Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Karakteristik Mutu Sei Sapi yang Diolah Secara Tradisional terhadap Berbagai Kombinasi Waktu dan Suhu Pengasapan Zulham Sunayardi; Roostita L. Balia; Lilis Suryaningsih
Jurnal Ilmu Ternak Vol 21, No 1 (2021): June
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v21i1.34544

Abstract

Sei sapi adalah produk olahan daging secara tradisional khas Nusa Tenggara Timur yang diolah melalu proses kuring dan pengasapan dengan menggunakan kayu kusambi sehingga menghasilkan citarasa yang khas. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan kombinasi waktu dan suhu pengasapan sehingga menghasilkan mutu sei sapi terbaik dan disukai. Penelitian  secara eksperimental menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 9 perlakuan dan 3 ulangan. Pengujian mutu fisik meliputi daya ikat air dan susut masak, mutu kimia meliputi kadar protein dan polifenol, sedangkan secara organoleptik meliputi warna dan rasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi lama waktu dan suhu pengasapan memberikan pengaruh nyata (P<0,05) terhadap daya ikat air dan susut masak daging sei sapi dan tidak berpengaruh nyata terhadap kadar protein dan polifenol serta secara organoleptik: warna dan rasa lebih disukai pada pengasapan dengan lama waktu 80 menit dengan suhu 800C. Kesimpulannya pengasapan dengan kombinasi lama waktu 80 menit dan suhu 800C menghasilkan mutu yang terbaik, baik dilihat dari mutu fisik (daya ikat air dan susut masak), kimia (kadar protein dan polifenol) dan secara organeleptik paling disukai.Kata kunci: Daging sei sapi, waktu dan suhu pengasapan, mutu 
Pengaruh Penambahan Konsentrasi Jus Jambu Biji Merah (Psidium guajava L.) terhadap Kadar Asam Laktat, Vitamin C, dan Akseptabilitas Set Yogurt Muhamad Raihan Aufa; Wendry Setiyadi Putranto; Roostita Lobo Balia
Jurnal Teknologi Hasil Peternakan Vol 1, No 1 (2020): Maret
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.71 KB) | DOI: 10.24198/jthp.v1i1.23859

Abstract

Red guava has high level of vitamin C, so it can be used as a source of vitamin C, also has a distinctive color. This study aims to determine the effect with different concentration of guava juice on lactic acid levels, vitamin C and acceptability of cow milk yogurt set. The experimental method used Completely Randomized Design (CRD) with four treatments increasing the concentration of red guava juice (0%, 5%, 10%, and 15%) and each treatment repeated five times. The results showed that the addition of the concentration of red guava juice by 0% to 15%, the lactic acid levels of different cow’s milk set yogurts showed a negative linear regression pattern with the regression  y = -0,03724x + 1,10465 R² = 0,99699, and increasing vitamin C levels following a positive linear regression pattern y = 1,2932x – 0,324 R² = 0,9452. The concentration of red guava juice 15% produced the best cow’s milk set yogurt with 0,55% lactic acid levels and 20,69 mg/100 g vitamin C levels produces and produced the most preferred acceptability value with hedonic scale likes and numeric scales 2,20.
Peningkatan Literasi Pemanfaatan Limbah Pangan di Pondok Pesantren Gemilang Lara Utama; Roostita Lobo Balia
CARADDE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2021): Agustus
Publisher : Ilin Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31960/caradde.v4i1.924

Abstract

Peningkatan literasi diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan kemampuan santri di pondok pesantren Nurul Wafa Gunung Hideung, Kec. Singaparna, Kab, Tasikmalaya dalam memanfaatkan limbah pangan. Pendekatan yang dilakukan adalah sosialisasi melalui metode ceramah dan diskusi terkait pemanfaatan limbah pangan. Metode ini diharapkan tidak hanya meningkatkan literasi atas pemanfaatan limbah pangan tetapi juga mendorong para santri untuk lebih termotivasi dalam memanfaatkan limbah pangan karena dapat dilakukan secara mudah dan sederhana dengan sumber daya yang ada di sekitar mereka. Hasil menunjukkan bahwa ceramah dan pendampingan yang dilakukan melalui sosialisasi dan diskusi mampu meningkatkan literasi santri di Pondok Pesantren Nurul Wafa hingga 84% dengan peningkatan yang signifikan ditunjukkan dari rata-rata literasi sub materi yaitu mencapai 37% sementara untuk rata-rata literasi total menunjukkan peningkatan hingga 27%.
Kadar Alkohol, Nitrogen, Fosfat dan Kalium pada Fermentasi Produk Samping Keju Feta dengan Variasi Konsentrasi Kluyveromyces lactis Gemilang Lara Utama; Roostita Lobo Balia; Tubagus Benito Ahmad Kurnadi; Sunardi Sunardi
Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan Vol 3, No 2 (2014): Mei 2014
Publisher : Indonesian Food Technologists

