Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

PENGARUH INTERVENSI PROMOSI KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN, SIKAP DAN PRKATEK PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT PADA SISWA KELAS 4 DAN 5 SDN SILUMAN IV KOTA TASIKMLAYA 2014 Anih Kurnia
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 12, No 1 (2014)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v12i1.73

Abstract

Sekolah merupakan tempat pembelajaran yang dapat menjadi ancaman penularan penyakit jika tidak dikelola dengan baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh intervensi promosi kesehatan dalam peningkatan pengetahuan, sikap dan praktek Perilaku Hidup bersih dan Sehat di sekolah dengan menggunakan merode quasi-experimental dengan non equivalent control group desain. Penelitian dilakukan pada siswa kelas 4 dan 5 SDN Siluman IV Kota Tasikmalaya. Analisis menggunakan uji paired t-test dan independent t-test.  Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan yang bermakna antara pengetahuan, sikap dan praktek Perilaku Hidup Bersih dan Sehat sebelum dan sesudah intervensi. Dibandingkan dengan kelompok kontrol didapatkan ada perbedaan yang bermakna pada pengetahuan dan sikap Perilaku Hidup Bersih dan Sehat, akan tetapi pada variabel praktek tidak ada perbedaan yang bermakna. Hal ini dapat disimpulkan bahwa kegiatan intervensi dengan metode penyuluhan, simulasi, prkatek, permainan dan penugasan dapat meningkatkan pengetahuan, sikap dan praktek Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di sekolah.
Sosialiasi Pencegahan Hipertensi Pada Remaja di Sekolah Melalui Gerakan Jaga Jantung Dengan Gerak Aktif Senam Jantung Sehat Yuningsih, Aneng; Suprapti, Betty; Kurnia, Anih; Gustiani, Mia Ruhmiati; Asparina, Arina; Ismawi, Ade Sayid; Purnama Sari, N.Jihan Audiya
Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 1 (2025): Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Inspirasi El Burhani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/kolaborasi.v5i1.471

Abstract

Abstract Hypertension is a chronic condition with a high prevalence, increasing the risk of cardiovascular diseases such as stroke, heart attack, and kidney failure. Recent data suggest that hypertension affects not only adults but also adolescents, with a rising prevalence. Major risk factors include an unhealthy lifestyle, obesity, genetic predisposition, and lack of physical activity. Preventive efforts are essential to increase awareness among adolescents about maintaining heart health through physical activity. This community service program aimed to enhance adolescents' understanding of hypertension risks and prevention through the "Heart Care Movement" with Healthy Heart Exercise. Conducted at SMAN 7 Tasikmalaya, the program involved 86 grade XII students. Methods included interactive education using leaflets and the implementation of Healthy Heart Exercise led by instructors from the Bachelor of Nursing program at Universitas Bakti Tunas Husada. Evaluations involved pre-test and post-test knowledge assessments and monitoring participants' heart rates. Results indicated a significant improvement in students' knowledge about hypertension and the benefits of physical activity. The average knowledge score increased from 59.77 in the pre-test to 83.02 in the post-test. Active participation in education and exercise sessions demonstrated strong enthusiasm for the program. Supported by the Community-Based Participatory Research (CBPR) model, which actively engaged the school, this initiative proved effective in raising awareness. Integrating such programs into routine school activities could foster a culture of healthy living from an early age and reduce future hypertension risks. Keywords: hypertension, adolescents, prevention, healthy heart exercise, community service.
Edukasi Kesehatan Perawatan Luka Setelah Khitan Fitri Nurlina; Ratni N; Titin Suhartini; Miftahul Falah; Masayu Nurwahida Pebriyani; Soni Hermawan; Anih Kurnia; Wawan Rismawan; Hilman Mulyana; Ai Rahmawati
Balarea: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2024): BALAREA: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35568/balarea.v2i2.4205

