p-Index From 2021 - 2026
3.739
P-Index
This Author published in this journals
All Journal TEKNO
Cindy J. Supit
Universitas Sam Ratulangi

Published : 28 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Studi Kualitas Air Sungai Sario Di Kota Manado Dengan Metode Model Dinamis Roy A. Pakpahan; Cindy J. Supit; Pingkan A. K. Pratasis
TEKNO Vol. 21 No. 85 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sungai sario merupakan sumber daya yang strategis bagi masyarakat yang mengalami penurunan kualitas air terutama di bagian hilir sungai sebelum mengarah ke air laut, hal ini disebabkan oleh faktor manusia dan faktor alami. Penelitian bertujuan untuk mendapatkan gambaran dan menganalisis parameter yang membuat penurunan konsentrasi kualitas air serta menentukan konsentrasi optimal Dissolved Oxygen (DO) terhadap faktor yang mempengaruhi kualitas air sungai berdasarkan model dinamis dengan melakukan simulasi pada aplikasi softwer Stella Version 9.1.4. Hasil analisis kualitas air sungai Sario di 3 titik wilayah studi yaitu segmen Wanea, Sario dan Boulevard hampir semua parameter sesuai baku mutu. Parameter yang mengalami penurunan dan peningkatan adalah pada segmen Boulevard konsentrasi Biologycal Oxygen Demand (BOD), kekeruhan, Chemical Oxygen Demand (COD), E. coli dan DO yang dipengaruhi oleh variable – variable penyusun kinetika DO yang telah divalidasi dengan metode Mean Absolute Precentage Error (MAPE) berkisar 5,190 – 9,611 %. Konsentrasi DO optimal dari hasil pemodelan simulasi model dinamis pada 3 titik segmen sungai wilayah studi berkisar antara 5,06 mg/l – 5.56 mg/l, menunjukkan sungai dapat mempertahankan konsentrasi DO dengan aerasi atau produksi oksigen dari fotosintesis alga yang minimal dan sungai tidak dapat mempertahankan konsentrasi DO apabila terjadi reaerasi dan fotosintesis minimal secara bersamaan yang mengakibatan penurunan kosentrasi DO. Kata kunci: sungai Sario, kualitas air, model dinamis, Dissolved Oxygen (DO)
Analisis Pencemaran Merkuri Pada Perairan Sekitar Tambang Emas Rakyat Di Desa Tanoyan Selatan Elsa Muchtar; Cindy J. Supit; Herawaty Riogilang
TEKNO Vol. 21 No. 85 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tersedianya keberadaan sumber daya mineral berupa emas di Desa Tanoyan Selatan menyebabkan masyarakat Desa Tanoyan Selatan sebagian besar berprofesi sebagai penambang. Aktivitas pertambangan emas rakyat ini menggunakan logam berat merkuri untuk proses pengelolaan yang dimana merkuri ini dapat mengakibatkan timbul berbagai masalah seperti gangguan kesehatan pada manusia, pencemaran dan kerusakan pada lingkungan serta keracunan bagi makhluk hidup lainnya. Pada penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif karena peneliti melakukan analisis mendalam terhadap pencemaran merkuri sekitar tambang emas rakyat di Desa Tanoyan Selatan dan peneliti melakukan wawancara mendalam kepada pemerintah, pemilik tambang dan masyarakat di Desa Tanoyan Selatan. Untuk mengetahui kadar merkuri pada perairan di sekitar tambang emas rakyat Desa Tanoyan Selatan peneliti melakukan pengambilan sampel dan pengujian sampel sungai, kolam limbah pertambangan emas rakyat dan sumur di laboratorium Water Laboratory Nusantara (WLN) Manado dengan baku mutu untuk sungai mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021 