p-Index From 2021 - 2026
4.274
P-Index
This Author published in this journals
All Journal TEKNO
Isri R. Mangangka
Universitas Sam Ratulangi

Published : 32 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search
Journal : TEKNO

Evaluasi Kinerja Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Biofilter Anaerobik-Aerobik RSUD Provinsi Sulawesi Utara Kenny S. I. E. Tumewu; Isri R. Mangangka; Roski R. I. Legrans
TEKNO Vol. 21 No. 85 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bermunculannya banyak rumah sakit baru di sulawesi utara, memberikan tanda tanya besar kepada masyarakat tentang dampak yang akan ditimbulkan dari limbah-limbah yang dihasilkan oleh setiap rumah sakit. RSUD Provinsi Sulawesi Utara merupakan salah satu rumah sakit baru yang baru dan mulai beroperasi tanggal 1 April 2022. Limbah yang dihasilkan salah satu nya adalah limbah cair yang menarik untuk diteliti dan dipelajari untuk menghasilkan informasi yang membuat hati masyarakat tenang. Dengan teknologi yang memberikan kemudahan, IPAL RSUD Provinsi Sulawesi Utara menggunakan sistem biofilter Anaerobik-Aerobik. Sistem ini merupakan sistem yang dipakai dalam mendaur ulang limbah cair yang ada di IPAL RSUD Provinsi Sulawesi Utara, dan hasil akhirnya dapat dipakai kembali sebagai flush water. Hasil dari penelitian yang dilakukan di inlet & outlet IPAL RSUD Provinsi Sulawesi Utara dapat dikatakan dimana kinerja IPAL cukup memuaskan atau efisien, dilihat dari 7 parameter yang telah diukur sesuai dengan PERMEN LHK RI No.68 Tahun 2016, Potential Hydrogen (pH) mengalami penurunan dari 8,09 menjadi 8,06, kemudian Biologycal Oxygen Demand (BOD) yang mengalami penurunan dari 7 mg/l menjadi 5 mg/l, kandungan Chemical Oxygen Demand (COD) dari 12 mg/l masih sama 12 mg/l, kandungan Total Suspended Solid (TSS) turun dari 5 mg/l menjadi 3 mg/l, kandungan Minyak dan Lemak dari 2 mg/l menjadi <1 mg/l, kandungan Amoniak turun dari 1,63 mg/l menjadi 1,31 mg/l, dan kemudian Total Coliform yang turun dari >24200 mpn/100 ml menjadi 5790 mpn/100 ml. Semoga penelitian ini bisa bermanfaat bagi pihak RSUD Provinsi Sulawesi Utara dan bisa membantu meningkatkan kinerja IPAL agar bisa selalu bekerja dengan efektif dan mendapatkan hasil yang memuaskan. Kata kunci: Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), pH, BOD, COD, TSS
Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Di Desa Boyong Atas Kecamatan Tenga Kabupaten Minahasa Selatan Kireyna Waroka; Isri R. Mangangka; Roski R. I. Legrans
TEKNO Vol. 21 No. 85 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Boyong Atas adalah desa yang terletak di Kecamatan Tenga Kabupaten Minahasa Selatan. Desa Boyong Atas sebelumnya sudah memiliki sistem air minum tapi belum mampu memenuhi kebutuhan air minum masyarakat secara maksimal dikarenakan kuantitas mata air yang menurun dimusim kemarau. Desa ini memiliki mata air baru dengan debit 6,6 liter/detik akan dimanfaatkan untuk pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum. Kemudian di uji kualitas air minum dari mata air tersebut di labolatorium dengan parameter fisik seperti, Bau, Rasa, Suhu, dan Warna. Serta parameter lainnya seperti pH, Total Padatan Terlarut, dan Salinitas. Hasil yang didapati sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 492/Menkes/per/IV/2010 tentang Persyaratan Kualitas Air Minum. Kebutuhan air dihitung berdasarkan proyeksi penduduk 15 tahun mendatang dengan metode geometrik, aritmatika, dan eksponensial. Dari hasil perhitungan digunakan metode eksponensial dan diperoleh jumlah penduduk Boyong Atas tahun 2037 sebesar 1504 jiwa dan kebutuhan air total sebesar 0,6305 liter/detik. Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum dilakukan dari mata air ke broncaptering kemudiaan disalurkan ke reservoar distribusi, selanjutnya didistribusikan ke 15 hidran umum dengan menggunakan pipa jenis HDPE dan berdiameter 100-150 mm. Penyaluran air minum menggunakan sistem gravitasi karena elevasi dari mata air lebih tinggi dari pemukiman warga. Untuk menganalisa sistem perpipaan transmisi dan distribusi dilakukan dengan program EPANET 2.0. perencanaan pengembangan ini sesuai dengan tujuan yaitu menghasilkan pengembangan sistem penyediaan air minum yang baik dan memadai. Kata kunci: kualitas air, ketersediaan air, kebutuhan air, Sistem Penyediaan Air Minum, Desa Boyong Atas
