p-Index From 2021 - 2026
3.389
P-Index
This Author published in this journals
All Journal TEKNO
Herawaty Riogilang
Universitas Sam Ratulangi

Published : 24 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Analisis Tingkat Kebisingan Lingkungan Di Kawasan Terminal Karombasan Kota Manado Dwis R. Perangin-Angin; Herawaty Riogilang; Isri Mangangka
TEKNO Vol. 20 No. 82 (2022): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kebisingan lingkungan di kawasan Terminal Karombasan Kota Manado. Metode pengukuran tingkat kebisingan berdasarkan dengan Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 48/MENLH/11/1996. Pengambalian data hasil Penelitian dilakukan selama 6 hari dalam 1 minggu, yakni Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat dan Minggu selama 24 jam (LSM) dan dilakukan di 4 titik pengamatan. Alat untuk pengukuran tingkat kebisingan adalah Sound Level Meter. Pemetaan tingkat kebisingan di Kawasan Terminal menggunakan program Surfer 11. Hasil tingkat kebisingan dibandingkan dengan baku mutu berdasarkan Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No.48/MENLH/11/1996 sesuai peruntukannya pada kawasan perdagangan dan jasa yaitu sebesar 70 dB(A). Berdasarkan hasil penelitian, bahwa tingkat kebisingan rata-rata ekuivalen (Leq) tertinggi sebesar 82,19 dB(A) dan LSM yang tertinggi sebesar 78,99 dB(A) (melebihi baku mutu 70 dB(A)). Berdasarkan pemetaan sebaran kebisingan di kawasan Terminal Karombasan pada Titik 1, Titik 2 dan titik 4 telah melebihi baku mutu 70 dB(A), pada area tersebut telah menunjukkan zona orange ke merah. Nilai pearson korelasi antara jumlah kendaraan dengan tingkat kebisingan adalah 0,929, maka dinyatakan bahwa jumlah kendaraan mempunyai korelasi yang sangat kuat terhadap tingkat kebisingan. Kata kunci – kebisingan, ekuivalen, LSM, pemetaan, Terminal Karombasan
Analisa Potensi Pencemaran Merkuri Pada Sungai Ongkag Dumoga Akibat Kegiatan Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) Annisah A. Bouty; Herawaty Riogilang; Isri R. Mangangka
TEKNO Vol. 20 No. 82 (2022): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hadirnya aktivitas pertambangan emas rakyat dengan menggunakan merkuri dalam pengolahannya dapat menyebabkan terjadinya pencemaran air sungai dan kerusakan fungsi lingkungan. Hal ini disebabkan oleh kurangnya penanganan limbah sisa pengolahan emas yang mengandung merkuri ke sungai atau badan air. Maka dilakukan penelitian ini dengan tujuan untuk menganalisis potensi pencemaran merkuri akibat adanya kegiatan pertambangan emas tanpa izin pada sungai Ongkag Dumoga. Penelitian yang dilakukan termasuk jenis penelitian kualitatif deskriptif. Hal tersebut dikarenakan penelitian ini menganalisis data sekunder berupa angka dan tabulasi juga beberapa kutipan dari jurnal penelitian yang terkait. Penentuan potensial tercemar atau tidak pada sungai dilakukan dengan menggunakan metode perhitungan beban pencemaran, perhitungan beban pencemar yang dilakukan berupa beban pencemar maksimum (BPM) dan beban pencemar actual (BPA).Hasil analisis data sekunder dengan menggunakan persamaan hitungan beban pencemaran maksimum (BPM) menunjukkan total potensi pencemaran pada tahun 2018 sebanyak 0,001275 mg/l, untuk tahun 2019 sebanyak 0,0099 mg/l dan untuk tahun 2020 sebanyak 0,0155 mg/l. Untuk mengurangi kemungkinan terjadinya kenaikan angka pencemaran merkuri di kemudian hari maka perlu dilakukan upaya pencegahan dan penanggulangan pencemaran dengan menerapkan strategi secara teknis dan non-teknis. Adapun metode yang dapat digunakan yakni metode Fitoremediasi, Pengadaan IPAL Komunal dan Pemantauan Kualitas Air Sungai oleh pemerintah setempat maupun instansi terkait. Kata kunci – merkuri (Hg), Pertambangan Emas Tanpa Izin, potensi pencemaran, fitoremediasi