Lampiran VI dan baku mutu untuk kolam limbah mengacu pada Keputusan Mentri Lingkungan Hidup Nomor 202 Tahun 2004. Hasil Analisis kadar merkuri yang diperoleh yaitu untuk titik 1 0,0001 mg/L, titik 2 <0,00005 mg/L, titik 3 <0.00005 mg/L, titik 4 0,00006 mg/L dan titik 5 <0,00005 mg/L. Kadar merkuri pada tiap titik pengambilan sampel tersebut masih memenuhi baku mutu. Namun, untuk menghindari terjadinya peningkatan kadar merkuri, kerusakan lingkungan, ganguan terhadap kesehatan bagi manusia dan keracunan bagi makhluk hidup lainnya maka perlu dilakukan upaya pencegahan dan penanganan seperti Fitoremediasi dengan tanaman, bioaugmentasi dengan bakteri dan Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) industri kecil. Kata kunci: Merkuri (Hg), pertambangan emas rakyat, Desa Tanoyan Selatan, fitoremediasi, bioaugmentasi dengan bakteri, IPAL
Analisis Kapasitas Air Lindi Dan Rancangan Instalasi Pengolahan Lindi Pada TPA Kulo William Mawuntu; Hendra Riogilang; Cindy J. Supit
TEKNO Vol. 21 No. 85 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air Lindi merupakan lelehan hasil degradasi sampah yang berasal dari limpasan air hujan yang dapat menimbulkan pencemaran apabila tidak dilakukan pengelolaan terlebih dahulu sebelum dibuang ke lingkungan. Toksisitas air lindi berasal dari kandungan senyawa kimia organik maupun anorganik serta sejumlah bakteri patogen yang terkandung di dalamnya. Penanganan air lindi di TPA Kulo belum memenuhi persyaratan sesuai dengan peraturan yang berlaku maka, harus dilakukan perencanaan desain instalasi pengolahan air lindi yang sesuai di TPA Kulo. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui jumlah air lindi yang dihasilkan dari TPA Kulo dan merekomendasikan desain pengolahan air lindi yang dapat mengolah dan menampung lindi secara maksimal di TPA Kulo. Metode pengumpulan dan analisis data pada penelitian ini diperoleh dengan cara meninjau langsung ke lokasi penelitian dan pengambilan sampel air lindi pada hasil pengolahan lindi dan mengumpulkan data dari instansi terkait dalam hal ini adalah Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sampah Kulo. Hasil pengujian laboratorium pada kualitas air lindi TPA Kulo Tondano untuk kolam inlet parameter pH sebesar 8,20, parameter BOD 3260 mg/L, dan parameter COD 6140 mg/L. untuk kolam outlet parameter pH sebesar 8,10 menunjukan bahwa sudah memenuhi standar menurut PERMEN LHK-RI No.59 Tahun 2016 Tentang Baku Mutu Lindi Bagi Usaha Dan/Atau Kegiatan Tempat Pemrosesan Akhir Sampah. Sedangkan untuk parameter BOD didapat nilai 1600 mg/L, dan parameter COD 2900 mg/L dapat dikatakan jauh melebihi baku mutu yang ditetapkan. Berdasarkan hasil perhitungan debit lindi menggunakan neraca air Thornwaite Matter didapatkan perkolasi tertinggi sebesar 133,08 mm pada bulan Januari dan diketahui luas area Landfill 33.000 m2 maka diperoleh debit lindi sebesar 141 m3/hari. Perencanaan pengolahan air lindi menggunakan standar PerMen PU No.3 Tahun 2013. Kata kunci: air lindi, TPA Kulo, instalasi pengolahan
Pengembangan Sistem Jaringan Air Bersih Di Desa Touliang Oki Kecamatan Eris Kabupaten Minahasa Meriam S. Umbas; Jeffry S. F. Sumarauw; Cindy J. Supit