Peningkatan Sistem Penyediaan Air Minum Desa Mariri Lama Kecamatan Poigar Kabupaten Bolaang Mongondow Brigitha G. M. Lumingkewas; Isri R. Mangangka; Roski R. I. Legrans
TEKNO Vol. 21 No. 85 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Mariri Lama merupakan desa yang terletak di Kecamatan Poigar Kabupaten Bolaang Mongondow dengan luas 16,6 Km². Peningkatan sistem penyediaan air minum adalah upaya untuk memenuhi kebutuhan air desa Mariri Lama yang belum memadai bagi penduduk desa Mariri Lama. Untuk mengatasi hal tersebut diperlukan peningkatan sistem penyediaan air minum yang mampu melayani kebutuhan air di desa tersebut. Tahapan pelaksanaan penelitian ini yakni melakukan pengumpulan data sekunder dan data primer. Dalam penelitian ini dilakukan uji kualitas air dengan parameter yang di uji yaitu pH, Salinity, dan Total Dissolved Solid (TDS). Untuk ketersediaan air dari dua sumber mata air yang dihitung masing-masing 1,73 liter/detik dan 3,07 liter/detik, kemudian dilanjutkan dengan perhitungan debit kebutuhan air berdasarkan proyeksi penduduk dengan periode perencanaan 15 tahun. Hasil Analisa proyeksi penduduk dengan metode geometri, penduduk desa Mariri Lama pada tahun 2037 adalah 1260 jiwa dengan kebutuhan air bersih mencapai 1,5848 liter/detik. Metode distribusi air minum menggunakan program Epanet 2.0. jenis pipa yang digunakan adala pipa HDPE dengan ukuran yang bervariasi antara 150 mm – 19 mm. Secara umum, komponen sistem distribusi air minum memenuhi kriteri perencanaan yang ada. Kata kunci: air bersih, peningkatan SPAM, kualitas air, sistem distribusi
Analisis Kebutuhan Air Bersih Di Pusat Perbelanjaan Manado Town Square Tesalonika S. T. Rawis; Isri R. Mangangka; Roski R. I. Legrans
TEKNO Vol. 21 No. 85 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan Kota Manado sebagai Kota dengan banyak kegiatan antara lain kegiatan ekonomi, perdagangan, industri dan pendidikan meningkat pesat dari tahun ke tahun. Dengan aktivitas yang berbeda tersebut, Kota Manado menarik minat banyak investor dan sering dikunjungi oleh para tamu dengan berbagai kepentingan. Menghadapi peluang tersebut, berbagai pusat perbelanjaan dibangun di Manado, terutama pusat perbelanjaan yang memiliki daya tarik pengunjung yang tinggi. Lokasi yang menjadi objek penelitian ini adalah Pusat Perbelanjaan Manado Town Square dan data yang akan dipakai adalah data primer yaitu observasi lapangan, dan data sekunder berupa data penduduk kota manado dan data pengunjung Manado Town Square. Setelah data didapatkan maka selanjutnya akan dilakukan analisa rata-rata jumlah penduduk dan rata-rata jumlah pengunjung menggunakan metode geometrik, aritmatika dan regresi linear. Selanjutnya akan dilakukan analisa kebutuhan air bersih menggunakan standar Ditjen Cipta Karya Dinas PU dan SNI 2005 Tata Cara Perencanaan Sistem Plambing. Hasil perhitungan yang akan dipakai adalah analisa kebutuhan air bersih berdasarkan standar kebutuhan air/orang untuk pengunjung menggunakan proyeksi penduduk sebesar 5510,30 liter/detik dan kehilangan air sebesar 1102,06 liter/detik sehingga total kebutuhan air yang diperlukan sebesar 6612,35 liter/detik. Kata kunci: air bersih, kebutuhan, pusat perbelanjaan
Penanganan Air Limbah Di Permukiman Tepi Danau Tondano Dengan Teknologi Constructed Wetland Isai S. Walingkas; Roski R. I. Legrans; Isri R. Mangangka