Desain Unit Instalasi Pengelolaan Air Limbah Rumah Sakit Perguruan Tinggi Negeri UNSRAT Manado Menggunakan Metode Biofilter Anaerobic-Aerobic Hunayah I. Azifah; Herawaty Riogilang; Hendra Riogilang
TEKNO Vol. 20 No. 82 (2022): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumah Sakit Perguruan Tinggi Negeri Universitas Sam Ratulangi Manado (RS Unsrat) ditetapkan menjadi RS dengan klasifikasi kelas B karena telah memenuhi persyaratan sebagai mana disebutkan pada PP RI No. 47 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Bidang Perumahsakitan. Rumah sakit tersebut menghasilkan limbah cair yang berbahaya (B3) medis dan non medis. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan perencanaan terhadap Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) rumah sakit dalam mengurangi beban pencemar yang terkandung dalam limbah cair yang dihasilkan sehingga memenuhi baku mutu dan aman untuk dilepas ke badan air dimana data awal berupa data hasil uji laboratorium Rumah Sakit Prof. Dr. R. D. Kandow Manado. Metode yang digunakan adalah menggunakan metode biofilter anaerobic-aerobic. Berdasarkan pedoman teknis terperinci sub-sistem pengelolaan terpusat yang digunakan sebagai acuan pada desain IPAL kali ini diperoleh hasil dimensi unit bak grease trap (2 m x 2 m x 1 m), bak ekualisasi (5.5 m x 2.7 m x 2 m), tangki septik (3,3 m x 3 m x 2 m), anaerobic biofilter (3 m x 3 m x 2,5 m), aerobic biofilter (2 m x 3 m x 2,5 m) bak penampung (2,5 m x 2,5 m x 2 m), filter dengan diameter 1 m dan tinggi 1,5 m. Untuk kemampuan mendegradasi kandungan polutan, Anaerobic biofiltar memiliki efeiensi removal 71% BOD, 65% COD dan 69% TSS, untuk Aerobic biofilter memiliki efesiensi removal sebesar 68% BOD, 62% COD, dan 69% TSS. Kata kunci - RS Unsrat, perencanaan, IPAL, biofilter anaerobic-aerobic
Perencanaan Pengelolaan Limbah B3 Medis Padat Di Rumah Sakit Perguruan Tinggi Negeri Universitas Sam Ratulangi Kota Manado Albani A. Muchtar; Herawaty Riogilang; Hendra Riogilang
TEKNO Vol. 20 No. 82 (2022): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perencanaan pengelolaan limbah B3 medis padat di RSPTN Universitas Sam Ratulangi Kota Manado dilakukan untuk mengetahui gambaran sistem pengelolaan limbah medis di RSPTN Univsersitas Sam Ratulangi serta mengetahui gambaran timbulan limbah medis beserta jenis dan karakteristik limbah medis yang dihasilkan. Dalam perencanaan ini digunakan data dari Rumah Sakit kelas A, B dan C sebagai pembanding karena belum beroperasinya RSPTN Universitas Sam Ratulangi sehingga belum ada limbah medis yang dihasilkan. Dalam penelitian ini dilakukan perencanaan sistem pengelolaan limbah B3 medis padat RSPTN Universitas Sam Ratulangi mulai dari tahap pengurangan, pemilahan dan pewadahan, pengumpulan, pengangkutan internal, penyimpanan sementara, dan rekomendasi pengolahan baik internal maupun eksternal. Setelah dilakukan perhitungan menggunakan data timbulan limbah medis dari RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou dihasilkan limbah medis sebesar 197066,00 kg dalam waktu 5 bulan, sedangkan untuk data pembanding menggunakan data RSUD Kotamobagu dihasilkan limbah medis sebesar 16614,00 kg dalam waktu 5 bulan. Data ini dijadikan sebagai gambaran timbulan limbah medis RSPTN Universitas Sam Ratulangi Kota Manado ketika sudah beropersi nanti. Kata kunci – RSPTN UNSRAT, limbah B3 medis padat
Analisis Perhitungan Reduksi Karbon Dioksida (CO2) Dengan Rancangan Penanaman Pohon Bakau (Mangrove) Di Area Pesisir Sekitar Pelabuhan Pelelangan Ikan Kecamatan Tuminting Sampai Pesisir Pantai Molas Yudhawan Putra Pratama Ambat; Hendra Riogilang; Herawaty Riogilang; O. B. A. Sompie; Revo L. Inkiriwang; Tommy Jansen
