Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

PENGEMBANGAN MODEL GAMES TRIVIA DAN SENAM MENUJU DESA RAMAH LANSIA, BANGUNJIWO, DIY Titiek Hidayati; Tri Pitara Mahanggoro; Akrom Akrom; Fauzia Liesly Anindya
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 29, No 1 (2023): JANUARI-MARET
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkm.v29i1.39116

Abstract

Kesehatan lansia mencakup permasalahan lansia yaang menganggu secara fisik, jiwa, dan kesehatan lingkungan. Berakibat pada gangguan tulang, sendi, otot, syaraf,jantung, dan pembuluh darah. Prevalensi kejadian penyakit tinggi pada lansia dapat disebabkan rendahnya kesadaran. Pemberdayaan dapat dilakukan pada kader kesehatan dan lansia,  Menggunakan 3 aspek yaitu pengetahuan, sikap, dan perilaku ditambah dengan pertanyaan terbuka harapan dari lansia sehingga besar harapan Desa Bangunjiwo ramah lansia. Hasil nya terjadi peningkatan pengetahuan lansia walaupun pada variabel sikap dan perilaku belum menunjukkan hasil yang signifikan. Kata kunci: Sekolah; lansia; Penyakit tidak menular; edukasi kesehatan
Management of emotional intelligence and administration of non-communicable disease screening for posyandu cadres Tri Wulandari Kesetyaningsih; Tri Pitara Mahanggoro
Community Empowerment Vol 8 No 4 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/ce.6318

Abstract

Gamping Kidul Hamlet is growing fast and is an education center area. This condition brings social, economic and unhealthy lifestyle changes so that there is concern that there will be an increase in non-communicable diseases (NCDs). This community service is a continuation of the previous program which has formed groups concerned with healthy lifestyles and training in screening and prevention of NCDs. The training aims to enable health cadres to be able to understand and apply management of emotional intelligence for themselves and others as well as be able to apply the administration of NCDs screening in their respective posyandu. The training was attended by 14 participants. The activity was carried out using the discussion method for emotional intelligence management and practice for screening administrative management. At the end of the training, an assessment of the level of emotional intelligence was carried out and the provision of equipment grants for program implementation. The results of the assessment showed that 57% of cadres had high emotional intelligence, 29% are moderate and 14% are low. Emotional intelligence of non-cadres is 84.62% high and 7.69% moderate and low, respectively. The Mann Whitney test proves that the emotional intelligence of cadres is lower than that of non-cadres.
Pembentukan Kelompok Peduli Penyakit Tidak Menular di Samigaluh, Kulon Progo Kesetyaningsih, Tri Wulandari; Makiyah, Sri Nabawiyati Nurul; Mahanggoro, Tri Pitara; Nadirrafi, Muhammad Afif; Zamzam, Putra Alifa; Galih, Intan Kusuma Ayu Setyaning; Chapsoh, Zannuba Aisyah; Ardiyanti, Devi; Devi, Rizky Revinda; Willynia, Anggita Nur Cahya
Jurnal Surya Masyarakat Vol 6, No 1 (2023): November 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jsm.6.1.2023.66-72

Abstract

Based on observations, information was obtained that the elderly hypertension rate was quite high (70%) in Ngaran II Hamlet. Some of the possible causes are the lack of knowledge and public awareness about non-communicable diseases (NCD), in addition to the lack of cadres and equipment. This causes the Posyandu not to run optimally. Integrated activities for field supervisors and students include forming a NCD care group. NCD prevention and screening training was given to members of the NCD Care group, with material on blood pressure checks, simple blood tests and determination of body mass index. At the beginning and end of the training, an evaluation was conducted to assess the level of knowledge of the participants. The NCD care group consists of 9 health cadres. The training methods include theory, discussion, and practice. Participants were aged between 36-54 years (43.6) with 55.56% high school education and 44.44% junior high school education. Of the 9 participants, only 7 completed the test. It can be seen that there is an increase in knowledge from the average pretest score of 45.54 to 68.75 post-test score. Statistical test using Paired T-test showed a significant increase (p 0.001). It was concluded that the training succeeded in significantly increasing knowledge about NCDs and their prevention
Pengaruh Faktor Kepuasan Kerja terhadap Kualitas Komunikasi Dokter-Pasien di Puskesmas Kota Cirebon Suryanagari, Lintangkerty; Mahanggoro, Tri Pitara; Rosa, Elsye Maria
Jurnal Manajemen Kesehatan Yayasan RS.Dr. Soetomo Vol 7, No 2 (2021): JMK Yayasan RS.Dr.Soetomo, Oktober 2021
Publisher : STIKES Yayasan RS.Dr.Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (22.639 KB) | DOI: 10.29241/jmk.v7i2.622