TEKNO Vol. 21 No. 85 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Touliang Oki merupakan desa yang berada di kecamatan Eris Kabupaten Minahasa dengan populasi penduduk mencapai 3500 penduduk (data desa Desember, 2022). Masyarakat memenuhi kebutuhan air bersih dengan mengambil air dari sumur namun kondisi air yang ada sudah tercemar karena lokasi desa tepat berada di tepi Danau Tondano. Pada tahun 2010 silam pernah diadakan program pengadaan sistem jaringan air bersih yang diambil dari Sungai Saloosot dan dialirkan ke Desa Touliang Oki, namun program tersebut belum dapat menjangkau keseluruhan kebutuhan air bersih penduduk desa. Untuk itu dianalisis kembali ketersediaan dan kebutuhan air bersih dari seluruh penduduk desa Touliang Oki dengan mengambil data terbaru pada bulan Desember tahun 2022 yang mencapai 3500 penduduk. Penelitian ini diawali dengan pengumpulan data primer dan data sekunder untuk menganalisis kebutuhan air bersih keseluruhan penduduk, ketersediaan air bersih dilakukan dengan pengukuran langsung debit Sungai Saloosot sehingga didapat debit sebesar 6.31 liter/detik dan kebutuhan air bersih melalui proyeksi dengan analisis regresi linier. Dengan jumlah kebutuhan air harian maksimum 4.010 liter/detik. Sistem perpipaan menggunakan rumus persamaan Hazen-Williams dan software Epanet 2.2 dengan menggunakan pipa jenis HDPE. Dalam perencanaan ini untuk menangkap air dari sumber air menggunakan Bronkaptering kemudian air dialirkan ke Bak Penampung dan dialirkan lagi melalui pipa distribusi ke hidran umum (HU). Untuk melayani kebutuhan air bersih penduduk Desa Touliang Oki sampai proyeksi 20 tahun kedepan yaitu tahun 2042, dibutuhkan 44 Hidran Umum. Kata kunci : penyediaan air bersih, Sungai Saloosot, Desa Touliang Oki
Pengembangan Sistem Jaringan Air Bersih Di Desa Walewangko Kecamatan Langowan Barat Kabupaten Minahasa Eunike Korua; Cindy J. Supit; Jeffry S. F. Sumarauw
TEKNO Vol. 21 No. 85 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Walewangko memanfaatkan mata air Wulantak yang terletak ± 1,5 km dari pemukiman. Air bersih yang ada di desa Walewangko belum tersalurkan secara menyeluruh dan merata. Untuk itu perlu adanya pengembangan sistem jaringan air bersih di desa Walewangko. Sistem jaringan air bersih yang direncanakan dapat memenuhi kebutuhan air bersih desa Walewangko sampai tahun 2032. Kebutuhan air bersih dihitung berdasarkan proyeksi jumlah penduduk menggunakan analisis regresi linear, regresi logaritma dan regresi eksponensial. Untuk merencanakan sistem perpipaan jaringan air bersih menggunakan rumus persamaan Hazen-Williams dan program Epanet 2.2. Hasil perhitungan dengan menggunakan analisis regresi logaritma diperoleh jumlah penduduk desa Walewangko sampai tahun 2032 berjumlah 1.527 jiwa dan kebutuhan air bersih mencapai 1,281 liter/detik. Dalam pengembangan sistem jaringan air bersih ini mata air yang dimanfaatkan adalah mata air Wulantak karena debit sebesar 2,13 liter/detik mampu mencukupi kebutuhan air bersih desa Walewangko sampai tahun 2032. Pengembangan sistem jaringan air bersih menggunakan pipa transmisi berdiameter 90 mm dan pipa distribusi berdiameter 75 mm. Kata kunci: jaringan air bersih, Desa Walewangko
Analisis Sistem Pengolahan Air Minum Pada Depot Air Minum Isi Ulang Di Kelurahan Bahu Aponia Gulo; Cindy J. Supit; Steeva G. Rondonuwu
