Arifin Riadi
STKIP PGRI Banjarmasin

Published : 16 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

PATTERN OF ETHNOMATHEMATICS RESEARCH TOWARDS HISTORICAL BUILDINGS Riadi, Arifin; Turmudi, Turmudi; Juandi, Dadang
Ethnomathematics Journal Vol. 6 No. 1 (2025): March
Publisher : Ethnomath Association in cooperation with Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ej.v6i1.78748

Abstract

Historical buildings are very useful for discovering mathematical concepts for educational purposes. This literature review aims to identify (1) the mathematical concepts that have not emerged in the exploration of historical buildings and (2) the research design most frequently used in ethnomathematics studies related to historical buildings. Using the PRISMA protocol, a total of 64 articles were analysed. The research primarily explores traditional houses, but also includes studies on other architecture like mosques, tombs, temples, museums, and monuments. The research results indicate that (1) the mathematical concept that has not emerged in the exploration of historical buildings is Number and Operations and (2) the most frequently used research design in ethnomathematics exploration studies for historical buildings is the ethnographic design. This review highlights the importance of expanding the scope of ethnomathematical studies both geographically and conceptually, and suggests potential applications in mathematics education to enhance cultural relevance. The study contributes to the preservation of local heritage by linking cultural practices with mathematical principles, offering valuable insights for both academic research and educational practice.
Trends of Ethnomathematics Research in Indonesia: A Bibliometric Analysis from the Scopus Database Riadi, Arifin; Turmudi, Turmudi; Juandi, Dadang
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 13 No. 2 (2024): April
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v13i2.1499

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tren publikasi penelitian etnomatematika di Indonesia menggunakan basis data Scopus. Mengingat pentingnya pendidikan yang kontekstual, penelitian ini berupaya untuk memetakan pertumbuhan dan fokus penelitian etnomatematika di Indonesia, yang dapat menjadi panduan untuk studi selanjutnya dan mendorong kontribusi akademik yang lebih luas dan berdampak. Dengan menggunakan analisis bibliometrik, penelitian ini mengidentifikasi tren publikasi tahunan, perbandingan antara artikel jurnal dan prosiding konferensi, lima penerbit paling diminati, lima artikel yang paling banyak dikutip, lima penulis paling produktif, serta jaringan kolaborasi penulis dan identifikasi topik (ko-okurensi) menggunakan VOSviewer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah publikasi etnomatematika di Indonesia meningkat setiap tahun, dengan prosiding konferensi yang mendominasi dibandingkan artikel jurnal. Lima penerbit utama adalah Journal of Physics: Conference Series, AIP Conference Proceedings, Journal on Mathematics Education, International Journal of Scientific and Technology Research, dan Infinity Journal. Penulis paling produktif adalah Herawaty dan Widada, yang sering berkolaborasi. Artikel yang paling banyak dikutip adalah karya Muhtadi et al. Jaringan kolaborasi penulis menunjukkan bahwa Sutama adalah peneliti dengan koneksi terbanyak, sementara analisis ko-okurensi topik menyoroti fokus pada geometri, budaya, ide-ide matematika, pemecahan masalah, dan pendidikan karakter. This study aims to analyze the publication trends of ethnomathematics research in Indonesia using the Scopus database. Given the increasing recognition of the importance of contextualized education, this study addresses the need to map the growth and focus areas within Indonesian ethnomathematics research, which can guide future studies and encourage broader, more impactful scholarly contributions. Utilizing bibliometric analysis, this study identifies annual publication trends, comparisons between journal articles and conference proceedings, the five most preferred publishers, the five most cited articles, the five most productive authors, as well as co-authorship and topic identification (co-occurrence) networks using VOSviewer. The results show that the number of ethnomathematics publications in Indonesia has increased year by year, with conference proceedings dominating over journal articles. The top five publishers are Journal of Physics: Conference Series, AIP Conference Proceedings, Journal on Mathematics Education, International Journal of Scientific and Technology Research, and Infinity Journal. The most productive authors are Herawaty and Widada, who frequently collaborate. The most cited article is by Muhtadi et al. The co-authorship network shows that Sutama is the most connected researcher, while the topic co-occurrence analysis highlights a focus on geometry, culture, mathematical ideas, problem-solving, and character education.
Sikap Mahasiswa terhadap Integrasi Kecerdasan Buatan dalam Kurikulum Pendidikan Tinggi: Analisis Partial Least Squares Structural Equation Modeling Riadi, Arifin; Royani, Royani; Trisna, Benny Nawa; Ferita, Rolina Amriyanti
Education Achievement: Journal of Science and Research Volume 7 Issue 001 February 2026 (Spesial Issue)
Publisher : Pusdikra-Publishing.com

