Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Pengaruh Fluktuasi Unsur Iklim Tahunan terhadap Produksi Padi: Studi Empiris Berdasarkan Data Historis Masahid, Masahid; Dawud, Moh Yusuf; Abryandoko, Eko Wahyu
Agrikultura Vol 36, No 2 (2025): Agustus, 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v36i2.63758

Abstract

Produksi padi sebagai komoditas strategis nasional sangat dipengaruhi oleh dinamika iklim, terutama di wilayah agraris seperti Kabupaten Bojonegoro. Wilayah ini dipilih karena merupakan salah satu lumbung padi utama di Jawa Timur dan menunjukkan fluktuasi hasil panen yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Perubahan iklim telah menyebabkan fluktuasi suhu, curah hujan, dan faktor cuaca lainnya yang berdampak pada penurunan hasil panen. Penelitian ini menggunakan data iklim tahunan dari tahun 2016 hingga 2024 untuk menganalisis variabilitas iklim jangka pendek serta hubungannya dengan produksi padi. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif melalui analisis korelasi dan pemodelan regresi linier berganda. Variabel iklim yang dianalisis meliputi suhu rata-rata, suhu maksimum, suhu minimum, curah hujan, radiasi matahari, dan kecepatan angin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu minimum memiliki korelasi positif yang sangat kuat terhadap produksi padi, sementara kecepatan angin menunjukkan korelasi negatif yang signifikan. Model regresi menghasilkan koefisien determinasi (R²) sebesar 0,99, yang menunjukkan bahwa hampir seluruh variasi produksi padi dapat dijelaskan oleh unsur-unsur iklim seperti suhu, curah hujan, radiasi matahari, dan kecepatan angin. Uji signifikansi juga menunjukkan bahwa curah hujan memiliki pengaruh negatif yang signifikan terhadap hasil panen (p < 0,05). Temuan ini menegaskan pentingnya strategi adaptasi iklim berbasis data lokal untuk menjaga stabilitas produksi padi dan mendukung ketahanan pangan di tingkat daerah.
Model Pengembangan Agribisnis Tembakau Berkelanjutan dengan Menggunakan Metode Analytic Network Process (ANP) di Kabupaten Bojonegoro Muafidah, Lailia; Durroh, Badiatud; Masahid, Masahid
Mimbar Agribisnis : Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 10, No 2 (2024): Juli 2024
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ma.v10i2.14207

Abstract

Government policy to strive for the welfare of farmers, allocate the Tobacco Product Excise Revenue Sharing Fund (DBHCHT) to the form of fiscal decentralization which is distributed to tobacco-producing provinces to be used as improving the quality of raw materials, industrial development, social environment development, subsidence and assistance for seeds, seeds, fertilizers and production infrastructure as well as socialization of provisions in the excise sector to achieve sustainable agricultural development goals. The largest tobacco producing areas in Bojonegoro Regency include Kedungadem, Kepohbaru, Sugihwaras, Sumberjo and Baureno.  Therefore, with this policy, it is necessary to know the strategic priorities in the development of environmentally friendly tobacco agribusiness in accordance with the concept of the dimension of sustainable agricultural development which uses five dimensions, namely ecological, economic, social, institutional and technological with the Analytic Network Process (ANP) method. The study used primary data with questionnaire tools to expert respondents, namely the Head of the Bojonegoro Food Security and Agriculture Office, 5 agricultural extension workers and heads of farmer groups and 100 tobacco farmers in Bojonegoro Regency. There are 6 sustainable agribusiness development strategies, namely improving the production and quality of tobacco organically, regular counseling, tobacco agribusiness integrating between subsystems, the existence of financial institutions for the expansion of farmer capital, expanding partnerships between tobacco farmers and the private sector and the government and finally agricultural technology assistance for farmers. The main priority of the sustainable agribusiness development strategy is to improve the production and quality of tobacco organically.
Analisis Pendapatan dan Kelayakan Usaha Tempe (Studi Kasus Tempe Utama Kabupaten Bojonegoro) Masahid, Masahid; Yudha, Danang Ananda; Yusdiantara, Yusdiantara
MUDABBIR Journal Research and Education Studies Vol. 4 No. 2 (2024): Vol. 4 No. 2 Juli-Desember 2024
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/mudabbir.v4i2.589

