Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

PELAKSANAAN KEWENANGAN DINAS KELAUTAN DAN PERIKANAN PROVINSI KEPULAUAN RIAU DALAM PENGELOLAAN WILAYAH PESISIR DAN PULAU-PULAU KECIL Muhammad Ilham Ramadhan; Shahril Budiman
Interaktif : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Vol 14, No 2 (2022): December
Publisher : Fakultas Ilmu Politik dan Ilmu Sosial, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of the study was to determine the Management of Coastal Areas and Small Islands in the Riau Archipelago Province. In this study the theory used by Terry (in Hasibuan, 2012: 3). The population in the study amounted to 5 people, the data analysis used in this study was a qualitative descriptive data analysis technique. Based on the results of the study, it can be analyzed that the Coastal Areas and Small Islands in the Riau Archipelago Province have been managed well, although there are still problems related to coastal areas. Riau Islands Province as a coastal area is an ecosystem that is under threat due to waste pollution scattered in the sea area. Garbage floating in coastal areas causes problems in coastal water boundaries. The garbage can easily come into contact with aquatic animals, humans, boats, fishing nets and so on. Coastal communities also tend to lose their source of life and livelihood. Thus the coastal area requires maximum waste management. The coastal area waste management runs optimally requires government intervention in the form of supervision. Supervision is a management function that is closely related to the achievement of organizational goals, so that supervision in any organization is absolutely necessary. Suggestions that can be submitted are that the marine and fisheries service of the Riau Islands Province needs to formulate sustainable activities in the Coastal Zone and Small Islands in the Riau Archipelago Province. There are sanctions for people who manage coastal areas and small islands that are not in accordance with existing rules and policies.
Evaluasi Peran Forum Anak Kota Tanjung Pinang Dalam Kebijakan Kota Layak Anak: Indonesia Junriana; Nursalasati Putri Yuliani; Nurbaiti Usman Siam; Shahril Budiman
Interaktif : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 14 No. 2 (2022): December
Publisher : Fakultas Ilmu Politik dan Ilmu Sosial, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.interaktif.2022.014.02.2

Abstract

Fulfillment of children's rights must be carried out by the government for the continuity of future development. The problem with this research is that there are still many children whose rights have not been fulfilled, such as the lack of facilities and infrastructure in the field of participation towards a Child Friendly City. Many children in Tanjungpinang City do not know about the existence of a participation forum that is directly under the umbrella of the government. In a situation like this, the government has formed a forum such as the Tanjungpinang City Children's Forum to become an organization that can embrace and express the aspirations of the children in Tanjungpinang City. The Tanjungpinang City Children's Forum which was formed as an instrument to become a forum for children's participation refers to the Regulation of the Minister of Women's Empowerment for Child Protection of the Republic of Indonesia Number 18 of 2019 concerning the Implementation of the Children's Forum. The purpose of this study was to evaluate the role of the Tanjungpinang City Children's Forum in the Development of a Child Friendly City in Tanjungpinang City. The theory used is Daniel Stufflebeam's evaluation model, namely CIPP (Context, Input, Process, and Product) with a qualitative approach to evaluative methods. The results of this study indicate that the role of the Tanjungpinang City Children's Forum in the Child Friendly City Policy has been fulfilled for a small part of the fulfillment of children's rights.
Pelaksanaan Kewenangan Dinas Kelautan Dan Perikanan Provinsi Kepulauan Riau Dalam Pengelolaan Wilayah Pesisir Dan Pulau-Pulau Kecil: Indonesia Muhammad Ilham Ramadhan; Shahril Budiman
Interaktif : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 14 No. 2 (2022): December
Publisher : Fakultas Ilmu Politik dan Ilmu Sosial, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.interaktif.2022.014.02.3

