Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

STRATEGI PEMULIHAN DENGAN KERJASAMA DUA SEKTOR, MUNGKINKAN SEKTOR PARIWISATA DAN UMKM BANGKIT? STUDI KASUS UMKM DAN WISATA KABUPATEN Wahyu Adhi Saputro; Moh Yusuf Dawud
Journal of Agribusiness Science and Rural Development Vol. 1 No. 1 (2021): JARSD
Publisher : LP3M Universitas Putra Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (781.593 KB) | DOI: 10.32639/jasrd.v1i1.10

Abstract

Secara global, pandemi memiliki dampak yang sangat nyata. Perekonomian juga menjadi sangat kacau selama pandemi covid-19, ditambah lagi pandemi ini tidak tahu kapan akan berhenti. Proyeksi pertumbuhan tercatat negatif. Indonesia pun tidak luput dari dampak tersebut dan menyerang beberapa sektor kunci yaitu sektor pariwisata dan sektor industri khususnya usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi sektor pertanian Kabupaten Pacitan terhadap Provinsi Jawa Timur dan untuk mengetahui strategi yang dapat diterapkan untuk memulihkan sektor pariwisata di masa pandemi COVID-19. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analitis. Pemilihan lokasi penelitian di Kabupaten Pacitan karena daerah ini menempati urutan teratas dengan kunjungan wisatawan terbanyak di Bakorwil I Provinsi Jawa Timur dan memiliki jumlah UMKM yang banyak. Data yang digunakan adalah data time series sekunder dari tahun 2015 sampai dengan tahun 2020 yang bersumber dari BPS. Analisis data menggunakan analisis kontribusi. Berdasarkan hasil kajian dapat diketahui bahwa kontribusi wisatawan Kabupaten Pacitan cukup baik, berkisar 2% dari tahun 2015 hingga 2019. Kontribusi UMKM di Kabupaten Pacitan juga cukup baik, tercatat dengan hadirnya UMKM, sebesar 212.197. Langkah yang dapat dilakukan untuk memulihkan sektor ekonomi dapat dilakukan dengan menarik influencer, mengemas kawasan wisata terdekat, berkolaborasi dengan tour n travel dengan paket transportasi yang terjangkau. Langkah pemulihan UMKM dapat dilakukan dengan beberapa cara, seperti memberikan stimulus berupa pelatihan kompetensi, pengelolaan P-IRT dan sertifikasi halal selain menggunakan digital marketing dan mendaftarkan UMKM di kantor terkait. Kerjasama kedua sektor tersebut juga dapat dilakukan dengan cara wisatawan yang berkunjung dan membayar tiket, sehingga wisatawan juga mendapatkan produk dari UMKM (harga sudah termasuk di dalamnya).
Analisis Kelayakan Usaha Budidaya Udang Vannamei (Litopeneaus Vannamei) Dengan Sistem Semi-Intensif Dan Sistem Intensif Di Kecamatan Brondong Kabupaten Lamongan Moh Yusuf Dawud
Manajemen Agribisnis: Jurnal Agribisnis Vol 20 No 2 (2020): Manajemen Agribisnis: Jurnal Agribisnis
Publisher : Universitas Islam Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32503/agribisnis.v20i2.1123

