Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

PENGARUH KUALITAS PELAYANAN PERPUSTAKAAN TERHADAP KEPUASAN PEMUSTAKA (STUDI KASUS DINAS PERPUSTAKAAN DAN KEARSIPAN PEMERINTAH PROVINSI JAWA TIMUR) Shofa Qatrunnada; V. Rudy Handoko; Eddy Wahyudi
PRAJA observer: Jurnal Penelitian Administrasi Publik (e- ISSN: 2797-0469) Vol. 3 No. 05 (2023): ADMINISTRASI PUBLIK
Publisher : COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh kualitas pelayanan yang meliputi variabel tangible, reliability, responsiveness, empathy, assurance terhadap kepuasan pengunjung Perpustakaan di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur. Jenis Penelitian yang digunakan menggunakan kuantitatif dengan metode survei. Penelitian dilakukan pada layanan perpustakaan di Perpustakaan Umum Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur. Instrumen berupa kuesioner untuk mengumpulkan data dengan pernyataan tertutup sebanyak 25 pernyataan menggunakan skala Likert terdiri dari 5 alternatif jawaban. Sampel menggunakan teknik sampling Insidental banyaknya dihitung dengan rumus Slovin. Hasil Penelitian menunjukkan sebagian besar responden berjenis kelamin laki-laki berusia 17-25 tahun dan bekerja sebagai pelajar/mahasiswa yang sebagian besar merasa sangat puas dengan persentase 81% pada variabel tangible, 68% reliability, 71% responsiveness, 71% empathy, 78% assurance. Hasil uji t parsial menunjukkan nilai sig. variabel tangible, responsiveness, assurance, empati lebih besar daripada 0,10 menunjukkan bahwa secara parsial variabel tangible, responsiveness, assurance, empati berpengaruh tidak signifikan terhadap kepuasan pemustaka, sedangkan variabel reliability nilai sig kurang dari 0,10 artinya secara parsial variabel berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pemustaka. Analisis regregasi linier berganda menunjukan variabel tangible, reliability, responsiveness, empathy, assurance bernilai positif yang memiliki makna bahwa secara keseluruhan kualitas pelayanan yang diberikan memberikan pengaruh positif dan sebanding terhadap kepuasan pemustaka. Besar pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan pemustaka sebesar 38,5% yang diperoleh dengan melakukan uji koefisien determinan. Kesimpulan pada penelitian ini bahwa secara parsial variabel tangible, responsiveness, assurance, empati berpengaruh positif dan sebanding terhadap kepuasan pemustaka, namun pengaruh yang diberikan tidak signifikan. Variabel reliability merupakan kualitas pelayanan yang memiliki pengaruh positif, sebanding, dan signifikan terhadap kepuasan pemustaka. Secara keseluruhan besar pengaruh kualitas pelayanan yang diberikan Dinas perpustakaan dan kearsipan Provinsi Jawa Timur Terhadap kepuasan pemustaka sebesar 38,5%. Meskipun layanan perpustakaan sudah sangat memuaskan, namun masih ada beberapa hal yang perlu diperbaiki untuk terus meningkatkan kepuasan pengguna layanan publik.
PERAN DINAS KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA KOTA SURABAYA DALAM PEMULIHAN SEKTOR WISATA KEBUN RAYA MANGROVE GUNUNG ANYAR PASCA PANDEMI Susana Hindaria; Bambang Kusbandrijo; Eddy Wahyudi
PRAJA observer: Jurnal Penelitian Administrasi Publik (e- ISSN: 2797-0469) Vol. 3 No. 05 (2023): ADMINISTRASI PUBLIK
Publisher : COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebun Raya Mangrove Gunung Anyar merupakan objek wisata ekowisata Kabupaten Surabaya. Lokasi yang tepat dari wisata ini adalah Gunung Anyar Tambak, Kabupaten Gunung Anyar, Kota Surabaya, dan Provinsi Jawa Timur. Studi ini meneliti Peran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surabaya dalam pemulihan industri pariwisata Kebun Raya Mangrove Gunung Anyar setelah epidemi. Penulis menggunakan teknik penelitian deskriptif kualitatif untuk mendukung penelitian. Kepala Divisi yang bertanggung jawab atas wisata Mangrove Gunung Anyar, Anggota Staf di Mangrove Gunung Anyar, dan Pengunjung Wisata Kebun Raya Mangrove berfungsi sebagai informan penelitian. Menurut temuan penelitian, proses pemulihan dapat difasilitasi oleh tiga faktor : Motivator, Fasilitator, dan Dinamisator. Dengan menggunakan ketiga faktor tersebut, program dapat dilaksanakan melalui sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan, penyediaan sarana dan prasarana, misi pariwisata, pemeliharaan tempat wisata, dan kolaborasi berbagai sektor, seperti sektor swasta, organisasi, pemerintah, dan masyarakat. Hasil dari penelitian ini tentang bagaimana Peran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surabaya dalam pemulihan Kebun Raya Mangrove Gunung Anyar Pasca pandemi di nyatakan berhasil.
Implementasi Program Puspaga Dalam Pemberdayaan Masyarakat Wilayah RW 06 Kelurahan Sidodadi Kecamatan Simokerto Kota Surabaya Elisa Salsabilla; Eddy Wahyudi
Mutiara : Jurnal Penelitian dan Karya Ilmiah Vol. 1 No. 6 (2023): Desember: Mutiara : Jurnal Penelitian dan Karya Ilmiah
Publisher : STAI YPIQ BAUBAU, SULAWESI TENGGARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59059/mutiara.v1i6.583

