Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Tinjauan Kepuasan Bidan dan Perawat Terhadap Mutu Pelayanan Unit Rekam Medis di Rsia Sitti Khadijah Gorontalo Tahun 2022: Midwife and Nurse Satisfaction Review of Service Quality in the Medical Record Unit at Rsia Sitti Khadijah Gorontalo in 2022 Hartati Inaku; Lilis Handayani; Asrafil Pilomangu; Zuriati Muhamad
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 5 No. 11 (2022)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v5i11.2991

Abstract

Latar belakang: Kepuasan perawat dan bidan terhadap mutu pelayan unit rekam medis merupakan salah satu penilaian dalam menggambarkan mutu atau kualitas dari pelayanan dari unit rekam medis yang ada di RSIA Sitti Khadijah Gorontalo. Tujuan: penelitian ini yaitu untuk mengetahui tingkat kepuasan perawat dan bidan terhadap mutu pelayanan unit rekam medis di RSIA Sitti Khadijah Gorontalo berdasarkan dimensi reliability, assurance, tangible, emphaty, dan responsiveness. Metode: Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini yaitu deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh bidan dan perawat di RSIA Sitti Khadijah Gorontalo sebanyak 57 orang. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 36 orang yang diambil dengan teknik sampling purposive dengan menggunkan rumus slovin. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuisoner. Hasil: Penelitian ini yaitu tingkat kepuasan bidan dan perawat pada dimensi reliability 44%, dimensi assurance 47 %, dimensi tangible 44%, dimensi empahty 56% dan dimensi responsiveness 53%. Kesimpulan: Pada penelitian ini yaitu tingkat kepuasan tertinggi berada pada dimensi emphaty yang menunjukkan angka 56% dan yang terendah berada pada dimensi reliability dan tangible yang menunjukan angka 44%. Saran pada penelitian ini yaitu mutu pelayanan unit rekam medis baik di rumah sakit maupun puskesmas agar lebih diperhatikan atau dikembangkan untuk mencapai tingkat kepuasan yang lebih baik.
Pengetahuan Ibu Hamil Pendek Tentang Tugas Kader Kesehatan : Studi Kualitatif: Knowledge of Short Pregnant Women About the Duties of Health Cadre : Qualitative Study Zuriati Muhamad; Bagong Suyanto; Trias Mahmudiono
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 5 No. 11 (2022)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v5i11.2992

Abstract

Latar belakang: Kader merupakan sosok insan yang menarik perhatian khalayak, kesederhanaannya dan asalnya dari masyarakat setempat, telah membuat kader begitu dekat dengan masyarakat sehingga kader dianggap perpanjangan tangan antara petugas kesehatan dan masyarakat. Peran kader sangat diharapkan dalam meningkatkan pelayanan kesehatan termasuk dalam peningkatan pengetahuan dan sikap ibu hamil dalam pelayanan kehamilan (ANC). Ibu hamil diberikan pengetahuan dan pemahaman dalam menjalankan kehamilannya maka diharapkan ibu hamil dapat menjalankan kehamilannya dengan sehat dan berdampak bagi ibu dan janinnya. Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk menganalisa sejauh mana peran kader kesehatan dalam mendampingi dan memberikan pelayanan kehamilan pada ibu hamil pendek. Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian Kualitatif dengan pendekatan Fenomenologi yaitu untuk melihat fenomena pengalaman ibu hamil pendek pada saat pelayanan kehamilan yang diberikan oleh kader kesehatan. Informan pada penelitian ini adalah Ibu Hamil Pendek sebanyak 12 orang, bidan desa sebanyak 9 orang serta kader 6 orang. Pengumpulan data dilakukan melalui indepth interview dan observasi. Data di analisis dengan menggunakan Interpretasi Fenomenology Analysis (IFA). Hasil: Dari wawancara mendalam dengan para informan tentang peran (tugas) kader dalam mendampingi ibu hamil pendek diperoleh hasil bahwa pengetahuan ibu hamil pendek tentang tugas kader sebagai pendamping berkaitan erat dengan keaktifan melakukan kunjungan ke posyandu dan interaksinya dengan kader dan bidan, dimana membuka pendaftaran posyandu, mengukur berat badan, tinggi badan, megukur tekanan darah, mengukur Lila, mencatat hasil pemeriksaan kehamilan. Kesimpulan: Pendampingan kader kesehatan dapat meningkatkan pengetahuan ibu hamil dalam pelayanan ANC hal ini terlihat dengan meningkatnya kunjungan Posyandu oleh ibu hamil setiap bulannya.
Hubungan Dukungan Keluarga dengan Pemberian ASI Eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas Tibawa Miftahul Jannah Nusi; Zuriati Muhamad; Efri Leny Rauf; Fatmah Zakaria
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.960

