Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Masyarakat dalam Upaya Mengendalikan Pertanian Tebas Bakar di Desa Amol Taena, Werenfridus; Binsasi, Yeremias; Dety Lestari, Anastasia Kadek; Djata Ndua, Natalia Desy
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 5 No. 3 (2024): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN) Edisi Mei- Agustus
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v5i3.3619

Abstract

Budaya tebas bakar merupakan praktik tradisional pengolahan lahan pertanian di daerah lahan kering dengan penebangan pohon dan pembakaran lahan untuk budidaya tanaman pertanian. Namun, praktik ini telah menyebabkan degradasi lingkungan dan penurunan produktivitas pertanian karena tanah menjadi tidak subur akibat kehilangan lapisan humus tanah dan nutrisi bagi tanaman. Upaya untuk mengatasi dampak negatif ini melalui edukasi masyarakat dan program pembibitan pohon untuk revegetasi lahan. Tujuan kegiatan PKM adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam upaya mengendalikan pertanian tebas bakar di Desa Amol. Metode yang digunakan dalam kegiatan PKM adalah Focus Group Discussion (FGD), praktek pembibitan pohon. Hasil kegiatan PKM menunjukkan bahwa budaya tebas bakar berdampak negatif terhadap lingkungan, namun dengan adopsi sistem agroforestry dapat menjaga keberlanjutan lingkungan dan meningkatkan produksi pertanian. Upaya pelestarian lingkungan melalui edukasi, sosialisasi, dan demonstrasi pembibitan tanaman hutan menjadi langkah awal yang penting dalam menjaga lingkungan, meningkatkan produksi dan produktivitas, serta memberikan contoh bagi desa-desa lain dalam pelestarian lingkungan.
Keanekaragaman Jenis Ikan Karang di Zona Intertidal Pantai Kondang Merak Binsasi, Yeremias; M.Y. Hanoe, Emanuel
BULLET : Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 2 No. 1 (2023): BULLET : Jurnal Multidisiplin Ilmu
Publisher : CV. Multi Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Coral fish is a group of animals associated with coral reefs. Reef fish can easily be found in various microhabitats on coral reefs. This study aims to determine the diversity of reef fish species in the intertidal zone of Kondang Merak beach. Observations were made using the underwater visual census method. Observations were made by following a 100 m long transect line with a visibility of 2.5 m to the left and right. The research location points consist of 6 stations at a depth of 1-3 m with a distance of 100 m each station. Based on the results of the study, it can be concluded that there are 29 species of reef fish in the intertidal zone of the Kondang Merak coast, belonging to 15 families, and a category of high species diversity with a diversity index value of 3.239.
Upaya Diversifikasi pangan Sumber Protein pada Kelomppok Wanita Tani Oematfanu, Desa tapenpah Melalui Pelatihan Pembuatan tempe Kedelai Naisali, Hyldegardis; Bria, Deseriana; Ndua, Natalia Desy Djata; Binsasi, Yeremias
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): Januari 2026 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/altifani.v6i1.1014