Abstract

The purpose of the study was to determine the Management of Coastal Areas and Small Islands in the Riau Archipelago Province. In this study the theory used by Terry (in Hasibuan, 2012: 3). The population in the study amounted to 5 people, the data analysis used in this study was a qualitative descriptive data analysis technique. Based on the results of the study, it can be analyzed that the Coastal Areas and Small Islands in the Riau Archipelago Province have been managed well, although there are still problems related to coastal areas. Riau Islands Province as a coastal area is an ecosystem that is under threat due to waste pollution scattered in the sea area. Garbage floating in coastal areas causes problems in coastal water boundaries. The garbage can easily come into contact with aquatic animals, humans, boats, fishing nets and so on. Coastal communities also tend to lose their source of life and livelihood. Thus the coastal area requires maximum waste management. The coastal area waste management runs optimally requires government intervention in the form of supervision. Supervision is a management function that is closely related to the achievement of organizational goals, so that supervision in any organization is absolutely necessary. Suggestions that can be submitted are that the marine and fisheries service of the Riau Islands Province needs to formulate sustainable activities in the Coastal Zone and Small Islands in the Riau Archipelago Province. There are sanctions for people who manage coastal areas and small islands that are not in accordance with existing rules and policies.
Sistem Pengendalian Intern Pemerintah di Inspektorat Provinsi Kepulauan Riau Agus Supriono; Suhardi Mukhlis; Shahril Budiman
FisiPublik: Jurnal Ilmu Sosial dan Politik Vol. 4 No. 1 (2019): May
Publisher : Social and Political Sciences Faculty, Widya Gama Mahakam Samarinda University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/fpb.v4i1.743

Abstract

Dalam rangka menuju good governance reformasi birokrasi dengan menerapkan prinsip transparansi dan akuntabilitas merupakan salah satu syarat dan upaya dalam penguatan penyelenggaraan pemerintahan. Dalam melaksanakan Amanat dari Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 Sistem Pengendalian Intern Pemerintah hadir untuk dapat menghindari terjadinya penyimpangan, ketidakpatuhan, dan penyalahgunaan wewenang yang dapat merugikan keuangan negara. Dengan menerapkan lima unsur SPIP yaitu lingkungan pengendalian, Penilaian Resiko, Kegiatan Pengendalian, Informasi dan Komunikasi, serta Pemantauan. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui sistem pengendalian intern pemerintah di Inspektorat Provinsi Kepulauan Riau dan untuk mengetahui hambatan-hambatan yang terjadi dalam penerapan lima (5) unsur sistem pengendalian intern pemerintah di Inspektorat Provinsi Kepulauan Riau  yang dimaksud. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pengambilan sempel dengan menggunakan purposive sampling, dengan mengambil sampel sebanyak 7 orang dari pimpinan dan pegawai di inspektorat Provinsi Kepulauan Riau. Dari hasil analisis bahwa dalam sistem pengendalian intern pemerintah di Inspektorat Provinsi Kepulauan Riau menggunakan unsur lingkungan pengendalian, dengan penegakan nilai etika dan intergritas dalam organisasi yang dicontohkan dengan keteladanan sikap dan prilaku pimpinan, dan komitmen pimpinan terhadap kompetensi pegawai, dari penilaian resiko, di lihat dari penentuan titik kritis suatu kegiatan yang dapat menimbulkan resiko terhambatnya pencapaian target kegiatan, mengidentifikasi resiko yang mungkin terjadi yang dapat menimbulkan dampak negatif dengan tingkat resiko tinggi, sedang dan rendah, dan juga mengidentifikasi potensi kendala yang akan dihadapi dari resiko. Kegiatan pengendalian dilihat dari membuat laporan trasnsaksi keuangan, setiap kegitan dan mencatat dan mendokumentasikan dengan lengkap dan akurat atas seluruh aset yang ada di inspektorat, informasi dan komunikasi dilihat dari segi keterbukaan informasi anggaran, komunikasi seluruh pegawai dalam memberikan saran perbaikan, jika terjadi kesalahan penyusunan target dab transaksi keuangan suatu kegiatan, dan dilihat dari pemantauan pengendalian dengan segi membandingkan dokumen RTP dengan anggaran yang tersedia, memantau belanja dan data aset kegiatan sesuai dengan standart satuan harga, melakukan rekonsiliasi aset setiap bidang kegiatan dan elauasi laporan RTP setiap kegiatan bidang.
Peran Pemerintah dalam Mengatasi Lahan Tempat Pemakaman Umum (TPU) di Kota Tanjungpinang Hafik Hairi; Zamzami A. Karim; Shahril Budiman
FisiPublik: Jurnal Ilmu Sosial dan Politik Vol. 4 No. 2 (2019): November
Publisher : Social and Political Sciences Faculty, Widya Gama Mahakam Samarinda University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/fpb.v4i2.750

