Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Pengembangan Kurikulum Pendidikan Tata Rias Berbasis Outcome Based Education (OBE): Pengembangan Kurikulum Pendidikan Tata Rias Outcome Based Education (OBE) Nia Kusstianti; Sri Dwiyanti; Sri Usodoningtyas
Journal of Vocational and Technical Education (JVTE) Vol. 4 No. 2 (2022): September
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jvte.v4n2.p1-9

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian pengembangan menggunakan model R & D (Research and Development). Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan kurikulum Program Studi S1 Pendidikan Tata Rias yang berbasis OBE (Outcome-Based Education). Teknik pengumpulan data menggunakan observasi melalui angket. Pengumpulan data awal dilakukan pada para alumni S1 Pendidikan Tata Rias sebagai pengguna yang berprofesi sebagai guru. Angket juga digunakan untuk menilai produk awal berupa kurikulum yang telah dikembangkan dan dinilai oleh 4 orang ahli kemudian dianalisis menggunakan persentase. Hasil penilaian dari para ahli adalah kurikulum yang dihasilkan sudah berfokus pada capaian pembelajaran lulusan, kurikulum sudah mengembangkan keterampilan baru untuk mempersiapkan lulusan pada dunia kerja, kurikulum sudah sesuai dengan kebutuhan pengguna, kurikulum sudah menekankan pada keberlanjutan proses pembelajaran secara inovatif, interaktif dan efektif, kurikulum sudah menciptakan lingkungan pembelajaran yang kondusif, kurikulum sudah memberikan keragaman sumber belajar, strategi pengajaran pada kurikulum sudah brdasarkan capaian pembelajaran, materi pembelajaran pada kurikulum sudah mengikuti perkembangan pengetahuan dan teknologi, pembelajaran pada kurikulum sudah berorientasi pada keterampilan dalam kompetensi bidang pendidikan dan pengajaran, fasilitas pembelajaran pada kurikulum belum memadai baik dari jumlah maupun kualitas.
PENINGKATAN KREATIFITAS MAHASISWA MELALUI PROYEK KURSUS KECANTIKAN DALAM MATA KULIAH PENGELOLAAN USAHA TATA RIAS Sri Dwiyanti; Arita Puspitorini; Nieke Andina
Journal of Vocational and Technical Education (JVTE) Vol. 5 No. 1 (2023): March
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jvte.v5n1.p49-55

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui apakah model pembelajaran project based learning pada mata kuliah praktik dapat memunculkan kreativitas mahasiswa S1 pendidikan tata rias Universitas Negeri Surabaya. Model pembelajaran PjBL mendorong peserta didik untuk menjadi lebih aktif, mandiri, dan kreatif dalam memecahkan sebuah permasalahan serta dapat membangun nilai karakter peserta didik terutama pada kreatifitas dan rasa ingin tahu. Jenis penelitian adalah deskriptif kuantitatif dengan analisis statistic berupa mean. Mata kuliah yang menjadi subjek penelitian adalah Mata kuliah pengelolaan usaha tata rias dengan sample seluruh mahasiswa yang memprogram mata kuliah ini sebanyak 60 orang. Rumusan masalah pada penelitian ini adalah, bagaimanakah tingkat kratifitas mahasiswa program studi tata rias melalui pembelajaran project based learning pada mahasiswa S1 Pendidikan tata rias Hasil penelitian memperlihatkan bahwa kreatifitas mahasiswa ditinjau dari kelima indikator kreatifitas berupa 1) berpartisipasi dalam kegiatan baru 96%, 2)memiliki ide-ide baru yang berbeda dalam menyelessaikan proyek 90%, 3)mencari proses teknologi, teknik atau ide produk baru 93%, 4)mengembangkan ide kreatif dan unik 90%, 5) memanfaatkan inovasi dalam situasi proyek nyata 89%, dari kelima indikator setelah dianalisis memiliki kriteria yang sangat kuat atau sangat baik. Dapat disimpulkan pembelajaran mata kuliah pengelolaan usaha tata rias yang menggunakan straegi pembelajaran model project based learning berupa mengelola kursus kecantikan sangat baik dalam memunculkan kreatifitas mahasiswa
Pemberdayaan Komunitas Remaja Masjid 'Diajeng Sursela' melalui Program Pengabdian Masyarakat: Inovasi Sabun Padat Ramah Lingkungan sebagai Aplikasi IPTEK Nur Ilahi Anjani; Sri Dwiyanti; Nieke Andina Wijaya
JURPIKAT (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 4 No 3 (2023)
Publisher : Politeknik Piksi Ganesha Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37339/jurpikat.v4i3.1527