Abstract

Selama ini hampir semua KWT hanya melakukan kegiatan budidaya tanaman hortikultura maupun tanaman pangan namun belum melakukan kegiatan pengolahan produk. Hal ini yang menyebabkan jumlah stunting di Desa Tapenpah 21 orang. Untuk mengatasi hal demikian perlu adanya pangan sumber protein. Tempe merupakan sumber protein nabati yang cukup penting bagi masyarakat Indonesia yang difermentasi. Keunggulan tempe diantaranya daya cerna protein, karbohidrat dan lemaknya lebih baik; beberapa kandungan vitamin lebih tinggi, ketersediaan (bioavailabilitas) mineral menjadi lebih baik. Pelatihan pembuatan tempe dengan tujuan untuk menurunkan angka stunting. Selain itu, diharapkan menjadi nilai tambah bagi masyarakat Desa Tapenpah yaitu membuat tempe sendiri untuk dikonsumsi dan juga dapat dijual. Hal ini akan berdampak terhadap ekonomi masyarakat. Melalui KWT diharapkan wanita-wanita yang umumnya adalah ibu rumah tangga bukan saja dapat produktif dan mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangannya tetapi juga produktif dan mandiri dalam pemenuhan kebutuhan gizi keluarga.  Oleh karena itu perlu adanya sosialisasi dan pelatihan pembuatan tempe kepada KWT sebagai penyedia makanan dalam rumah tangga. Sehingga dengan pemberian tempe, pertumbuhan berat badan penderita gizi buruk (Stunting) akan menurun dan diare menjadi sembuh dalam waktu singkat. Pengolahan kacang kedelai  menjadi tempe dapat menurunkan kadar raffinosa dan stakoisa yaitu suatu senyawa penyebab timbulnya gejala flatulensi (perut kembung).
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pembuatan Pupuk Organik Cair di Desa Sunsea Kecamatan Naibenu Kabupaten Timor Tengah Utara kadha, fagan; Marselina TD Tea; Yeremias Binsasi; Natalia DD Ndua
Bakti : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Том 5 № 2 (2025): Bakti: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XII Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/bakti.5.2.56-63

Abstract

Permasalahan utama yang harus diselesaikan di Desa Sunsea adalah pengolahan pertanian yang lebih ramah lingkungan. Solusi dari permasalahan yang dihadapi oleh petani di Desa Sunsea dengan adanya kegiatan PKM ini, dapat menambah pengetahuan masyarakat tentang pentingnya sistem pertanian yang sehat dan ramah lingkungan, mengetahui adanya pupuk organik cair sebagai pupuk alternatif pengganti pupuk anorganik. Kegiatan PKM ini akan dilaksanakan selama 6 bulan di Kelompok Tani Melati Desa Sunsea. Kegiatan ini menggunakan metode pendampingan kepada kelompok tani. Metode yang digunakan dalam kegiatan PKM yaitu ceramah, pelatihan, dan pendampingan. Tahapan kegiatan pelaksanaan kegiatan PKM meliputi survey lokasi, sosialisasi, pelatihan dan pendampingan, monitoring, dan evaluasi. Hasil yang diperoleh dari kegiatan PKM ini, yaitu adanya pengetahuan dan keterampilan tentang pembuatan pupuk organik cair, tersedianya pupuk organik cair bagi petani dan cara menggunakannya, mengurangi biaya produksi terutama dalam pembelian input produksi.
Pelatihan Pupuk Kompos Biochar Untuk Mewujudkan Pertanian Ramah Lingkungan di Desa Femnasi Taena, Werenfridus; Nino, Jefrianus; Binsasi, Yeremias; Delviana Klau, Anggelina; Djata Ndua, Natalia Desy; Taena, Emanuael Tati
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 4 (2025): Edisi Oktober - Desember
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v6i4.7309

Abstract

Pertanian ekstensif dan penggunaan pupuk organik berdampak negatif terhadap lingkungan termasuk menyebabkan peningkatan terhadap efek gas rumah kaca, sehingga dibutuhkan upaya untuk meningkatkan praktek pertanian ramah lingkungan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan petani tentang pembuatan dan aplikasi penggunaan kompos-biochar guna meningkatkan produktivitas pertanian dan mewujudkan pertanian ramah lingkungan di Desa Femnasi. Kegiatan pengabdian melibatkan aparat desa, anggota kelompok tani, perwakilan masyarakat umum, dan aparatur desa. Hasilnya partisipasi masyarakat tergolong tinggi dalam kegiatan sosialisasi dan praktek pembuatan kompos-biochar; sehingga peserta pelatihan memperoleh peningkatan pengetahuan dan ketrampilan tentang pembuatan kompos-biochar dan aplikasi pada usaha pertanian yang akan berdampak pada terwujudnya pertanian ramah lingkungan. Dibutuhkan tindak lanjut dari kegiatan pelatihan ini, dengan mengaplikasikannya pada kebun percontohan milik desa ataupun masyarakat agar mempercepat terwujudnya pertanian ramah lingkungan