Abstract

Kota sebagai suatu pengelompokkan orang-orang atau penduduk kedalam suatu ukuran jumlah tertentu dan wilayah tertentu. Dari pengertian tersebut, dapat diketahui bahwa kota merupakan tempat berkumpulnya segolongan manusia yang mempunyai kebutuhan yang sama. Di dalam sebuah kota terdapat masyarakat yang bermukim dan melakukan kegiatan serta pusat aktivitas perekonomian (seperti industri, perdagangan dan jasa) guna memenuhi kebutuhan hidup, sehingga di kota pertumbuhan penduduk pada umumnya cenderung meningkat terus, selama usaha-usaha untuk mengendalikannya belum bias berhasil dengan baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran pemerintah dalam mengatasi lahan pemakaman umum kota Tanjungpinang serta hambatan dan solusi yang dihadapi oleh pemerintah kota Tanjungpinang. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif merupakan penelitian yang menggambarkan fenomena social tanpa ada perbandingan dan menjawab hipotesa Berdasarkan dari penelitian peneliti maka didapatkan hasil tentang peran pemerintah dalam mengatasi lahan pemakaman umum sesuai dengan indicator peran pemerintah sebagai regulator, peran pemerintah sebagai regulator sudah efektif tinggal bagaimana masyarakat memanfaatkan lahan tersebut walaupun lokasi sangat jauh. Peran pemerintah sebagai dinamisator, peran pemerintah sebagai dinamisator sudah berjalan cukup baik, pemerintah telah memberikan bimbingan, pengarahan terhadap sikap yang harus dilakukan jika mengalami masalah di TPU, peran pemerintah sebagai dinamisator sudah sangat baik. Peran pemerintah sebagai fasilitator sudah berjalan dengan baik dimana pemerintah kota Tanjunginang telah menyediakan lahan kosong yang digunakan sebagai tempat pemakaman umum di batu 13 untuk mengatasi lahan tempat pemakaman umum kota Tanjungpinang yang sudah sempit dan terbatas, selain itu pemerintah telah member fasilitas berupa alat yang digunakan dalam pengelolaan lahan pemakaman umum kota Tanjungpinang.
Efektivitas Program Pengembangan Perikanan Tangkap di Kelurahan Kampung Bugis oleh Dinas Pertanian, Pangan Dan Perikanan (DP3) Kota Tanjungpinang Suryatati Suryatati; Shahril Budiman; Raja Abumanshur Martidi
FisiPublik: Jurnal Ilmu Sosial dan Politik Vol. 4 No. 2 (2019): November
Publisher : Social and Political Sciences Faculty, Widya Gama Mahakam Samarinda University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/fpb.v4i2.752

