Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Pengaruh Voltace Dan Waktu Tahan Induction Hardening Terhadap Kualitas HUB Clutch Ekawati, Fatimah Dian; Sadiana, Riri
Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 12 No 2 (2024): JURNAL ILMIAH TEKNIK MESIN
Publisher : Universitas Islam 45 Bekasi, Fakultas Teknik, Jurusan Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33558/jitm.v12i2.9906

Abstract

Baja D40 dengan kadar karbon 0.8% digunakan sebagai bahan dasar pewmbuatan Hub clutch pada komponen mesin kendaraan otomotif. Hub clutch adalah bagian inti dari kopling, yang memiliki beban tertinggi dan mengalami hampir semua torsi yang disalurkan oleh mesin (Z. Yan, 2019). Karena torsi dan beban yang tinggi akibat gesekan dengan shaft pada sistem transmisi maka hub clutch harus dilakukan perlakuan panas pada area boss dengan cara induction hardening. Penelitian ini dilakukan untuk melihat pengaruh variasi waktu tahan dan voltase pada proses pengerasan material logam. Hub clucth dibentuk dengan metode powder metallurgy kemudian dilakukan proses induksi hardening menggunakan mesin Denshi dengan variabel voltase 3.0 kV, 3.6 kV dan 4.2 kV dengan masing-masing voltase menggunakan variabel waktu tahan 3.5 sec, 4.0 sec dan 4.5 sec yang selanjutnya akan otomatis dilakukan proses quenching dengan oli High Speed Quench Oil sebagai pendinginan material. Pengujian dimensi boss inner minor dan major diameter dilakuakan dengan mesin CMM (CMM SVA Fusion), thinckness menggunakan dial gauge, Hardness (kekerasan) dengan Hardness Rockwell type A dan kedalaman hasil induksi menggunakan caliper digital yang sebelumnya produk D40 dipotong menjadi dua bagian dan diolesi menggunakan cairan acid pada area proses induksi. Diketahui proses hardening menyusutkan inner minor diameter sebesar 0.001 mm sampai 0.017 mm dan inner major diameter sebesar 0.005 mm sampai 0.024 mm. Induksi hardening juga meningkatkan tinggi produk 0.03% dengan hardness terendah pada 69.83 HRA dan tertinggi 74.77 HRA dengan kedalaman hasil induksi antara 0.89 mm hingga 3.20 mm
Studi Eksperimen Pengaruh Campuran Hasil Pirolisis Polipropilena dengan Bahan Bakar Pertalite Terhadap Prestasi Mesin Sepeda Motor 110cc Indrayani, Novi Laura; Sulaiman, Firza Mahendra; Sadiana, Riri; Rahmanto, R. Hengki; Ekawati, Fatimah Dian
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 19, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v19i2.9921

Abstract

Banyak cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi masalah limbah plastik yaitu dengan cara menjadikan limbah plastik sebagai bahan bakar alternatif melalui proses pirolisis, selain mengurangi masalah limbah plastik dapat juga mengurangi masalah kelangkaan BBM akibat meningkatnya jumlah penggunaan sepeda motor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan limbah plastik jenis polipropilena hasil pirolisis 450°C dengan bahan bakar pertalite terhadap torsi, daya, efisiensi bahan bakar dan emisi gas buang pada sepeda motor 4 langkah. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Pengujian dilakukan pada sepeda motor Honda Beat 2011 110cc dengan 5 kelompok uji yakni pertalite murni (B100), pertalite 90% PP 10% (B90PP10), pertalite 95% PP 5% (B95PP5), pertalite 90% PP 10% dan eco racing (B90PP10E), pertalite 95% PP 5% dan eco racing (B95PP5E). Hasil penelitian menunjukan bahwa adanya pengaruh campuran minyak hasil pirolisis PP 450°C dan rendaman eco racing pada bahan bakar pertalite terhadap torsi, daya, efisiensi bahan bakar dan emisi gas buang. Pengujian terhadap torsi dan daya pada awal putaran mesin 4500 rpm dengan campuran minyak hasil pirolisis PP 450°C dan rendaman eco racing mendapatkan nilai yang paling tinggi, sedangkan pada putaran mesin berikutnya berangsur mengalami penurunan. Penggunaan bahan bakar B90PP10E memiliki keefektifan yang lebih dalam meningkatkan torsi dan daya pada awal putaran mesin yaitu  torsi sebesar 10.72 Nm dan daya sebesar 6.8 HP, dibandingkan dengan bahan bakar lainnya. Untuk efisiensi, penggunaan bahan bakar B95PP5E yang paling efisien yaitu sebesar 36,8%. Dalam penelitian emisi gas buang, campuran minyak hasil pirolisis PP 450°C dan rendaman eco racing pada bahan bakar pertalite sudah lulus dalam ambang batas emisi hidrocarbon (2000 ppm), tetapi belum lulus dalam ambang batas emisi carbon monoksida (4.5%). Penggunaan bahan bakar B100 yang paling tinggi emisi hidrocarbon nya yaitu sebesar 1124 ppm, sedangkan penggunaan bahan bakar B95PP5 yang paling tinggi emisi carbon monoksida nya yaitu sebesar 6.31%.