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/jsr.v7i001.3240

Abstract

Perkembangan kecerdasan buatan (AI) mendorong perguruan tinggi untuk mulai mempertimbangkan integrasinya dalam kurikulum pembelajaran. Namun, keberhasilan integrasi tersebut tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan teknologi, melainkan juga oleh bagaimana mahasiswa memandang, memahami, dan menyikapi penggunaan AI dalam konteks akademik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi sikap mahasiswa terhadap integrasi AI dalam kurikulum pendidikan tinggi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei potong lintang. Data dikumpulkan melalui kuesioner berbasis skala Likert yang mengukur persepsi mahasiswa terhadap relevansi pelatihan AI, pemahaman konseptual tentang AI, serta persepsi dampak AI terhadap pembelajaran dan pengembangan profesi. Analisis data dilakukan menggunakan Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS. Hasil analisis menunjukkan bahwa persepsi mahasiswa terhadap relevansi pelatihan AI memiliki pengaruh paling kuat dan signifikan terhadap sikap mahasiswa terhadap integrasi AI. Persepsi terhadap dampak AI juga berpengaruh signifikan, meskipun dengan ukuran efek yang lebih kecil. Sebaliknya, pemahaman konseptual mahasiswa mengenai AI tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap sikap mereka. Temuan ini mengindikasikan bahwa sikap mahasiswa terhadap integrasi AI cenderung dibentuk oleh pertimbangan pragmatis terkait manfaat dan relevansi praktis, bukan semata-mata oleh tingkat pemahaman teknis. Penelitian ini memberikan implikasi penting bagi pengembangan kebijakan dan desain kurikulum, khususnya dalam menekankan pentingnya pelatihan AI yang kontekstual dan aplikatif bagi mahasiswa.
Pengembangan Bahan Ajar Geometri Ruang Bercirikan Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi dengan Konsep Etnometematika Masjid Bersejarah di Banjarmasin Ferita, Rolina Amriyanti; Muslim, Azis; Riadi, Arifin
Education Achievement: Journal of Science and Research Volume 7 Issue 001 February 2026 (Spesial Issue)
Publisher : Pusdikra-Publishing.com

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/jsr.v7i001.3245

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan bahan ajar etnomatematika pada materi geometri ruang yang bercirikan keterampilan berpikir tingkat tinggi (HOTS) dengan memanfaatkan konteks masjid-masjid bersejarah di Banjarmasin. Pengembangan dilakukan melalui model ADDIE yang mencakup tahap analisis kebutuhan, perancangan, pengembangan bahan ajar, implementasi terbatas, dan evaluasi. Tahap analisis menunjukkan perlunya bahan ajar kontekstual yang mampu mengintegrasikan budaya lokal sekaligus mendorong kemampuan HOTS. Tahap perancangan dan pengembangan menghasilkan bahan ajar yang memadukan elemen arsitektur masjid, aktivitas etnomodeling, dan latihan soal HOTS. Produk yang dihasilkan divalidasi oleh ahli matematika, ahli budaya, guru, serta pengelola masjid. Implementasi dilakukan pada 22 siswa kelas IX MTs Babussalam Evaluasi dilakukan melalui tes HOTS dan angket kepraktisan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan ajar berada pada kategori valid berdasarkan penilaian ahli. Kepraktisan dinilai baik dengan skor rata-rata 4,3 (skala 1–5). Dari sisi efektivitas, 86,4% siswa mampu menjawab soal berbasis HOTS, menunjukkan peningkatan kemampuan berpikir tingkat tinggi. Dengan demikian, bahan ajar etnomatematika berbasis arsitektur masjid bersejarah ini layak digunakan sebagai sumber belajar berbasis HOTS untuk memperkuat pemahaman geometri ruang sekaligus mengintegrasikan nilai budaya.
Pengembangan Modul Matematika Berbasis Budaya Rumah Baanjung pada Materi Transformasi Geometri Menggunakan Model ADDIE Ferita, Rolina Amriyanti; Yanti, Williza; Muslim, Azis; Riadi, Arifin
Education Achievement: Journal of Science and Research Volume 7 Issue 001 February 2026 (Spesial Issue)
Publisher : Pusdikra-Publishing.com

