Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

ANALISIS KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL SPLDV PADA PEMBELAJARAN DARING Vuni Apriyani; Rahma Faelasofi; Siti Rahayu; Rahman Cahyadi
EMTEKA: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 3 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/emteka.v3i2.1346

Abstract

ABSTRAK Pemerintah mengeluarkan kebijakan untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 dengan merubah pelaksanaan kegiatan belajar secara tatap muka menjadi pembelajaran jarak jauhuntuk semua jenjang pendidikan agar peserta didik tetap dapat belajar meskipun tidak di sekolah. Meskipun proses pembelajaran matematika dilakukan secara daring, tetapi tetap harus memperhatikan tujuan pembelajaran matematika salah satunya adalah kemampuan pemecahan masalah. Hasil belajar matematika peserta didik kelas VIII semester ganjil tahun ajaran 2019/2020 pada materi pokok sistem persamaan linier dua variabel (SPLDV) tergolong masih rendah, salah satu kendala yang dialami siswa pada materi tersebut yaitu ketika siswa diahadapkan pada soal cerita, siswa tidak mampu memecahkan masalah pada soal sehingga siswa mendapat banyak kesalahan saat menyelesaiakannya.Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui kemampuan pemecahan masalah matematika siswa pada pembelajaran daring. Metode penelitian yang digunakan adalah Deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP N 4 Gadingrejo yang berjumlah 24 siswa. Instrumen yang digunakan adalah soal tes uraian dan pedoman wawancara. Hasil penelitian menunjukan kemampuan pemecahan masalah pada siswa dalam menyelesaikan soal SPLDV pada pembelajaran daring adalah memahami masalah (63%), merancang cara penyelesaian (48,90%), melaksanakan rencana (44,18%), dan menafsirkan hasil (35,00%). Rendahnya kemampuan pemecahan masalah yang paling dominan dilakukan oleh siswa adalah pada tahap menafsirkan hasil. Kata Kunci: Kemampuan Pemecahan Masalah; Pembelajaran Daring. ABSTRACT The government issued a policy to anticipate the spread of Covid-19 by changing the implementation of face-to-face learning activities into distance learning for all levels of education so that students can still learn even though they are not in school. Although the process of learning mathematics is carried out online, one must pay attention to the objectives of learning mathematics, one of which is problem solving ability. The mathematics learning outcomes of class VIII students in the odd semester of the 2019/2020 school year on the subject matter of the two-variable linear equation system (SPLDV) are still relatively low, one of the obstacles experienced by students in the material is that when students are faced with story problems, students are unable to solve problem on the question so that students get a lot of mistakes when solving it. The purpose of this study was to determine students' mathematical problem solving abilities in online learning. The research method used is descriptive. The subjects in this study were class VIII students of SMP N 4 Gadingrejo, totaling 24 students. The instrument used is a test description and interview guidelines. The results showed that students' problem-solving abilities in solving SPLDV questions in online learning were understanding the problem (63%), designing solutions (48.90%), implementing plans (44.18%), and interpreting the results (35.00% ). The low problem solving ability that is most dominantly carried out by students is at the stage of interpreting the results. Keywords: Problem Solving Ability; Online Learning.
ADAPTASI TEKNOLOGI MELALUI PENYUSUNAN E-MODUL DENGAN MENGGUNAKAN FLIP PDF CORPORATE EDITION Siti Khoiriyah; Siti Rahayu; Rahman Cahyadi; Ana Istiani; Ira Andelisa; Nur Mutoharoh
Bagimu Negeri Vol 6, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52657/bagimunegeri.v6i2.1867