Abstract

Sebuah program merupakan produk dari kebijakan yang dibuat oleh  pemerintah untuk membangun serta memberdayakan masyarakat sesuai dengan tugas serta fungsi dari pemerintah tersebut dan harus pula dilihat apakah program tersebut berjalan semestinya atau tidak. Maka disini penulis tertarik melakukan penelitian tentang “Efektivitas Program Pengembangan Perikanan Tangkap Di Kelurahan Kampung Bugis Oleh Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan (DP3) Kota Tanjungpinang”, dengan gejala-gejala: terdapat penerima bantuan ganda akan tetapi jenis bantuannya saja  yang berbeda baik dari kegiatan pelatihan pembuatan sarana dan prasarana, alat bantuan tidak sesuai dengan keahlian nelayan, dan ada indikasi pungutan tidak resmi untuk membuat proposal untuk mendapatkan bantuan dari program tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Efektivitas Program Pengembangan Perikanan Tangkap terutama pada jumlah produksi oleh Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan (DP3) Kota Tanjungpinang. Adapun teori yang digunakan mengenai efektivitas yang memiliki indikator yaitu Keberhasilan program, Keberhasilan sasaran, Kepuasan terhadap program, Tingkat input dan output, dan Pencapaian tujuan menyeluruh. Populasi dan sampel adapun populasi dalam penelitian ini adalah seluruh nelayan kelurahan Kampung Bugis yang berjumlah 167 orang sedangkan untuk menentukan jumlah sampel menggunakan rumus Slovin maka mendapat sampel berjumlah 63 orang dengan menggunakan teknik acak sederhana (Simple Random Sampling). Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif, dengan menggunakan pendekatan kuantitatif yaitu penelitian yang kemudian diolah dan dianalisis untuk diambil kesimpulan. Artinya penelitian yang dilakukan adalah penelitian yang menekankan analisis pada data-data numeric (angka) yang diolah dengan menggunakan metode penelitian ini, maka akan diperoleh hasil yang signifikan. Setelah data diolah maka hasil kesimpulannya adalah bahwa Efektivitas Program Pengembangan Perikanan Tangkap di Kelurahan Kampung Bugis oleh Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan (DP3)  Kota Tanjungpinang adalah program tersebut tergolong kurang Efektif. Nilai yang tertinggi pada Dimensi Keberhasilan Sasaran dengan nilai 2,43 dan Dimensi Pencapaian Tujuan Menyeluruh yaitu dengan nilai terendah pada dengan nilai 1,63.
SERVICE LEARNING IN DATARAN MERDEKA AND LEARN THE HERITAGE OF KUALA LUMPUR, MALAYSIA Satriadi Satriadi; Shahril Budiman; Junriana Junriana; Raja Abumanshur Matridi; Elvi Lastriani; Mia Muchia Desda
Multidisciplinary Indonesian Center Journal (MICJO) Vol. 3 No. 3 (2026): Vol. 03 No. 3 Edisi Juli 2026
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/micjo.v3i3.2563

Abstract

Dataran Merdeka holds profound national and historical value as the site where Malaya’s independence was proclaimed in 1957, yet tourists’ understanding of its historical and architectural significance remains superficial. This community service activity aims to enhance the historical literacy of visitors and foster the involvement of local stakeholders in heritage conservation through educational media and participatory mentoring tailored to community needs. The implementation stages include observation to identify tourists’ information needs and the role of local actors, the development of contextually appropriate historical educational materials, direct engagement with visitors, and capacity-building for local vendors and guides as independent cultural informants. Results indicate increased tourist interest in historical narratives, observable shifts in visitor behavior toward greater cultural appreciation, and active participation of local business actors in disseminating heritage information. This program is expected to contribute to enriching tourism experiences, strengthening community capacity, and supporting sustainable heritage preservation through collaboration among visitors, local enterprises, and educational institutions.
Analisis Kapabilitas Dinas Kependudukan Dan Pencatatan Sipil Kabupaten Bintan Dalam Pengelolaan Inovasi Sistem Pelayanan Administrasi Kependudukan Dan Catatan Sipil (Sipanducapil) Dengan Perspektif Dynamic Governance Rahmat Rahmat; Shahril Budiman; Suhardi Mukhlis
Jurnal Ilmu Pemerintahan Vol. 5 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Program Studi Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Baturaja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54895/828dxb81

Abstract

This study is entitled "Analysis of the Capability of the Department of Population and Civil Registration of Bintan Regency in Managing the Innovation of the Population Administration and Civil Registry Service System with a Dynamic Governance Perspective." Driven by national bureaucratic reform and digital government expansion, the local government launched the Civil Registry and Administration Service System Innovation, or Si Pandu Capil, to provide population administration services online. This study aims to analyze the institutional capabilities of the Bintan Regency Population and Civil Registry Department in managing the Si Pandu Capil innovation through a dynamic governance perspective. The researcher utilizes the theoretical framework proposed by Neo and Chen (2007), evaluating three core organizational dimensions: routines, resources, and resilience. This study employs an exploratory research design with a qualitative approach. Located at the Population and Civil Registration Office of Bintan Regency, the research informants include employees and local residents using Si Pandu Capil, selected via purposive sampling. Data collection methods involve direct observation, structured interviews, and comprehensive documentation. The results demonstrate that the Department of Population and Civil Registration possesses the capability to manage the Si Pandu Capil innovation, although it is not yet optimal. Consequently, this study recommends that the government update the existing Standard Operating Procedures (SOP) and Public Service Standards for this digital platform. Additionally, the department should officially establish the Innovation Implementation Team, accelerate new feature developments, and enhance coordination with the Office of Communication and Information.
Evaluasi Layanan Gemilang Inovasi Daerah Pada Badan Perencanaan, Penelitian Dan Pengembangan Daerah  Kabupaten Bintan Putri Rachmadani; Shahril Budiman; Junriana Junriana; Raja Abumanshur Matridi
Jurnal Ilmu Pemerintahan Vol. 5 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Program Studi Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Baturaja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54895/450ab654

