Etiek Nurhayati
Poltekkes Kemenkes Pontianak

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Cemaran Mikroba pada Suhu Dingin dalam Kulkas Rumah Tangga Etiek Nurhayati; Maulidiyah Salim; Jajar Pramata Syari; Reinisya Irine
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 8, No 1 (2022): Januari 2022
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.857 KB) | DOI: 10.30602/jvk.v8i1.1176

Abstract

Pendinginan dalam kulkas adalah cara yang paling sederhana dan sering digunakan untuk mengawetkan serta memperpanjang masa simpan bahan makanan. Pendinginan dapat menghambat pertumbuhan mikroorganisme, karena suhu dingin akan menurunkan energi kinetik semua molekul dalam sistem, sehingga menurunkan kecepatan reaksi kimia termasuk aktivitas metabolisme sel mikroorganisme. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah dan jenis cemaran mikroba yang terdapat dalam kulkas rumah tangga. Penelitian ini merupakan studi deskriptif analitik, crosssectional, dengan total sampling, dengan kriteria inklusi kulkas yang memiliki bagian freezer dan refrigerator. Cemeran mikroba diuji secara laboratorium dengan kultur mikroba dalam media PCA (plate count agar) dengan metode TPC (total plate count). Hasil penelitian terhadap 20 sampel diperoleh, 65% jenis kulkas dua pintu, 5 merk kulkas, masa pakai kulkas bervariasi 1-20 tahun, suhu dalam kulkas (0,1-6) derajat Celcius. Koloni mikroba yang terbanyak 3.885.20 CFU/m, dan terendah 35.32 CFU/m, rata-rata nya 1.080.7920 CFU/m. Sampel kulkas dengan sifat koloni mikroba gram positif yaitu 20%, gram negatif 75%, dan campuran 5%. Sedangkan koloni mikroba bentuk coccus sebanyak 20%, basil 75%, dan cocco basil yaitu 5%. Terdapat 11 sampel kulkas (55%) yang melebihi batas standar angka kuman Permenkes No.70/2016. Hal ini menunjukkan pada suhu dingin dalam kulkas, tidak bebas dari cemaran mikroba.
Formulasi Kapsul Enthelmintik Dari Ekstrak Daun Pepaya (Carica Papaya. L) Maulidiyah Salim; Laila Kamila; Etiek Nurhayati; Vitria Wuri Handayani
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 8, No 1 (2022): Januari 2022
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.948 KB) | DOI: 10.30602/jvk.v8i1.1100

Abstract

Kecacingan menjadi salah satu masalah kesehatan yang ditulatkan melalui tanah dan mengakibatkan menurunnya kondisi kesehatan, gizi, kecerdasan, produktifitas pada penderitanya. Adanya efek samping dan harga yang mahal pada obat anthelmintik konvensional, maka perlu dilakukannya evaluasi terhadap tanaman obat sebagai alternatif obat anthelmintik. Salah satunya daun pepaya (Carica papaya L) diketahui sebagai memiliki daya antihelmintik. Penelitian ini bersifat eksperimen yaitu suatu desain dengan memberi perlakuan pada kelompok sampel dan kelompok kontrol kemudian diamati pada kurun waktu tertentu. Pelaksanaan penelitian akan dimulai pada bulan Februari tahun 2021 di Laboratorium Terpadu Parasitologi Poltekkes Kemenkes Pontianak. Diperoleh senyawa aktif dari ekstrak daun pepaya yang bersifat antihelmintik pada uji in vitro, kemudian dilakukan determinasi pengaruh ekstrak/fraksi dan beberapa senyawa aktif yang diaplikasikan ke hewan mancit untuk melihat apakah hewan mancit mengalami keracunan atau tidak saat mengonsumsi ekstrak/ fraksi daun pepaya. Menurut hasil penelitian, telah dibuktikan bahwa zat aktif berupa tanin dan flavonoid memiliki daya antihelmintik. Daun pepaya (Carica papaya L) diketahui memiliki zat aktif seperti tanin dan flavonoid yang cukup tinggi yang berperan aktif sebagai antihelmintik. Kandungan zat aktif seperti tanin pada daun pepaya lebih banyak dibandingkan akar dan batang.
PERTUMBUHAN KOLONI ASPERGILLUS NIGER PADA MEDIA AGAR TEPUNG BERAS DEKSTROSA DENGAN METODE DILUSI Etiek Nurhayati
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 6, No 2 (2020): JULI 2020
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.723 KB) | DOI: 10.30602/jvk.v6i2.501

Abstract

Beras merupakan jenis biji-bijian dengan kandungan karbohidrat sebesar 79 gram, se- hingga dapat menjadi media pertumbuhan untuk mikroorganisme jamur, salah satun- ya yaitu jamur Asperillus niger. Nutrisi utama yang dibutuhkan untuk pertumbuham mikroorganisme jamur adalah karbohidrat.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pertumbuhan jamur Aspergillus niger pada media RFDA (Rice Flour Dex- trose Agar) dengan media standar PDA (Potato Dextrose Agar).Metode penelitian adalah eksperimen semu dengan media RFDA. jumlah sampel 30 yang terdiri dari media RFDA konsentrasi yakni 10%, 20%, 30%, 40%, 50%, 60%, 70%, 80%, 90% dan 100% dengan 3 replikasi serta 3 sampel untuk media standar PDA (Potato Dex- trose Agar) sebagai kontrol. Kultur jamur Aspergillus niger dilakukan pengamatan selama 4 hari. Hasil uji Anova menunjukan tidak terdapat perbedaan antara media RFDA (Rice Flour Dextrose Agar) dengan media standar PDA sebagai kontrol. Dapat disimpulkan tidak terdapat perbedaan antara media alternatif RFDA dan media stan- dar PDA dalam pertumbuhan jumlahkoloni jamur Aspergillus niger dengan metode dilusi pada konsentrasi 40%, 50%,60%,70%, 80%, 90% dan 100%.