Abstract

Penelitian ini berfokus untuk mengetahui pendapatan dan kelayakan R/C ratio usaha tempe utama di Desa Temayang Kabupaten Bojonegoro dengan secara sengaja (purposive). Penelitiaan ini dengan menganalisis berapa biaya total yang dikeluarkan dalam satu bulan usaha tempe untuk mengetahui pendapatan, penerimaan, dan R/C ratio. Metode dalam analisis ini menggunkan metode kuantitatif deskriptif yang menunjukkan skala angka serta responden yang diambil, yaitu pemilik usaha tempe. Hasil dari analisis terdapat bahwa biaya total yang dikeluarkan sebesar Rp. 2.738.000, dengan pendapatan sebesar Rp2.662.000, serta penerimaan yang di peroleh sebesar Rp5.400.000. Dalam R/C ratio terdapat diketahui bahwa hasil perhitungan diperoleh sebesar R/C ratio 1,97. Dengan ketentuan pedoman yang setiap R/C ratio yang dikeluarkan Rp1,00 biaya yang dikeluarkan akan mendapat keuntungan sebesar Rp. 1,97 dan hal tersebut R/C lebih dari 1, dapat disimpulkan bahwa usaha bahwa ini dapat dikatan layak untuk dilanjutkan.
PEMANFAATAN LIMBAH ORGANIK RUMAH TANGGA SEBAGAI PUPUK ORGANIK CAIR DI DESA SARINGEMBAT KECAMATAN SINGGAHAN KABUPATEN TUBAN Yudha, Danang Ananda; Probowati, Deviana Diah; Yusdiantara, Yusdiantara; Pambudi, Seno Riyan; Masahid, Masahid
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): Volume 5 No 1 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i1.23899

Abstract

Sampah adalah sisa yang dianggap tidak berguna dan dibuang ke lingkungan oleh manusia. Sebagian besar berasal dari sisa bahan makanan seperti buah-buahan dan sayuran. Jika diolah dengan benar, limbah organik rumah tangga dapat menjadi pupuk organik yang bermanfaat untuk pertanian. Pupuk organik cair, baik cair maupun padat, dapat meningkatkan kualitas tanah dan memberikan nutrisi kepada tanaman. Keunggulan pupuk organik cair adalah penyerapan nutrisi yang cepat tanpa pencucian nutrisi. Dalam situasi seperti ini, sosialisasi manfaat pupuk organik harus ditingkatkan. Di Desa Saringembat, Kabupaten Tuban, upaya masyarakat ini berfokus pada penggunaan limbah organik rumah tangga sebagai pupuk organik cair (POC). Tujuan pengabdian pemanfaatan limbah organik rumah tangga adalah untuk mengurangi jumlah limbah organik yang dihasilkan oleh rumah tangga dan menciptakan lingkungan yang lebih bersih dari sampah. Tujuan pembuatan pupuk organik cair adalah untuk mengurangi penggunaan pupuk kimia yang dapat merusak keadaan tanah.
Interpretive Structural Modeling of Tobacco Farmer Institutions: Pathways to Strengthen Economic Resilience and Welfare in Bojonegoro, Indonesia Durroh, Badiatud; Sriyatun, Sriyatun; Masahid, Masahid
Jambura Agribusiness Journal VOLUME 7, ISSUE 1, 2025: JULY-DECEMBER
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37046/jaj.v7i1.32064

Abstract

The plantation sub-sector plays a strategic role in Indonesia’s economy, with tobacco being one of the most important and competitive commodities contributing to regional income and employment. Bojonegoro Regency is recognized as one of the main tobacco production centers in Indonesia, yet its farmer institutions remain weak and fragmented. This study addresses the gap in understanding the structural relationships among institutional actors involved in tobacco farming. The objective was to analyze the hierarchical structure and interaction patterns of these actors to strengthen institutional performance and sustainability. The Interpretive Structural Modeling (ISM) method was applied using data collected from experts and key stakeholders in Bojonegoro’s tobacco farming sector. The ISM results revealed that tobacco farmers, PT. AOI, and the Agricultural Service possess the highest driving power and occupy the Independent sector, acting as the main driving forces of institutional development. Meanwhile, Farmer Groups and Suppliers have the lowest driving power, categorized as Dependent actors, indicating their heavy reliance on institutional and policy support. These findings highlight that improving institutional sustainability requires strengthening collaboration between independent and dependent actors, while optimizing the coordinating role of linkage actors such as the Regional Government and Agricultural Extension Workers. Overall, the study provides practical insights for policymakers to design targeted interventions that enhance the effectiveness and resilience of tobacco farmer institutions in Bojonegoro Regency.
Analisis Pendapatan dan Kelayakan Usaha Tempe : Studi Kasus Tempe Utama Kabupaten Bojonegoro Masahid Masahid; Yudha, Danang Ananda; Yusdiantara Yusdiantara
Botani : Publikasi Ilmu Tanaman dan Agribisnis Vol. 1 No. 3 (2024): September: Botani: Publikasi Ilmu Tanaman dan Agribisnis
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Tanaman Dan Hewani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/botani.v1i3.116

