Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Penerapan Nilai Konservasi Tinggi (NKT) pada Perkebunan Kelapa Sawit di Provinsi Riau Nurjannah, Siti; Masyithoh, Galuh; Sunkar, Arzyana; Zuhud, Ervizal
Jurnal Forest Island Vol 2 No 1 (2024): Journal Forest Island, Januari 2024
Publisher : Prodi Kehutanan Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/foris.v2i1.147

Abstract

Perkebunan kelapa sawit menjadi komoditas unggulan di Indonesia. Hal ini menghasilkan luasan perkebunan kelapa sawit semakin meningkat. Perkebunan kelapa sawit di Indonesia diwajibkan melakukan sertifikasi ISPO dan RSPO untuk pembangunan perkebunan kelapa sawit secara berkelanjutan. Salah satu prinsip yang harus dilakukan yaitu pengelolaan lingkungan hidup, sumberdaya alam, dan keanekaragaman hayati pada kawasan lindung atau areal konservasi tinggi (NKT). NKT merupakan salah satu instrument penilaian sertifikasi ISPO maupun RSPO. Tujuan penelitian yaitu untuk menganalisis penerapan NKT dalam perkebunan kelapa sawit. Penelitian dilakukan pada 7 perusahaan kelapa sawit Provinsi Riau dengan metode wawancara terpadu, analisis dokumen, dan melihat langsung di lapangan dengan melakukan inventarisasi potensi NKT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tahun 2016, 6 dari 7 perusahaan telah melakukan kajian NKT, sedangkan satu diantaranya dilakukan penilaian NKT pada tahun 2017. Jenis NKT yang ditemukan yaitu NKT 1.2, NKT 1.3, NKT 4.1, NKT 4.2, NKT 4.3, NKT 5, dan NKT 6. Hasil pengamatan di lapangan sudah terdapat papan informasi pada beberapa NKT dan pengayaan jenis tumbuhan. Jenis NKT pada dokumen dan inventarisasi di lapangan menunjukkan hasil yang hampir sepadan. Hasil inventarisasi mamalia dan burung terdapat perbedaan karena pengambilan data pada tahun yang berbeda. Terdapat beberapa NKT 4 (sempadan sungai) masih ditanami kelapa sawit. Pengelolaan yang dilakukan pada areal sempadan sungai yaitu tidak dilakukan penanaman kembali kelapa sawit, pengayaan jenis tumbuhan lokal, dan tidak menggunakan pupuk kimia.
Pembentukan Kelompok Usaha Perhutanan Sosial di Desa Banyurip, Sragen Pertiwi, Yus Andhini Bhekti; Agustina, Ana; Wicaksono, Rezky Lasekti; Masyithoh, Galuh; Rahmadwiati, Rissa; Murhofiq, Sigit
Agrokreatif: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 3 (2025): Agrokreatif Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrokreatif.11.3.559-567

Abstract

Social Forestry is part of community empowerment, aimed at communities living in and around forests. Banyurip Village is one of the inclave villages in the Perum Perhutani KPH Surakarta teak production forest area with a high poverty rate. The Banyurip Village community has joined the Banyurip Lestari Forest Village Community Institution (LMDH Banyurip Lestari). However, LMDH Banyurip Lestari has not yet been able to play an optimal role as expected. Therefore, so cooperation between various parties is needed as an effort to empower the community, especially women, by increasing the capacity of business institutions and/or entrepreneurship through the formation of Social Forestry Business Groups (KUPS) managed by woman. Activities carried out include technical guidance on the formation of KUPS, assistance in the preparation of AD/ART and preparation of group administration. The KUPS formed is called KUPS Kembang Pilang. KUPS Kembang Pilang is led by a chairman who is assisted by a secretary, treasurer, institutional management section, area management section, and business management section. When it was founded, KUPS Kembang Pilang consisted of 26 women domiciled in Banyurip Village. In the present community services program, the articles of association (AD/ART) of KUPS Kembang Pilang was composed. KUPS Kembang Pilang members known their rights and obligations to conduct sustainable forest management towards an economically independent village.
Label Produk Sebagai Identitas UMKM Pada KTH Sari Bunga Giyanti, Windusari, Jawa Tengah Nayasilana, Ike Nurjuita; Agustina, Ana; Rahmadwiati, Rissa; Masyithoh, Galuh; Pertiwi, Yus Andhini Bhekti; Wicaksono, Rezky Lasekti
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 8 No 4 (2025): Oktober-Desember 2025
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v8i4.14275

