Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Simpang Kiri Desa Belegen Mulia Kota Subulussalam Tahun 2021 Risa Juliandara; Basri Aramico; Ramadhaniah Ramadhaniah
Journal of Health and Medical Science Volume 2 Nomor 3 Juli 2023
Publisher : CV. Pusdikra Mitra Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/jhms.v1i1.813

Abstract

Stunting adalah salah satu masalah kesehatan yang dialami oleh balita di seluruh dunia ini. Pada tahun 2017, sekitar 22,2% atau 150,8 juta anak balita mengalami stinting di dunia. Namun, angka ini sudah menurun jika dibandingkan dengan tahun 2000, yaitu 32,6%. Berdasarkan uraian diatas, di Puskesmas Simpang Kiri Desa Belegen Mulia Kota Subulussalam masih sangat tinggi angka stunting dan masih belum terpecahkan bagaimana cara mencegah atau menurunkan angka stunting di Desa Suka Makmur Kota Subulussalam tersebut, maka dapat disimpulkan ada banyak sekali faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting. Sehingga peneliti tertarik dengan melakukan penelitian tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat deskriptif analitik dengan pendekatan Penelitian Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu-ibu yang memilki balita 24- 59 bulan dengan jumlah populasi 95 balita. Lokasi penelitian ini dilaksanan di Wilayah Kerja Puskesmas Simpang Kiri Desa Belegen Mulia Kota Subulussalam. Penelitian ini telah dilakukan pada tanggal 1 s/d 7 februari 2022. Teknis pengumpulan data dengan cara pengumpulan data primer. Pengolahan data dilakukan dengan cara editing, coding, trasfering dan tabulating dengan analisis data univariat dan bivariat. Hasil penelitian terdapat umur balita 2 tahun sebanyak 44,2 % dan umur balita 3 tahun sebanyak 55,7%, sedangan kategori stunting sebanyak 57,9 % dan yang normal sebanyak 42,1%, asupan polamakan dengan kategori cukup sebesar 35,8% dan yang tidak cukup sebesar 64,2%, riwayat asi ekskusif yang asi eksklusif sebanyak 37,9% dan yang tidak asi eksklusif sebanyak 62,1%, dan riwayat penyakit infeksi yang pernah sakit sebanyak 58,9% dan yang tidak pernah sakit sebanyak 41,1%. Kesimpulan dari beberapa variabel asi eksklusif, pola makan dan riwayak penyakit infeksi memiliki hubungan dengan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja puskesmas simpang kiri desa belegen mulia kota subulussalam tahun 2021. Saran dapat melakukan penyuluhan kesehatan terhadap ibu-ibu tentang bagaimana seseorang harus berperilaku hidup sehat dan supaya terhindar dari gejala anak stunting.
Hubungan Pengetahuan, Persepsi, Peran Media Sosial Dan Sikap Masyarakat Terkait Kebijakan Pemerintah Aceh Dalam Penanganan Kasus Pandemic Covid-19 Di Desa Lamtemen Timur Kec. Jaya Baru Banda Aceh Tahun 2022 Nur Hasanah.I,; Syarifuddin Anwar; Basri Aramico
Journal of Health and Medical Science Volume 1 Nomor 2 April 2022
Publisher : CV. Pusdikra Mitra Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/jhms.v1i2.869

Abstract

Kasus Covid-19 di Indonesia menyebabkan banyak korban jiwa sehingga membuat pemerintah mengambil kebijakan-kebijakan dalam mencegah penyebaran virus Covid-19. Kebijakan-kebijakan tersebut menimbulkan banyak pro-kontra dikalangan masyarakat termasuk kebijakan yang diterapkan di Provinsi Aceh. Salah satu desa yang merasakan dampak dari kebijakan itu adalah Desa Lamteumen Timur. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan, persepsi, peranmedia sosial dan sikap masyarakat terhadap kebijakan pemerintah Aceh di Desa Lamteumen Timur. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan desain Cross Sectional. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Lamteumen Timur Kecamatan Jaya Baru Kota Banda Aceh pada tanggal 23-27 Januari tahun 2022. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 70 orang yang diambil dengan Proportional Random Sampling. Data dianalisis secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan sebesar 44,3% responden yang respek dan 55,7% responden tidak respek dengan kebijakan pemerintah Aceh, 38,6% responden berpengetahuan baik dan 61,4% responden berpengetahuan kurang, responden yang memiliki persepsi positif 34,3% dan negatif 65,7%, responden yang menyatakan media sosial berperan 37,1% dan yang menyatakan media sosial tidak berperan 62,9%, responden dengan sikap positif 54,3% dan sikap negatif 45,7%. Hasil uji statistik tidak ada hubungan antara pengetahuan dengan kebijakan pemerintah Aceh p = 0,333, ada hubungan antara persepsi masyarakat dengan kebijakan pemerintah Aceh p = 0,000, tidak ada hubungan antara peran media sosial dengan kebijakan pemerintah Aceh p = 0,08, tidak ada hubungan antara sikap masyarakat dengan kebijakan pemerintah Aceh p = 0,064.
Hubungan Kepuasan Pasien Dengan Mutu Pelayanan Kesehatan Di Puskesmas Kuta Baro Kecamatan Kuta Baro Kabupaten Aceh Besar Tahun 2022 Andi Maulana; Basri Aramico; Fauzi Ali Amin
Journal of Health and Medical Science Volume 1 Nomor 2 April 2022
Publisher : CV. Pusdikra Mitra Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/jhms.v1i2.943

