Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : JURNAL AGRILAND

Aplikasi Limbah Cacing Tanah Berasal Dari Jerami Padi (CJP) dan Sampah Kota (CSK) Untuk Memperbaiki Kualitas Tanah Sulfat Masam (TSM) Sebagai Media Budidaya Tanaman Bunga Kol (Brassica oleraceae L) di Sicanggang Langkat Sumatera Utara Basyaruddin, Basyaruddin
AGRILAND Jurnal Ilmu Pertanian Vol 11, No 3 (2023): Agriland: Jurnal Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Islam sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/agr.v11i3.8919

Abstract

Suatu percobaan yang bertujuan untuk mempelajari  pengaruh sumber bahan organik (jerami padi dan sampah perkotaan) yang dikonsumsi oleh cacing tanah terhadap beberapa sifat kimia castcingnya, pemanfaatan kotoran cacing tanah  berasal dari jerami padi (CJP) dan sampah kota (CSK)  untuk memperbaiki kualitas  tanah sulfat masam (TSM) dan pengaruhnya pertumbuhan dan hasil tanaman bunga kol (Brassica oleraceae L.). Percobaan ini menggunakan Rancangan Acak Block (RAK) faktorial. Setiap perlakuan diatur  dalam 4 dosis (0, 0.5, 1.0, dan 1.5 kg/polybag). Hasil penelitian yang diperoleh  menunjukan bahwa kandungan unsur hara (N, P, K, dan Mg) dan pH dalam bahan CJP dan CSK relative tinggi dan bervariasi, pemberian CJP dan CSK dapat memperbaiki kualitas tanah yang diperlihatkan oleh meningkatnya kandungan unsur hara  (N, P, K, dan Mg) dan menaikkan pH TSM  dari 3,0 menjadi 6,36 oleh CJP dan 6,42 oleh CSK. Pemberian CJP dan CSK masing-masing juga berpengaruh  meningkatkan secara  nyata tinggi tanaman, jumlah daun, diameter bunga dan hasil  bunga kol. Pengaruh interaksi CJP x CSK nyata terhadap jumlah daun dan diameter bunga. CJP dan CSK dapat menjadi bahan pembaik tanah alternatif untuk memperbaiki kualitas TSM dalam mendukung budidaya tanaman bunga kol.
INOVASI PRODUK PEMBENAH TANAH BERBASIS LIMBAH ORGANIK BATANG PISANG DAN TANDAN KOSONG SAWIT SERTA PENGARUHNYA TERHADAP PRODUKTIVITAS JAGUNG MANIS DI TANAH ULTISOL Basyaruddin, Basyaruddin
AGRILAND Jurnal Ilmu Pertanian Vol 13, No 1 (2025): Agriland: Jurnal Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Islam sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/agr.v13i1.11784

Abstract

Tanah Ultisol merupakan lahan marginal dengan tingkat kesuburan rendah, sehingga memerlukan teknologi pembenahan untuk mendukung produktivitas tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi limbah batang pisang dan tandan kosong kelapa sawit (TKKS) sebagai bahan dasar produk pembaik tanah (PTbp) serta mengevaluasi efektivitasnya terhadap pertumbuhan dan hasil jagung manis (Zea mays saccharata) pada tanah Ultisol. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan dua faktor: dosis serat batang pisang (PTbp) dan dari TKKS (PTtks), masing-masing terdiri dari empat taraf (0; 0,5; 1,0; dan 1,5 kg/polybag), dengan tiga ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk pembaik tanah dari serat batang pisang mengandung N-total 2,10%, P₂O₅ 1,26%, K₂O 1,99%, dan kadar air 87,35%, sedangkan produk dari TKKS mengandung N-total 2,06%, P₂O₅ 1,99%, K₂O 1,86%, dan kadar air 68,01%. Aplikasi PTbp berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, diameter tongkol, dan bobot tongkol, dengan perlakuan terbaik pada dosis 1,5 kg/polybag (P3). Sementara itu, aplikasi PTtks memberikan pengaruh nyata terhadap seluruh parameter yang diamati, termasuk tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun, diameter tongkol, dan bobot tongkol, dengan hasil terbaik juga pada dosis 1,5 kg/polybag (T3). Interaksi antara kedua jenis pembaik tanah tidak berpengaruh nyata terhadap sebagian besar parameter, kecuali diameter tongkol jagung manis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa serat batang pisang dan TKKS berpotensi tinggi sebagai bahan dasar produk pembenah tanah organik untuk meningkatkan hasil tanaman jagung manis pada tanah marginal secara berkelanjutan.
Aplikasi Limbah Cacing Tanah Berasal Dari Jerami Padi (CJP) dan Sampah Kota (CSK) Untuk Memperbaiki Kualitas Tanah Sulfat Masam (TSM) Sebagai Media Budidaya Tanaman Bunga Kol (Brassica oleraceae L) di Sicanggang Langkat Sumatera Utara Basyaruddin, Basyaruddin
AGRILAND Jurnal Ilmu Pertanian Vol 11, No 3 (2023): Agriland: Jurnal Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Islam sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/agr.v11i3.8919