Abstract

Vannamei shrimp farming (lithopenarus vannamei) is one of the alternative solutions to overcome the failure of milkfish cultivation by changing the varieties in the fishery sector, where this species is more resistant to disease. Business analysis and business feasibility in the form of Benefit Cost Ratio (B / C Ratio) Net Benefit Cost Ratio (B / C Ratio), Internal Rate Ratio (IRR), Net Present Valuae (NPV), and Beak Even Point (BEP) calculations. From the results of the analysis showed that the business of shrimp farming vaname declared feasible, with NPV on intensive system the highest value of Rp.46.293.103,45 this means the business is profitable and feasible to be developed. While the NPV on semi-intensive system the highest value of Rp .15.357.758,62 and IRR on semi intensive system 9.98%, while IRR on intensive system 8.19% which means IRR value> MARR, which indicates that this investment is feasible to run. The lowest intensive system value at the time of production / sales volume reaches 3944.28 While in the semi-intensive system the lowest value when the volume of production / sales reached 787.42.BEP selling price on the intensive system the lowest value of Rp.27274.60, while the BEP selling price on semi-intensive system of Rp.24520.58.Hasil calculation of the analysis of the estimated cost increase Operations, decline in prices and the amount of production in the coming year, the business results This is still feasible to run.
SOLUSI PENCEGAHAN KERUSAKAN PRODUK TEH KERING DI PT CANDI LOKA Badiatud Durroh; Masahid Masahid; Moh Yusuf Dawud
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 1 (2023): edisi JANUARI
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i1.2593

Abstract

Daya saing produk teh kering salah satunya dilihat dari kualitas teh tersebut. Oleh karena itu, untuk menghasilkan teh berkualitas baik diperlukan usaha mengurangi kerusakan pada hasil teh kering. Pelaksanaan Good Agricultural Practices (GAP) saat proses pemetikan pucuk teh basah dan Good Manufacturing Practices (GMP) saat pengolahan untuk menghasilkan teh kering merupakan cara untuk memperoleh teh yang berkualitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyebab kerusakan teh selama   proses produksi. Studi kasus dilakukan di PT, Candi Loka Ngawi Jawa Timur. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus (case study) dan desain kualitatif. Beberapa penyebab kerusakan yang terjadi pada proses produksi teh kering tadalah kebiasaan buruk petani saat memetik pucuk teh, kecerobohan pekerja pabrik saat melakukan sortasi, dan kegiatan proses produksi yang dilakukan oleh pekerja tidak sesuai dengan GAP dan GMP. Berdasarkan tiga penyebab tersebut, penyebab utama kerusakan produk teh kering yaitu pekerja yang tidak  menerapkan GAP dan GMP saat proses produksi, sehingga kualitas teh kering yang dihasilkan kurang baik. Solusi pencegahan kerusakan produk teh kering adalah dengan menambah satu sampai tiga petugas grading, dan membayar petikan pucuk petani sesuai dengan hasil grading-nya.
PENGENDALIAN KUALITAS PRODUK BERAS MENGGUNAKAN METODE SIX SIGMA (Studi Kasus Home Industry Ud. Mulyo Langgeng) Moh. Yusuf Dawud
LUMBUNG Vol. 19 No. 2 (2020): Agustus
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (481.007 KB) | DOI: 10.32530/lumbung.v19i2.242

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai Pengendalian Kualitas Produk Beras Menggunakan Metode Six Sigma yang di lakukan di Home Industry UD. Mulyo Langgeng. Permasalahan yang dihadapi perusahaan adalah belum adanya metodepengendalian kualitas produk yang digunakan untuk mengurangi jumlah produk cacat selama proses produksi penggilingan Padi. merupakan sebuah metode perbaikankualitas berbasis statistik, dimana prinsip dari metode ini yaitu perbaikan secaraterus-menerus (Continuous Improvement) dengan menggunakan alat statistik dan problem solving tools. Pada penelitian ini, peneliti menerapkan metode six sigma yang dapat dipertimbangkan oleh perusahaan sebagai metode pengendalian kualitas produk. Berdasarkan pada permasalahan yang ada, 3 penyebab produk cacat tertinggi dapat didefinisikan yaitu penimbangan sebanyak 25%, penggilingan sebanyak 16% dan karung pembungkus beras bocor 18%, tujuan peningkatan kualitas Six Sigma berdasarkan hasil observasi: mengurangi atau menekan produk cacat dari 4.50% menjadi 0%. Terbukti dengan adanya total produk cacat tertinggi sebesar 5.10% dan terendah 4.00% berdasarkan persentase terendah sebenarnya Home Industry UD. Mulyo Langgeng dapat menekan produk cacat hingga 0%. jumlah beras yang dihasilkan selama bulan April sampai dengan Juli 2019 untuk beras adalah sebesar 8.500 kg, dan diketemukan produk cacat diduga produk cacat yang berasal dari tiga penyebab utama kecacatan adalah 425 kg.Setelah mengetahui penyebab kegagalan dari masing-masing jenis cacat, peneliti akan coba mengusulkan tindakan-tindakan yang dapat diambil untuk mengatasi kegagalan tersebut sehingga diharapkan perusahaan dapat mengatasinya agar kegagalan serupa tidak terjadi lagi di masa yang akan datang.
EFISIENSI SALURAN PEMASARAN DAN ELASTISITAS TRANSMISI HARGA KOMODITAS TEMBAKAU VIRGINIA DI DESA POHWATES KECAMATAN KEPOHBARU KABUPATEN BOJONEGORO Badiatud Durroh; Moh Yusuf Dawud
Agros Journal of Agriculture Science Vol 26, No 1 (2024): Januari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v26i1.3889