Abstract

Kepuasan pasien merupakan indikator utama keberhasilan pemberian pelayanan kesehatan. Puskesmas Kuta Baro terletak di Kecamatan Kuta Baro Aceh Besar dan memiliki wilayah kerja yang cukup luas untuk menyelenggarakan upaya kesehatan yang optimal. Namun, di puskesmas Kuta Baru hanya ada satu orang dokter, dan fasilitas yang kurang memadai untuk penanganan pasien. Tujuan penelitian ini mengetahui hubungan kepuasan pasien dengan mutu pelayanan kesehatan di Puskesmas Kuta Baro Kecamatan Kuta Baro Kabupaten Aceh Besar tahun 2022. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan desain Cross- sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien usia >= 15 tahun yang ada di Puskesmas Kuta Baro Kecamatan Kuta Baro Kabupaten Aceh Besar. Metode pengambilan sampel menggunakan Accidental Sampling sebanyak 92 responden dan analisis data menggunakan chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat yang mengalami kepuasan kurang terhadap pelayanan kesehatan sebesar 17,39% dan mutu pelayanan kesehatan kurang baik sebesar 15,22%. Hasil uji bivariat diperoleh ada hubungan mutu dengan kepuasan (p-value: 0,0001), kehandalan (p-value: 0,0001), daya tanggap (p-value: 0,009), jaminan (p-value: 0,938), empati (p-value: 0,011) dan bukti fisik (p-value: 0,321).
Implementasi Program Kesehatan Ibu dan Anak (Kia): Studi Kasus di Puskesmas Suro Makmur Kabupaten Aceh Singkil Tahun 2025 Adinda Febi Zahra; Basri Aramico; Mira Gusweni
SEHATMAS: Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2025): Oktober 2025
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/sehatmas.v4i4.6422

Abstract

The Maternal and Child Health (MCH) Program is a priority for reducing maternal and child mortality and improving public health. This study aims to evaluate the implementation of the MCH Program at the Suro Makmur Community Health Center (Puskesmas) in Aceh Singkil in 2025. The method used was a qualitative case study conducted between July 3-11, 2025. Primary data was collected through in-depth interviews with the Head of the Community Health Center, the person in charge of the MCH program, implementing midwives, integrated health post (Posyandu) cadres, and six mothers from the target group. Secondary data was drawn from Community Health Center documents. The analysis focused on input, process, and output aspects using normative, empirical, and gap analysis approaches. The results indicate that the MCH policy refers to the Health Office and central regulations. Human resources are adequate, but distribution and training are suboptimal. The MCH service process is structured, but obstacles arise from budget and infrastructure limitations. In terms of output, program achievements have not met targets, the quality of outreach is low, and community participation is influenced by culture, distance, and trust in health workers. In conclusion, the implementation of the MCH Program at the Suro Makmur Community Health Center (Puskesmas) was optimal, despite a gap between standards and field practice. This study provides important insights for improving the implementation of the MCH program at the community health center level to support efforts to improve maternal and child health more effectively.
Kemampuan Pegawai dalam Mengimplementasikan Transformasi di Era Digitalisasi Sajidatun Naflah; Basri Aramico; Mira Gusweni; Ramadhaniah
INSOLOGI: Jurnal Sains dan Teknologi Vol. 4 No. 3 (2025): Juni 2025
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/insologi.v4i3.5250