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (104.918 KB)

Abstract

Keju feta merupakan salah satu keju keras yang dibuat dengan bahan baku susu kambing, domba atau sekali-kali dicampur dengan susu sapi atau susu kerbau. Uniknya bahan baku yang digunakan menghasilkan whey dengan komposisi yang berbeda. Hal tersebut menjadi suatu potensi yang dapat dimanfaatkan, terutama dalam produksi salah satu metabolit penting dalam fermentasi seperti alkohol dan pupuk organik cair alternatif yang berasal dari sisa distilasi. Penggunaan konsentrasi starter yang tepat dalam proses tersebut selama ini belum begitu banyak diungkap. Untuk itu penelitian dilakukan untuk mengetahui bagaimana variasi konsentrasi Kluyveromyces lactis mempengaruhi kadar alkohol, serta menghasilkan komposisi Nitrogen (N), Fosfat (P) dan Kalium (K) yang tepat pada sisa distilasi untuk dipergunakan sebagai pupuk organik cair alternatif. Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dan variasi konsentrasi K.lactis (5%, 7,5%, 10% v/v) diberikan sebagai perlakuan. Hasil menunjukkan bahwa penambahan konsentrasi K.lactis sebanyak 7,5% v/v menghasilkan kadar alkohol terbaik yaitu 1,21% dengan Kadar N 0,123%, P 0,057% dan K 0,111%.
Keamanan Pangan Zaman Now di Masa Pandemi Covid-19 Roostita L. Balia; Lilis Suryaningsih; Andry Pratama
Media Kontak Tani Ternak Vol 3, No 4 (2021): November
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mktt.v3i4.36764

Abstract

Pandemi Covid-19 yang masih belum usai tentunya memberikan pengaruh terhadap berbagai macam aspek kehidupan pada masyarakat diantaranya adalah masyarakat diharuskan untuk diam dan lebih banyak melakukan aktivitas di rumah (Stay at Home). Salah satu dampak dari kebijakan Stay at Home ini adalah masyarakat mulai berinovasi untuk membuat produk pangan dengan tujuan untuk mengisi waktu luang atau sebagai sumber pendapatan terbaru. Inovasi dari produk pangan tersebut seringkali mengikuti trend produk pangan masa kini yang lebih inovatif dan kreatif. Namun, trend konsumsi dan inovasi dari produk pangan tersebut seringkali tidak memperhatikan aspek Kemanan Pangan, hal ini dibuktikan dengan beredarnya pangan masa kini yang menggunakan bahan kimia seperti pewarna dan pemanis sintetik selain itu banyak yang menggunakan proses pembuatan pangan yang kurang sehat dan bahan kemasan yang berbahaya. Hal tersebut tentunya akan beresiko pada masyakatat yang mengkonsumsi pangan tersebut. Melalui kegiatan KKN-Virtual ini Masyarakat diedukasi berupa pentingnya untuk memahami aspek keamanan pangan sehingga pangan yang diproduksi atau dikonsumi oleh mereka terjamin ASUH (Aman Sehat Utuh Halal)
Mekanisme Resistensi Antibiotik pada Lactobacillus dan Potensinya untuk Mengatasi Salmonellosis pada Ayam Broiler Salsabilla Fasya Khoerunnisa; Roostita Lobo Balia; Gita Widya Pradini
Acta VETERINARIA Indonesiana Vol. 10 No. 2 (2022): Juli 2022
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avi.10.2.111-123