Abstract

The agricultural sector is one of the sectors that has the potential to be developed in the province of East Java. One of them is that tobacco commodity is a pillar for the East Java economy as well as playing a strategic role in the national economy. The purpose of this study was to analyze (1) the marketing channel for virginia tobacco commodities in Pohwates Village, Kepohbaru District, Bojonegoro Regency; (2) marketing channel efficiency for virginia tobacco commodities in Pohwates Village, Kepohbaru District, Bojonegoro Regency; (3) price transmission elasticity of virginia tobacco commodities in Pohwates Village, Kepohbaru District, Bojonegoro Regency. The sampling technique in this study was carried out by simple random sampling for farmer respondents and snowball sampling for trader respondents. Data collection techniques used are observation, interviews & questionnaires, and documentation. The data analysis carried out was descriptive with a qualitative and quantitative approach. The results showed that (1) there were two marketing channels for Virginia tobacco farming in the form of dry/chopped leaves with the final consumer, namely tobacco warehouses; (2) Virginia tobacco marketing in Pohwates Village has been running efficiently, as evidenced by various marketing indicators, namely the analysis of margin calculations, margin distribution, and Farmer’s Share. Margin value on marketing channel 1 is IDR 2,291 and on channel 2 is IDR 3,458. It can be interpreted that marketing channel 1 is more efficient than marketing channel 2; (3) The price transmission elasticity value is IDR 426.71 (more than one) > 1, which means that the marketing of virginia tobacco in Pohwates Village, Kepohbaru District, Bojonegoro Regency is elastic and forms an oligopsony market structure. Keywords: Virginia Tobacco, Marketing Channel, Efficiency, Price Transmission Elasticity INTISARISektor pertanian menjadi salah satu sektor yang berpotensi untuk dikembangan di wilayah Provinsi Jawa Timur. Salah satunya komoditas tembakau menjadi pilar bagi perekonomian Jawa Timur sekaligus memainkan peran strategis dalam kancah perekonomian nasional. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis (1) saluran pemasaran komoditas tembakau virginia di Desa Pohwates Kecamatan Kepohbaru Kabupaten Bojonegoro; (2) efisiensi saluran pemasaran komoditas tembakau virginia di Desa Pohwates Kecamatan Kepohbaru Kabupaten Bojonegoro; (3) elastisitas transmisi harga komoditas tembakau virginia di Desa Pohwates Kecamatan Kepohbaru Kabupaten Bojonegoro. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini dilakukan dengan simple random sampling untuk responden petani dan snowball sampling untuk responden pedagang. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah observasi, wawancara & kuesioner, dan dokumentasi. Analisis data yang dilakukan yaitu deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) terdapat dua saluran pemasaran usahatani tembakau virginia dalam bentuk daun kering/rajangan dengan konsumen akhir yaitu gudang tembakau; (2) Pemasaran tembakau virginia di Desa Pohwates telah berjalan efisien, dibuktikan dari berbagai indikator pemasaran yaitu analisis perhitungan margin, distribusi margin, dan Farmer’s Share. Nilai margin pada saluran pemasaran 1 sebesar Rp 2.291 dan pada saluran 2 yaitu Rp 3.458. Dapat diartikan bahwa saluran pemasaran 1 lebih efisien dibandingkan saluran pemasaran 2; (3) Nilai elastisitas transmisi harga yaitu sebesar Rp 426,71 (lebih dari satu) >1 dapat diartikan bahwa pemasaran tembakau virginia di Desa Pohwates Kecamatan Kepohbaru Kabupaten Bojonegoro bersifat elastis dan membentuk struktur pasar oligopsoni. Kata kunci: Tembakau Virginia, Saluran Pemasaran, Efisiensi, Elastisitas Transmisi Harga
STRATEGI PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT PADA BUDIDAYA TANAMAN MELON (Cucumis Melo. L) TERHADAP PENDAPATAN PETANI Durroh, Badiatud; Dawud, Moh Yusuf
Jurnal Sosiologi Pertanian dan Agribisnis Vol 4 No 2 (2022): Juli : Jurnal Sosiologi Pertanian dan Agribisnis
Publisher : Universitas Gajah Putih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55542/juspa.v4i2.312

