Claim Missing Document
Check
Articles

PERBANDINGAN TEGANGAN KELUARAN RANGKAIAN RECTENNA SERI, PARALEL DAN SERI-PARALEL SEBAGAI PEMANEN ENERGI SINYAL WIFI 2,4 GHZ Rahmad Ghifari; Rudy Yuwono; Endah Budi Purnomowati
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daya yang dipancarkan oleh perangkat WiFi yang kita gunakan sehari-hari tidak sepenuhnya digunakan, sehingga terdapat daya yang terbuang, oleh sebab itu pemanfaatan gelombang elektro magnetik yang terbuang itu dapat digunakan sebagai sumber energi (energy harvesting). Alat yang digunakan sebagai energy harvesting adalah rectenna yang merupakan gabungan antenna dan rectifier. Antena yang digunakan adalah antena WiFi yang biasanya digunakan pada modem WiFi dengan frekuensi kerja yaitu 2.4 GHz. Rangkaian rectifier yang berfungsi sebagai pengkonversi tegangan AC menjadi DC menggunakan 4 (empat) buah diode schottky yang disusun bridge dengan kapasitor untuk mengurangi ripple. Rectenna direkayasa menjadi rangkaian seri, parallel, dan seri parallel. Pengukuran rectenna diambil dengan memberikan variasi jarak pada pemancar dan rangkaian rectenna, tegangan terbesar adalah pada jarak 100 cm didepan antenna pemancar yaitu 2.6 mV dari rangkaian seri. Tegangan terkecil yang dikonversi rectenna yaitu berada pada jarak 20 cm dengan tegangan DC sebesar 0.6 mV dari rangkaian parallel dan seri-paralel. Kata kunci: energy harvesting, WiFi, rectifier, antenna ABSTRACT Power emitted by WiFi devices that can be used daily is not used, so that available power is wasted, therefore using electro magnetic waves that can be used as an energy source (energy harvesting). The tool used as energy harvester is a rectenna which is a combination of antenna and rectifier. The antenna used is a WiFi antenna that is used in WiFi modems with a working frequency of 2.4 GHz. Rectifier circuit which functions as AC to DC voltage converter uses 4 (four) schottky diodes which are arranged bridges with capacitors to reduce ripple. Rectenna is engineered into series, parallel, and parallel series. The measurement of rectenna is taken by giving a variation of distance on the transmitter and rectenna circuit, the largest voltage at a distance of 100 cm in front of the transmitter antenna is 2.6 mV from the series circuit. Dual voltage which is a rectenna at a distance of 20 cm with a DC voltage of 0.6 mV from parallel and series-parallel circuits. Keywords: energy harvesting, WiFi, rectifier, antenna
ANALISIS NILAI LEVEL DAYA TERIMA MENGGUNAKAN MODEL WALFISCH-IKEGAMI PADA TEKNOLOGI LONG TERM EVOLUTION (LTE) FREKUENSI 1800 MHz Achmad Reza Irianto; Muhammad Fauzan Edy Purnomo; Endah Budi Purnomowati
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 2, No 6 (2014)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1374.322 KB)

Abstract

Kebutuhan akan teknologi komunikasi yang handal baik dalam penyajian kecepatan laju data maupun kualitas pelayanan semakin meningkat, datangnya teknologi Long Term Evolution (LTE) menjadi solusi untuk para konsumen yang menginginkan kecepatan dalam mengakses data , dimana LTE merupakan teknologi yang dikembangkan oleh 3rd Generation Partnership Project (3GPP).Karakteristik yang paling berpengaruh untuk menentukan performansi sebuah sistem komunikasi adalah nilai level daya terima. Pada penelitian ini penulis menggunakan model propagasi Walfisch-ikegami untuk mengetahui nilai pathloss.Jarak antara BS dan UE mempengaruhi nilai level daya terima, ketinggian gedung disekitar BS, jarak antar titik tengah gedung disekitar BS dan teknik modulasi juga berpengaruh terhadap nilai level daya terima yang dihasilkan dan secara otomatis berhubungan juga dengan nilai SNR dan BER yang dihasilkan, untuk kondisi hb>h dengan teknik modulasi 64 QAM ¾ serta parameter h=40 m, b=30 m radius BS dengan UE yang disarankan adalah < 3,97 km, untuk teknik modulasi 64 QAM 4/5 dengan parameter h=40 m, b=30 m radius BS dengan UE yang disarankan <3,44 km dan untuk teknik modulasi 64 QAM 4/5 dengan parameter h=30 m, b=500 m radius BS dengan UE yang disarankan <4,77 km. sedangkan untuk tidak disarankan untuk merancang suatu BTS mobile LTE dengan kondisi hb<h karena radius yang dapat dijangkau sangat kecil, kecuali menggunakan teknik modulasi QPSK ½ dengan parameter h= 60 m, b=500 m karena pada kondisi tersebut radius yang dijangkau bisa mencapai 5 km.Kata Kunci— Level Daya Terima, Walfisch-Ikegami, model propagsi, LTE
Estimasi Luas Coverage Area dan Jumlah Sel 3G pada Teknologi WCDMA (Wideband Code Division Multiple Access) Anindito Yusuf Wirawan; Endah Budi Purnomowati; Gaguk Asmungi
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (653.912 KB)

