktober 2022 di wilayah kerja Puskesmas Poncol. Tahapan kegiatan antara lain koordinasi, FGD, dan sosialisasi kepada remaja yang berasal dari karang taruna di wilayah kerja Puskesmas Poncol. Hasil: Kegiatan ini dilaksanakan dalam beberapa tahap. Pada tahap FGD, didapatkan hasil bahwa remaja masih kurang dilibatkan dalam kegiatan yang berkaitan dengan kesehatan ibu dan anak, namun mereka memiliki keinginan untuk berkontribusi dalam upaya tersebut. Sehingga dibutuhkan penekanan dan penjelasan mengenai peran apa saja yang dapat dilakukan oleh para remaja. Kegiatan sosialisasi dilaksanakan dengan menjelaskan peran remaja dalam kesehatan ibu dan anak, isu kesehatan ibu dan anak yang perlu menjadi perhatian, dan lain sebagainya. Kegiatan sosialisasi dihadiri oleh perwakilan dari 10 kelompok Karang Taruna di wilayah kerja Puskesmas Poncol. Kesimpulan: Kegiatan terlaksana dengan baik pada seluruh tahapannya. Respon remaja cukup baik, meskipun beberapa kelurahan hanya mengirimkan beberapa perwakilan saja akibat permasalahan waktu dan agenda. Mereka berharap terdapat pendampingan lebih lanjut untuk sasaran kesehatan remaja ke depannya.