p-Index From 2021 - 2026
4.274
P-Index
This Author published in this journals
All Journal TEKNO
Isri R. Mangangka
Universitas Sam Ratulangi

Published : 32 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search
Journal : TEKNO

Evaluasi Kinerja Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) RSUD Dr. Sam Ratulangi Tondano Dalam Menurunkan Indeks Pencemaran Ronaldo M. Talumewo; Isri R. Mangangka; Arthur H. Thambas
TEKNO Vol. 21 No. 85 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumah sakit sebagai penyedia layanan kesehatan bersifat komprehensif, kuratif dan preventif. Dengan terjadinya peningkatan jumlah fasilitas yang melayani kesehatan masyarakat maka dari itu terjadi pula peningkatan potensi pencemaran dari hasil buangan air limbah kelingkungan, yang dapat memberikan dampak terhadap masalah kesehatan manusia serta ketercemarannya lingkungan. Tujuan dari penelitian ini adalah membandingkan kualitas air limbah sebelum dan setelah pengolahan pada IPAL, serta efisiensi kinerja IPAL dalam mereduksi pencemaran. Dengan analisis data yang meliputi pemeriksaan sample air yang diuji di laboratorium dengan parameter pH, COD, BOD, TSS, Minyak dan Lemak, Amoniak, Total Coliform. Hasil penelitian yang diperoleh bahwa kinerja IPAL RSUD Dr. Sam Ratulangi Tondano masih cukup efisien dalam penurunan kadar parameter pencemar, yang dapat dilihat dari hasil uji sample air limbah pada Inlet dan Outlet yaitu kandungan BOD dari 66 mg/L menjadi 4 mg/L, kandungan COD dari 156 mg/L menjadi 10 mg/L, Kandungan TSS daru 62 mg/L menjadi <1 mg/L, Kandungan Minyak & Lemak dari 50 mg/L menjadi 2 mg/L, Kandungan Ammonia dari 9.88 mg/L menjadi 0,12 mg/L, kandungan Total Coliform >24200/100 mL. Dengan perhitungan kebutuhan klorinasi sebagai desinfeksi untuk menurunkan kadar Coliform yang masih tinggi setelah pengolahan. Kata kunci: air limbah, IPAL, pH, COD, BOD, TSS, Minyak dan Lemak, Amoniak, Total Coliform
Evaluasi Pengolahan Sampah Di Kecamatan Tuminting Kota Manado Gayus H. Sumeisey; Isri R. Mangangka; Revo L. Inkiriwang
TEKNO Vol. 22 No. 87 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i87.54271

Abstract

Pengolahan sampah kota memiliki tantangan tersendiri, khususnya pada daerah perbukitan dimana akses truk pengangkut sampah sering tidak didapatkan. Penelitian ini berfokus untuk meninjau dan mengevaluasi mengenai kinerja pengolahan sampah di Kecamatan Tuminting. Pada pengamatan langsung di lapangan, masih terdapat beberapa titik tumpukan sampah yang dihasilkan oleh masyarakat setempat. Oleh karena itu, diperlukan peninjauan kembali mengenai sistem pengolahan sampah di Kecamatan Tuminting Kota Manado. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengolahan sampah saat ini dan memberikan rekomendasi sistem pengolahan sampah yang dapat diterapkan di Kecamatan Tuminting Kota Manado. Rekomendasi pengembangan sistem pengelolaan sampah yang dirancang untuk Kecamatan Tuminting adalah pemilahan sampah dari sumbernya, pengangkutan sampah dari sumber ke TPS 3R, pengolahan sampah di TPS 3R dan Bank Sampah, dan terakhir pengangkutan disposal ke TPA Iloilo. Kata kunci: pengolahan sampah, TPS 3R, Kecamatan Tuminting
Perencanaan Instalasi Pengolahan Air Limbah Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tumumpa Kota Manado Yulita A. Kalendesang; Roski R. I. Legrans; Isri R. Mangangka
TEKNO Vol. 22 No. 87 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i87.54450