Abstract

Sabun merupakan salah satu kebutuhan pokok masyarakat yang digunakan sebagai pembersih baik tubuh maupun lingkungan. Fokus utama dari program ini adalah inovasi sabun padat sebagai aplikasi ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) yang dapat memberikan manfaat social dan lingkungan. Pengabdian masyarakat pada remaja masjid ini dilakukan dengan tujuan untuk memberdayakan mereka dalam mengatasi tantangan bidang kewirausahaan. Metode yang digunakan dengan cara melibatkan partisipasi aktif remaja dalam pengembangan, produksi, dan distribusi sabun padat. Selain melatih pembuatan sabun padat, remaja masjid juga diberikan pembekalan materi tentang kewirausahaan. Melalui pendekatan partisipatif ini, diharapkan remaja dapat merasakan dampak positif dari kontribusi mereka terhadap masyarakat sekitar. Hasil pengabdian masyarakat ini menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan remaja dalam pembuatan sabun padat. Selain itu, melalui produksi sabun padat, komunitas remaja 'Diajeng Sursela' dapat menciptakan sumber pendapatan tambahan yang dapat digunakan untuk kegiatan amal atau pengembangan program lainnya.
Edukasi Cerdas Pemilihan Kosmetika Perawatan Kulit dan Pelatihan Pembuatan Kosmetika Tradisional Berbahan Alam di Malaysia Nia Kusstianti; Maspiyah; Sri Dwiyanti; Octaverina K. Pritasari; Biyan Yesi Wilujeng; Dewi Lutfiati; Novia Restu Windayani; Mutimmatul Faida; Dindy Sinta Megasari; Hanny Ferry Fernanda; Nur Ilahi Anjani; Nieke Andina Wijaya; Sri Usodoningtyas
JURPIKAT Vol 7 No 2 (2026)
Publisher : Politeknik Piksi Ganesha Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37339/jurpikat.v7i2.3068

Abstract

Tingginya konsumsi kosmetika di Malaysia tidak selalu diiringi literasi keamanan dan kehalalan produk yang memadai, sehingga dapat berpotensi menimbulkan risiko kesehatan dan kesalahan persepsi konsumen. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi pemilihan kosmetika aman dan halal serta keterampilan pembuatan kosmetika tradisional berbahan alam pada anggota Pertubuhan Kebajikan Ummah Indonesia Malaysia. Pendekatan Participatory Action Research (PAR) diterapkan melalui tahapan analisis kebutuhan, edukasi cerdas pemilihan kosmetika, praktik pembuatan sabun berbahan umbi dan rumput teki, serta evaluasi. Kegiatan dilaksanakan di Kajang, Selangor, dengan melibatkan perempuan Muslimah anggota komunitas. Evaluasi menggunakan tes tulis dan angket respon peserta. Hasil menunjukkan nilai rata-rata tes 96,3 (kategori sangat baik) serta 80–100% peserta memberikan respon positif terhadap materi, metode, dan manfaat pelatihan. Program ini berkontribusi pada peningkatan literasi konsumen, kesadaran regulatif, serta motivasi kewirausahaan berbasis kosmetika alami.
PENGEMBANGAN MEDIA KOMIK DIGITAL KOMPETENSI KELAINAN DAN PENYAKIT KULIT SISWA SMK LABSCHOOL UNESA 1 SURABAYA Hasna' Atsilah Khashibah; Dewi Lutfiati; Dindy Sinta Megasari; Sri Dwiyanti
Jurnal Tata Rias Vol. 15 No. 2 (2026): Jurnal Tata Rias Volume 15 Nomor 2 Tahun 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jtr.v15n2.78187