Abstract

Abstract. This research focuses on knowing the income and feasibility of the R/C ratio of the main tempe business in Temayang Village, Bojonegoro Regency purposively. This research analyzes the total costs incurred in one month of the tempe business to determine income, revenue and R/C ratio. The method in this analysis uses a descriptive quantitative method which shows a number scale and the respondents taken are tempe business owners. The results of the analysis show that the total costs incurred were Rp. 2,738,000, with income of Rp. 2,662,000, and the revenue obtained was Rp. 5,400,000. In the R/C ratio, there is an R/C ratio. It can be seen that the calculation results obtained are an R/C ratio of 1.97. With the guiding provisions that every R/C ratio issued is IDR. 1.00 costs incurred will get a profit of Rp. 1.97 and if the R/C is more than 1, it can be concluded that this business can be said to be worth continuing. Keywords: Income, Eligibility, and Tempe
Mathematical Modeling for Climate-Based Optimization of Rice Planting Schedules Moh Yusuf Dawud; Masahid Masahid; Eko Wahyu Abryandoko
Jurnal Teknik Pertanian Lampung (Journal of Agricultural Engineering) Vol. 14 No. 6 (2025): December 2025
Publisher : The University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtepl.v14i6.2285-2296

Abstract

The stability of rice production is greatly influenced by the dynamics of climate variability that changes rapidly and is unpredictable. This study developed a climate-based planting scheduling model that utilizes daily climate data and annual production data for the period 2016–2024. The predictive model was built through multiple linear regression to examine the effects of temperature, rainfall, humidity, and wind speed on crop yields and ARIMA to project climate and rice production until 2029. Data were obtained from BMKG, BPS, and related regional agencies, then processed to produce an adaptive planting schedule. The regression results showed high accuracy with R² = 0.99, Adjusted R² = 0.961, MAE = 5.980, and RMSE = 6.770. Rainfall showed a negative effect (p = 0.025) on rice production. The optimization model produced the two most profitable planting months each year and provided more stable yields than conventional planting patterns. Five-year production projections show fluctuations influenced by climate conditions, including a sharp decline in 2027 and a rebound in 2029. The development of an adaptive schedule model allows for alternative decision-making in areas vulnerable to climate change.
Aplikasi Asam Amino dalam Pembuatan Pupuk Hayati untuk Zat Aktivator Tanaman Padi pada Masa Vegetatif Maupun Generatif Masahid Masahid; Pujiati Pujiati; Danang Danang
Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2026): Juni
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/abdicendekia.v5i2.666

Abstract

Produksi padi di Indonesia seringkali menurun bahkan menimbulkan kerugian akibat kurang sehatnya tanah persawahan. Hal ini disebabkan para petani kurang penggunaan pupuk hayati pada tanah persawahan, selain itu para petani yang menanam padi terus-menerus tanpa adanya perubahan pada pola jenis tanaman. Kondisi seperti ini akan menimbulkan tanah menjadi tidak sehat dan membuat kualitasnya menurun. Selain itu, penggunaan pupuk kimia secara berlebihan yang salah satu faktor rusaknya tanah. Kecamatan Sukosewu merupakan salah satu wilayah di Kabupaten Bojonegoro yang menjadi andalan di Provinsi Jawa Timur sebagai sentra penghasil padi. Solusi dalam yang dapat dilakukan adalah memberikan motivasi dan bimbingan pada gapoktan dan kelompok tani dalam penggunaan pupuk organik secara berkala dan sering supaya tanah persawahan kembali subur dan berkualitas baik. Kegiatan pengabdian dilaksanakan di Desa Sidorejo, Kecamatan Sukosewu Kabupaten Bojonegoro. Pengabdian ini dilakukan bersama bertujuan menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi bagi masyarakat tentang pelatihan pemanfaatan asam amino untuk pembuatan pupuk hayati bagi tanaman dan tanah dari di Desa Sidorejo Kecamatan Sukosewu Kabupaten Bojonegoro.