Abstract

Abstrak Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Tumumpa memiliki Tempat Pelelangan Ikan (TPI) yang menjadi pusat kegiatan jual beli ikan dari nelayan setempat. Sebagai pusat aktivitas ekonomi di sektor perikanan, limbah cair yang dihasilkan dari kegiatan pelelangan ikan termasuk TPI Tumumpa dapat mencemari lingkungan dan mengancam kesehatan masyarakat sekitar. Untuk itu dilakukan pemeriksaan parameter kualitas air limbah berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No. 5 Tahun 2014 tentang Baku Mutu Air Limbah Industri Pengolahan Hasil Perikanan, yakni TSS (Total Suspended Solid), COD (Chemical Oxygen Demand) dan BOD (Biochemical Oxygen Demand) dan minyak dan lemak. Hasil uji laboratorium diperoleh nilai sebagai berikut: TSS sebesar 29.5 mg/L, BOD sebesar 636 mg/L dan COD sebesar 1300 mg/L, minyak dan lemak 0.5 mg/L. Hasil ini mendorong untuk dilakukan perencanaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di TPI Tumumpa. Analisis terhadap produksi limbah per hari menunjukkan bahwa IPAL memiliki kapasitas rencana sebesar 26.96 m3/hari. Dengan menggunakan teknologi pengolahan berupa Biofilter Aerobik dengan Adsorpsi Karbon Aktif, diperoleh hasil effluent dari efisiensi removal pada parameter TSS sebesar 0.361375 mg/L, BOD sebesar 3.1164 mg/L, dan COD sebesar 19.11 mg/L. Total luas lahan rencana yang dibutuhkan pada perencanaan IPAL adalah 45.59 m2, dengan panjang bangunan unit pengolahan 14.5 m dan lebar 8.31 m. Kata kunci: limbah cair, IPAL, Biofilter Aerob, adsorpsi karbon aktif, TPI Tumumpa
Pemanfaatan Fly Ash Dari PLTU-3 SULUT Untuk Substitusi Sebagian Semen Pada Produksi Paving Block Sebagai Upaya Pengurangan Limbah Fly Ash Dan Emisi CO2 Miguel R. Chandra; Isri R. Mangangka; Reky S. Windah
TEKNO Vol. 22 No. 87 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i87.54786

Abstract

PLTU-3 SULUT menghasilkan limbah fly ash sekitar 10 ton/hari yang masih terbatas pemanfaatannya, menyebabkan penumpukan limbah di landfill. Produksi semen untuk pembuatan paving block juga berdampak pada emisi CO2 yang tinggi. Pemanfaatan fly ash sebagai substitusi sebagian semen pada produksi paving block dapat mengurangi limbah fly ash dan emisi CO2 sekaligus, karena fly ash berpotensi sebagai bahan substitusi semen yang mengurangi jejak karbon (PP No. 22 Tahun 2021). Penelitian ini bertujuan mendapatkan komposisi optimal fly ash untuk substitusi semen pada paving block dan menganalisis dampaknya. Fly ash tipe C digunakan dengan variasi 0%, 10%, 20%, 30%, 40%, dan 50% dari berat semen. Paving block dibuat dengan mesin press dan getar hidrolik, lalu diuji kuat tekan dan diklasifikasi berdasarkan IS 15658:2021. Hasil menunjukkan komposisi optimal 10% fly ash, dimana kuat tekan turun 4,05% (7 hari) dan 2,65% (28 hari) dibanding tanpa fly ash, namun masih memenuhi standar M-30 (30-35 MPa). Pada 20-50% fly ash, kuat tekan menurun signifikan 48-80% dan tidak memenuhi standar. Komposisi 10% fly ash mengurangi emisi CO2 0,235 ton/hari dan limbah fly ash 0,279 ton/hari per pabrik (produksi 5000 buah/hari). Menurut Müllauer dkk. (2015), penambahan fly ash meningkatkan kadar logam, namun pelepasannya berkurang karena fly ash mengurangi porositas beton. Namun, proses produksi berisiko pencemaran tanah dan air tanah oleh logam berat fly ash mentah karena tidak ada penyimpanan material fly ash dan tidak ada pengendalian air limpasan pada pabrik, sehingga diperlukan pengendalian risiko sesuai KEPDIRJEN MINERBA No.185 K/37.04/DJB/2019, dengan metode eliminasi risiko (pembuatan peyimpanan fly ash dan saluran air limpasan) dan administratif (pelatihan pekerja dan penggunaan rambu peringatan). Kata kunci: fly ash, paving block, kuat tekan, dampak lingkungan
Pengolahan Sampah Dari Pasar Rakyat Poopo Kecamatan Ranoyapo Kabupaten Minahasa Selatan Melalui Pengomposan Sefrida P. Londa; Oktovian B. A. Sompie; Isri R. Mangangka
TEKNO Vol. 22 No. 88 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i88.55877