Abstract

Pemberian ASI eksklusif merupakan salah satu upaya penting dalam meningkatkan kesehatan dan pertumbuhan bayi. Namun, cakupan ASI eksklusif masih belum optimal karena dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah dukungan keluarga. Dukungan keluarga yang baik dapat membantu meningkatkan motivasi dan kepercayaan diri ibu dalam memberikan ASI eksklusif. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan pemberian ASI eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Tibawa. Metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian adalah ibu yang memiliki bayi usia 6–23 bulan di wilayah kerja Puskesmas Tibawa. Teknik pengambilan sampel menggunakan cluster random sampling dengan jumlah responden sebanyak 63 orang. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner dukungan keluarga dan lembar observasi pemberian ASI eksklusif. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Pearson Chi-Square dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden mendapatkan dukungan keluarga sebanyak 33 responden (52,4%) dan responden yang memberikan ASI eksklusif sebanyak 32 responden (50,8%). Hasil uji statistik diperoleh nilai P-Value = 0,032 (< 0,05), yang menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara dukungan keluarga dengan pemberian ASI eksklusif. Dukungan emosional dan penilaian menjadi bentuk dukungan keluarga yang paling dominan diberikan kepada ibu menyusui. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa dukungan keluarga berhubungan dengan pemberian ASI eksklusif. Semakin baik dukungan keluarga, semakin besar peluang ibu memberikan ASI eksklusif kepada bayinya.
Pengaruh Video Pembelajaran Kesehatan Reproduksi Terhadap Pengetahuan Calon Pengantin Dalam Mempersiapkan Kehamilan Sehat Di KUA Kecamatan Limboto Fahmy Lasimpala; Zuriati Muhamad; Fidyawati Aprilia Hiola; Levana Shondakh
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1005

Abstract

Keterbatasan pemahaman calon pengantin mengenai kesehatan reproduksi dan perencanaan kehamilan sehatmasih menjadi tantangan dalam pelaksanaan pelayanan pranikah. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risikoterjadinya kehamilan tidak optimal, komplikasi kehamilan, serta berdampak pada kualitas kesehatan ibu dan anak.Salah satu pendekatan edukatif yang dinilai efektif dalam meningkatkan pemahaman adalah penggunaan mediapembelajaran berbasis audiovisual, seperti video, yang mampu menyajikan informasi secara sistematis, menarik,dan mudah dipahami. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian video pembelajarankesehatan reproduksi terhadap peningkatan pengetahuan calon pengantin dalam mempersiapkan kehamilan sehatdi Kantor Urusan Agama Kecamatan Limboto. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desainone group pretest-posttest. Jumlah sampel sebanyak 40 responden yang ditentukan melalui teknik purposivesampling sesuai kriteria inklusi. Intervensi yang diberikan berupa edukasi kesehatan reproduksi melalui mediavideo, sedangkan pengukuran tingkat pengetahuan dilakukan menggunakan instrumen kuesioner sebelum dansesudah perlakuan. Analisis data dilakukan secara bivariat untuk mengidentifikasi perbedaan tingkat pengetahuanresponden sebelum dan setelah intervensi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan tingkat pengetahuancalon pengantin setelah diberikan intervensi berupa video pembelajaran. Hasil uji statistik menunjukkan nilaisignifikansi p Value < 0,05, yang mengindikasikan bahwa terdapat pengaruh yang bermakna antara pemberianvideo pembelajaran kesehatan reproduksi dengan peningkatan pengetahuan calon pengantin dalam perencanaankehamilan sehat. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa penggunaan media video pembelajarankesehatan reproduksi efektif dalam meningkatkan pengetahuan calon pengantin. Oleh karena itu, media inidirekomendasikan sebagai alternatif strategi edukasi yang inovatif dalam kegiatan bimbingan perkawinan gunamendukung kesiapan pasangan dalam menghadapi kehamilan yang sehat dan terencana.