TEKNO Vol. 21 No. 85 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Usaha depot air minum isi ulang (DAMIU) telah berkembang menjadi salah satu alternatif pemenuhan kebutuhan air minum di lingkungan masyarakat. Adanya depot air minum isi ulang di Kelurahan Bahu yang masih belum diketahui kualitas airnya apakah layak untuk digunakan secara langsung oleh masyarakat atau memerlukan proses pengolahan tambahan. Metode penelitian ini dilakukan secara survey lapangan berupa wawancara dan pengujian sampel di laboratorium. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas air minum pada depot air minum isi ulang di Kelurahan Bahu berdasarkan parameter fisik (TDS, Rasa), kimia (pH), dan biologi (Total bakteri Coliform) sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan 492 Tahun 2010 serta mengkaji hubungan kualitas air dengan sistem pengolahan air minum pada depot air minum isi ulang. Hasil analisis pemeriksaan laboratorium yang dihasilkan pada depot air minum isi ulang di Kelurahan Bahu menunjukkan bahwa 5 sampel hasil uji parameter TDS (Total dissolved solid) berkisar antara 16 dan 260 mg/L, parameter rasa (tidak berasa), dan parameter pH berkisar antara 6,54-6,86, memenuhi persyaratan kualitas air yang ditetapkan berdasarkan PERMENKES No. 492 Tahun 2010. Sedangkan hasil uji pada parameter bakteri coliform menunjukkan bahwa 1 sampel positif mengandung bakteri coliform berkisar 0-8 per 100 ml sampel yang tidak memenuhi persyaratan kualitas air, sedangkan 4 sampel air minum lainnya memenuhi persyaratan kualitas air minum. Berdasarkan hasil survey, sistem pengolahan air minum menggunakan proses desinfeksi dengan menggunakan metode ultraviolet dan proses filtrasi dengan menggunakan metode reverse osmosis. Kata kunci: kualitas air m inum, TDS, rasa, pH, bakteri Coliform, pengolahan air minum isi ulang, DAMIU
Studi Sistem Hidrogeologi Daerah Tompaso Dengan Menggunakan Metode Kimia Air Nadhia D. G. Hotman; Hendra Riogilang; Cindy J. Supit
TEKNO Vol. 21 No. 86 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecamatan Tompaso yang terletak di Kabupaten Minahasa Provinsi Sulawesi Utara banyak menyimpan potensi alam seperti kondisi tanah dan iklim yang cocok untuk potensi hortikultura dan panas bumi. Potensi panas bumi/ geothermal di daerah Tompaso, sebagian diantaranya berupa sumber air panas, dimanfaatkan sebagai sumber air untuk mandi, mencuci, dan rekreasi, serta dimanfaatkan juga sebagai sumber energi PLTP PT. PGE produksi listrik di Sulawesi Utara ,penelitian ini bertujuan untuk mengetahui asal asli sumber air panas di daerah Tompaso. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kimia air, pada lokasi penelitian sampel yang berasal dari sumber mata air kemudian sampel tersebut di periksa dan di analisis di Laboratorium WLN Manado, kemudian sampel tersebut diklasifikasikan tipe jenis airnya berdasarkan metode kimia air menggunakan diagram piper kemudian dibuat model sistem hidrogeologi yang menjelaskan mengenai sistem hidrogeologi dan asal dari mata air yang ada. 15 sampel air yang ada merupakan jenis tipe air Mg-SO4, H-SO4, Na-Cl dan Na-SO4, dimana: Sampel S-1, berjenis Mg-SO4, Sampel S-11A dan S-11B berjenis H-SO4, Sampel S-2A, S-2B, S-2C, S-3, S-4, S-5, S-6, S-7, S-9, dan S-10 berjenis Na-Cl serta Sampel S-8A dan S-8B sampel dengan jenis air Na-SO4. Dan untuk pola aliran yang ada: sampel S-1 sampai S-10 merupakan sampel yang berasal dari air permukaan yang mengalami pemanasan dan keluar sebagai mata air panas, untuk sampel S-11A dan S-11B air berasal dari reservoir bawah tanah yang keluar sebagai air yang bercampur dengan uap yang berasal dari panas bumi. Kata kunci: panas bumi, kimia air, sistem hidrogeologi, mata air panas