Abstract

Prosedur khitan pada saat ini sudah mengalami perkembangan, dari yang tradisional sampai dengan modern. Pemahaman medis, khususnya dalam upaya meningkatkan efektivitas prosedur khitan, meminimalkan risiko komplikasi, dan memperbaiki perawatan pasca-khitan merupakan hal penting yang perlu diinformasikan kepada pasien dan keluarga. Edukasi yang tepat, dukungan emosional, dan komunikasi yang efektif dengan pasien dan keluarganya dapat membantu mengurangi kecemasan, memperjelas harapan, serta meningkatkan pemahaman tentang perawatan luka khitan. Tujuan pengabdian ini adalah memberikan pemahamam yang tepat kepada kepada orang tua yang bertanggung jawab terhadap perawatan luka tersebut. Metode yang digunakan adalah ceramah dengan pendekatan privat edukasi (orang per orang) yang dilaksnakan di Graha universitas Muhammadiyah Tasikmalaya. Hasil pengabdian ini peserta merespon dengan baik dan antusias dalam proses diskusi. Kesimpulannya bahwa edukasi perawatan luka setelah khitan ini penting untuk dilaksanakan karena akan meningkatkan pengetahuan orang tua dalam merawat anaknya setelah khitan.
Family-Based Education to Improve Health Literacy and Treatment Adherence Among T2DM Patients Kurnia, Anih; Betty Suprapti; Aneng Yuningsih; Ai Rahmawati; Ana Ikhsan H
ABDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 8 No. 2 (2025): ABDIMAS UMTAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35568/abdimas.v8i2.6511

Abstract

This community service program aimed to improve health literacy, treatment adherence, and the quality of life among patients with type 2 diabetes mellitus (T2DM) through a family-based education model. The intervention was conducted over six months at three community health centers (Puskesmas) in Tasikmalaya City: Kahuripan, Tamansari, and Cihideung. A total of 84 T2DM patients and their families participated in interactive educational sessions, including animated videos, family coaching, glucometer training, and a practical family handbook. Pre and post-tests were conducted using the SCPI (Skills, Confidence & Preparedness Index) instrument. The results showed significant improvements in health literacy (p = 0.000), family involvement (p = 0.000), and dietary adherence (p = 0.000). However, blood glucose levels did not significantly improve statistically (p = 0.305), indicating the need for a longer intervention period to achieve clinical outcomes. This program demonstrates the value of integrating family involvement and low-literacy-friendly media into diabetes education and offers a replicable model for other community-based health programs.
Risk Factor Analysis of Hypertension in Adolescents in Banjar City Yuningsih, Aneng; Suprapti, Betty; Kurnia, Anih; Gustiani, Mia Ruhmiati; Asparina, Arina; Ismawi, Ade Sayid; Purnama Sari, N. Jihan Audiya
JURNAL KESEHATAN STIKes MUHAMMADIYAH CIAMIS Vol. 12 No. 1 (2025): Jurnal Kesehatan (April 2025)
Publisher : LPPM STIKes Muhammadiyah Ciamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52221/jurkes.v12i1.815

Abstract

Background: The prevalence of hypertension among adolescents is increasing at an alarming rate, especially in Indonesia, driven by modern lifestyle changes and unhealthy dietary habits. Objective: This study aims to identify and analyze lifestyle-related risk factors contributing to hypertension among adolescents in Banjar City, West Java. Methods: A cross-sectional quantitative study was conducted involving 286 adolescents aged 13-18, selected using random sampling. Data were collected via an online questionnaire and analyzed using descriptive statistics, chi-square tests, and binary logistic regression. Results: A total of 70.6% of respondents were categorized as high-risk and 11.9% as very high-risk for hypertension. Significant contributing factors included late-night eating habits (OR=4.85; p<0.005), consumption of high-sodium processed foods (OR=2.48; p<0.005), and inadequate water intake (OR=1.97; p<0.05). Conclusion: Unhealthy lifestyle patterns particularly poor eating and hydration habits are major determinants of adolescent hypertension. School and family-based interventions are essential to instill healthy behavior from a young age.
KETAHANAN KELUARGA BERDASARKAN PENDEKATAN IFR (F-A-S-E-D): STUDI KASUS PADA LIMA KELUARGA DENGAN ANGGOTA PENDERITA DIABETES TIPE 2 DI KOTA TASIKMALAYA : Insights from Community-Based Care in Tasikmalaya, Indonesia Kurnia, Anih
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 25 No 2 (2025): Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada Volume 25 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v25i2.1631