Abstract

Pasar Rakyat Poopo merupakan satu – satunya pasar .yang aktif beroperasi di Kecamatan Ranoyapo. Pengelolaan sampahnya sangat kurang memadai karena sampahnya masih berserakan yang disebabkan oleh tidak adanya tempat pewadahan sampah juga tempat pengolahan sampahnya sangat tidak memadai atau memenuhi syarat, serta tidak ada kesadaran masyarakat (pedagang dan pembeli) tentang pentingnya pengelolaan dan pengolahan sampah. Menurut UU No. 18 tahun 2008, Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) adalah tempat pengumpulan, pemilahan, penggunaan Kembali, daur ulang, dan pembuangan akhir sampah. Dalan penelitian ini dalam rangka mencoba mengurangi sampah pengolahan yang digunakan adalah melalui pengomposan untuk penanganan sampah organic karena hasil sampah di Pasar Rakyat Poopo didominasi oleh sampah organic.Hasil dari penelitian ini komposter yang dibutuhkan adalah sebanyak 4 buah, yang di dapatkan berdasarkan jumlah volume timbulan sampah yaitu 1,25 ????3 , dengan volume komposter yang digunakan adalah 50 ????3 dan tempat pengolahan ini dirancang untuk kapasitas 2,344 ????3 per minggu dengan lama proses pengomposan adalah 1 bulan. Kata kunci: pengolahan sampah, pengelolaan sampah, pengomposan, pasar
Desain IPAL Komunal Anaerobic Baffled Reactor (ABR) Sebagai Unit Pengolahan Air Limbah Domestik Di Perumahan Griya Paniki Indah Kecamatan Mapanget Kota Manado Gabriell S. Pade; Isri R. Mangangka; Roski R. I. Legrans
TEKNO Vol. 22 No. 88 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i88.56488

