Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Dampak Krisis COVID-19 Terhadap Kinerja Sektor Usaha Tanaman Hias Anggrek Rinaldi Sjahril; Asmi Citra Malina; Katriani Mantja; Feranita Haring
Jurnal Aplikasi dan Inovasi Iptek Vol 3 No 2 (2022): Jurnal Aplikasi dan Inovasi Iptek No. 3 Vol. 2 April, 2022
Publisher : Denpasar Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52232/jasintek.v3i2.78

Abstract

Pandemi Covid-19 melanda seluruh dunia termasuk Indonesia yang berdampak terhadap perindustrian dan UMKM. Pandemi Covid-19 selain berdampak negative bagi beberapa bidang usaha seperti pariwisata, penerbangan, perhotelan, dan lain-lain, disisi lain berdampak positif bagi beberapa usaha salah satunya usaha di bidang tanaman hias khususnya anggrek. Tujuan survey ke berbagai daerah antara lain Kabupaten Pinrang, Sidrap, Enrekang, Tana Toraja, Toraja Utara, Soppeng, Gowa, dan beberapa kabupaten di Sulawesi Barat seperti Kabupaten Polewali Mandar, Majene, dan Mamasa adalah untuk melihat prospek bisnis tanaman hias khususnya anggrek di tengah pandemic Covid-19 sehingga bisa menjalin kemitraan dalam penyediaan bibit, pelatihan bisnis dan budidaya anggrek. Hasil yang diperoleh adalah rata-rata omset pengusaha meningkat yaitu sebesar 86%, namun ada yang stagnan dan menurun masing-masing sebesar 7%. Omset tertinggi mencapai 233% dimana penjualan meningkat sampai tiga kali lipat dari kondisi normal sebelum pandemic. Minat para pengusaha anggrek didominasi pada jenis anggrek hibrid yaitu sebesar 47%, 20% anggrek lokal, dan 33% jenis anggrek local dan hybrid. Jumlah pengusaha anggrek antara dua provinsi yang diperoleh lebih besar pengusaha anggrek di Sulawesi Selatan dibandingkan dengan Sulawesi Barat. Hasil akhir survey adalah para pengusaha berharap terbentuknya kemitraan antara pengusaha dengan Universitas serta adanya pusat perbenihan anggrek yang bisa memenuhi permintaan konsumen anggrek di Sulawesi
The Effect of BAP Concentration on In-Vitro Mutant Taro Regeneration N. Nasaruddin; Feranita Haring; Nuriyah Magfiratul Fara Ramadhani; Salsabila Alisyah; M. Mukminati; A.Chamsitasari Zulfikarahmi A. Jamil; Shelfina Indrayanti
Agrotech Journal Vol 7, No 2 (2022): Agrotech Journal
Publisher : Universitas Sembilanbelas November Kolaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31327/atj.v7i2.1873

Abstract

Plant regeneration through invitro culture is strongly influenced by the use of growth regulators. BAP is a class of cytokinins that affect cell division which is very well used to stimulate plant growth. The aim of the study was to determine the effect of BAP concentration on the regeneration of various in vitro mutant taro. The study was carried out at the Plant Tissue Culture Laboratory,  Faculty of Agriculture, Hasanuddin University, Makassar. The method used was factorial completely randomized design with 2 factors as the environmental design. The first factor was the BAP concentrations of 0.0 mg/L, 1.0 mg/L, 1.5 mg/L, 2.0 mg/L and 2.5 mg/L. The second factor was mutant plants consisting of control plants (diploid), mutant 1 (Putative-Tetraploid), mutant 2 (Mixoploid), mutant 3 (Mixoploid), and mutant 4 (Putative-Tetraploid). The results showed that the best regeneration was obtained by BAP concentration of 0 mg/L with control plants on the parameters of root length (2.41 cm), number of roots (11.66 pieces) and plantlet formation rate (13 days). The BAP concentration of 1 mg/L was shown by mutant plant 1 on the parameters of the number of shoots (26 pieces) and number of leaves (16 pieces). BAP concentration of 0 mg/L in mutant 4 had a shoot height of 1.83 cm. The results of ploidy flow cytometry analysis of mutant plants with Putative-Tetraploid parental traits after regeneration resulted in detectable diploid chromosomes that were different from the parent types in all BAP concentration treatments 
EDUKASI TEKNOLOGI PERMAKULTUR DAN PEMANFAATAN BENIH BERMUTU DI DESA PAMBOBORANG KECAMATAN BANGGAE KABUPATEN MAJENE Feranita Haring; Muh. Riadi; Ifayanti Ridwan; Nurfaida Nurfaida; Yunus Musa; Rafiuddin Rafiuddin; Nurlina Kasim; Syatrianty A. Syaiful; Asmiaty Sahur; Tigin Dariati; Hari Iswoyo
Jurnal Dinamika Pengabdian Vol. 11 No. 1 (2025): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 11 NO. 1 OKTOBER 2025
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v11i1.45574

Abstract

Sebuah kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan untuk meningkatkan pengetahuan petani terhadap teknologi budidaya permakultur dan penggunaan benih bermutu dalam mendukung peningkatan produksi tanaman. Mitra pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah Kelompok Tani Sandang dan Kelompok Tani Bukit Soe Desa Pamboborang. Metode yang digunakan adalah ceramah dalam bentuk penyuluhan kepada mitra petani. Penyuluhan dilaksanakan pada hari Sabtu, tanggal 11 Januari 2025 di Desa Pamboborang, Kecamatan Banggae, Kabupaten Majene dengan materi terkait teknologi permakultur dan pengenalan karakter dan peran serta manfaat benih bermutu dalam budidaya tanaman pangan dan hortikultura. Penyuluhan yang dilaksanakan mendapatkan respon yang positif dari kelompok tani mitra dan memberikan manfaat berupa peningkatan pengetahuan tentang teknologi budidaya permakultur yang meliputi implementasi budidaya tanaman di pekarangan dengan cara yang ramah lingkungan. Selain itu, terjadi peningkatan pengetahuan mitra tentang pentingnya menggunakan benih bermutu dari varietas unggul untuk mengoptimalkan produksi tanaman di lahan pertanian baik dalam skala rumah tangga di pekarangan untuk para petani wanita maupun dalam skala yang lebih besar di kebun.    Kata kunci: Benih bermutu, penyuluhan, permakultur, ramah lingkungan. ABSTRACT A community service activity was carried out to increase farmers' knowledge of permaculture cultivation technology and the use of high-quality seeds to support increased crop production. The partners in this community service activity were the Sandang Farmer Group and the Bukit Soe Farmer Group. The method used was a lecture in the form of an extension program for the farmer partners. The extension activities were held on Saturday, January 11, 2025, in Pamboborang Village, Banggae Sub-district, Majene District, covering topics related to permaculture technology and an introduction to the characteristics, roles, and benefits of high-quality seeds in the cultivation of food crops and horticultural plants. The extension activities received a positive response from the farmer groups. They provided benefits in the form of increased knowledge about permaculture cultivation technology, including the implementation of crop cultivation in backyard gardens using environmentally friendly methods. Additionally, the partners gained knowledge about the importance of using high-quality seeds from superior varieties to optimize crop production on agricultural land, both on a household scale in backyard gardens for female farmers and on a larger scale in orchards. Keywords: Permaculture, environmentally friendly, high-quality seeds, extension.