Abstract

Seiring dengan berkembangnya teknologi seluler yang mampu memberikan layanan berupa voice dan data (internet) tentu membutuhkan maintenance di tiap tahunnya, baik berupa perawatan alat maupun penambahan jumlah BTS. Penulisan skripsi ini bertujuan untuk memberikan estimasi luas coverage area dan jumlah sel 3G di kota Malang dari tahun 2014 sampai 2016. Berdasarkan hasil perhitungan yang dilakukan, diperoleh luas coverage area mengalami penurunan di tiap tahunnya dan berdampak pada jumlah sel di kota Malang. Dari 5 kecamatan di kota Malang, didapat penambahan 85 sel sampai tahun 2016, penambahan sel terbanyak terletak di kecamatan Klojen dengan 22 sel, sedangkan penambahan sel paling sedikit terletak di kecamatan Kedungkandang dengan 11 sel, sedangkan penurunan radius sel paling besar terletak di kecamatan Lowokwaru dengan 0,19 km dan penurunan radius sel paling kecil terletak di kecamatan Blimbing dengan 0,09 km.Kata Kunci – 3G, Coverage, Sel
ANALISIS PENGARUH KAPASITAS KANAL TERHADAP QUALITY OF SERVICE (QoS) VARIAN real TIME POLLING SERVICE (rTPS) PADA WiMAX IEEE 802.16d Elina Farihatul Ainin; Endah Budi Purnomowati; Muhammad Fauzan Edy Purnomo
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 3, No 3 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.093 KB)

Abstract

Worldwide Interoperability for Microwave Access (WiMAX) IEEE 802.16d merupakan salah satu teknologi yang mampu memberikan layanan data dengan kecepatan tinggi dan efisien. WiMAX menyediakan kapasitas kanal hingga 40 Mbps. Salah satu keunggulan WiMAX adalah menawarkan Quality of Service (QoS) berbeda. Salah satunya adalah QoS varian real Time Polling Service untuk layanan live streaming. Pada penelitian ini difokuskan untuk menganalisis pengaruh QoS pada layanan live streaming dilihat dengan tiga parameter yaitu delay, throughput, dan packet loss. Penelitian ini dilakukan dengan mengubah besar kapasitas kanal pada BS. Kapasitas kanal akan diubah di service flow. Besar kapasitas kanal pada penelitian ini terdapat 10 variasi yaitu 64 Kbps – 6000 Kbps.Hasil penelitian menunjukkan delay dengan data simulai yaitu >150 ms. data hasil simulasi sebesar 287,63 ms pada kapasitas kanal 64 Kbps, nilai tersebut tergolong kategori buruk menurut standar ITU-T G.114. Hasil simulasi untuk throughput relatif stabil dengan semakin besar kapasitas kanal maka throughput juga semakin besar. Packet loss menujukkan hasil fluktuatif dengan semakin besar kapasitas kanal maka packet loss semakin kecil. Hal ini tentunya tergolong kategori baik menurut standar TIPHON.Kata Kunci – WiMAX IEEE 802.16d, QoS, Kapasitas Kanal, Live Streaming.
Analisis Pengaruh Handover pada Mobile WIMAX untuk Layanan Live Streaming Tri Evanti Andriani; Endah Budi Purnomowati; Sapriesty Nainy Sari
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 1, No 5 (2013)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (794.953 KB)