Abstract

Child abuse is a serious issue that requires serious attention. In Surabaya City, the implementation of the PUSPAGA Program (Family Learning Center) is an effort to prevent child abuse. This program has clear objectives and is supported by competent human resources. Although the program has been running, there are challenges in reaching all target groups and responding to changes in the community. This research uses the Policy Implementation theory by Merilee S. Grindle to analyze the program's implementation. The results of the research indicate that the content of the PUSPAGA Program policy has been well explained, but it is not fully understood by the target groups. The human resources involved in the program are already competent, but there are challenges in responding to changes in the community. Thus, the PUSPAGA program in Surabaya City has the potential to enhance community empowerment in the prevention of child abuse. However, further efforts are needed to ensure that all target groups understand and support the program, as well as to improve responsiveness to changes in the community.
KUALITAS PELAYANAN PUBLIK MELALUI APLIKASI KNG (KLAMPID NEW GENERATION) OLEH DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KOTA SURABAYA Tita Dwi Agustin; Bambang Kusbandrijo; Eddy Wahyudi
PRAJA observer: Jurnal Penelitian Administrasi Publik (e- ISSN: 2797-0469) Vol. 3 No. 06 (2023): ADMINISTRASI PUBLIK
Publisher : COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kualitas pelayanan publik ialah merupakan salah satu kondisi sebuah jasa produk, manusia, serta lingkungannya. Penilaian kualitas ditentukan pada sebuah pelayanaan publik yang diberikan di masyarakat sebagai tolak ukur dari pelayanan karena sebuah unsur utama dalam pencapaian suatu keberhasilan dalam organisasi oleh sebab itu kualitas pelayanan sebagai suatu penilaian dalam layanan yang diberikan pada pelayanan administrasi kependudukan di aplikasi KNG secara digital. Maka dari itu untuk mengetahui tingkat kepuasan dalam mengukur sesuatu kualitas pelayanan dalam aplikasi KNG (Klampid New Generation) yang dibuat oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Surabaya. Berdasarkan dari hasil pengamatan yang ada di masyarakat kota surabaya penelitian ini untuk mengetahui hasil kualitas pelayanan digital aplikasi KNG dalam peningkatan pelayanan administrasi kependudukan masyarakat kota surabaya. Penelitian ini memakai metode deskriptif kualitatif, dari pengumpulan data wawancara dan observasi. Hasil dari penelitian kualitas pelayanan administrasi kependudukan melalui aplikasi KNG (Klampid New Generation) terus melakukan perkembangan untuk memperbaiki permasalah-permasalahan yang ada sehingga dari indikator yang diteliti dapat menjadi masukkan dalam meningkatkan kualitas pelayanan administrasi berbasis digital atau dalam aplikasi KNG (Klampid New Generation).
STRATEGI PENINGKATAN PELAYANAN DISTRIBUSI AIR MINUM DI PDAM SURYA SEMBADA SURABAYA Firma Lisa Anggraini; Dida Rahmadanik; Eddy Wahyudi
PRAJA observer: Jurnal Penelitian Administrasi Publik (e- ISSN: 2797-0469) Vol. 3 No. 06 (2023): ADMINISTRASI PUBLIK
Publisher : COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PDAM Surya Sembada Surabaya melakukan terobosan baru atau program baru yang memberikan diskon besar-besar bagi pemasang baru distribusi air PDAM. Dengan meningkatnya pelanggan dari tahun ke tahun berjalan dengan Peraihan Penghargaan yang diperoleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Surya Sembada Kota Surabaya yaitu penghargaan nasional: Digital Transformation Award 2022 dari Persatuan Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia (Perpamsi). Berarti Pelayanan publik yang diberikan oleh pihak PDAM Surya Sembada telah dapat memenuhi kebutuhan masyarakat Kota Surabaya sesuai dengan penghargaan yang telah di dapat. Tujuan dari penelitian ini adalah mendiskripsikan dan menganalisis tentang Strategi Peningkatan Pelayanan Distribusi Air Minum di PDAM Surya Sembada Surabaya. Penelitian ini berfokus pada Bagaimana Strategi peningkatan pelayanan distribusi air minum di PDAM Surya Sembada Kota Surabaya dengan menggunakan teori dari Menurut Zeithaml, Parassuraman & Berry yang indikator kualitas pelayanan terletak pada lima dimensi yaitu: bukti fisik (tangibles), realibilitas (realibility), daya tanggap (responssiveness), jaminan (assurance), dan empati (empaty). Menggunakan metode kualitatif deskriptif. Adapun Teknik pengambilan data ini diperoleh dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil yang diperoleh ialah Strategi Peningkatan Pelayanan Distribusi Air Minum di PDAM Surya Sembada Surabaya sudah baik namun masih kurangnya ketepatan waktu pemasangan hal inipun dikarenakan banyaknya animo masyarakat dalam melakukan pemasangan distribusi air dalam masa diskon pasang baru yang diterapkan oleh PDAM Suraya Sembada Surabaya.
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PERLINDUNGAN DAN REHABILITASI SOSIAL BAGI PENERIMA MANFAAT DI UNIT PELAKSANAAN TEKNIS MARSUDI PUTRA SURABAYA: Perlindungan Dan Rehabilitasi Sosial Bagi Penerima Manfaat Di Unit Pelaksanaan Teknis Marsudi Putra Surabaya Aprilia Rosa; Rachmawati Novaria; Eddy Wahyudi
Madika: Jurnal Politik dan Governance Vol. 3 No. 1 (2023): MADIKA: Jurnal Politik dan Governance
Publisher : Program Studi Pemikiran Politik Islam, Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah IAIN Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24239/madika.v3i1.1838

