Awaludin Jamil
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pendidikan Multikulturalisme Era Kebangkitan Dunia Barat dan Kelahiran Modernitas Awaludin Jamil; Maskuri Maskuri
Jurnal Pendidikan : Riset dan Konseptual Vol 8 No 1 (2024): Volume 8, Nomor 1, 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/riset_konseptual.v8i1.957

Abstract

Artikel ini memberikan gambaran dasar mengenai kontroversi seputar multikulturalisme dan berbagai elemennya, tanpa menggali secara spesifik, untuk menggambarkan konteks masyarakat yang memunculkan pendidikan multikultural. Untuk mempromosikan wacana, tipologi pemahaman antarbudaya dikategorikan menjadi tiga bidang, yaitu deskriptif, normatif, dan raktik. Tujuan dari pembahasan ini yaitu untuk menyajikan pendidikan multikulturalisme era kebangkitan dunia barat dan kelahiran modernitas. Hasil dari kajian diklasifikasikan menjadi tiga bidang multikulturalisme. Tipologi pemahaman antarbudaya diklasifikasikan menjadi tiga bagian, yaitu multikulturalisme deskriptif, multikulturalisme normatif, dan multikulturalisme dalam praktiknya.
PENGUATAN GENERASI MODERAT SISWA SMAN SUTOJAYAN DAN SMAN 4 KOTA BLITAR Nanang Zamroji; Umi Nahdiyah; Adi Tri Atmaja; Fathul Niam; Awaludin Jamil; Ana Safitri; Chairumin Alfin; Redhitya wempi Ansori; Agus Yulianto; Zainal Rosyadi; Siti Uswatun Kasanah; Khoirul Wafa
Jurnal Padamu Negeri Vol. 2 No. 2 (2025): April : Jurnal Padamu Negeri (JPN)
Publisher : CV. Denasya Smart Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69714/pt31jf26

Abstract

Indonesia is a country characterized by a diversity of religions and beliefs. All elements of society are needed to achieve a harmonious life. Intolerant and extreme behavior not only targets the general public in the real and virtual worlds, but has now spread to educational institutions. Activities such as halaqah (Islamic religious gatherings) and other closed religious studies that are not accompanied by a moderate understanding of religious teachers can encourage the emergence of exclusivist, exploitative, and intolerant attitudes in educational institutions. Strengthening moderate attitudes must be carried out in a structured manner in various aspects of community life, including educational institutions, because they play a strategic role in fostering moderate understanding and can even serve as laboratories for religious moderation. If the strengthening of moderate attitudes in educational institutions is not optimized, they will certainly become easy targets for the infiltration of splinter and intolerant ideologies. Therefore, educational institutions are a highly effective medium for strengthening the character of students who are broad-minded, open, and tolerant in the dynamics of life as a diverse nation and state.