Abstract

Mobile WIMAX merupakan salah satu teknologi Broadband Wireless Access (BWA) yang mampu memberikan layanan data dengan kecepatan tinggi dan teknologi yang efisien. Waktu yang dibutuhkan pada mekanisme handover yang terdapat pada jaringan ini dapat mempengaruhi kualitas layanan pada aplikasi realtime seperti live streaming. Performansi yang dibahas adalah performansi pengaruh handover pada mobile WIMAX untuk layanan live streaming yang meliputi parameter kapasitas kanal, bit error rate, probabilitas packet loss, delay end to end, throughput dan pengaruh delay handover terhadap throughput. Hasil analisis perhitungan pada jaringan mobile WIMAX dengan aplikasi live streaming pada proses handover, menunjukkan delay handover terbesar yaitu 2,8363 s dengan faktor utilitas 0,9 masih memenuhi standar delay ITU G.1010. Selain itu, proses handover mengakibatkan adanya penurunan nilai throughput yaitu nilai throughput pada saat proses handover sebesar 19,39 Mbps.Kata Kunci : Mobile WIMAX, handover, live streaming, delay, throughput
PERANCANGAN ANTENA PLANAR BENTUK LOGO SEGI LIMA UB SEBAGAI ANTENA TELEVISI DENGAN PENGUAT AKTIF INTERNAL DAN BERFUNGSI SEBAGAI SOUVENIR Mohamad Yasir Amri; Rudy Yuwono; Endah Budi Purnomowati
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas perancangan dan analisis performansi antena planar monopole dengan frekuensi kerja UHF dengan penguat daya internal. Antena monopole ini mempunyai bentuk segilima logo UB dan selain mempunyai performansi yang baik, antena ini mempunyai bentuk dasar logo yang dapat digunakan menjadi souvenir. Performansi antena ini akan ditingkatkan dengan melakukan optimasi, yaitu dengan mengubah dimensi rancang bangun antena, meliputi panjang sisi, jarak sisi lengkung, jarak peradiasi dengan groundplane, dan ukuran groundplane. Penelitian ini dilakukan dengan melakukan simulasi desain antena oleh perangkat lunak CST Studio Suite 2015 lalu melakukan fabrikasi dan pengukuran setelah desain yang direncanakan melalui proses simulasi telah optimal. Antena ini merupakan jenis antena planar monopole dengan menggunakan bahan aluminium dan port BNC. Hasil pengukuran antena ini menunjukkan bahwa antena mampu bekerja pada seluruh frekuensi uji yaitu 400 – 900 MHz dengan gain maksimal 16.25 dBi, dengan pola radiasi bidirectional dan polarisasi linear vertikal. Setelah dilakukan pengukuran, secara kualitatif antena planar monopole logo UB dibandingkan dengan antena yang beredar di pasar dan terbukti dengan penguat yang sama, antena ini mampu menerima siaran televisi terrestrial dengan baik dengan desain yang lebih indah dibanding dengan antena pasaran.Kata Kunci: Antena, planar, monopole, UHF, Televisi Analog
Performansi Internet Protocol Television (IPTV) pada Jaringan Long Term Evolution (LTE) dengan Mode Time Division Duplex (TDD) Dahniar Pepy Lestari; Endah Budi Purnomowati; Gaguk Asmungi
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 1, No 3 (2013)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (499.861 KB)