Abstract

This study raises the title Evaluation of Gemilang Inovasi Daerah (Layangan Indah) Services at Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Daerah Kabupaten Bintan. The purpose of this study was to determine the evaluation of consultation services regarding regional innovation through the Regional Innovation Gemilang Service (Layangan Indah) at Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Daerah Kabupaten Bintan. This research refers to the operational concept put forward by Robert E. Stake in 1967, there are 2 stages in evaluating, namely in the planning and process aspects and evaluating the results aspects. The type of research used is descriptive with a qualitative approach, the location of this research is Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Daerah Kabupaten Bintan. The research subjects and informants were employees of the Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Daerah Kabupaten Bintan, regional innovation facilitator experts and users of Layangan Indah. Data collection techniques through observation, interviews, and documentation. The results of this study indicate that in the aspects of planning and process there is a mismatch of the Indah service implementation team, services through Zoom are not running effectively, there is no evaluation of Layangan Indah which has been running for three years. The suggestion given is that it is expected to optimize all existing human resources to carry out consultation services so that there is no accumulation of workload on one person.
PENGARUH JUMLAH KUNJUNGAN WISATAWAN MANCANEGARA TERHADAP PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD) SEKTOR PARIWISATA DI KOTA BATAM Rachmad Chartady; Rona Tanjung; Airina Cintha Sepriana Sulfat; M. Faiz Nayaka Maldino; Shahril Budiman
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 9 No. 1 (2026): February 2026
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v9i1.5830

Abstract

Abstract: This study aims to quantitatively analyze the effect of the number of foreign tourist visits on the Regional Original Income (PAD) of the tourism sector in Batam City using 2025 data. This study uses a quantitative approach with an explanatory research method, namely research that aims to explain the causal relationship between independent and dependent variables through statistical hypothesis testing. The number of foreign tourist visits has a positive and significant effect on Regional Original Income (PAD) in the tourism sector in Batam City in 2025. Regression test results indicate that an increase in the number of foreign tourist visits statistically increases PAD revenue, particularly from hotel taxes, restaurant taxes, and tourism levies. The high coefficient of determination indicates that most of the variation in PAD in the tourism sector can be explained by changes in the number of foreign tourist visits, thus emphasizing the strategic role of the international tourism sector as a key pillar of regional revenue in Batam City. These findings support the economic theory of tourism and the tourism-led growth hypothesis, which states that increased tourist flows stimulate local economic activity and broaden the regional fiscal revenue base. Keywords: tourism sector, foreign countries, PAD, regional fiscal Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara kuantitatif pengaruh jumlah kunjungan wisman terhadap PAD sektor pariwisata di Kota Batam dengan menggunakan data tahun 2025. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian eksplanatori, yaitu penelitian yang bertujuan untuk menjelaskan hubungan sebab–akibat (causal relationship) antara variabel independen dan variabel dependen melalui pengujian hipotesis secara statistik. jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata di Kota Batam pada tahun 2025. Hasil uji regresi menunjukkan bahwa peningkatan jumlah kunjungan wisman secara statistik mampu meningkatkan penerimaan PAD, khususnya yang bersumber dari pajak hotel, pajak restoran, dan retribusi pariwisata. Nilai koefisien determinasi yang tinggi mengindikasikan bahwa sebagian besar variasi PAD sektor pariwisata dapat dijelaskan oleh perubahan jumlah kunjungan wisman, sehingga mempertegas peran strategis sektor pariwisata internasional sebagai salah satu pilar utama pendapatan daerah Kota Batam. Temuan ini memperkuat teori ekonomi pariwisata dan hipotesis pertumbuhan berbasis pariwisata (tourism-led growth), yang menyatakan bahwa peningkatan arus wisatawan mendorong aktivitas ekonomi lokal dan memperluas basis penerimaan fiskal daerah. Kata kunci: sektor pariwisata, mancanegara, PAD, fiskal daerah