Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Pelatihan Pengolahan Limbah Ampas Nanas Sebagai Produk Pengempuk Daging Reny Rosalina; Aisyah Hadi Ramadani; Riska Surya Ningrum
JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat) VOL. 3 NOMOR 2 SEPTEMBER 2019 JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat)
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (470.116 KB) | DOI: 10.30595/jppm.v3i2.5176

Abstract

Nanas merupakan potensi pertanian yang dihasilkan sangat melimpah tiap tahunnya di Dusun Puhrejo, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri. Buah nanas hasil panen selain dijual dalam bentuk buah segar juga diolah menjadi sari nanas. Dari produksi sari nanas dihasilkan limbah ampas nanas yang belum dimanfaatkan. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan tentang pengolahan limbah ampas nanas sebagai pengempuk daging sehingga mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui pengolahan produk berbasis potensi daerah. Target capaian dalam program ini adalah meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pemanfaatan limbah ampas buah nanas, bertambahnya varian produk olahan buah nanas, serta meningkatnya keinginan masyarakat untuk berwirausaha produk olahan nanas. Metode yang digunakan yaitu melalui penyuluhan dan pelatihan kepada warga Dusun Puhrejo. Hasil kegiatan yaitu  pengetahuan masyarakat tentang potensi nanas dan pengolahan limbah ampas nana meningkat,  serta keinginan dan kesadaran masyarakat untuk  mengolah nanas  menjadi produk yang bervariasi meningkat.  Hal tersebut juga mendorong masyarakat untuk membentuk kelompok usaha untuk mengembangkan produk olahan berbahan nanas sebagai produk UMKM dusun Puhrejo.
Aktifitas Antibakteri Ekstrak Jamur Endofit Mangga Podang (Mangifera indica L.) Asal Kabupaten Kediri Jawa Timur Reny Rosalina; Riska Surya Ningrum; Prima Agusti Lukis
Majalah Ilmiah Biologi BIOSFERA: A Scientific Journal Vol 35, No 3 (2018)
Publisher : Fakultas Biologi | Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (514.006 KB) | DOI: 10.20884/1.mib.2018.35.3.757

Abstract

Jamur endofit merupakan salah satu mikroba endofit yang hidup di dalam jaringan tumbuhan dan diketahui dapat menghasilkan senyawa aktif yang mirip dengan tumbuhan inangnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktifitas antibakteri dari ekstrak media dan ekstrak jamur endofit yang berhasil diisolasi dari ranting mangga podang (Mangifera indica L.). Didapatkan empat jenis jamur endofit hasil isolasi yang kemudian dikultur menggunakan media padat Potato Dextrose Agar (PDA) kemudian dipindahkan ke media cair Potato Dextrose Broth (PDB). Setelah miselia tumbuh selama inkubasi, media dan biomassaa jamur dipisahkan dengan filtrasi vakum. Jamur yang telah dikeringkan dimaserasi menggunakan metanol, sedangkan media jamur diekstraksi menggunakan etil asetat. Ekstrak jamur dan ekstrak media kemudian diuji aktivitas terhadap bakteri Escherichia coli, Staphylococcus aureus, Salmonella thypi, dan Staphylococcus mutan menggunakan metode difusi cakram kertas. (Disk Diffusion Method). Kontrol negatif yang digunakan adalah aquades sedangkan sebagai pembanding adalah antibiotik ciprofloxacin dan kloramfenikol. Hasil penelitian menunjukan bahwa ekstrak jamur dan ekstrak media jamur memiliki aktifitas sebagai antibakteri dengan sensitifitas yang berbeda-beda. Ekstrak media jamur memiliki sensitifitas yang lebih tinggi terhadap beberapa macam bakteri dibandingkan dengan ekstrak yang diperoleh dari biomassa jamur.
ANALISIS KANDUNGAN KIMIA KULIT BATANG SAGU (Metroxylon sagu Rottb.)SEBAGAI BAHAN BAKU PULP DAN KERTAS Purnama Lestari; Wiwin Tyas Istikowati; Sunardi Sunardi; Dede Heri Yuli Yanto; Widya Fatiasari; Riska Surya Ningrum
Jurnal Sylva Scienteae Vol 5, No 2 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Volume 5 No 2 Edisi April 2022
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v5i2.5371