Abstract

Perumahan Griya Paniki Indah merupakan perumahan yang terletak di Kecamatan Mapanget, Kota Manado. Perumahan Griya Paniki Indah memiliki luas wilayah 150 hektar area yang terdiri dari 3 kelurahan yakni Kelurahan Paniki Bawah, Kelurahan Buha dan Kelurahan Bengkol. Penanganan air limbah Greywater di Perumahan Griya Paniki Indah masih cukup buruk karena masyarakatnya masih saja membuang air limbah domestik langsung ke badan air atau tanah, serta sebagian besar masyarakat Perumahan Griya Paniki Indah langsung membuang air limbah domestik ke saluran drainase tanpa ada pengolahan terlebih dahulu. Berdasarkan hasil uji laboratorium air limbah di Perumahan Griya Paniki Indah didapati bahwa pada 3 parameter pencemar yang diatur dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor P.68 Tahun 2016 tentang Baku Mutu Air Limbah Domestik telah melebihi baku mutu dengan hasil Biochemical Oxygen Demand (BOD) 197.6 mg/L, Chemical Oxygen Demand (COD) 401.6 mg/L dan Total Suspended Solid (TSS) 576.2 mg/L. Anaerobic Baffled Reactor (ABR) merupakan sebuah sistem pengolahan air limbah yang secara fisiknya tertutup, Anaerobic Baffled Reactor (ABR) memilki prinsip air limbah yang masuk dialirkan melalui dinding - dinding yang telah diatur berupa shaft - shaft. Berdasarkan hasil perhitungan, Anaerobic Baffled Reactor (ABR) direncanakan memiliki 6 kompartemen dengan dimensi panjang total 12.4 m, lebar total 2.3 m, kedalaman total 2.6 m dan total luas lahan yang digunakan untuk pembangunan Anaerobic Baffled Reactor (ABR) adalah sebesar 28.52 m2. Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang akan dibangun adalah tipikal 100 KK yang meliputi lingkungan X pada jalan anggrek, jalan bougenville, jalan boulevard dan jalan mawar. Kata kunci: Anaerobic Baffled Reactor (ABR), Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), air limbah domestik, Perumahan Griya Paniki Indah
Peningkatan Sistem Penyediaan Air Minum Di Desa Bolaang Satu Kecamatan Bolaang Timur Kabupaten Bolaang Mongondow Jarend F. Kaligis; Cindy J. Supit; Isri R. Mangangka
TEKNO Vol. 22 No. 88 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i88.56618

Abstract

Desa Bolaang Satu merupakan desa yang terletak di kabupaten Bolaang Mongondow, kecamatan Bolaang Timur yang berbasan dengan desa Tadoy, desa Bolaang, Desa Lolan, dan desa Bantik. Sebagian masyarakat di desa ini mengalami kesulitan air minum. Hal ini disebabkan karena belum semua masyarakat terlayani PDAM. Kebanyakan masyarakat masih mendapatkan air dari sumber air tanah dangkal melalui sumur gali dan pompa. Kondisi ini berpotensi menimbulkan berbagai masalah kesehatan, seperti diare, kolera, dan penyakit pencernaan lainnya. Untuk itu perlunya dilakukan peningkatan sistem penyediaan air minum di desa Bolaang Satu. Maka hasil perhitungan diperoleh jumlah penduduk desa Bolaang satu pada tahun 2043 sebanyak 1366 jiwa selanjutnya untuk kebutuhan air di desa Bolaang Satu pada tahun 2043 adalah sebesar 3.43525 lt/det dengan ketersediaan air untuk desa Bolaang Satu telah terpasang 10 lt/det dan produksinya hanya sebesar 3 lt/det maka untuk itu perlu dilakukan peningkatan volume reservoir menjadi 750 m3 dengan penambahan untuk kapasitas mati dan ruang udara menjadi 900 m3 dengan dimensi p x l x t yaitu 12,5 x 12 x 6 m. Kata kunci: kebutuhan air, ketersediaan air, Bolaang Satu
Perancangan Instalasi Pengolahan Air Limbah Domestik Dengan Sistem Kombinasi Anaerob-Aerob Di Kelurahan Karame Kota Manado Youla Srinarwati; Roski R. I. Legrans; Isri R. Mangangka
TEKNO Vol. 22 No. 88 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i88.56676