Abstract

Ayam broiler harus dipastikan terhindar dari penyakit zoonosis, salah satunya Salmonellosis. Resistensi Salmonella sp. terhadap berbagai antibiotik menjadi salah satu alasan dalam penggunaan probiotik sebagai pilihan alternatif untuk mengatasi Salmonellosis. Lactobacillus sp. umum digunakan sebagai probiotik untuk menanggulangi Salmonellosis pada ayam broiler. Lactobacillus sp. dapat menerima agen resisten terhadap antibiotik, baik dari lingkungan maupun di saluran pencernaan ayam. Lactobacillus sp. dapat menjadi reservoir dalam penyebaran agen resisten antibiotik. Berdasarkan hasil studi literatur, Lactobacillus sp. mampu melakukan CE (competitive exclusion) sehingga dapat mengurangi populasi bakteri patogen. Lactobacillus sp. yang diambil dari biakan, saluran pencernaan, feses, daging serta sumber air di sekitar peternakan dan rumah potong unggas memiliki sifat resisten terhadap antibiotik vankomisin, kloramfenikol, tetrasiklin dan eritromisin. Lactobacillus sp. bertindak sebagai pendonor maupun penerima gen resisten terhadap antibiotik kloramfenikol, tetrasiklin dan eritromisin yang disebarkan secara horizontal melalui konjugasi plasmid dan transposon. Lactobacillus sp. yang teridentifikasi resisten terhadap antibiotik vankomisin memiliki potensi transfer gen resisten yang rendah dikarenakan sifat resisten terhadap vankomisin merupakan resistensi instrinsik sehingga secara tidak langsung sifat tersebut sangat kecil kemungkinannya dapat disebarkan secara horizontal kepada mikroorganisme lainnya.
PERANAN IBU-IBU PKK DESA WONOHARJO KABUPATEN PANGANDARAN DALAM MENINGKATKAN GIZI KELUARGA UNTUK MENCEGAH STUNTING MELALUI PEMANFAATAN HASIL PANEN AYAM SENTUL Widjastuti, Tuti; Tanwiriah, Wiwin; Garnida, Dani; Balia, Roostita Lobo; Nurlaeni, Leni
DHARMAKARYA: Jurnal Aplikasi Ipteks untuk Masyarakat Vol 13, No 2 (2024): Juni : 2024
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/dharmakarya.v13i2.45924

Abstract

Usaha beternak ayam Sentul merupakan salah satu altenatif penghasil daging dan telur yang cukup produktif dan disukai masyarakat. Pasca panen dari beternak ayam local berupa daging yang sangat disukai masyarakat karena mempunyai citra rasa yang khas dan dapat dipanen sebagai penghasil daging pada umur 2,5–3 bulan, mengandung protein 22% sehingga dapat digunakan untuk mencegah terjadinya stunting. Stunting terjadi karena rendahnya akses terhadap makanan bergizi, rendahnya asupan vitamin dan mineral, dan buruknya keragaman pangan dan sumber protein hewani. Daging dan telur ayam lokal merupakan sumber protein hewani yang bermutu tinggi dan dapat diikonsumsi oleh anak-anak agar cerdas, sehat, tumbuh secara normal dan produktif, karena asam amino yang terkandung di dalam daging dapat berfungsi untuk memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak.  Keistimewaan daging ayam adalah kadar lemaknya rendah dan asam lemaknya tidak jenuh.  Oleh karena itu hasil panen ayam Sentul mempunyai potensi yang besar untuk digunakan sebagai makanan pencegah terjadinya stunting, dagingnya mudah diolah untuk makanan yang disukai oleh anak-anak dan orang dewasa dengan relative murah dan masih terjangkau daya belinya oleh masyarakat. Peranan ibu-ibu PKK dapat mengolahnya menjadi makanan yang agar lebih sehat dan terhindar dari bahan berbahaya seperti zat pengawet dan pewarna, sehingga dapat dimanfaatkan untuk mencegaah terjadinya stunting.  Selain menjadi, produk olahan ini juga dapat menjadi sumber penghasilan tambahan untuk ibu-ibu di Desa Wonoharjo karena adanya potensi usaha dari produk tersebut.
Isolation, Identification, and Resistance Test of Escherichia coli to Antibiotics in Ujung Berung Broiler Poultry Afifa Kantamaryana, Fatia Nasyna; Balia, Roostita L; Putranto, Wendry Setiyadi
Jurnal Sain Veteriner Vol 42, No 3 (2024): Desember
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jsv.92624