Abstract

Dalam kegiatan usaha tani, mengorganisasikan sarana produksi pertanian perludilakukan, agar memperoleh hasil atau keuntungan. Didalam usaha tani, juga terdapat hambatan dalam pelaksanaan usaha tani, hama dan penyakit yang menyerang tanaman melon adalah musuh alami petani. Hal ini yang menghambat bahkan membuat kerugian ekonomi dalam usaha tani melon di Desa Kayulemah Kecamatan Sumberrejo Kabupaten Bojonegoro. Rumusan masalah sebagai berikut, besarnya pendapatan petani yang menerapkan sistem pengendalian hama penyakit secara terpadu dan non terpadu sebagai strategi untuk menekan atau menggurangi kerugian ekonomi pada usaha tani melon di desa kayulemah kecamatan Sumberrejo Kabupaten Bojonegoro. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui strategi apa yang harus dilakukan dalam rangka menekan kerugian ekonomi yang disebabkan oleh adanya hama dan penyakit pada tanaman melon di desa kayu lemah kecamatan Sumberrejo. Metode pengambilan data yang diperoleh berupa data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dengan cara observasi dan wawancara langsung pada petani sampel dengan menggunakan kuisioner yang telah dipersiapkan. Data sekunder diperoleh dengan mencatat atau mengutip dari dokumen resmi di Dinas Pertanian, BPS, Internet, Buku maupun instansi terkait yang relevan yang ada di daerah penelitian serta yang berhubungan dengan tujuan penelitiankabupaten Bojonegoro. Hasil penelitian Berdasarkan perhitungan QSPM tersebut ternyata hipotesis atau dugaan sementara “ Diduga pendapatan petani melon didesa kayu lemah dipengaruhi oleh tidak adanya pemahaman petani terhadap cara penentuan strategi pengendalian hama dan penyakit yang tepat guna pada tanaman melon “ (terbukti)
ANALISIS PENGAMBILAN KEPUTUSAN PETANI MEMILIH VARIETAS BENIH PADI DI DESA TALOK KECAMATAN KALITIDU KABUPATEN BOJONEGORO Aminudin, Ahmad; Diah Probowati, Deviana; Dawud, Moh Yusuf
Jurnal Sosiologi Pertanian dan Agribisnis Vol 5 No 1 (2023): Januari : Jurnal Sosiologi Pertanian dan Agribisnis
Publisher : Universitas Gajah Putih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55542/juspa.v5i1.557