Abstract

Kelurahan Karame merupahkan salah satu wilayah kota Manado yang berada di dekat daerah aliran sungai Tondano yang memiliki luas 12,3 Ha, dengan kepadatan penduduk 412,3 orang/Ha. Kondisi sanitasi lingkungan di Kelurahan Karame belum memenuhi standar, dikarenakan tidak adanya sistem pengolahan air limbah domestik. Air limbah domestik yang dihasilkan langsung dialirkan ke sungai Mahakam. Hasil uji laboratorium terhadap kadar TTS, BOD dan COD pada air limbah domestik Kelurahan Karame menunjukkan angka masing-masing 130 mg/L, 490 mg/L, dan 358 mg/L, dimana angka-angka tersebut telah melampaui baku mutu yang telah ditetapkan menurut Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor P.68 Tahun 2016. Artikel ini berisi tentang perancangan Instalasi Pengolahan Air Limbah Domestik (IPAL) dengan sistem kombinasi Anaerob-Aerob untuk Lingkungan IV dan V Kelurahan Karame, yang menggunkan metode kuantitatif dengan menghitung kapasitas IPAL melalui pendekatan populasi terhadap pemakaian air bersih. Bedasarkan hasil analisis diperoleh kapasitas IPAL sebesar 297,562 m3/hari. IPAL yang dirancang terdiri dari unit bak ekualisasi, bak pengendapan awal, bak anaerob, bak aerob dan pengendapan akhir, bangunan IPAL membutuhkan lahan seluas yaitu 92 m2. Kata kunci: perancangan, IPAL anaerob-aerob, air limbah domestik, Kelurahan Karame
Perancangan Sistem Penyediaan Air Minum Di Kelurahan Kalaodi Kota Tidore Kepulauan Nur Ramadini; Cindy J. Supit; Isri R. Mangangka
TEKNO Vol. 22 No. 88 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i88.56749

Abstract

Kelurahan kalaodi adalah suatu daerah yang berada pada ketinggian mdpl di Kota Tidore Kepulauan, Provinsi Maluku Utara. Saat ini sistem jaringan air minum oleh PDAM belum ada di Kelurahan Kalaodi terletak di daerah dataran tinggi yang secara teknisnya sulit untuk dilayani dari sumber air yang ada. Sehingga perlu direncanakan sistem jaringan air minum agar pendistribusian air minum di kelurahan kalaodi tersebut dapat tersedia. Analisis kebutuhan air minum penduduk kelurahan Kalaodi pada tahun 2038 mencapai 24,926 liter/orang/hari. Dengan kebutuhan jam puncak sebesar 0,2676 liter/detik (43,624 liter/orang/hari) pada tahun 2038. Sistem distribusi yang dipakai untuk pengembangan sistem pelayanan air minum di kelurahan Kalaodi yaitu dengan cara gabungan (pompa dan gravitasi). Kapasitas reservoir =3,302 dengan dimensi reservoir (2,5 m x 1,5 m x 2 m). Jumlah hidran umum ada 3 buah, kapasitas tiap hidran umum 2 dengan kebutuhan air tiap hidran 0,892 liter/detik. Analisis sistem jaringan air minum di kelurahan Kalaodi menggunakan program Epanet 2.0. Kata kunci: ketersediaan air, kebutuhan air, Kelurahan Kalaodi
Evaluasi Pengangkutan Sampah Di Kecamatan Malalayang Immanuel M. Salindeho; Hendra Riogilang; Isri R. Mangangka
TEKNO Vol. 22 No. 89 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i89.57368

Abstract

Pengolahan sampah kota memiliki tantangan tersendiri, khususnya pada daerah padat penduduk dimana timbulan sampah tidak sebanding dengan jumlah penduduk yang tercatat. Penelitian ini berfokus untuk meninjau dan mengevaluasi mengenai kinerja pengolahan sampah di Kecamatan Malalayang. Pada pengamatan langsung di lapangan, masih terdapat beberapa titik tumpukan sampah yang dihasilkan oleh masyarakat setempat. Oleh karena itu, diperlukan peninjauan kembali mengenai sistem pengolahan sampah di Kecamatan Malalayang Kota Manado. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengangkutan dan pengolahan sampah saat ini dan memberikan rekomendasi sistem pengolahan sampah yang dapat diterapkan di Kecamatan Malalayang Kota Manado. Rekomendasi pengembangan sistem pengelolaan sampah yang dirancang untuk Kecamatan Malalayang adalah dengan penambahan armada pengangkutan sampah untuk mengantisipasi pertambahan jumlah penduduk sesuai proyeksi pertumbuhan penduduk yang telah terdata saat ini. Kata Kunci: pengangkutan sampah, proyeksi penduduk, Malalayang