TEKNO Vol. 20 No. 82 (2022): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pidato Presiden pada United Nations Climate Chance Conference United Kingdom 2 November 2021 mengatakan sektor kehutanan dan lahan Indonesia akan mencapai net karbon sink pada tahun 2023, rancangan wisata mangrove adalah salah satu usaha untuk mendukung kebijakan pemerintah tersebut. Penelitian ini menggabungkan rancangan dan juga analisis dari rancangan wisata mangrove, dilakukan pengukuran dan observasi untuk mendapatkan luas lahan, dan dapat mengestimasikan jumlah pohon dan berapa banyak serapan CO2 yang dihasilkan. Adapun kuisioner yang dilakukan untuk mengetahui tangkat pengetahuan dan dukungan masyarakat tentang rancangan mangrove ini. Hasil rancangan yang didapatkan adalah sebagai berikut, luas lahan rancangan 142.759 m2 atau 14,2 Ha, Jumlah pohon dibagi menjadi 2 jenis yaitu Soonerita Alba dan Rhizipora Stylosa, dengan masing masing jumlah 9.252 dan 7.896 ind. Estimasi serapan CO2 adalah 17.693 ton/ha dengan rata rata 1,06 ton/ha per pohon. Hasil kuisioner yang didapatkan adalah 50% diatas rata-rata, masyarakat mengetahui mangrove dan kepedulian masyarakat rancangan mangrove diatas 50%. Kata kunci – mangrove, Karbondioksida, Soonerita Alba, Rhizipora Stylosa
Rancangan Ide Dan Teknologi Konsep Hijau Untuk Strategi Penerapan Di Kabupaten Bolaang Moongondow Zalzabila C. Kiay Demak; Hendra Riogilang; Herawaty Riogilang
TEKNO Vol. 20 No. 82 (2022): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah lingkungan menjadi hal yang sedang diperbincangkan akhir-akhir ini. Salah satu akibatnya yaitu adanya rencana pembangunan berorientasi pertumbuhan melainkan bukan ekologi, sehingga dapat mengakibatkan kerusakan lingkungan, berkurangnya ketersediaan sumber daya alam serta bencana lingkungan. Oleh karena itu, perlu adanya penataan ruang yang terintegrasi dalam perwujudan ruang yang nyaman, produktif dan berkelanjutan. Kabupaten Bolaang Mongondow merupakan kabupaten dengan wilayah terluas di Provinsi Sulawesi Utara, dan merupakan salah satu daerah yang mengalami pemekaran di Sulawesi Utara. Permasalahan lingkungan yang dihadapi Kabupaten Bolaang Mongondow saat ini yaitu : belum adanya RTH kawasan perkotaan, pengelolaan sampah yang perlu ditingkatkan, banjir, genangan di pusat perkotaan, tanah longsor, dan masih kurangnya partisipasi masyarakat dalam penanganan lingkungan. Dalam penelitian ini dilakukan pengamatan kondisi eksisting Kabupaten Bolaang Mongondow, perhitungan melalui kualitatif dan kuantitaf Asian Green City Index, mengidentitifikasi dan mengetahui prioritas data melalui metode Matriks (Cross-Tabulasi), kemudian rancangan penerapan teknologi hijau yang terdapat dalam delapan atribut green city yaitu green planning and design, green open space, green buildings, green waste, green water, green energy, green transportation dan green community dan menggunakan metode overlay dalam melihat kompleksitas atau tabrakan data. Hasil dari penelitian ini berupa strategi penerapan konsep green city dalam meningkatkan kinerja Kabupaten Bolaang Mongondow menuju kota berkelanjutan. Kata kunci - Green City, Asian Green City Index (AGCI), strategi, teknologi hijau
Analisis Adaptasi Dan Mitigasi Perubahan Iklim Provinsi Sulawesi Utara Muh. Alifian Al Anshari A; Hendra Riogilang; Herawaty Riogilang; O. B. A. Sompie; Tommy Jansen