Abstract

IPTV dengan data real-time sangat sensitif terhadap paket yang hilang dan terlambat jika koneksi IPTV tidak begitu cepat. Maka dari itu, IPTV menggunakan Internet Protocol (IP) melewati jaringan broadband untuk pengiriman sinyal televisi digital yang mempunyai kecepatan data tinggi. Pada skripsi ini data IPTV dikirim kepada 7 user dalam kondisi diam dengan jarak antara ENodeB dengan user yang berbeda-beda. Tiap user memesan paket audio video IPTV sebesar 7807 byte. Performansi yang dibahas adalah performansi IPTV pada jaringan LTE dengan mode TDD yang meliputi parameter signal to noise ratio, kapasitas kanal, bit error rate, probabilitas packet loss, delay end to end, throughput. Hasil analisis membuktikan bahwa IPTV dapat diterapkan pada jaringan LTE mode TDD. Karena untuk performansi IPTV terburuk pada jarak dari ENodeB ke user adalah 7000 m dan pada frekuensi 2,6 GHz, nilai SNR 68,1809 dB, kapasitas kanal 452,98 Mbps, BER , probabilitas packet loss 0,1349, delay end to end 0.34 s, throughput 201,14 Mbps. Nilai pada setiap parameter itu telah memenuhi standar nilai yang ditetapkan. Kata Kunci— IPTV, LTE, TDD
RANCANG PLANT SISTEM SMART HOME DENGAN SENSOR PENDETEKSI KEBOCORAN GAS LPG Nawang Wulan Siti Nuridha; Endah Budi Purnomowati; Ali Mustofa
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol. 10 No. 4 (2022)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Along with the development of technology and the high mobility of the Indonesian population, microcomputer devices have been widely used in various aspects of daily life. There is a prototype smart home system that makes it easy for a family or individual who has high mobility and also for those who have physical limitations. In this study, the authors are interested in making an LPG gas leak detector in a smart home system. The tool in the system plant detects LPG gas using the MQ-5 sensor, Arduino UNO, DC motor, servo motor and LoRa Dragino Shield Dragino Clone. All of these tools use the Arduino IDE to process tools that are set up on the Arduino UNO. This plant tool also uses a meander-line microstrip antenna in order to expand the range of sending and receiving data to the control system. By using the MQ-5 sensor as a detector of LPG gas levels and with a LoRa communication tool which will later be processed on the Arduino Uno. This plant tool has a servo motor and a DC motor to reduce the level of LPG gas in the air around the plant system. The parameter measured is the level of LPG gas in the environment around the plant system in the form of ppm units. The MQ-5 sensor must be calibra
ANALISIS KUALITAS LAYANAN 4G LTE KAWASAN EKONOMI KHUSUS MANDALIKA MENGGUNAKAN METODE DRIVE TEST DAN ATOLL Putu Aditya Bayu Trana Suta; Endah Budi Purnomowati; Sapriesty Nainy Sari
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol. 10 No. 5 (2022)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Drive test is a measurement method that is carried out on a mobile basis to observe the quality of telecommunication network services. The drive test measurement was carried out using the GNetTrack Pro. Meanwhile, eNodeB analysis was performed using atoll software. This study aims to determine and analyze the quality of 4G LTE network services in the Mandalika Special Economic Zone, Central Lombok Regency using the RSRP and RSRQ parameters. The results of this study indicate that the RSRP value in the Mandalika Special Economic Zone which is more than -80 dBm is only 28.3%. Meanwhile, the highest value is between -95 dBm to -80 dBm, which is 47.6%. This value indicates that the transmit power of the transmitted signal is in the good category, but does not meet the very good criteria according to the KPI standard, which is above -80 dBm, the most RSRQ value in the Mandalika Special Economic Zone is between -14 dB. up to -9 dB that is equal to 65.4%. This value indicates the quality of the received signal is in the normal category. And there is no RSRQ value above -3 dB, and based on the coverage, the more eNodeB, the wider the signal coverage area, but will also allow a higher probability of interference.Keywords: Special Economic Zones, Drive Test, RSRP, RSRQ, ATOLL
DESAIN ANTENA MIKROSTRIP BINTANG 30 UNTUK ACCESS POINT PERANGKAT IOT DI ATP MALANG Ajeng Kusuma Dewi; Muhammad Fauzan Edy Purnomo; Endah Budi Purnomowati
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol. 11 No. 1 (2023)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The development of the internet is very fast with communicating freely. One of the technologies that take advantage of the internet is the Internet of Things which is the development of network communications from connected objects using the internet to exchange data into information. IoT requires wireless communication. The access point is part of wireless communication Devices that can be used as support for access points are antennas. One type of antenna is the microstrip antenna which is an antenna that has small dimensions and is flexible. Agro Techno Park (ATP) is the development of agricultural technology. Jatikerto Malang garden ATP has utilized IoT technology to help cultivate premium melon commodities, but the network infrastructure still needs to be improved. The 30-star microstrip antenna was simulated using CST Studio Suite 2019, considering several VSWR parameters spanning < 2, Gain > 3, Return Loss < -10, Efficiency > 80, and having linear polarization. Antenna implementation testing is carried out by considering the speed, range, and transmission power parameters of the antenna that has been fabricated. The test results show that the 30-star microstrip antenna has a VSWR value of 1.65, Return Loss -12 dB, Gain 4, Group Delay -2.5, Axial Ratio 40, Directivity 4, 90% efficiency, and linear polarization. The result of implementing the antenna on the transmission speed increased by 24.14% and has a range reaching a maximum distance of 72.41 meters exceeding the area of the ATP Jatikerto Malang melon garden with low power.Kata Kunci— Access Point, Antena Mikrostrip, dan Internet of Things