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/jsr.v7i001.3248

Abstract

Pembelajaran matematika yang terlepas dari konteks budaya lokal sering kali dipersepsikan abstrak dan kurang bermakna bagi siswa. Salah satu upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah melalui pengembangan bahan ajar berbasis budaya lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul matematika berbasis budaya Rumah Baanjung pada materi transformasi geometri serta mengevaluasi kualitas modul berdasarkan respons siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian dan pengembangan dengan model ADDIE yang meliputi tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Modul dikembangkan dalam bentuk cetak dan disempurnakan melalui focus group discussion. Implementasi dilakukan secara terbatas dengan melibatkan 27 siswa, yang selanjutnya diminta memberikan respons terhadap modul menggunakan angket skala Likert. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul diterima secara positif oleh siswa. Modul dipersepsikan relevan dengan kebutuhan belajar, mudah digunakan, menarik dari segi penyajian, serta membantu siswa memaknai keterkaitan antara konsep matematika dan budaya lokal. Selain itu, penggunaan konteks Rumah Baanjung juga berkontribusi dalam menumbuhkan kesadaran siswa terhadap nilai kearifan lokal dan keberlanjutan budaya. Temuan ini menunjukkan bahwa modul yang dikembangkan memiliki potensi untuk mendukung pembelajaran matematika yang kontekstual dan bermakna.
Binary Representation of the Weaving Motifs of Rumah Bubungan Tinggi: An Ethnomathematical Exploration for Discrete Mathematics Learning Riadi, Arifin; Turmudi, Turmudi; Juandi, Dadang; Dahlan, Jarnawi Afgani; Ferita, Rolina Amriyanti
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 14 No. 4 (2025): October
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v14i4.3471

Abstract

Motif anyaman pada dinding anjung Rumah Bubungan Tinggi menampilkan pola berulang yang dapat dimodelkan sebagai barisan biner. Penelitian eksploratif kualitatif ini merepresentasikan orientasi bilah sebagai digit 1 dan 0, kemudian menganalisis periodisitas, memformulasikan aturan berbasis modulo, serta melakukan konversi biner–desimal–karakter untuk menautkan motif tradisional dengan struktur pengodean informasi digital. Hasil menunjukkan motif membentuk barisan biner deterministik berperiode tertentu yang dapat dijelaskan melalui fungsi modulo. Berdasarkan pemetaan digit–arah bilah, disusun pula model konseptual steganografi: penyisipan pesan biner melalui variasi orientasi bilah tanpa mengubah karakter visual motif. Temuan ini menegaskan potensi motif anyaman sebagai media representasi informasi sekaligus konteks budaya untuk pembelajaran matematika diskret melalui tugas bertahap (pengodean motif, identifikasi unit ulang/periode, penurunan aturan modulo, dan konversi bilangan). Motif weaving on the anjung wall of the Rumah Bubungan Tinggi exhibits repeating patterns that can be modeled as binary sequences. This qualitative exploratory study encodes strip orientation as 1 and 0, then examines periodicity, formulates modulo-based rules, and performs binary–decimal–character conversions to connect traditional motifs with the basic structure of digital information encoding. The results show that the motifs form deterministic binary sequences with specific periods that can be described using modulo functions. Based on digit-to-orientation mapping, the study also proposes a conceptual motif-based steganography model: embedding binary messages through variations in strip orientation without altering the motif’s overall visual character. These findings highlight the potential of weaving motifs as both an information representation medium and a cultural context for discrete mathematics learning through stepwise tasks (motif encoding, identification of repeating units/periods, derivation of modulo rules, and number conversion).