Abstract

Latar Belakang: Diabetes Mellitus Tipe 2 (DMT2) merupakan penyakit kronis yang memerlukan pengelolaan jangka panjang dan keterlibatan aktif keluarga. Ketahanan keluarga berperan penting dalam mendukung keberhasilan manajemen DMT2, khususnya dalam konteks keterbatasan sumber daya. Pendekatan Insufficiencies in Family Resilience (IFR), yang mencakup lima dimensi—Family Functioning, Access to Support, Shared Beliefs, Emotional Regulation, dan Decision-Making—menyediakan kerangka konseptual untuk menilai dinamika ketahanan keluarga. Tujuan: Menjelaskan variasi ketahanan keluarga pada lima rumah tangga dengan anggota penderita DMT2 di Kota Tasikmalaya berdasarkan lima dimensi IFR. Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi kasus dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Lima keluarga (R1–R5) dipilih secara purposif dan diwawancarai menggunakan panduan berbasis IFR. Analisis data dilakukan secara tematik-induktif, dengan triangulasi dan member checking untuk menjaga validitas. Hasil: Keluarga 3 (R3) menunjukkan ketahanan paling tinggi, dengan skor “baik” di seluruh dimensi IFR, termasuk komunikasi terbuka, peran yang jelas, dukungan sosial memadai, emosi terkelola, dan keputusan kolektif. Keluarga 5 (R5) mengalami kelemahan menyeluruh, terutama dalam dukungan sosial, regulasi emosi, dan dominasi keputusan. Keluarga 1 (R1) dan 4 (R4) menunjukkan kekuatan dalam nilai bersama dan dukungan eksternal, tetapi lemah dalam partisipasi keputusan dan regulasi emosi. Keluarga 2 (R2) mengalami hambatan dalam komunikasi dan akses dukungan, namun memiliki keyakinan keluarga yang kuat. Kesimpulan: Pendekatan IFR efektif untuk memahami ketahanan keluarga secara menyeluruh. Intervensi keperawatan keluarga yang kontekstual dan sensitif budaya dibutuhkan untuk mendukung pengelolaan DMT2 di komunitas.Kata kunci: Ketahanan keluarga, Diabetes Mellitus Tipe 2, IFR, keperawatan keluarga
A Qualitative Study of the Mobile Application Concept Among T2D Patients Kurnia, Anih; Said, Farida Mohd; Paduragan, Santhna Letchmi
International Journal of Health Sciences Vol. 1 No. 4 (2023): IJHS : International Journal of Health Sciences
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/ijhs.v1i4.190

Abstract

Self-care is the most fundamental and vital component of diabetes management. It necessitates patient participation in disease management activities such as nutrition, physical activity, medication adherence, and foot care procedures. However, developments in smartphone technology have created new options for diabetes self-management and diabetes education. The purpose of this study is to gain an overview of the mobile application concept that is expected among T2D patients in order to build application-based therapies based on the research site. This research method employs qualitative approaches in conjunction with a grounded theory approach. The approach employed is the sampling quota selection method. A Focus Group Discussion (FGD) was held with all qualified participants. A grounded theory technique was used to analyze the data. The findings of the study highlighted six themes: 1) Diet, 2) psychological activity, 3) medication alarms, 4) blood glucose monitoring, and 5) reduced worry (knowledge about health problems), 6) Consulting with health-care providers and asking questions. Self-care management can improve the quality of life of T2D patients. Diabetes patients in Indonesia are treated in a variety of ways; a link between patient experience, care, and health support is required.
The Indonesian Version of the Skills, Confidence, and Preparedness Index (SCPI) was tested for reliability and validity in type 2 diabetes patients Kurnia, Anih; Said, Farida Mohd; Paduragan, Santhna Letchmi
International Journal of Health Sciences Vol. 2 No. 1 (2024): IJHS : International Journal of Health Sciences
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/ijhs.v2i1.336