Abstract

Farmers' decision making on the use of rice seeds is one of the determining factors for achieving optimal results in a farming business, because if one chooses the type of rice seed, the results achieved are not optimal. This study aims to analyze what factors influence farmers' decisions on the use of rice seeds in Talok Village, Kalitidu District, Bojonegoro Regency. The sampling method in this study used the Random Sampling technique and to determine the sample size, the Slovin formula was used. Analysis of research data using the Multiple Linear Regression Analysis method with the help of SPSS 25 software. From the results of the study indicate that three variables that influence farmers' decisions on the use of rice seeds, namely the price of rice seeds, where to get the seeds, and promotion of 24.2% affect the product selection. rice seeds.
PELATIHAN PEMBUATAN PUPUK ORGANIK CAIR (POC) PADA KELOMPOK PEMUDA DESA BANGGLE KABUPATEN LAMONGAN DALAM MENYIKAPI PERMASALAHAN LINGKUNGAN Moh. Yusuf Dawud; Badiatud Durroh; Joko Hadi Susilo; Fina Sulistiya Ningsih; Eko Wahyu Abriyandoko; deviana diah probowati
Aplikasia: Jurnal Aplikasi Ilmu-ilmu Agama Vol. 24 No. 1 (2024):
Publisher : UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/aplikasia.v24i1.3589

Abstract

The agricultural cultivation system in Banggle Village, Lamongan Regency, has several problems that are worrying the youth of the Danyang Youth Association of Banggle Village. Farmers in this village still rely heavily on the use of chemical fertilizers as protection and nutrition for their plants. The training program for making liquid organik fertilizer in Banggle village provides a long-term solution for farmers and a more productive soil life. Another problem that occurs is the management of household waste that has accumulated and been wasted in the village, which has the potential to be used as liquid organik fertilizer. The program implementation method is carried out by examining several existing problems, then holding joint discussions to find solutions to the problems faced, and then implementing them through training and outreach. The results of community service generally went well and were in accordance with the planned PKM objectives, namely managing household waste well and effectively and training partners to make liquid organik fertilizer from household waste. ===================================== Sistem budidaya pertanian di desa Banggle Kabupaten Lamongan terdapat beberapa permasalahan yang menjadi keresahan pemuda Paguyuban Danyang desa Banggle, petani di desa tersebut masih sangat mengandalkan penggunaan pupuk kimia sebagai proteksi dan nutrisi tanaman mereka. Program pelatihan pembuatan pupuk organik cair di desa Banggle memungkinkan menjadi solusi jangka Panjang bagi petani dan umur tanah yang lebih produktif.  Permasalahan lain yang terjadi adalah pengelolaan sampah rumah tangga yang menumpuk dan terbuang di desa tersebut cukup memiliki potensi untuk dimanfaatkan menjadi pupuk organik cair. Metode pelaksanaan program dilakukan dengan mengkaji beberapa permasalahan yang ada, selanjutnya melakukan diskusi secara Bersama untuk mencari solusi permasalahan yang dihadapi kemudian diimplementasikan dengan pelatihan dan sosialisasikan. Hasil dari pengabdian masyarakat secara umum berjalan dengan baik dan sesuai dengan tujuan PKM yang direncanakan yaitu mengelola sampah rumah tangga dengan baik dan efektif dan melatih mitra membuat pupuk organik cair berbahan dasar sampah rumah tangga.
RE-DESIGN KEMASAN KOPI BIJI SALAK BERDASARKAN PREFERENSI PELANGGAN MENGGUNAKAN METODE KANSEI ENGINEERING Dawud, Moh Yusuf; Abryandoko, Eko Wahyu
Journal of Industrial Engineering and Technology Vol 5, No 1 (2024): Desember 2024
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/jointech.v5i1.13871

