Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Jurnal Pendidikan

Tahapan Pernikahan Masyarakat Di Kecamatan Donggo Kabupaten Bima darwis darwis
PEDAGOGOS : Jurnal Pendidikan Vol 1 No 1 (2019): PEDAGOGOS : JURNAL PENDIDIKAN
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/gg.v1i1.104

Abstract

Indonesia sebagai salah satu negara yang memiliki kekayaan budaya yang beragam. Kekayaan tersebut tercermin dari pelaksanaan pernikahan. Kecamatan Donggo sebagai bagian dari Kabupaten Bima memiliki tahapan pernikahan yang beberapa hal berbeda dengan Kecamatan yang lain. Penelitian ini bertujuan untuk mencari tahu tentang sistem pelaksanaan pernikahan masyarakat Kecamatan Donggo. Adapun pendekatan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Waktu yang digunakan selama empat bulan. Tempat penelitian Kecamatan Donggo Kabupaten Bima, dengan subjek penelitian masyarakat Kecamatan Donggo yang mengetahui tentang tahapan pernikahan. Data dan sumber data berasal dari data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis: reduksi data, display data dan kesimpulan. Adapun hasil penelitian pelaksanaan pernikahan masyarakat Donggo meliputi dua tahapan. Pertama, pra pelaksanaan pernikahan Cepe kaneve, sodi ntaru, Wi’i ngahi, nge’e nuru, Cempe rima, rawi mbaju, mbolo weki, wa’a co’i, teka ra ne’e, kapanca, akad, dan jambuta. Tahapan-tahapan tersebut menentukan terlaksananya adat dalam pelaksanaan pernikahan masyarakat Donggo. Kemudian di lanjutkan dengan tahap kedua yaitu kegiatan adat pasca pelaksanaan pernikahan yaitu mboho oi mbaru, tio rana ngaha sahe bura dan tio rana atau Cama sebagai cara untuk menguji sikap baik, patuh seorang menantu kepada mertua. Adapun adat pernikahan dengan sistem londo Iha, dan kempa angi adalah pilihan yang diambil oleh pihak laki-laki atau perempuan jika diantara keluarga tidak menyetujui pernikahan mereka.
NILAI–NILAI MORAL NILAI–NILAI MORAL YANG TERKANDUNG DALAM SASTRA DAERAH BIMA ( Studi tentang Akar Budaya Masyarakat Dana Mbojo ) darwis darwis
PEDAGOGOS : Jurnal Pendidikan Vol 1 No 1 (2019): PEDAGOGOS : JURNAL PENDIDIKAN
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/gg.v1i1.105

Abstract

Upaya untuk memahami alam pikiran masyarakat terdahulu memberi kemudahan untuk mengenal dan mengetahui aspek-aspek yang mempengaruhi tatanan kehidupan masyarakat yang bersangkutan melalui penelusuran nilai-nilai moral yang terkandung dalam sastra daerah yang oleh leluhur menghimpunnya dalam satu moto yang sangat tinggi nilai moral dan filosofisnya yaitu moto “maja labo dahu”.Jenis penelitian ini adalah penelitian sederhana dengan pendekatan kualitatif dan menggunakan analisis deskriptif kualitatif,pelaksanaan penelitian januari s/d maret 1996. Teknik pengumpulan data menggunakan metode pencatatan dokumen dan wawancara.Ruang lingkup penelitian terbatas pada pengungkapan nilai-nilai moral yang terkandung dalam satra daerah Bima khususnya pada aspek pendidikan, aspek spiritual agama, aspek perjuangan, aspek adat istiadat maupun aspek percintaan. Fokus penelian adalah seberapa jauh yang dapat diamati aspek moral yang terkandung dalam sastra daerah Bima Kesimpulan bahwa Pengungkapan sastra daerah dalam bentuk puisi menyentuh aspek pendidikan, spiritual keagamaan,perjuangan,adat istiadat maupun percintaan.Nilai-nilai moral yang terkandung dalam sastra daerah Bima yang berfungsi sebagai pesan moral dalam pembentukan sikap mental dan prilaku masyarakat dan kehadiran sastra daerah berarti memberi sumbangan bagi keaneka ragaman seni dan budayaa Indonesia.
Peran Kepemimpinan Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan di SMA . Syaifullah; . Darwis; . Tahir
PEDAGOGOS : Jurnal Pendidikan Vol 3 No 2 (2021): Pedagogos : Jurnal Pendidikan
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/gg.v3i2.538

Abstract

Kepala sekolah adalah guru yang diberi tugas tambahan tentunya berada lini terdepan senantiasa meningkatkan pembelajaran yang bermutu di sekolah. Kepala sekolah diangkat untuk menduduki jabatan dan bertanggung jawab untuk mengkoordinasikan upaya bersama dalam mencapai tujuan pendidikan pada level sekolah. Kunci utama dalam peningkata mutu pendidikan adalah komitmen bersama dan siap melakukan perubahan. Semua pihak, baik guru dan staf sekolah telah memiliki komitmen tersebut, pimpinan dapat dengan mudah mendorong mereka menemukan cara baru untuk memperbaiki efisiensi, produktivitas dan kualitas layanan pendidikan. Kepala Sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan; 1) membantu para guru memahami, memilih, dan merumuskan tujuan pendidikan yang akan dicapai; 2) menggerakkan para guru, para karyawan, para siswa, dan anggota masyarakat untuk mensukseskan program-program pendidikan di sekolah; 3) menciptakan sekolah sebagai lingkungan kerja yang harmonis, sehat, dinamis, nyaman. sehingga segenap anggota dapat bekerja dengan penuh produktivitas dan memperoleh kepuasan kerja yang tinggi.