Abstract

Escherichia coli is commensal bacteria in the intestinal of broiler chickens with low virulence. However, mostly pathogenic and cause colibacillosis illness. Inappropriate use of antibiotics in broiler chickens has been widely reported. This research aims to determine the presence of E. coli contamination in the poultry environment and determine the levels of antibiotics resistance of erythromycin, doxycycline, oxytetracycline and neomycin. The research was carried out through isolation and identification of E. coli using EMB media, Gram staining, and biochemical tests. Then, an antibiotic resistance test was carried out using by Kirby-Bauer method. From a total of 10 samples (3 coops), 7 (70%) were positive for E. coli. The positive of 7 which for E. coli, 43% of the isolates came from fresh feces obtained from coops 1, 2, and 3; 43% of the isolates came from litter from coops 1, 2, and 3; and 14% of isolates from soil outside the coop 3. The antibiotic resistance results by Kirby-Bauer method showed that E. coli was 100% resistant to erythromycin, 100% to neomycin, 66.7% to doxycycline, and 66.7% to oxytetracycline throughout isolates from feces and litter. Other results showed that isolates from soil outside coop 3 showed resistance to all antibiotics. Taken together, we concluded the E. coli has been contamination which is proven by antibiotic resistance.
Clinical Symptom Analysis of Characteristic Bacteria Causing Subclinical Mastitis in Dairy Cow at Pengalengan, Bandung Regency Waskita, Pranyata Tangguh; Balia, Roostita L; Joni, I Made; Putranto, Wendry Setiyadi
Journal of Social Research Vol. 3 No. 5 (2024): Journal of Social Research
Publisher : International Journal Labs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mastitis is an udder infection that affects many dairy farms in Indonesia. Many causes can be identified to see the etiology. This study was conducted to determine the bacteria that causes mastitis and attacks dairy farms in the Bandung Regency Region. Based on the results of isolation and identification by examination of Blood Agar Media (BAP), Catalase Test, Coagulase Test, Gram staining, and DNAse Test of milk samples taken from three farm areas in Warnasari and Babakan Kiara in Pengalengan District and Citawa District Kertasari District, the bacteria that cause mastitis are Staphylococcus aureus COPS and CONS, Staphylococcus pyogenes, Staphylococcus epidermidis, and Staphylococcus saprophytes. The characteristics of Clinical symptoms analysis from the bacteria causing subclinical Mastitis as seen as udder redness, swelling, and fever. There are tissue necrosis in the nipple and part of the udder. The milk parenchyma becomes fribillated, and the milk produced becomes mixed with blood, drips continuously, and appears watery in the presence of flakes, clots, and mucus. Implementation Early, prompt, and accurate diagnostic examinations must be carried out to prevent the occurrence of subclinical mastitis so that the objective can benefit the farmers for the future livelihood of the farm
Characterisation of E. coli Virulence Factors Causing Diarrhea in Macaca Fascicularis at IPB University Captivity, Bogor, Jawa Barat, Indonesia Rizal, Muhammad Farid; Wibawan, I Wayan Teguh; Pamungkas, Joko; Balia, Roostita L.; Darusman, Huda Shalahudin; Surya, Maryati; Achmad, Yusuf Farid; Sundari, Betty; Soedarso, Yovi Alwi; Sibit, Denniswara; Loe, Fhady Risckhy
JURNAL KAJIAN VETERINER Vol 13 No 2 (2025): Jurnal Kajian Veteriner
Publisher : FAKULTAS KEDOKTERAN HEWAN UNIVERSITAS NUSA CENDANA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jkv.v13i2.20778

Abstract

Diare pada Macaca fascicularis sangat mengganggu proses penangkaran, diare mengurangi kualitas hidup kera, E. coli sering dilaporkan sebagai penyebab utama diare pada beberapa primata non-manusia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeteksi faktor virulensi seperti hemolisin, pola hemaglutinin, dan hidrofobisitas permukaan sel. Penelitian ini menggunakan 30 isolat E. coli dari koleksi pusat penelitian primata IPB University yang diisolasi dari kera ekor panjang yang menderita diare. Faktor virulensi seperti hemolisin, hemaglutinasi, dan agregasi garam dideteksi sesuai protokol standar. Sebanyak 30 isolat M. fascicularis yang menderita diare diuji kemampuannya menyebabkan lisis pada eritrosit, di antara 24 (80%) sampel E. coli menunjukkan α -hemolisin pada agar darah dan 2 (6,67%) sampel menunjukkan γ-hemolisis. Sebanyak 21 (70%) sampel E. coli mampu menghemaglutinasi eritrosit sapi dan 27 (90%) sampel mampu menghemaglutinasi eritrosit kelinci. Sebanyak 30 sampel E. coli tidak mampu menghemaglutinasi eritrosit ayam, kucing, anjing, dan manusia. Sebanyak 2 (6,67%) sampel menunjukkan hasil positif pada uji agregasi garam di antara 30 sampel E. coli dari M. fascicularis dan sisanya 28 (93,33%) sampel tidak menunjukkan hasil positif pada uji agregasi garam. Kesimpulan penelitian adalah Sebanyak 30 isolat E. coli menunjukkan variasi faktor virulensi yang berperan dalam mekanisme diare pada Macaca fascicularis. Terdapat 24 isolat (80%) yang menunjukkan α-hemolisin, 2 isolat (6,67%) menunjukkan γ-hemolisin, dan 4 isolat lainnya (13,33%) tidak menunjukkan aktivitas hemolisis. Selain itu, 29 isolat (96,7%) menunjukkan hemaglutinasi terhadap eritrosit sapi dan/atau kelinci, sedangkan 2 isolat (6,7%) bersifat hidrofobik berdasarkan uji salt aggregation.