Abstract

Kepuasan kerja merupakan salah satu satu bentuk kesejahteraan dokter. Kepuasan kerja dokter sebagai provider pelayanan kesehatan perlu menjadi perhatian agar meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. Komunikasi dokter-pasien merupakan salah satu bentuk pelayanan kesehatan dan dianggap sebagai hal utama dalam pelayanan kesehatan. Oleh karena itu, penelitian terkait faktor-faktor kepuasan kerja dokter terhadap kualitas komunikasi dokter-pasien bermanfaat untuk dilakukan. Jenis penelitian yang digunakan yaitu studi kuantitatif dengan model analisis jalur (path analysis) dengan strategi penelitian survei menggunakan kuesioner yang diisi oleh dokter dan pasien. Populasi merupakan seluruh dokter yang bekerja di puskesmas Kota Cirebon. Sampel penelitian dipilih memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Jumlah sampel terdiri 44 dokter yang tersebar di 21 dari 22 puskesmas di Kota Cirebon dan 10 pasien per dokter sebagai responden. Analisis data menggunakan SPSS dan PLS-SEM. Penelitian ini menguji 5 faktor intrinsik kepuasan kerja, yaitu pencapaian, pekerjaan itu sendiri, pengakuan, tanggung jawab dan promosi serta pengembangan terhadap komunikasi dokter-pasien. Salah satu faktor kepuasan kerja dokter, yaitu pekerjaan itu sendiri (work itself) berpengaruh terhadap kualitas komunikasi dokter-pasien (p-value 0,010). Pengaruh faktor-faktor ekstrinsik kepuasan kerja dokter terhadap komunikasi dokter-pasien disarankan untuk penelitian selanjutnya.
Edukasi kesehatan era digital: Peran augmented reality dalam meningkatkan kesadaran kelompok prolanis pasien diabetes Hidayati, Titiek; Mahanggoro, Tri Pitara; Fuadi, Akhsanul; Subroto, Bramastha Alfanda; Pratiwi, Adinda Aning
Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M) Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jp2m.v6i1.23378

Abstract

Edukasi bagi pasien diabetes melitus (DM) sangat penting untuk meningkatkan pemahaman dan manajemen penyakit guna mencegah komplikasi. Augmented Reality (AR) dipilih sebagai media edukasi karena mampu menyajikan informasi secara interaktif, menarik, dan mudah dipahami. Diabetes melitus merupakan penyakit kronis yang memerlukan perubahan pengetahuan, sikap, dan perilaku pasien untuk mencapai keberhasilan terapi. Oleh karena itu, diperlukan strategi edukasi yang efektif untuk meningkatkan pemahaman pasien, terutama bagi kelompok prolanis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan AR dalam meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku pasien DM kelompok prolanis serta melihat perubahan kadar gula darah sebelum dan sesudah edukasi. Studi ini menggunakan metode kuasi-eksperimental dengan desain pre-post test. Intervensi diberikan melalui program edukasi berbasis AR yang menampilkan visualisasi 3D komplikasi diabetes. Analisis data menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada variabel pengetahuan (p=0,03) dan perilaku (p=0,02) setelah intervensi. Sementara itu, kadar gula darah mengalami penurunan dari 193 mmHg menjadi 187 mmHg, meskipun perubahan ini tidak signifikan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa edukasi berbasis AR efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan perilaku pasien DM kelompok prolanis. Meskipun penurunan kadar gula darah tidak signifikan, AR tetap berpotensi menjadi alat edukasi inovatif dalam mendukung manajemen DM jangka panjang.
Improving the quality of life of the elderly through productive activities and healthy lifestyles at PCA Ngampilan, Yogyakarta Nurjanah, Adhianty; Mahanggoro, Tri Pitara; Apriliani, Riski
Community Empowerment Vol 10 No 9 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/ce.13247

Abstract

Indonesia faces demographic challenges with a significant increase in the elderly population, particularly in the PCA Ngampilan area of Yogyakarta. To comprehensively improve the quality of life for the elderly, this community service program aims to provide training and mentoring in productive activities and healthy lifestyles. The method used adopts a community-based empowerment approach, with activities carried out through several stages, namely an initial assessment of the main problems faced by the elderly, enhancing knowledge about the importance of productive activities and a healthy lifestyle, practical skills training, and providing grants in the form of guidebooks and health equipment. The results of the activity showed a significant increase in the understanding and skills of participants, with an improvement in understanding of productive activities by 85% and of healthy lifestyles by 88%.
Perbedaan Kualitas Tidur Mahasiswa Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Saat Melakukan Persiapan Ujian Evaluasi Belajar (EB) dan Ujian Student Oral Case Analysis (SOCA) Khairunnisa, Khairunnisa; Mahanggoro, Tri Pitara
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.5189

Abstract

Tidur merupakan kebutuhan fisiologis dasar yang berperan penting dalam menjaga kesehatan fisik, mental, dan performa akademik mahasiswa. Mahasiswa kedokteran rentan mengalami gangguan tidur akibat beban akademik yang tinggi, terutama saat menghadapi masa ujian. Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta menerapkan sistem pembelajaran berbasis blok dengan beberapa bentuk evaluasi, di antaranya Ujian Evaluasi Belajar (EB) dan Student Oral Case Analysis (SOCA), yang memiliki karakter tekanan akademik berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kualitas tidur mahasiswa Program Studi Kedokteran FKIK UMY saat melakukan persiapan ujian EB dan SOCA. Penelitian ini menggunakan desain analitik komparatif dengan pendekatan potong lintang. Subjek penelitian adalah 268 mahasiswa kedokteran FKIK UMY yang dipilih menggunakan teknik pengambilan sampel total. Kualitas tidur diukur menggunakan kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index. Analisis data dilakukan menggunakan uji statistik untuk mengetahui perbedaan kualitas tidur antara masa persiapan ujian EB dan SOCA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas mahasiswa mengalami kualitas tidur yang buruk pada kedua jenis ujian. Proporsi kualitas tidur buruk lebih tinggi saat menghadapi ujian EB dibandingkan SOCA, yaitu masing-masing sebesar 96,6% dan 87,3%. Hasil uji statistik menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara kualitas tidur mahasiswa saat melakukan persiapan ujian EB dan SOCA dengan nilai p < 0,001. Dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan kualitas tidur mahasiswa kedokteran FKIK UMY antara masa persiapan ujian EB dan SOCA. Ujian EB memberikan tekanan akademik yang lebih besar dan berdampak lebih buruk terhadap kualitas tidur dibandingkan ujian SOCA.