Evaluasi Instalasi Pengolahan Air Limbah Di RSU GMIM Kalooran Amurang Kabupaten Minahasa Selatan Dengan Sistem Aerob-Anaerob Gilbert A. Rapar; Cindy J. Supit; Steeva G. Rondonuwu
TEKNO Vol. 22 No. 87 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i87.54717

Abstract

Rumah sakit juga tempat adanya orang sakit maupun orang sehat, sebagai sarana pelayanan kesehatan dapat memungkinkan terjadi penularan penyakit, penyemaran lingkungan dan gangguan kesehatan. Instalasi pengolahan air limbah (IPAL) rumah sakit adalah sebuah fasilitas pelayanan kesehatan yaitu bangunan air yang berfungsi sebagai air buangan yang berasal dari kegiatan medis yang di fasilitas pelayanan kesehatan dirumah sakit.`Dalam Kabupaten Minahasa Selatan tepatnya Amurang terdapat sebuah RSU GMIM Kalooran Amurang, Upaya pencegahan timbulnya pencemaran lingkungan dan bahaya yang diakibatkan serta yang akan menyebabkan kerugian social ekonomi, kesehatan dan lingkungan, maka harus ada pengelolaan secara terhadap limbah tersebut, agar bisa dikurangi atau dihilangi sifat bahayanya. Hasil dari penelitian yang dilakukan di inlet dan outlet bahwa IPAL RSU Kalooran Amurang termasuk dalam kategori dengan tingkat efisiensi yang cukup memuaskan , efisiensi kinerja dari IPAL RSU sudah terpenuhi empat parameter yang ditentukan. Berdasarkan hasil data analisis outlet IPAL RSU Kalooran Amurang di laboratorium setempat, akan dianalisis berdasarkan PERMEN LHK-RI No.68 tahun 2016 sesuai dengan setiap parameternya sebagai berikut, Ph dari 6,83 mg/1 mengalami peningkatan menjadi7,24 mg/1, BOD dari 8,6 mg/1 mengalami penurunan menjadi 7 mg/1, TSS 25 mg/1 mengalami penurunan menjadi 12 mg/1, Amoniak 12 mg/1 mengalami penurunan menjadi 0,08 mg/1, Total Coliform melebihi standar baku mutu. IPAL RSU dapat beroperasi dengan baik jika diberikan perawatan secara berkala yang efisien dan optimal, serta dalam pencegahan tingginya pencemar perlu dilakukan penambahan bahan penghlang pencemar. Pelatihan karyawan juga penting dalam kinerja IPAL agar beroperasi normal. Semoga penelitian ini dapat bermanfaat bagi pihak Rumah Sakit Umum GMIM Kalooran Amurang dan kiranya dapat membantu meningkatkan kinernya IPAL Rumah Sakit sehingga dapat selalu bekerja secara optimal. Kata kunci: Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), pH, BOD, TSS, Amoniak, Total Coliform
Evaluasi Kapasitas Penampang Terhadap Debit Banjir Sungai Kilu Di Jembatan Kilu Kelurahan Paniki Satu Kecamatan Mapanget Kota Manado Giovani A. Patiro; Cindy J. Supit; Jeffry S. F. Sumarauw
TEKNO Vol. 22 No. 87 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i87.54736

Abstract