Abstract

Learning about skin disorders and diseases at SMK Labschool UNESA 1 Surabaya continues to face several challenges, including limited student interest in reading, heavy reliance on traditional learning media, and a lack of visual materials for topics that involve many scientific terms and lengthy explanations. The study’s main goal was to outline the creation of digital comic media, compare students’ learning outcomes before and after its implementation, and collect students' responses. A Research and Development (R&D) methodology was employed in the research, which was conducted over nine phases and utilised the Borg & Gall model. The sample consisted of 22 students from class X TKKR 2. Data was gathered using feasibility observation forms, pretest and posttest assessments, and student response surveys. Data analysis comprised descriptive quantitative methods, the Wilcoxon Signed Rank Test, alongside N-gain analysis. The digital comic media received an average feasibility score of 4.45, with material experts assigning 4,53, media experts 4,47, and language experts 4.10. Students’ learning outcomes demonstrated significant improvement, as indicated by a Wilcoxon p-value of 0.000 < 0.05, and supported by a N-gain score was 0.7002 (high level). Student responses also demonstrated as the questionnaire metrics reached an average score of 4.46 (highly feasible). In summary, digital comic media represents a highly feasible and effective approach for enhancing students’ learning outcomes and engagement.
PENERAPAN GAYA MAKEUP THAILAND PADA TATA RIAS WAJAH CIKATRI BERJERAWAT DITINJAU DARI ASPEK ESTETIKA Ainur Friska Rahayu; Nia Kusstianti; Sri Dwiyanti; M.A. Hanny Ferry Fernanda
Jurnal Tata Rias Vol. 15 No. 2 (2026): Jurnal Tata Rias Volume 15 Nomor 2 Tahun 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jtr.v15n2.78635

Abstract

This study aimed to determine the results of applying the Thailand makeup style to acne-scarred facial makeup in terms of aesthetic aspects. The study employed an experimental method with a quantitative approach using a One Shot Case Study design. The research subjects consisted of one model with acne-scarred skin and three observers who had competence in the field of cosmetology and makeup. Data were collected using an observation sheet covering skin preparation, acne scar correction techniques, application of Thailand makeup style, and final makeup results. The data were analyzed using descriptive statistics in the form of percentages. The results showed that the application of the Thailand makeup style on acne-scarred facial makeup achieved an average score of 74.96%, which was categorized as good. The level of acne scar concealment obtained an average score of 91.7%, which was categorized as very good. The findings indicate that the Thailand makeup style can improve facial aesthetics through a more even complexion, the use of contour and highlight to create facial dimensions, and eye makeup that provides visual focus on the face. However, this technique was found to be more effective in concealing skin discoloration than uneven skin texture caused by acne scars. Therefore, the Thailand makeup style can be considered an alternative corrective makeup technique to enhance the aesthetics of acne-scarred facial skin. Keywords: Corrective Makeup, Thailand Makeup, Facial Aesthetics, Acne-Scarred Skin, Color Correction.
PENGARUH PROPORSI DAUN PEPAYA (Folium Carica Papaya L.) DAN LIDAH BUAYA (Aloe Berbandesis Miller) TERHADAP UJI KUALITAS FISIK MASKER RAMBUT Lyva Hidayah Saputri; M.A Hanny Ferry Fernanda; Sri Dwiyanti; Octaverina Kecvara Pritasari
Jurnal Tata Rias Vol. 15 No. 2 (2026): Jurnal Tata Rias Volume 15 Nomor 2 Tahun 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jtr.v15n2.79652