TEKNO Vol. 21 No. 85 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dampak hubungan aktivitas manusia dan pengelolaan lingkungan yaitu pencemaran air. Desa Eris merupakan salah satu desa yang terletak di tepi Danau Tondano, dengan pembuangan air limbah desa Eris menuju ke Danau Tondano. Hal tersebut menjadi tujuan penelitian untuk mengetahui seajauh mana pencemaran air di desa Eris dengan cara perhitungan debit air limbah dan menghitung volume constructed wetland. Metode penelitian yang digunakan yaitu data hasil survey lapangan, data kualitatif yaitu data hasil wawancara dengan pemerintah setempat. Data primer diperoleh dari hasil survey, dan data sekunder yang diperoleh dari sumber-sumber yang telah ada. Hasil kesimpulan bahwa Desa Eris dengan jumlah penduduk sebanyak 1.801 orang menghasilkan air limbah domestik dengan debit rata – rata keseluruhan yaitu 57,024 m3/hari sehingga memerlukan sistem pengolahan air limbah dengan teknologi constructed wetland. Desain yang digunakan yaitu SFS (Subsurface Flow System), dengan dimensi yaitu panjang 114.289m, lebar 18.998 m dan kedalaman 60 cm. Jenis tanaman yang digunakan yaitu reeds yang mempunyai kemampuan penetrasi rizoma hingga sedalam 0,6 m, dan media pasir yaitu gravelly sand. Berdasarkan perhitungan debit air limbah didapatkan hasil Qpeak Air Limbah Total adalah 0,809 L/det. perhitungan volume c didapatkan hasil Hidraulic-loading rate (Lw) adalah 0,026262801 m3/ m2/d sehingga nilai Lw lebih besar 0.015 dan lebih kecil 0.050, sesuai paremeter desain. Dan BOD5 loading rate adalah 27,632088 lb/d. Dengan penggunaan sistem pengolahan air limbah constructed wetland dapat mengurangi pencemaran danau Tondano. Kata kunci: Constructed Wetland, Subsurface Flow System, air limbah, Desa Eris, Danau Tondano
Evaluasi Pengelolaan Limbah Medis Padat Bahan Berbahaya Dan Beracun (B3) Infeksius Menggunakan Autoclave Di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Meyfreedni N. Wowiling; Roski R. I. Legrans; Isri R. Mangangka
TEKNO Vol. 21 No. 85 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou merupakan rumah sakit yang mengolah limbah dalam lingkungan rumah sakit. Teknologi pengolahan limbah infeksius yang digunakan RSUP Kandou adalah autoclave. Pengoperasian alat tersebut merupakan yang pertama di Indonesia pada tahun 2017 dan dilakukan di RSUP Kandou. Berdasarkan data Kemenkes tahun 2019 jumlah rumah sakit di Indonesia sebanyak 2.877, sampai November 2020, hanya terdapat 117 rumah sakit yang memiliki izin pengolahan limbah B3 dan hanya 6 rumah sakit yang menggunakan autoclave. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi proses pengelolaan limbah infeksius mulai dari pemilahan/pewadahan, pengangkutan, TPS B3, pengolahan menggunakan autoclave dan mengetahui kondisi limbah setelah dilakukan pengolahan. Analisis data yaitu perbandingan dan evaluasi yang ditetapkan Permen LHK No. 56 Tahun 2015 dan Permenkes No. 7 Tahun 2019. Selanjutnya diperoleh hasil bahwa pengelolaan limbah di RSUP Kandou berjalan dengan baik, tapi belum ada jalur khusus pengangkutan limbah, dan petugas autoclave masih belum menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap. Terdapat limbah yang belum tercacah dengan baik, akibatnya harus dilakukan pengolahan ulang. Rata-rata limbah yang dihasilkan setiap hari belum seluruhnya diolah menggunakan autoclave. Hasil pengujian bacillus stearothermophilus sejumlah 105 - 107/ampul limbah. Hasil pengolahan menggunakan autoclave adalah negatif dan proses sterilisasi limbah berjalan dengan baik.Selain itu limbah hasil pengolahan autoclave belum dilakukan daur ulang pihak RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou. Kata kunci: autoclave, limbah infeksius, pengelolaan, bacillus stearothermophilus, RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou
Penanganan Emisi CO2 Dari Berbagai Jenis Kendaraan Bermotor Di Desa Tumpaan Andreas Ch. Kaparang; Isri R. Mangangka; Hendra Riogilang