Abstract

The advancement of information and communication technology has had a major impact on the health sector, including at the Banda Raya Health Center in Banda Aceh City. However, some employees still face technical obstacles and do not understand the digital system. This study aims to analyze employee capabilities in implementing digital transformation in 2025. The study is descriptive analytical with a cross-sectional approach, involving all employees (56 people) as samples. Data were collected through interviews and observations using questionnaires and checklists, then analyzed univariately and bivariately using STATA 17.0. The results showed that 48.21% of employees had low skills, 28.57% had a less supportive work culture, 42.86% had poor internal communication, 30.36% had poor knowledge, 35.71% did not receive training, 69.64% were middle-aged, and 100% had limited technological infrastructure. Bivariate analysis showed a significant relationship between work culture (p=0.002), internal communication (p=0.003), knowledge (p=0.027), and training (p=0.015) with employee capability, and there was no significant relationship between age variable and employee capability (p=0.0487). However, no relationship was found between age and employee capability, and infrastructure variables were not analyzed because they did not vary. It is recommended to improve training, counseling, infrastructure provision, and explore other factors such as motivation and leadership style.
STUDY FENOMENOLOGI IMPLEMENTASI PELAYANAN POS KESEHATAN DESA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LEMBAH SABIL KABUPATEN ACEH BARAT DAYA AJA TIARA KARISMA; BASRI ARAMICO; MIRA GUSWENI
Journal of Nursing and Public Health Vol 13 No 1 (2025)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/jnph.v13i1.8504

Abstract

Pendahuluan: Poskesdes merupakan suatu usaha pemerintah dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di Indonesia. Penelitian bertujuan mengetahui bagaimana gambaran implementasi tentang pemanfaatan pelayanan Pos Kesehatan Desa. Metode: Penelitian kualitatif ini bersifat fenomenologi. Jumlah informan sebanyak 19 orang yang terdiri dari 1 Kepala Puskesmas, 1 Kepala Desa, 7 Bidan Desa, dan 7 Masyarakat, dan 3 kader dengan teknik pengumpulan data melakukan wawancara mendalam, observasi, dan tinjauan dokumen. Hasil dan Pembahasan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pelayanan kesehatan sudah sesuai dengan SOP Poskesdes, tenaga kesehatan telah melakukan upaya peningkatan pemanfaatan poskesdes. Bangunan poskesdes secara fisik belum memandai, tidak adanya dana desa dan kurangnya keterlibatan aparatur desa. Kesimpulan: Kesimpulan Implementasi Pelayanan Poskesdes di Wilayah Kerja Puskesmas Lembah Sabil masih belum memadai karena belum mengikuti secara penuh Petunjuk Teknis Pengembangan dan Penyelenggaraan Kemenkes tentang Poskesdes. Saran diharapkan Puskesmas dan bidan dalam implementasi pelayanan menyesuaikan dengan Petunjuk Teknis kemenkes tentang Poskesdes.
Denture Services for Older Adults Within the Framework of Universal Health Coverage: A Scoping Review Using the who Universal Coverage Cube Rika Meutia; Dharina Baharuddin; Meutia Zahara; Surna Lastri; Basri Aramico
Indonesian Journal of Global Health Research Vol. 8 No. 4 (2026): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v8i4.2150

Abstract

Older adults are particularly vulnerable to oral health problems, especially tooth loss, which affects chewing function, nutritional status, and quality of life. Dentures are an important rehabilitative intervention to address these issues. Although many countries, including Indonesia, have implemented Universal Health Coverage (UHC), coverage of denture services for older adults remains variable and limited. Objective isTo map denture services for older adults within the Universal Health Coverage framework using the WHO Universal Health Coverage Cube. Methods is This scoping review followed the Joanna Briggs Institute methodology and was reported in accordance with the PRISMA-ScR guidelines. Literature searches were conducted across multiple scientific databases and relevant grey literature sources. Eligible studies were analyzed descriptively and mapped according to the three dimensions of UHC: population coverage, service coverage, and financial protection. The results: A total of 20 studies were included in the review. The findings revealed considerable variation in denture services for older adults across countries. In terms of population coverage, older adults were not consistently prioritized as beneficiaries. Regarding service coverage, coverage was generally limited to basic removable dentures, with restrictions on materials and replacement frequency. In the financial protection dimension, older adults remained exposed to out-of-pocket payments despite formal inclusion of denture services in health policies. These findings indicate an imbalance across the three UHC dimensions. Conclusion is Although the UHC framework has been widely implemented, coverage of denture services for older adults remains suboptimal. Strengthening equity, service comprehensiveness, and financial protection is necessary to ensure more responsive health systems for ageing populations. The WHO Universal Health Coverage Cube provides a useful framework for identifying policy gaps.