Abstract

Suatu percobaan yang bertujuan untuk mempelajari  pengaruh sumber bahan organik (jerami padi dan sampah perkotaan) yang dikonsumsi oleh cacing tanah terhadap beberapa sifat kimia castcingnya, pemanfaatan kotoran cacing tanah  berasal dari jerami padi (CJP) dan sampah kota (CSK)  untuk memperbaiki kualitas  tanah sulfat masam (TSM) dan pengaruhnya pertumbuhan dan hasil tanaman bunga kol (Brassica oleraceae L.). Percobaan ini menggunakan Rancangan Acak Block (RAK) faktorial. Setiap perlakuan diatur  dalam 4 dosis (0, 0.5, 1.0, dan 1.5 kg/polybag). Hasil penelitian yang diperoleh  menunjukan bahwa kandungan unsur hara (N, P, K, dan Mg) dan pH dalam bahan CJP dan CSK relative tinggi dan bervariasi, pemberian CJP dan CSK dapat memperbaiki kualitas tanah yang diperlihatkan oleh meningkatnya kandungan unsur hara  (N, P, K, dan Mg) dan menaikkan pH TSM  dari 3,0 menjadi 6,36 oleh CJP dan 6,42 oleh CSK. Pemberian CJP dan CSK masing-masing juga berpengaruh  meningkatkan secara  nyata tinggi tanaman, jumlah daun, diameter bunga dan hasil  bunga kol. Pengaruh interaksi CJP x CSK nyata terhadap jumlah daun dan diameter bunga. CJP dan CSK dapat menjadi bahan pembaik tanah alternatif untuk memperbaiki kualitas TSM dalam mendukung budidaya tanaman bunga kol.
Interaksi Bahan Induk Vulkanik dan Ketinggian Tempat Terhadap Beberapa Sifat Fisika Tanah Andisol di Sumatera Utara Basyaruddin, Basyaruddin
AGRILAND Jurnal Ilmu Pertanian Vol 13, No 2 (2025): AGRILAND: Jurnal Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Islam sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/agr.v13i2.13003

Abstract

Tanah Andisol di Sumatera Utara berkembang pada berbagai ketinggian tempat dan bahan induk vulkanik, yang berpotensi menimbulkan variasi sifat fisik tanah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh bahan induk vulkanik (formasi Qvbs dan Qvbj) dan ketinggian tempat terhadap sifat fisik tanah Andisol serta hubungan antar sifat fisik tersebut. Penelitian dilakukan pada 12 profil tanah yang mewakili dua formasi geologi dengan kisaran ketinggian ±40–1300 m dpl. Analisis sifat fisik tanah meliputi distribusi ukuran partikel, bobot isi, kekerasan tanah, kadar air tanah, dan kandungan air pada tekanan 15 bar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sifat fisik tanah Andisol dipengaruhi oleh interaksi antara bahan induk dan ketinggian tempat. Tanah pada formasi Qvbs umumnya menunjukkan tingkat pelapukan lebih lanjut, bobot isi dan kekerasan tanah yang lebih rendah, serta kapasitas menahan air yang lebih tinggi dibandingkan Qvbj, meskipun masih mencerminkan pengaruh bahan induk vulkanik muda. Peningkatan ketinggian tempat berasosiasi dengan perbaikan kualitas fisik tanah melalui peningkatan bahan organik dan pembentukan struktur tanah yang lebih stabil. Analisis korelasi dan regresi menunjukkan bahwa bahan organik dan mineral amorf (alofan dan ferihidrit) berperan dominan dalam mengendalikan bobot isi, kekerasan tanah, serta kadar dan kapasitas menahan air, sedangkan peran fraksi liat relatif kecil. Pada dataran rendah dengan pengelolaan intensif, pemadatan tanah meningkatkan bobot isi dan kekerasan hingga melampaui ambang kritis bagi pertumbuhan akar. Penelitian ini menegaskan pentingnya pengelolaan tanah konservatif dan pemeliharaan bahan organik untuk menjaga kualitas fisik dan keberlanjutan pemanfaatan tanah Andisol.