Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

THE LINGUISTIC LANDSCAPE OF TOURIST AREAS IN MEDAN Fathul Jannah Harahap; Mulyadi; Tasnim Lubis
Leksema: Jurnal Bahasa dan Sastra Vol. 10 No. 2 (2025)
Publisher : UIN Raden Mas Said Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/ljbs.v10i2.12761

Abstract

This study examines the linguistic landscape of tourist areas in Medan, focusing on how languages operate and function within public spaces. Tourism areas were chosen as the research context because they attract visitors from various backgrounds and often display multilingual practices. This study aims to describe the forms and functions of linguistic landscapes while also exploring the symbolic meanings conveyed through visual elements such as typography, colors, and logos. A qualitative descriptive method was applied, with data collected through observation, interview, and photographic documentation of signs in several tourist destinations, including Istana Maimoon, Masjid Raya Al-Mashun, Tjong A Fie Mansion, Museum Perkebunan I, Shri Mariamman Temple, and the Rahmat International Wildlife Museum. The findings reveal the presence of monolingual, bilingual, and multilingual signs that highlight Medan’s multicultural identity and its role as a domestic and international tourist destination. Indonesian dominates as the national language, reinforcing unity, accessibility, and loyalty to the national language, while foreign languages such as English, Tamil, and Mandarin expand communicative reach. Latin, used in the Rahmat International Wildlife Museum, serves as a scientific language for naming species, emphasizing its educational and academic role. Symbolic functions are conveyed through colors, typography, and logos that embody religious, cultural, and ecological values. Informational functions are realized in name signs, directional signs, informational signs and prohibition signs that guide and regulate visitor behavior. The linguistic landscape of Medan’s tourist areas serves not only as a means of public communication but also as a reflection of cultural heritage, social values, and urban identity.
Struktur Klausa Relatif dalam Bahasa Perancis dan Bahasa Indonesia: Kajian Linguistik Tipologi Shafira Alifa; Mulyadi
Lingua Litteria Journal Vol. 13 No. 1 (2026): Mai 2026
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/lel.v13i1.27442

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan struktur klausa relatif dalam bahasa Prancis dan bahasa Indonesia dengan analisis kontrastif. Pendekatan ini digunakan untuk mengidentifikasi perbedaan dalam penggunaan struktur klausa relatif antara kedua bahasa. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan analisis kontrastif, yang memungkinkan peneliti untuk menggambarkan dan menganalisis klausa relatif dalam kedua bahasa. Sumber data penelitian berupa kalimat-kalimat yang mengandung klausa relatif dalam bahasa Prancis dan bahasa Indonesia. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi dan pencatatan langsung terhadap kalimat-kalimat yang relevan. Hasil analisis menunjukkan bahwa meskipun kedua bahasa memiliki tujuan yang sama dalam penggunaan klausa relatif untuk memberikan informasi tambahan mengenai nomina, terdapat perbedaan signifikan dalam struktur dan penggunaan pronomina relatif. Bahasa Prancis menggunakan pronomina relatif yang bervariasi bentuknya, tergantung pada jenis kelamin, jumlah, dan fungsi dalam kalimat, seperti qui, que, dont, dan où. Sebaliknya, dalam bahasa Indonesia, klausa relatif hanya menggunakan kata yang sebagai penghubung tanpa adanya fleksi yang menyesuaikan jenis kelamin, jumlah, atau fungsi. Oleh karena itu, struktur klausa relatif dalam bahasa Indonesia lebih sederhana dibandingkan dengan bahasa Prancis. Meskipun demikian, kedua bahasa mengikuti pola post-nominal dalam penempatan klausa relatif setelah nomina yang dijelaskan. Penelitian ini memberikan wawasan mengenai perbedaan sintaksis yang signifikan antara kedua bahasa dalam penggunaan klausa relatif.