Abstract

Kelompok Tani Hutan (KTH) Sari Bunga Giyanti memiliki berbagai produk unggulan diantaranya Madu. Produk Usaha Mikro dan Menengah (UMKM) KTH ini belum memiliki identitas yang menjadi pembeda dari produk lainnya. Identitas seperti label menjadi bagian penting dalam mengenalkan produknya ke dalam dunia pasar. Label produk membantu pelanggan memahami spesifikasi dan kualitas produk yang ditawarkan, sehingga pelanggan dapat memberikan keputusan saat membeli. Selain itu identitas label juga sebagai citra diri dari UMKM KTH Sari Bunga Giyanti nantinya. Untuk itu, kegiatan penyuluhan pembuatan label produk UMKM KTH Sari Bunga Giyanti di Desa Genito, Windusari, Magelang penting dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran para pelaku UMKM tentang identitas diri melalui label produk sehingga produk dapat dikenal di dunia pasar. Kegiatan Penyuluhan label dan pendampingan pentingnya identitas produk UMKM dilakukan pada bulan Juni hingga Oktober 2025. Pelaku UMKM yang juga termasuk anggota KTH Sari Bunga Giyanti beranggotakan 35 orang. Pengabdian difasilitasi oleh penyuluh lapangan dari Cabang Dinas Kehutanan wilayah IX Jawa Tengah dan aparatur daerah/pemerintah Desa Genito. Hasil menunjukkan bahwa kegiatan penyuluhan dapat membantu para pelaku UMKM untuk meningkatkan usahanya dan memperkuat informasi produk yang mereka tawarkan. Kegiatan tersebut berhasil meningkatkan pengetahuan dan minat para pelaku UMKM KTH Sari Bunga Giyanti, Desa Genito, Windusari, Magelang dalam pembuatan label produk. Kegiatan ini penting agar para pelaku UMKM dapat terus berkembang dan memperluas pasar produk yang mereka tawarkan dan terjamin kualitasnya.
Analysis of Suitability and Carrying Capacity for Ecotourism Purposes in the Sepanjang Beach Tourism Area Clara Ammelia Sucahyo; Supriyadi; Rezky Lasekti Wicaksono; Galuh Masyithoh
International Journal of Marine Engineering Innovation and Research Vol. 10 No. 2 (2025)
Publisher : Department of Marine Engineering, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25481479.v10i2.6392

Abstract

Sepanjang Beach offers a broad, long stretch of sand with a small quantity of coral and limestone hills that have turned into cliffs. Through its natural scenery, visitors become interested in visiting Sepanjang Beach. The purpose of the study was to analyze the level of suitability of tourism for sustainability. Meanwhile, research related to the area's carrying capacity was carried out to determine the ability of natural resources to maintain their function and quality to provide the recreational experience visitors want. For the sake of ecosystem availability, it is necessary to apply ecotourism principles to provide behavioral limits for humans as tourism actors to carry out recreational activities without reducing tourist satisfaction. The tourism suitability data collection technique uses 11 parameters: beach type; beach width; water depth; water bottom materials; beach slope; current speed; the brightness of the waters; closure of coastal land; dangerous biota; and availability of fresh water. While the carrying capacity of the area is calculated by calculating the economic level of the community around the tourist area, community contribution, visitor activities, the size of the area that visitors can use, length of visit, and the length of time the tourist area is open in one day. The results of the tourist suitability analysis at station 1 were 2.32, station 2 was 2.32, and station 3 was 2.2. The results show the area's carrying capacity is 240 people/day for fishing activities and 744 people/day for visitor recreation activities.
Pendampingan Tanaman Kopi Arabika secara Agroforestri di Desa Tokawi, Kecamatan Nawangan, Kabupaten Pacitan Darsowiyono, Supriyadi; Purwanto, Purwanto; Hartati, Sri; Nufus, Malihatun; Masyithoh, Galuh; Aryani, Widya
PRIMA: Journal of Community Empowering and Services Vol 7, No 2 (2023): December
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/prima.v7i2.71927

Abstract

Pengoptimalan potensi sumber daya lahan di Kabupaten Pacitan sangat penting dilakukan untuk pengembangan kawasan pertanian. Salah satu pengembangan kawasan pertanian yang dapat dilakukan yaitu pengembangan perkebunan kopi berbasis agroforestri. Pengembangan kawasan pertanian merupakan suatu kegiatan yang kompleks dan perlu memerhatikan berbagai aspek kelestarian lingkungan dan kesesuaian serta daya dukung lahannya. Tujuan pengabdian adalah untuk mengevaluasi kesesuaian lahan dan memberikan rekomendasi pengelolaan tanaman kopi arabika di Desa Tokawi, Kecamatan Nawangan, Kabupaten Pacitan. Kegiatan dilaksanakan pada bulan Maret – Oktober 2021 di Desa Tokawi, Kecamatan Nawangan, Kabupaten Pacitan. Metode pendekatan yang digunakan adalah community-based. Hasil kegiatan pendampingan menunjukkan bahwa pengembangan kopi arabika di Desa Tokawi, telah sesuai peruntukkannya hanya saja kendala peningkatan produksi seperti suhu yang belum sesuai, ketersediaan air, dan ketersediaan hara harus diperhatikan. Untuk mengatasi persoalan yang ada maka perbaikan harus didasarkan pada faktor penghambat pertumbuhan tanaman seperti ketersediaan air dan hara. Beberapa unit lahan telah mengalami peningkatan kelas kesesuaian lahan (kesesuaian lahan potensial) setelah ada input teknologi perbaikan yaitu pembuatan drainase, penambahan bahan organik, pengapuran, pemupukan N, pemupukan batuan fosfat, pemupukan K, dan pembuatan teras.