Abstract

E-modul menjadi salah satu trend perkembangan teknologi pendidikan yang sampai saat ini kemajuannya sangat pesat. Pesatnya perkembangan teknologi ini menuntut guru untuk terus beradaptasi. Begitu juga dengan guru MA dan MTs Airbakoman memiliki tantangan besar dalam beradaptasi dengan berbagai perkembangan teknologi. Oleh sebab itu, guru MA dan MTs Airbakoman membutuhkan bantuan dalam mempelajari dan menerapkan teknologi penyusunan e-modul. Hal ini dapat dilalui jika guru diberikan pendampingan penyusunan e-modul dengan menggunakan flip pdf corporate edition. Pendampingan dilakukan melalui 3 tahapan yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Persiapan dilakukan untuk penyusunan modul bagi guru sehingga memudahkan guru belajar secara mandiri pada saat pendampingan. Terlihat bahwa guru sangat termotivasi, dan terampil menjalankan aplikasi pada saat proses penyusunan e-modul. Guru juga dapat menyusun e-modul mandiri dengan menggunakan panduan. Capaian dalam pendampingan ini yaitu guru dapat menghasilkan e-modul yang dapat digunakan oleh siswa untuk belajar pada setiap mata pelajaran. Hasil evaluasi terhadap kegiatan pendampingan menunjukkan bahwa guru membutuhkan aktualisasi pengetahuan secara konsisten dan berkelanjutan untuk meningkatkan literasi dan keterampilan berdigital dalam proses pembelajaran.
PENGGUNAAN WORDWALL DALAM MODEL PROBLEM BASED LEARNING PADA MATERI FAKTORISASI PRIMA Sri Retno Handayani; Naning Sutriningsih; Rahman Cahyadi; Binti Anisaul Khasanah
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v6i2.10302

Abstract

Mathematics learning outcomes at the SMP level, especially prime factorization, show low achievement levels. According to preliminary data, most students did not meet the KKM. Therefore, more creative teaching models and materials are needed. One possible learning option is the use of Wordwall within the PBL model. The purpose of this study is to determine how students’ mathematics learning outcomes differ when they learn using Wordwall in a PBL model and when they learn without using Wordwall in a PBL model. All seventh-graders at SMP Negeri 2 Gadingrejo who started school in the 2025–2026 academic year participated in this study. Class VII E served as the control group and Class VII B as the experimental group using a cluster random sampling technique. Data was collected through learning outcome tests and analysed using an independent t-test at a significance level of 0.05. The research findings indicate that there is a difference in the average mathematics learning outcomes between PBL instruction utilizing Wordwall and PBL instruction not utilizing Wordwall. The average mathematics achievement of students who participated in PBL using Wordwall was found to be higher than that of students in PBL without Wordwall. According to the study's findings, the experimental class's learning achievement rate was 65.63%, which was considerably greater than the control group's 28.13%. Therefore, it can be said that using Wordwall in PBL improves math learning outcomes. ABSTRAK Hasil belajar matematika di tingkat SMP, terutama materi faktorisasi prima, menunjukkan tingkat pencapaian yang rendah. Data awal menunjukkan bahwa sebagian besar siswa tidak mencapai KKM. Maka dibutuhkan media dan model pembelajaran yang lebih kreatif. Salah satu opsi pembelajaran yang bisa diterapkan adalah penggunaan media Wordwall dalam model PBL. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana hasil dari pembelajaran matematika berbeda ketika mereka belajar menggunakan media Wordwall dalam model PBL dan ketika mereka belajar tanpa menggunakan media Wordwall dalam model PBL. Populasi seluruh siswa kelas VII di SMP Negeri 2 Gadingrejo yang memulai tahun ajaran 2025–2026 turut serta dalam penelitian ini. Dengan menggunakan teknik pengambilan cluster random sampling, Kelas VII B ditetapkan sebagai kelas eksperimen dan Kelas VII E sebagai kelas kontrol. Data dikumpulkan melalui tes hasil belajar, yang kemudian dianalisis pada tingkat signifikansi 0,05 menggunakan uji-t independen. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hasil belajar siswa rata-rata berbeda antara pembelajaran model PBL yang memanfaatkan media Wordwall dan pembelajaran model PBL yang tidak memanfaatkan Wordwall. Rata-rata hasil belajar matematika yang mengikuti pembelajaran yang menggunakan Wordwall dalam PBL terbukti lebih tinggi dibandingkan pembelajaran tanpa Wordwall dalam PBL. Berdasarkan hasil penelitian, tingkat ketuntasan belajar siswa kelas eksperimen mencapai 65,63%, dan angka tersebut terbukti secara substansial lebih besar daripada kelas kontrol yang hanya mencapai 28,13%. Karena itu, kesimpulan yang di dapat ialah penerapan media Wordwall dalam PBL memberikan dampak yang lebih optimal terhadap hasil belajar matematika.