Abstract

South Kalimantan is a province with a fairly large wetland area so that the population of non-timber forest products such as sago (Metroxylon sagu Rottb.) Is widely found. Sago are found along the rivers, especially swamps. A good environment for sago growth is a muddy area, where breath roots aren’t submerged, rich in minerals and organic matter, groundwater is brown and reacts slightly acidic. Freshwater sago growth requires several substances, including potassium, phosphate, calcium and magnesium. Sago is a humid tropical lowland species, which can naturally be found on land with an altitude of up to 700masl. The best growing conditions are at an average temperature of 26°C, relative humidity at 90%, and solar radiation around 9MJ/m2/day. Sago grow well at an altitude of up to 400masl. Above 400masl, sago growth is stunted and starch levels are low. At an altitude above 600masl, the height of the sago is about 6 meters. Utilization of sago in Kalimantan is still not optimal, especially in the midrib and bark of sago palms, sago leaves mostly are only used as a substitute for rope. Sago fronds and bark are cellulose producers can be used for other purposes, however, research related to the use of sago fronds and bark hasn’t been widely carried out. Therefore, in this research, chemical content analysis, making pulp and pulp sheets will be carried out as well as physical testing of the resulting pulp sheets to see their suitability as a source of raw materials for pulp and paperKalimantan Selatan merupakan provinsi dengan luasan lahan basah yang cukup besar sehingga populasi hasil hutan bukan kayu seperti tanaman sagu (Metroxylon sagu Rottb.) banyak ditemukan. Tanaman sagu banyak ditemukan di sepanjang sungai Kalimantan terutama daerah rawa-rawa. Daerah berlumpur merupakan lingkungan yang baik untuk tanaman sagu, yang dimana tidak terendam akar napasnya, kaya akakn mineral dan bahan organik, air tanah berwarna coklat dan bereaksi agak asam. Sagu air tawar memerlukan beberapa zat yaitu potasium, fosfat, kalsium, dan magnesium. Tanaman sagu merupakan spesies tumbuhan daerah tropis yang lembab, secara alamiah dapat ditemui pada lahan dengan ketinggian hingga 700 m dpl. Pertumbuhan tanaman sagu yang baik adalah pada suhu rata-rata 26oC, kelembaban relative level 90%, dan radiasi matahari sekitar 9 MJ/m2 per hari. Sagu  juga dapat tumbuh baik dengan ketinggian hingga 400 m dpl. Lebih dari 400 m dpl pertumbuhan sagu agak terhambat karena kadar patinya rendahkadar patinya rendah. Pada ketinggian di atas 600 m dpl, tinggi tanaman sagu sekitar 6 m.  Pemanfaatan tanaman sagu di Kalimantan masih kurang optimal terutama di bagian pelepah dan kulit batang sagu, sebagian besar pelepah sagu hanya digunakan sebagai bahan pengganti tali. Pelepah dan kulit batang sagu merupakan penghasil selulosa yang bisa dimanfaatkan untuk keperluan lain, akan tetapi penelitian terkait pemanfaatan pelepah dan kulit batang sagu masih belum banyak dilakukan. Oleh karea itu, dalam penelitian ini, akan dilakukan analisis kandungan kimia, pembuatan pulp, dan lembaran pulp serta pengujian fisik lembaran pulp yang dihasilkan untuk melihat kesesuaiannya sebagai sumber bahan baku pulp dan kertas
UTILIZATION of SORGHUM BAGASSE MODIFIED WITH CITRIC ACID for Fe(III) ADSORPTION: KINETICS and ISOTHERM STUDIES Bernadeta Ayu Widyaningrum; Tamara Matilda; Riska Surya Ningrum; Dwi Ajias Pramasari
AGROINTEK Vol 16, No 4 (2022)
Publisher : Agroindustrial Technology, University of Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agrointek.v17i3.14273

Abstract

In this study, the bagasse sorghum was modified using citric acid for enhance the adsorption of Fe(III) ions. The surface morphology, surface functionality, the surface area and the pore size distribution were identified by using field emission scanning electron microscope (FESEM), Fourier transforms infrared spectroscopy (FTIR) and Brunauer and Teller (BET) and BJH method, respectively. The adsorption parameters were examined. Kinetics and isotherm were also evaluated. The kinetics models fitted well to the pseudo-second order model, indicating the adsorption mechanism of Fe(III) onto the modified bagasse sorghum (MBS) was chemisorption supported with Elovich model. For isotherm study described well by the Freundlich model (R2 = 0.941) with maximum adsorption of 45.872 mg.g-1. It was shows that the low-cost natural adsorbents MBS has potential as new promising biodegradable adsorbent for Fe(III) removal from aqueous solution