Abstract

Peraturan Gubernur Nomor 85 Tahun 2018 merupakan perancangan yang dibuat untuk menyusun rangkaian tugas dan fungsi serta tata kerja Unit Pelaksana Teknis daerah Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur. Unit Pelaksanaan Teknis Marsudi Putra Surabaya dipilih sebagai salah satu sampling Unit yang membina Anak Nakal selaku Penerima Manfaat dengan menganalisis dari sisi pembinaan perubahan perilaku. Untuk mengukur penerapan kebijakan ini maka digunakanlah model Merilee S. Grindle dengan melihat content dan context isi kebijakan melalui berbagai faktor sebagai dasar menganalisis dan lingkungan kebijakan. Penelitian ini menggunakan jenis kualitatif yang berbentuk deskriptif. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini bahwa Unit Pelaksanaan Teknis Marsudi Putra Surabaya telah mengimplementasikan tugasnya untuk memberikan perlindungan dan pembinaan kepada penerima manfaat dalam hal kewirausahaan melalui kebijakan yang telah dijalankan.
INOVASI PROGRAM KLAMPID NEW GENERATION SEBAGAI PERWUJUDAN PELAYANAN PRIMA KEPADA MASYARAKAT (STUDI KASUS PADA PROGRAM KARTU IDENTITAS ANAK DI KELURAHAN BARATAJAYA KOTA SURABAYA) Yusta Arisendy Sea; Rachmawati Novaria; Eddy Wahyudi
Madika: Jurnal Politik dan Governance Vol. 3 No. 1 (2023): MADIKA: Jurnal Politik dan Governance
Publisher : Program Studi Pemikiran Politik Islam, Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah IAIN Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24239/madika.v3i1.1845

Abstract

Inovasi pelayanan publik menjadi suatu keharusan bagi pemerintah dalam upaya meningkatkan pelayanan sesuai perkembangan teknologi informasi. Salah satu instansi pemerintah penyedia pelayanan publik yaitu Kelurahan Baratajaya kota Surabaya yang menjalankan inovasi Klampid new generation dalam menunjang peningkatan pelayanan administrasi kependudukan. Tujuan penelitian ini untuk mengukur keberhasilan inovasi Klampid new generation pada program kartu. identitas. Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian Kualitatif dengan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Teori yang digunakan peneliti adalah Harvard school of government dengan indikator support/dukungan, capacity/kemampuan dan value/nilai. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan inovasi klampid new generation sudah berjalan dengan baik dalam pelayanan administrasi kependudukan di kelurahan Baratajaya, namun pada program Kartu Identitas Anak masih di temukan kendala yaitu kurangnya sosialisasi yang dilakukan oleh pemerintah baik dari Dispenduk, maupun dari pihak Kelurahan kepada masyarakat sehingga pengajuan menggunakan klampid new generation juga masih minim. Oleh karena itu inovasi klampid new generation pada program kartu identitas anak belum mencapai pelayanan prima.
STREET-LEVEL BUREAUCRACY PADA PROGRAM PANGAN LESTARI Eddy Wahyudi; Catur Ajeng Kartika Ria; Hasan Ismail; Saskia Nisa Setiaatmitha
Jurnal Kebijakan Publik Vol 15, No 1 (2024)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jkp.v15i1.8383