Abstract

Although several diabetes self-care management tools have been created, very few provide preparation for diabetes self-care behavior management. Three essential components of diabetes self-care management are measured by the assessment tool "Skills, Confidence & Preparedness Index (LMC) (SCPI)": Knowledge of skills, Confidence in one's ability to use skills, and Readiness to put skills into practice. This study aims to validate, translate, and adapt the SCPI for usage with Indonesian adults with type 2 diabetes. Methods: The American Academy of Orthopedic Surgeons Evidence Based Medicine Committee (AAOS) criteria for modifying the scale were adhered to in this study. Evaluate average variance, Cronbach alpha, and composite reliability to test validity and reliability. Specifically, determinant coefficient testing and model appropriateness testing are used to assess goodness of fit. Examine the valid R-squared statistical value for every relationship to determine the test. If the p-value is less than 0.05, then there is a direct and indirect association to be seen if the variable is significant Result: Cronbach's alpha > 0.60 indicates strong internal consistency for the Indonesian SCPI version or I-SCPI. For every variable, the AVE value is larger than 0.50, while the CR value exceeds 0.70. This indicates that all legitimate indicators converge to form the variables for which they are intended. The R-Square values of 0.312 and 0.536 for the variables of preparedness and confidence are used to calculate the degree of good fit. This number indicates that the Preparedness variable is only partially explained by the Confidence and Preparedness variables (5.36%), with other variables accounting for the remaining 94.64%. Furthermore, the Skill/Knowledge, Confidence, and Preparedness factors account for only 3% of the variance in the Confidence variable, with the remaining 97% explained by variables outside the model. Conclusion: We developed an Indonesian version of SCPI through cross-cultural translation and adaption. The I-SCPI is reliable and valid for assessing the level of self-management in type 2 diabetes patients in Indonesia
Penyuluhan Diabetes Melitus (DM) Di RW 10 Kelurahan Sindangrasa Kabupaten Ciamis Kurniasih, Eli; Widia, Chita; Kurnia, Anih
JPKU: Jurnal Pengabdian Kesehatan Unigal Vol 1, No 1 (2024): April
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jpkmu.v1i1.14018

Abstract

Angka kejadian penyakit Diabetes Mellitus tipe 2 masih tinggi baik di dunia maupun di Indonesia memerlukan upaya promotif dan preventif. Upaya pencegahan dapat dilakukan dengan cara memberikan informasi tentang Diabetes Mellitus tipe 2 dan pencegahannya melalui promosi kesehatan menggunakan pendekatan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS). Pendekatan GERMAS adalah sebuah gerakan yang bertujuan untuk memasyarakatkan budaya hidup sehat serta meninggalkan kebiasaan dan perilaku masyarakat yang kurang sehat. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk pemeriksaan kadar gula darah sewaktu serta menyampaikan informasi tentang Diabetes Mellitus tipe 2 dan pencegahannya upayapencegahan terjadinya penyakit diabetes tipe 2 menggunakan pendekatan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS). Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah Pemeriksaan Gula adrah yang dilanjutkan Penyuluhan kesehatan serta diskusi. Hasil Penyuluhan diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan keluarga tentang pencegahan penyakit diabetes. Materi penyuluhan yang diberikan mencakup materi tentang pengertian penyakit diabetes, faktor risiko dan penyebab penyakit diabetes, akibat penyakit diabetes dan pencegahan penyakit diabetes. Diskusi dilakukan setelah pemberian materi selesai dilaksanakan. Peserta bertanya tentang materi yang belum dipahami tentang penyakit diabetes. Pemeriksaan kadar gula darah bertujuan mengetahui risiko diabetes pada masyarakat petani di Jatimulyo. Penyuluhan terbukti efektif meningkatkan pemahaman tentang pencegahan penyakit diabetes. Pelaksanaan penyuluhan dilakukan kepada masyarakat selama kurang lebih 30 menit dan hasil yang di dapat pengetahuan masyarakat seputar Diabetes Mellitus meningkat yang mulanya 50% menjadi 95%.