TEKNO Vol. 21 No. 85 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Emisi CO2 adalah pelepasan gas karbon dioksida ke atmosfer sebagai hasil dari berbagai aktivitas manusia dan alami yang menjadi salah satu penyebab utama dari pencemaran udara dan pemanasan global. Kendaraan bermotor menjadi kontributor utama dalam menghasilkan emisi CO2 karena adanya peningkatan jumlah kendaraan bermotor tiap tahunnya. Desa Tumpaan terletak di Provinsi Sulawesi Utara, Kabupaten Minahasa Selatan, dimana terjadi pertumbuhan aktivitas kendaraan bermotor yang menghasilkan emisi CO2 karena topografi Desa Tumpaan yang dilintasi Jalan Trans Sulawesi yang menghubungkan Kota Manado dengan Kabupaten Minahasa Selatan sampai dengan Kabupaten Bolaang Mongondow sehingga jumlah kendaraan yang melintasi ruas jalan area penelitian didapat sebanyak 1206 unit kendaraan dan menghasilkan sebesar 25,29 kg emisi CO2 setiap jamnya. Hal ini membuat emisi CO2 pada ruas jalan di Desa Tumpaan sebanding dengan dengan ruas jalan di kota-kota besar di Indonesia seperti Surabaya dan Manado. Upaya untuk menangani emisi CO2 di Desa Tumpaan adalah dengan mengimplementasikan Ruang Terbuka Hijau tumbuhan bakau dengan memanfaatkan topografi Desa Tumpaan yang berada di area pesisir pantai, juga mulai beralih pada kendaraan bebas emisi (Zero-emissions Vehicles) yang sudah dipraktekkan sebagian kecil pengendara yang melintasi ruas Jalan Trans Sulawesi di Desa Tumpaan. Kata kunci: penanganan emisi CO2, emisi CO2, kendaraan bermotor, Desa Tumpaan
Analisis Sisa Masa Pakai TPA Airmadidi Kabupaten Minahasa Utara Zevanya G. J. Rumagit; Isri R. Mangangka; Roski R. I. Legrans
TEKNO Vol. 21 No. 85 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tempat Pengolahan Akhir (TPA) Airmadidi adalah yang berlokasi di Kecamatan Airmadidi Kabupaten Minahasa. TPA Airmadidi merupakan TPA yang memiliki luas 7.2 ha dan sudah menggunakan sistem controlled landfill. Meskipun fasilitas yang ada di TPA Airmadidi sudah mumpuni namun terdapat sebagian fasilitas yang rusak dan tidak dikelola dengan baik yang dapat menyebabkan overcapacity sehingga dapat berdampak pada masa pelayanan yang ada di TPA. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode analisis deskriptif. Fokus utama penelitian ini ialah menghitung sisa masa pakai TPA dengan menghitung luas lahan yang tersisa, jumlah timbulan sampah, jumlah penduduk, kepadatan sampah serta pertumbuhan penduduk dan pertumbuhan timbulan sampah di masa mendatang sebagai dasar untuk menentukan pengolahan sampah yang optimal di TPA Airmadidi Kabupaten Minahasa Utara. Hasil analisis menunjukan bahwa TPA Airmadidi memiliki sisa daya tampung sebesar 866.340 m^3dan untuk prediksi umur pakai tanpa reduksi adalah 5 tahun 3 bulan 17 hari sedangkan apabila diterapkan upaya reduksi sebesar 57.57% maka sisa masa pakai yang didapat adalah 13 tahun 0 bulan, dan 28 hari. Kata kunci: TPA Airmadidi, masa pakai, controlled landfill, sampah
Evaluasi Sistem Pengelolaan Persampahan Di Kecamatan Airmadidi Kabupaten Minahasa Utara Dewinta S. K. Suhendra; Isri R. Mangangka; Roski R. I. Legrans
TEKNO Vol. 21 No. 85 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecamatan Airmadidi memiliki luas wilayah 84.5 km2 dengan jumlah penduduk sebesar 31.180 jiwa pada tahun 2022. Dengan kondisi wilayah yang cukup besar, tentu dalm proses pengelolaan sampah akan menjadi terkendala. Hal ini dapat dilihat dari masih banyaknya sampah yang menumpuk di sumber maupun di TPS yang ada di Kecamatan Airmadidi. Agar permasalahn ini tidak berlangsung lama, maka dari itu perlu dilakukan evaluasi dari sistem pengelolaan sampah yang ada di kecamatan Airmadidi. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengatahui bagaimana sistem pengelolaan sampah di Kecamatan Airmadidi dimulai dari pewadahan, pemilahan, pengumpulan, pemindahan dan pengangkutan serta bentuk serta masyarakat dalam meminimalisir timbulan sampah di wilayah ini. metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metodologi kualitatif dan kuantitatif deskriptif dengan tujuan dapat mendeskripsikan fenomena yang terjadi. Selain itu, perlu juga untuk i) menganalisa sistem pengelolaan persampahan yang ada di Kecamatan Airmadidi menyangkut proses pengumpulan, pengangkutan, dan pengolahannya; ii) mengevaluasi sistem pengelolaan persampahan yang ada di Kecamatan Airmadidi menyangkut proses pengumpulan, pengangkutan, dan pengolahannya; iii) membandingkan kondisi eksisting sistem pengelolaan persampahan yang ada di Kecamatan Airmadidi menyangkut proses pengumpulan, pengangkutan, dan pengolahannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: penyebab masalah sampah yang belum rampung di Kecamatan Airmadidi adalah keterbatasan jumlah armada dan kurang berperannya masyrakat didalam mengatasi problem sampah disekitarnya. Pada aspek operasional perlu penambahan armada, dan pada aspek pembiayaan untuk meningkatkan retribusi dapat dilakukan dengan meningkatkan pelayanan. Kata kunci: sampah, Kecamatan Airmadidi, evaluasi, sistem pengelolaan, armada
Analisis Kadar Partikulat Matter (PM10) Dari Kendaraan Bermotor Pada Ruas Jalan Pierre Tendean Di Depan Mega Mall Maulana M. Dorus; Isri R. Mangangka; Roski R. I. Legrans
TEKNO Vol. 21 No. 85 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Untuk mengetahui besaran konsentrasi partikulat (PM10) di ruas jalan Pierre Tendean depan Mega Mall Manado, dilakukan penelitian untuk mengukur konsentrasi partikulat (PM10) menurut standar Baku Mutu dan ISPU. Sumber polutan yang menjadi objek penelitian adalah kendaraan bermotor yang terdiri atas kendaraan ringan (KR), kendaraan berat (KB) dan sepeda motor (SM). Pengukuran kosentrasi partikulat (PM10) menggunakan alat EPAM Haz Dust 5000. Banyaknya kendaraan yang melintas di ruas jalan Pierre Tendean depan Mega Mall Manadi dihitung menggunakan multi counter. Tahap analisis meliputi perhitungan besaran partikulat (PM10) selama periode pengukuran berdasarkan standar Baku Mutu dan ISPU dan analisis korelasi jenis kendaraan bermotor dengan kosentrasi partikulat (PM10). Hasil estimasi kosentrasi partikulat (PM10) dalam kurun waktu 24 jam menunjukkan bahwa kosentrasi Partikulat (PM10) selama 1 minggu adalah 21,76 mg/m3, Analisis menurut standar ISPU menghasilkan rata-rata kosentrasi partikulat (PM10) dalam 1 minggu adalah 22.86. Analisis konsentarsi partikulat (PM10) menurut standar Baku Mutu menunjukan bahwa nilai kosentrasi partikulat selama 1 minggu belum melebihi ambang batas batas baku mutu (150 ug/m3) dengan nilai kosentrasi sebesar 21,76 μg/m3. Hal tersebut menunjukan bahwa kosentrasi partikulat (PM10) masih memenuhi baku mutu. Hasil analisis kosentrasi partikulat (PM10) dengan metode ISPU menunjukan bahwa nilai kosentrasi rata-rata ISPU selama 1 minggu berada dalam rentang kelas 0-50, dengan kosentrasi sebesar 22,86. Menurut standar ISPU angka tersebut masuk dalam kategori baik, yakni kualitas udara masih terjaga dan tidak ada efek negatif yang ditimbulkan bagi kesehatan manusia ataupun makhluk hidup. Hasil analisis korelasi menjelaskan adanya konstribusi kendaraan bermotor dalam peningkatan konsentrasi (PM10). Hubungan linear positif terjadi antara kendaraan ringan (KR) terhadap konsentrasi (PM10) dengan koefisien korelasi sebesar 0.849. Hubungan linear negatif yang lemah terjadi antara kendaraan berat (KB) terhadap konsentrasi (PM10) dengan koefisien korelasinya sebesar -0.399. Hubungan linear positif terjadi antara sepeda motor (SM) dan terhadap konsentrasi (PM10) dengan koefisien korelasi sebesar 0.626. Dari ketiga jenis kendaraan yang menjadi objek penelitian, kendaraan ringan meripakan sumber polutan PM10 terbesar pada ruas Jalan Pierre Tendean depan Mega Mall Manado. Kata kunci: PM10, kendaraan bermotor, ISPU, Baku Mutu, Jalan Pierre Tendean