Abstract

This study aims to evaluate the effect of different ratios of papaya leaves (Folium Carica papaya L.) and aloe vera (Aloe barbadensis Miller) on the physical quality of a hair mask, including texture, color, and aroma. The research employed a quantitative method with a pre-experimental design. The hair masks were formulated into three variations of ingredient ratios, namely 1:9, 3:7, and 4:6 of papaya leaves to aloe vera. Physical quality assessment was conducted by 25 semi-trained panelists and 5 trained panelists. The collected data were analyzed using the Friedman test with the assistance of SPSS version 29. The results showed that variations in the proportion of papaya leaves and aloe vera affected the physical quality of the hair mask in terms of texture, color, and aroma. Formula X1 obtained mean scores of 2.77 for texture, 2.87 for color, and 2.47 for aroma. In addition, microbiological testing using the Total Plate Count (TPC) method revealed a microbial count of 3.6 × 10⁴ CFU/ml, or approximately 36,000 colonies/ml. This value is still within safe limits, indicating that hair masks made from papaya leaves and aloe vera have potential to be developed as natural hair care products. Keywords: hair mask, papaya leaves, aloe vera, physical quality, Total Plate Count
PENGEMBANGAN VIDEO TUTORIAL NAIL ART MOTIF MARBLE MENGGUNAKAN BLOOMING GEL UNTUK KELAS XI TATA KECANTIKAN KULIT DAN RAMBUT DI SMKN 1 SOOKO MOJOKERTO Amanda Natasya Putri; Nia Kusstianti; Mutimmatul Faidah; Sri Dwiyanti
Jurnal Tata Rias Vol. 15 No. 2 (2026): Jurnal Tata Rias Volume 15 Nomor 2 Tahun 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jtr.v15n2.80251

Abstract

Practical Nail Art learning requires instructional media that present procedural steps through structured visual representations. Based on observations conducted in Class XI of the Skin and Hair Beauty Expertise Program at SMKN 1 Sooko Mojokerto, the instructional media currently used in the learning process have not provided optimal visual demonstrations, making it difficult for students to understand the Marble Nail Art technique using Blooming Gel. This study aimed to: (1) describe the development stages of a Nail Art tutorial video on the Marble technique using Blooming Gel; (2) evaluate the quality of the developed instructional media; (3) analyze students' practical performance; and (4) identify students' responses to the developed media. This study employed the Research and Development (R&D) method using the 4D development model, which consists of the Define, Design, Develop, and Disseminate stages. The validation results indicated that the tutorial video achieved a very high level of feasibility, obtaining scores of 92.5% for the media aspect, 96.3% for the material aspect, and 87.5% for the language aspect, all of which were classified as highly feasible. Furthermore, the average student practical performance score reached 87.11%, with a learning mastery rate of 100%. The questionnaire results also showed that students' responses to the instructional media reached 91.02%, which was categorized as very good. Therefore, the Marble Nail Art tutorial video using Blooming Gel is considered appropriate for use as supporting instructional media in practical learning.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN MIND MAPPING DIGITAL INTERAKTIF BERBASIS MEANINGFUL LEARNING PADA MATERI PERAWATAN KULIT WAJAH SECARA MANUAL Nurfika Aszka; Sri Usodoningtyas; Sri Dwiyanti; Biyan Yesi Wilujeng
Jurnal Tata Rias Vol. 15 No. 2 (2026): Jurnal Tata Rias Volume 15 Nomor 2 Tahun 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jtr.v15n2.81708

Abstract

Advancements in science and technology can be leveraged to develop interactive multimedia for instruction, thereby enhancing the quality of the teaching and learning process. This study aims to develop the media, assess its feasibility, analyze student learning outcomes, and identify student responses to the use of interactive digital mind-mapping media—grounded in the principles of meaningful learning—for the topic of manual facial skin care. The study employs the Research and Development (R&D) method. The product development process follows the 4D model, comprising the define, design, develop, and disseminate stages. The research was conducted at SMK Negeri 2 Ponorogo, specifically involving 31 students from class XC3. Data collection utilized questionnaires to assess media feasibility and student responses, cognitive learning outcome tests, and documentation. The results indicate that the interactive digital mind-mapping media was successfully developed in accordance with the 4D model stages and was rated as "highly feasible" based on expert validation: 90.27% for the material aspect, 95.83% for the media aspect, and 88.89% for the language aspect. Cognitive learning outcomes showed an average score of 95.32, exceeding the established minimum learning mastery criteria (KKTP). Student response to the media reached 93.89%, confirming its suitability for use.