TEKNO Vol. 20 No. 82 (2022): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Provinsi Sulawesi Utara adalah salah satu daerah prioritas penanganan perubahan iklim oleh Bappenas (2021). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi iklim di Sulawesi Utara, dampak dan upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim yang dapat dilakukan. Hasil penelitian ini berupa analisis kondisi iklim serta dampak iklim dan rekomendasi solusinya di beberapa kabupaten/kota di Sulawesi Utara diantaranya Minahasa, Kepulauan Sangihe, Bolaang Mongondow, Manado, dan Siau Tagulandang Biaro. Pada Dasarian I Januari 2023, anomali Sea Surface Temperature SST di wilayah Nino3.4 (Pasifik Tengah dan Timur) menunjukkan kondisi La Nina Lemah sebesar -0,80 dan anomali SST di Samudra Hindia menunjukkan fase Indian Ocean Dipole (IOD) Positif sebesar +0,71. Permasalahan yang diangkat di Minahasa adalah dampak banjir, rekomendasi solusi berupa pengembangan saluran primer dan underground tunnelling. Permasalahan yang diangkat di Sangihe adalah potensi krisis air bersih, rekomendasi solusi berupa sea water reverse osmosis (SWRO). Permasalahan yang diangkat di Bolaang Mongondow adalah dampak kekeringan, rekomendasi solusi berupa pengembangan agroforestry. Permasalahan yang diangkat di Manado adalah emisi transportasi, rekomendasi solsui berupa pengembangan transit-oriented development. Permasalahan yang diangkat di Sitaro adalah krisis air bersih, solusi yang diusulkan adalah rainwater harvesting. Kata kunci – perubahan iklim, adaptasi dan mitigasi, Sulawesi Utara
Evaluasi Limbah Cair dan Limbah Padat Di Rumah Sakit ADVENT Kota Manado Virzinia N. Manoppo; Hendra Riogilang; Herawaty Riogilang
TEKNO Vol. 21 No. 84 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumah Sakit ADVENT Kota Manado merupakan rumah sakit yang ada di Kota Manado Sulawesi Utara dengan tipe kelas rumah sakit C karena telah memenuhi syarat minimal 100 tempat tidur. Rumah sakit menghasilkan limbah cair dan limbah padat. Limbah cair dan limbah padat yang dihasilkan berasal dari laboratorium, ruang poliklinik, ruang perawatan, ruang tindakan, dapur, kamar mandi, kamar cuci dan lain lain. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pengolahan limbah cair dan limbah padat yang ada di Rumah Sakit ADVENT Kota Manado. Penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data primer dan sekunder. Hasil penelitian menunjukan pemeriksaan outlet IPAL parameter pH, BOD, COD, TSS, minyak & lemak, sudah memenuhi standar baku mutu yang di tetapkan oleh PERMEN LHK-RI No. 68 Tahun 2016 tentang Limbah cair domestik. Namun ada kandungan amoniak pada outlet sebesar 12 mg/L masih melampaui ambang batas yaitu sebesar 2 mg/L dengan demikian, IPAL Rumah Sakit ADVENT Kota Manado bisa diberikan variasi dosis kaporit. Pada proses pengangkutan sampah medis dan non medis Rumah Sakit ADVENT Kota Manado masih belum sesuai dengan PP Nomor 101 Tahun 2014 yaitu masih melewati beberapa ruangan perawatan pasien, kantin, dan dapur. Hal ini sangat berbahaya karena berpotensi menularkan sumber penyakit dan merusak estetika lingkungan sekitar rumah sakit. Kata kunci - RS ADVENT, limbah cair, limbah padat
Evaluasi Penerapan Green Building Pada Bangunan Gereja GKST Sion Sangele Di Kota Tentena Abdi H. Kogege; Hendra Riogilang; Herawaty Riogilang