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan kebijakan program pekarangan pangan lestari dengan prespektif street-level bureaucracy di Desa Kebontunggul, Kabupaten Mojokerto. Metode dalam penelitian ini mengunakan pendekatan kualitatif, pengambilan data melalui observasi, wawancara dan telaah dokumen. Hasil penelitian menunjukan  pelaksanaan program P2L di Desa Kebontunggul sudah terlaksana sejak tahun 2019, berdasarkan prespektif Street-Level Bureaucracy pelaksanaan program P2L workload pressures, Ambiguity and Complexity antara lain ketersediaan anggaran ketersedian bibit yang terbatas, Upaya yang dilakukan oleh pemerintah Desa Kebuntunggul dan kelompok wanita tani (KWT) dengan membuat Diskrestion melalui Coping strategi, proses pembuatan diskresi berdasakan aspek Representational Roles and Partisipation  yang dilakukan dengan prinsip delibrative melalui musyawarah bersama pengurus KWT, Pemerintah Desa dan Warga Masyarakat.
Identifikasi Aksi Terorisme di Indonesia: Identification of Terrorism Actions in Indonesia Achluddin Ibnu Rochim; Ute Chairuz Mochamad Nasution; Eddy Wahyudi
Society Vol 11 No 2 (2023): Society
Publisher : Laboratorium Rekayasa Sosial, Jurusan Sosiologi, FISIP Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/society.v11i2.560

Abstract

The threat of terrorism in Indonesia is not a new phenomenon but has persisted since the early years of independence. Presently, perpetrators of terrorism come from various groups with diverse motives, encompassing ideology, politics, and security disturbances. This study aims to delineate the profile, characteristics, and motives of terrorism in Indonesia. Employing a descriptive research method with a qualitative approach, data collection involved non-participant observation. The findings reveal that from 2017 to 2022, there were 97 recorded instances of terrorism actions in Indonesia. Political motives predominantly drove these actions, constituting 88 cases. Moreover, the targets of terrorist actions exhibited minimal disparity between non-civilian and civilian objects, with 59 and 38 cases, respectively. The terrorism action networks are primarily associated with Jamaah Ansharut Daulah (69 cases), East Indonesia Mujahideen (10 cases), and Lone Wolf operatives (7 cases). The study’s findings highlight the role of political factors in terrorist activities in Indonesia, informing policymakers and law enforcement agencies about the need for targeted interventions to address underlying grievances and enhance social cohesion. Furthermore, identifying terrorist networks offers valuable intelligence for disrupting these groups, ultimately improving national security and public safety.
Sinergitas Stakeholder dalam Pengelolaan Limbah Industri untuk Mewujudkan Lingkungan Berkelanjutan di Kabupaten Sidoarjo Rahmawati, Lutfia Diva; Puspaningtyas, Anggraeny; Wahyudi, Eddy
Public Sphere Review Volume 4 Nomor 1: Maret 2025
Publisher : Public Administration Dept, Faculty of Social and Political Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/psr.v4i1.168

Abstract

Sidoarjo Regency is one of the regions with the highest number of industries in East Java. This condition makes Sidoarjo prone to environmental pollution, particularly caused by industrial waste that is not managed optimally. This study aims to analyze stakeholder synergy in industrial waste management as an effort to achieve environmental sustainability in Sidoarjo Regency. The approach used is descriptive qualitative, applying the stakeholder synergy theory by Satibi and Vaugan, which consists of five dimensions: shared perception, communication patterns, policy actors' attitudes, organizational structure, and resource potential. Data were collected through in-depth interviews, documentation, and analysis of relevant secondary data. The results of the study show that stakeholder synergy has been initiated but is not yet functioning optimally. In the dimension of shared perception, there are still differences in understanding among parties regarding technical regulations and authority distribution. Communication between institutions tends to be incidental and unstructured, while outreach to the public remains limited. The attitude of policy actors shows commitment and responsiveness, but this has not yet been followed by consistent policy implementation. The organizational structure between institutions has been established, but it has not been fully integrated into a collaborative working system. Meanwhile, the potential of available resources—particularly human resources and monitoring facilities remains limited and has not been able to cover all areas affected by industrial waste.