Sungai Kilu adalah sungai yang mengalir melalui di Kelurahan Paniki Satu, Kecamatan Mapanget, Kota Manado, Sulawesi Utara. Penyebab utama terjadinya banjir adalah curah hujan yang tinggi dalam kurun waktu yang cukup Panjang sehingga mengakibatkan kerugian bagi masyarakat sekitar bantaran sungai Kilu lebih khusus para pengendara yang melewati jembatan kilu. Maka diperlukan upaya pengendalian banjir. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan mengetahui besarnya debit banjir dan tinggi muka air Sungai Kilu. Analisis dimulai dengan analisis frekuensi hujan menggunakan metode Log Pearson III. Data hujan yang digunakan yaitu data hujan harian maksimum di ambil dari pos MRG Talawaan pada tahun 2012 s/d 2021. Pemodelan hujan aliran pada program komputer HEC-HMS menggunakan metode HSS SCS, dan untuk kehilangan air dengan SCS Curve Number. Dilakukan kalibrasi parameter HSS SCS sebelum melakukan simulasi debit banjir dengan melakukan uji debit puncak. Parameter yang dikalibrasi adalah lag time, curve number, recession constant, initial discharge dan ratio to peak. Setelah itu dilakukan analisis debit banjir dengan parameter yang telah dikalibarasi menggunakan program computer HEC-HMS. Debit puncak hasil simulasi setiap kala ulang dimasukan ke dalam program computer HEC-RAS untuk simulasi elevasi tinggi muka air dengan menggunakan data penampang yang telah diukur di lapangan. Hasil simulasi dengan menggunakan HEC-RAS didapatkan tinggi muka air untuk semua kala ulang (Q), tidak terjadi luapan air pada STA 0+25, STA 0+100, STA 0+150, dan STA 0+200. Pada STA 0+50 dan STA 0+75 terjadi luapan air untuk semua Kala ulang (Q). Dan pada STA 0+125 terjadi luapan air untuk kala ulang 25 tahun (Q25), 50 tahun (Q50), dan 100 tahun (Q100). Kata kunci: Sungai Kilu, debit banjir, tinggi muka air, HEC-HMS, HEC-RAS
Analisis Debit Banjir Dan Tinggi Muka Air Sungai Boki Di Jalan Krida 5 Kecamatan Malalayang Kota Manado Deandra Kalalo; Cindy J. Supit; Jeffry S. F. Sumarauw
TEKNO Vol. 22 No. 87 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i87.54853

Abstract

Sungai Boki adalah salah satu sungai yang berada di Jalan Krida 5, Kecamatan Malalayang, Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara. Sungai Boki selalu meluap dan menyebabkan kerugian bagi masyarakat serta mengganggu lalu lintas. Oleh karena itu, dibutuhkan perhitungan debit banjir dan elevasi tinggi muka air dari sungai Boki. Analisis dimulai dengan mencari frekuensi hujan menggunakan metode Log Pearson III. Data hujan yang digunakan berasal dari pos hujan MRG Tinoor. Data curah hujan yang digunakan adalah data curah hujan harian maksimum tahun 2008 s/d 2021. Pemodelan hujan aliran pada program komputer HEC-HMS menggunakan metode HSS Soil Conservation Services, dan untuk kehilangan air dengan SCS Curve Number (CN). Untuk aliran dasar (baseflow) menggunakan metode recession. Dilakukan kalibrasi parameter HSS SCS sebelum melakukan simulasi debit banjir dengan menggunakan uji debit puncak. Parameter yang dikalibrasi adalah lag time, curve number, recession constant, initial discharge dan ratio to peak. Untuk batasan setiap parameter disesuaikan dengan nilai standar pada program komputer HEC-HMS. Hasil uji debit puncak menunjukan 0,1 m3/detik. Kemudian dilakukan analisis debit banjir dengan parameter terkalibrasi menggunakan program komputer HEC-HMS. Debit puncak hasil simulasi setiap kala ulang dimasukkan dalam program komputer HEC-RAS untuk simulasi elevasi tinggi muka air pada penampang. Kata kunci: Sungai Boki, debit banjir, hidraulika, HEC-HMS, HEC-RAS