TEKNO Vol. 21 No. 84 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Green Building merupakan teknologi yang sangat penting bagi pembangunan. Maraknya pembangunan di masa sekarang tidak memperhitungkan dampak yang akan terjadi dikedepannya contohnya seperti global warming (pemanasan global) yang disebabkan oleh efek rumah kaca dan material tidak ramah lingkungan, tindakan untuk meminimalisir dampak global warming maka pemerintah menggerakan penerapan teknologi Green Building pada bangunan infastruktur di indonesia. evaluasi pada penelitian ini yaitu bertujuan untuk mengetahui tingkat penerapan bangunan hijau pada gedung Gereja Gkst Sion Sangele sesuai 6 aspek yaitu tepat guna lahan, efisiensi dan konservasi energi, konservasi air, sumber dan siklus material, kesehatan dan kenyamanan ruang dan manajemen lingkungan bangunan dan setelah itu akan dilakukan rating kelayakan bangunan sesuai dengan tahap penilaian Greenship dan hasil yang diperoleh mencapai standar kriteria Green dengan total nilai keseluruhan per kategori sebanyak 68 atau total nilai persentase keseluruhan sebanyak 67,3%. Kata kunci: green building, bangunan baru, Tentena
Strategi Implementasi Konsep Green Building Pada Bangunan Masjid Baitur Rahim Kuala Kencana Kabupaten Mimika Gabriela Mor Mor Naa; Hendra Riogilang; Herawaty Riogilang
TEKNO Vol. 21 No. 85 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanasan Global dan Perubahan Iklim merupakan permasalahan lingkungan yang menjadi perbincangan dunia termasuk juga Indonesia. Masalah – masalah lingkungan tersebut disebabkan oleh adanya aktifitas seperti penebangan hutan, konsumsi energi yang cukup besar, penumpukan dan pembakaran sampah serta polusi transportasi. Namun disamping factor – factor tersebut ternyata bangunan juga merupakan factor yang menyumbang efek pemanasan global dengan porsi yang lebih besar. Melihat kondisi yang ada maka munculah konsep Green Building ini. Konsep Green Building merupakan konsep bangunan ramah lingkungan yang dikeluarkan oleh Green Building Council Indonesia (GBCI). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana bangunan Masjid Baitur Rahim Kuala Kencana sudah menerapkan konsep Green Building serta untuk memberikan usulan implementasi Green Building pada Bangunan Masjid Baitur Rahim Kuala Kencana. Penilaian pada penelitian ini berdasarkan pada tolok ukur perangkat penilaian greenship existing building versi 1.1. Penelitian ini mengkaji seluruh kategori pada perangkat penilaian greenship existing building versi 1.1 yaitu kategori tepat guna lahan, kategori konservasi dan efisiensi energi, kategori konservasi air, kategori sumber dan siklus material, kategori kesehatan dan kenyamanan dalam ruang, serta kategori manajemen lingkungan bangunan. Berdasarkan hasil penilaian pada bangunan Masjid Baitur Rahim, maka diperoleh total poin keseluruhan sebesar 81 poin dengan persentase sebesar 69,23% serta berhasil mendapatkan peringkat Platinum. Strategi implementasi yang diberikan pada bangunan Masjid Baitur Rahim Kuala Kencana pada Kategori Tepat Guna Lahan yaitu penyediaan wallgarden, penggunaan atap green roof, penyediaan akses pejalan kaki untuk menghubungkan bangunan masjid dengan bangunan lain tanpa melalui public serta melakukan kampanye pengurangan penggunaan kendaraan bermotor. Pada Kategori Konservasi dan Efisiensi Energi yaitu perlu dilakukan komisioning secara berkala, penyediaan kWh meter untuk system tata udara dan system tata cahaya dan system beban lainnya, penyediaan display energi serta merencanakan penggunaan energi terbarukan sebagai sumber energi. Pada Kategori Konservasi Air yaitu mengganti penggunaan keran dengan menggunakan keran auto-stop. Pada Kategori Sumber dan Siklus Material yaitu menyediakan tempat sampah berdasarkan jenis dan warna. Pada kategori Kesehatan dan Kenyamanan Dalam Ruang yaitu memasang sensor gas CO2. Pada Kategori Manajemen Lingkungan Bangunan yaitu mempekerjakan seorang greenship professional. Strategi implementasi ini diharapkan mampu menjadi usulan yang baik dalam rangka peningkatan penerapan bangunan hijau pada Bangunan Masjid Baitur Rahim Kuala Kencana. Kata kunci: bangunan hijau, masjid, green existing building