Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pembuatan Pupuk Organik Cair di Desa Sunsea Kecamatan Naibenu Kabupaten Timor Tengah Utara kadha, fagan; Marselina TD Tea; Yeremias Binsasi; Natalia DD Ndua
Bakti : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Том 5 № 2 (2025): Bakti: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XII Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/bakti.5.2.56-63

Abstract

Permasalahan utama yang harus diselesaikan di Desa Sunsea adalah pengolahan pertanian yang lebih ramah lingkungan. Solusi dari permasalahan yang dihadapi oleh petani di Desa Sunsea dengan adanya kegiatan PKM ini, dapat menambah pengetahuan masyarakat tentang pentingnya sistem pertanian yang sehat dan ramah lingkungan, mengetahui adanya pupuk organik cair sebagai pupuk alternatif pengganti pupuk anorganik. Kegiatan PKM ini akan dilaksanakan selama 6 bulan di Kelompok Tani Melati Desa Sunsea. Kegiatan ini menggunakan metode pendampingan kepada kelompok tani. Metode yang digunakan dalam kegiatan PKM yaitu ceramah, pelatihan, dan pendampingan. Tahapan kegiatan pelaksanaan kegiatan PKM meliputi survey lokasi, sosialisasi, pelatihan dan pendampingan, monitoring, dan evaluasi. Hasil yang diperoleh dari kegiatan PKM ini, yaitu adanya pengetahuan dan keterampilan tentang pembuatan pupuk organik cair, tersedianya pupuk organik cair bagi petani dan cara menggunakannya, mengurangi biaya produksi terutama dalam pembelian input produksi.
Pelatihan Pupuk Kompos Biochar Untuk Mewujudkan Pertanian Ramah Lingkungan di Desa Femnasi Taena, Werenfridus; Nino, Jefrianus; Binsasi, Yeremias; Delviana Klau, Anggelina; Djata Ndua, Natalia Desy; Taena, Emanuael Tati
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 4 (2025): Edisi Oktober - Desember
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v6i4.7309

Abstract

Pertanian ekstensif dan penggunaan pupuk organik berdampak negatif terhadap lingkungan termasuk menyebabkan peningkatan terhadap efek gas rumah kaca, sehingga dibutuhkan upaya untuk meningkatkan praktek pertanian ramah lingkungan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan petani tentang pembuatan dan aplikasi penggunaan kompos-biochar guna meningkatkan produktivitas pertanian dan mewujudkan pertanian ramah lingkungan di Desa Femnasi. Kegiatan pengabdian melibatkan aparat desa, anggota kelompok tani, perwakilan masyarakat umum, dan aparatur desa. Hasilnya partisipasi masyarakat tergolong tinggi dalam kegiatan sosialisasi dan praktek pembuatan kompos-biochar; sehingga peserta pelatihan memperoleh peningkatan pengetahuan dan ketrampilan tentang pembuatan kompos-biochar dan aplikasi pada usaha pertanian yang akan berdampak pada terwujudnya pertanian ramah lingkungan. Dibutuhkan tindak lanjut dari kegiatan pelatihan ini, dengan mengaplikasikannya pada kebun percontohan milik desa ataupun masyarakat agar mempercepat terwujudnya pertanian ramah lingkungan
Peran Kelompok Tani Usapi Mnasi dalam Pembibitan Tanaman Kehutanan untuk Rehabilitasi Hutan dan Lahan Yeremias Binsasi; Natalia Desy Djata Ndua; Emanuel Maria Yosef Hanoe; Redemptus De Ferento Nino
INTEGRITAS : Jurnal Pengabdian Vol 10 No 1 (2026): JANUARI - JULI
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat - Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/integritas.v10i1.7536

Abstract

Kawasan Hutan Lindung Bifemnasi Sonmahole di Desa Banain C, Kabupaten Timor Tengah Utara, menghadapi tekanan serius akibat alih fungsi lahan, praktik tebas bakar, dan kekeringan berkepanjangan. Kondisi tersebut menyebabkan degradasi lingkungan, krisis air bersih, serta peningkatan risiko erosi dan longsor. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengoptimalkan peran Kelompok Tani Usapi Mnasi dalam pembibitan tanaman kehutanan guna mendukung rehabilitasi hutan dan lahan berbasis komunitas. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi melalui focus group discussion, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan, dan evaluasi melalui pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan peserta meningkat dari rata-rata 55% menjadi 85% (peningkatan 30%). Selain itu, sekitar 80% peserta telah mampu menerapkan teknik pembibitan tanaman kehutanan secara mandiri, dan 75% peserta mampu memproduksi pupuk kompos berbasis biochar. T emuan ini menegaskan efektivitas intervensi peningkatan kapasitas berbasis komunitas sebagai pendekatan yang dapat direplikasi dalam meningkatkan partisipasi lokal serta mendorong rehabilitasi hutan dan lahan yang berkelanjutan.
Upaya Diversifikasi pangan Sumber Protein pada Kelomppok Wanita Tani Oematfanu, Desa tapenpah Melalui Pelatihan Pembuatan tempe Kedelai Hyldegardis Naisali; Deseriana Bria; Natalia Desy Djata Ndua; Yeremias Binsasi
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): Januari 2026 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/altifani.v6i1.1014

Abstract

Selama ini hampir semua KWT hanya melakukan kegiatan budidaya tanaman hortikultura maupun tanaman pangan namun belum melakukan kegiatan pengolahan produk. Hal ini yang menyebabkan jumlah stunting di Desa Tapenpah 21 orang. Untuk mengatasi hal demikian perlu adanya pangan sumber protein. Tempe merupakan sumber protein nabati yang cukup penting bagi masyarakat Indonesia yang difermentasi. Keunggulan tempe diantaranya daya cerna protein, karbohidrat dan lemaknya lebih baik; beberapa kandungan vitamin lebih tinggi, ketersediaan (bioavailabilitas) mineral menjadi lebih baik. Pelatihan pembuatan tempe dengan tujuan untuk menurunkan angka stunting. Selain itu, diharapkan menjadi nilai tambah bagi masyarakat Desa Tapenpah yaitu membuat tempe sendiri untuk dikonsumsi dan juga dapat dijual. Hal ini akan berdampak terhadap ekonomi masyarakat. Melalui KWT diharapkan wanita-wanita yang umumnya adalah ibu rumah tangga bukan saja dapat produktif dan mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangannya tetapi juga produktif dan mandiri dalam pemenuhan kebutuhan gizi keluarga.  Oleh karena itu perlu adanya sosialisasi dan pelatihan pembuatan tempe kepada KWT sebagai penyedia makanan dalam rumah tangga. Sehingga dengan pemberian tempe, pertumbuhan berat badan penderita gizi buruk (Stunting) akan menurun dan diare menjadi sembuh dalam waktu singkat. Pengolahan kacang kedelai  menjadi tempe dapat menurunkan kadar raffinosa dan stakoisa yaitu suatu senyawa penyebab timbulnya gejala flatulensi (perut kembung).