Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Akuntabilitas Dan Ekuitas Syariah Terhadap Konsep Biaya Hutang Dalam Bisnis Syariah Sukardi, Sukardi; Halim, Hasriliandi; Anwar, Desy Rahmawati
YUME : Journal of Management Vol 7, No 1 (2024)
Publisher : Pascasarjana STIE Amkop Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/yum.v7i1.6442

Abstract

Artikel ini membahas tentang bagaimana kinerja manajemen perusahaan dalam mempertanggung jawabkan laporan keuangannya bukan hanya untuk pihak pemilik,investor, karyawan dan konsumen tetapi juga pada Allah SWT,Alam, Masyarakat dan Stakeholder. Masyarakat tentu akan menilai kesehatan keuangan perusahaan saat akan menginvestasikan modalnya. Tidak ada investor yang akan menanamkan modal pada perusahaan yang memiliki sistem keuangan yang buruk. Akuntabilitas merupakan salah satu bentuk pertanggung jawaban perusaaan untuk menarik investor karena transparansi yang dimiliki dalam penyajian laporan keuangan yang tentunya sangat dibutuhkan oleh para calon investor untuk menganalisis apakah perusahaan itu dalam keadaan baik atau sebaliknya. Artikel ini akan membahas akuntabilitas dan entitas pada minat investor untuk berinvestasi dalam sebuah perusahaan, namun disini kita akan melihat dari pandangan syariah yang tentu berbeda dengan konsep akuntabilitas dan entitas secara umum. Artikel ini akan membahas perihal penanaman modal dalam islam/entitas syariah, akuntabilitas dalam islam atau lebih dikenal dengan metafora amanah, dan konsep biaya hutang dalam keuangan bisnis islam.. Kata Kunci : Akuntabilitas, Ekuitas Syariah, Biaya Hutang, Bisnis Syariah
Kepatuhan Syariah pada Hybrid Contracts dalam IMBT: Studi Analisis Fiqh dan Regulasi Modern Anwar, Desy Rahmawati; Haeriyah, H.Hamzah; Kara , H. Muslimin H.
Business and Investment Review Vol. 3 No. 1 (2025)
Publisher : CV. Lenggogeni Data Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61292/birev.166

Abstract

Hybrid contracts, as implemented in Ijarah Muntahiya bi al-Tamlik (IMBT), represent a significant innovation in Islamic finance. This article aims to analyze the Sharia compliance of hybrid contracts within IMBT through the perspectives of fiqh and modern regulations. Utilizing a qualitative approach that integrates literature review, fiqh analysis, and related regulations, the study finds that IMBT effectively combines ijarah and sale/hibah contracts. However, its implementation often faces challenges such as a lack of transparency and the potential for gharar. This study recommends strengthening regulations and enhancing Sharia supervision to ensure practices align with Islamic principles. The research provides theoretical and practical contributions to developing more inclusive and sustainable Islamic finance.
Kepercayaan Halal Dalam Konsumsi Jajanan Viral Makassar: Kajian Kualitatif Perspektif Konsumen Muslim Desy Rahmawati Anwar; Siradjuddin Siradjuddin; Abdul Wahab
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 4 No. 2: Februari 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v4i2.7646

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi kepercayaan halal dalam konsumsi jajanan viral di Makassar dari perspektif konsumen Muslim. Pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi digunakan untuk menggali pemahaman mendalam mengenai faktor-faktor yang memengaruhi persepsi halal, preferensi, dan pola konsumsi jajanan viral. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan 15 informan yang dipilih secara purposif berdasarkan pengalaman konsumsi dan kesadaran halal mereka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepercayaan halal dipengaruhi oleh kejelasan sertifikasi halal, reputasi pedagang, dan kesesuaian dengan nilai-nilai agama. Penelitian ini juga mengungkap bahwa konsumen Muslim di Makassar cenderung mengedepankan aspek spiritual dalam pengambilan keputusan konsumsi. Implikasi dari temuan ini memberikan wawasan bagi pelaku usaha kuliner untuk lebih memperhatikan aspek kehalalan dalam produk mereka guna memenuhi kebutuhan konsumen Muslim yang semakin meningkat.