Abstract

Usaha kecil dan menengah (UKM) di Indonesia merupakan salah satu faktor penting dalam meningkatkan perekonomian nasional. Beberapa permasalahan yang biasa terjadi pada UKM yaitu desain dan kualitas kemasan produk seperti yang dialami oleh UKM Bunda Arum khususnya pada produk olahan kopi salak. Kemasan produk penting karena mempengaruhi daya tarik produk dan persepsi konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk mendesain ulang kemasan produk UKM Bunda Arum yang lebih baik dengan berfokus pada preferensi konsumen. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Kansai engineering. Terdapat 15 atribut digunakan pada aspek desain kemasan. Hasil penelitian menunjukkan terciptanya dua alternatif desain baru yang digunakan sebagai alternatif kemasan produk kopi salak wedi yang kemudian ditentukan berdasarkan preferensi konsumen melalui penilaian terbaik dengan biaya terjangkau
PENYIRAM TANAMAN OTOMATIS DENGAN SOLAR PANEL UNTUK MENDUKUNG ENERGI HIJAU BAGI PETANI DI DESA JUMPUT KECAMATAN SUKOSEWU KABUPATEN BOJONEGORO Wahyu Abryandoko, Eko; Yusuf Dawud, Moh.; Pamuji, Imam; Sifa Bimananda, Ikhwan
Aplikasia: Jurnal Aplikasi Ilmu-ilmu Agama Vol. 24 No. 2 (2024)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/aplikasia.v24i2.3882

Abstract

Drought in agricultural lands in Jumput Village, Sukosewu District, Bojonegoro Regency, often occurs due to the lack of sufficient water sources, leading to crop failure. Green energy is now becoming a promising solution to address challenges in agriculture, energy, and the environment. One innovation introduced is an automatic plant watering system powered by solar panels and equipped with soil moisture sensors. To address these issues, a Community Service Program (PKM) was conducted. The PKM method involved several stages, starting with the socialization of the automatic watering technology. Next, technical training was carried out, involving both theoretical and practical sessions where farmers learned to operate the equipment. The evaluation method used pre-test and post-test questionnaires to measure the participants' improvements in knowledge, skills, and confidence. The evaluation results showed significant improvements, with a T-test statistic of 2.33 (p = 0.044) for knowledge and confidence and 4.71 (p = 0.0011) for skills and satisfaction. Participants expressed hope for similar training in the future. Ongoing training and technical support are recommended to ensure effective technology implementation and to increase agricultural productivity in the area. ==================================================== Kekeringan lahan pertanian di Desa Jumput, Kecamatan Sukosewu, Kabupaten Bojonegoro sering terjadi karena tidak adanya sumber air yang cukup memadai. Dampak kekeringan yang terjadi adalah gagal panen. Energi hijau kini menjadi solusi menjanjikan untuk menghadapi tantangan pertanian, energi, dan lingkungan. Salah satu inovasi yang dikenalkan adalah alat penyiram tanaman otomatis berbasis solar panel dan dilengkapi sensor kelembaban tanah. Untuk menjawab beberapa permasalahan terjadi, di lakukan program pengabdian Masyarakat (PKM). Metode PKM dilakukan dengan beberapa tahapan, pertama adalah sosialisasi mengenai teknologi alat penyiram otomatis. Selanjutnya, dilakukan pelatihan teknis yang melibatkan teori dan praktik langsung, di mana petani belajar mengoperasikan alat tersebut. Metode evaluasi dilakukan dengan kuisioner pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan kepercayaan diri peserta. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan, dengan uji T-statistik sebesar 2.33 (p = 0.044) untuk pengetahuan dan kepercayaan diri, serta 4.71 (p = 0.0011) untuk keterampilan dan kepuasan. Peserta mengungkapkan harapan agar pelatihan serupa diadakan di masa depan. Disarankan pelatihan berkelanjutan dan pendampingan teknis untuk mendukung implementasi teknologi yang efektif, guna meningkatkan produktivitas pertanian di wilayah tersebut.