Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Implementasi Teknik Granulasi Serbuk Jamu untuk Optimalisasi Proses Produksi Pabrik Jamu Suti Sejati Ahmad Ainurofiq; Syaiful Choiri; Dinar Sari Cahyaningrum Wahyuni; Saptono Hadi; Rita Rakhmawati; Nestri Handayani; Estu Retnaningtyas Nugraheni; Muhammad Adam Firdausi
Berdikari: Jurnal Inovasi dan Penerapan Ipteks Vol 10, No 2 (2022): August
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/berdikari.v10i2.13262

Abstract

The process of making herbal powder needs to be optimized because it is not efficient, and the filling process is still manually into teabags. The purpose of empowerment is to increase the effectiveness and efficiency of the herbal medicine-making process through a pharmaceutical approach with granulation techniques. This service is based on data obtained quantitatively in the laboratory, including the characteristics of the size distribution of Simplicia powder and granules and the flowability of herbal medicine powders. The data obtained were analyzed statistically with a 95% confidence level (p=0.05). The results showed that the granulation technique increased the flowability of the herbal powder with a flowability of 0 to 11.94±0.54 g/second. The granulation technique is able to improve the process of extracting herbs during brewing. The success of this activity is measured through the technique of increasing the flowability of herbal powders and the use of automatic teabag fillers. The results of the program showed that the granulation technique was able to increase the efficiency of the herbal powder manufacturing process at the Suti Sehati Herbal Medicine Factory, Sukoharjo.
Penggunaan Pewarna Alami dan Pengisi Jamu Instan Bagi UKM Obat Tradisional Syaiful Choiri; Estu Retnaningtyas Nugraheni; Rita Rakhmawati; Ahmad Ainurofiq; Saptono Hadi; Dinar Sari Cahyaningrum Wahyuni
Berdikari: Jurnal Inovasi dan Penerapan Ipteks Vol 11, No 1 (2023): February
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/berdikari.v11i1.12975

Abstract

The demand for traditional medicine increased during the pandemic, including instant herbal medicine for children. Children who consume herbal medicine are more interested in colorful products according to the advertised taste, while adult consumers are more interested in herbal compositions that are slightly sweeter (less sugar). This service aims to provide alternative natural dyes and non-sugar fillers for instant herbal products. Accordingly, the service was carried out in two stages. The service program was carried out using the tutorial method and focus group discussions (FGD). Tutorials were carried out online with natural materials as a source of alternative natural dyes and innovations in the use of non-sugar fillers. Group discussions focused on innovations in using non-sugar fillers with low production costs. The results showed that Rosella flowers (Hibiscus sabdariffa L.) are recommended as natural dyes for instant herbal medicine for children for red, yellow, and purple colors, while Suji leaves (Dracaena Angustifolia) for green colors. Additionally, Maltodextrin Fluidized Bed Dryer (FBD) ) is recommended as a non-sugar filler.
SINERGIS: Sehat, Inovatif, Ekonomi Berkembang, Ramah Digital dan Harmonis Sebagai Program Penguatan Ekonomi, Kesehatan dan Literasi Di Desa Kebondalem Kidul Irma Hazira Awalinda Ramadhana; Fabyan Rayyan Aqila; Magnifico Fatta Purnama; Nadia Herawardhani; Levinahansa Arbelinda; Gustina Iswandari; Siti Azizah Azahra; Farah Fauziyah; Yumna Faisa Sani; Argha Dwi Chayono; Saptono Hadi
urn:nbn:de:10.20527dimasy.v2i2
Publisher : Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/10.20527/DIMASY.v2i2.100

Abstract

Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik UNS tahun 2025 di Desa Kebondalem Kidul, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, mengusung tema SINERGIS yang terdiri dari Sehat, Inovatif, Ekonomi Berkembang, Ramah Digital, dan Harmonis. Urgensi kegiatan ini adalah untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi masyarakat desa, yaitu rendahnya literasi digital, keterbatasan inovasi dalam UMKM, dan kurangnya pemahaman mengenai kesehatan mandiri. Tujuan utama dari program ini adalah untuk mengoptimalkan potensi lokal melalui pendidikan dan pemberdayaan masyarakat dalam bidang kesehatan, literasi, inovasi UMKM, serta literasi digital. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif dan kolaboratif yang melibatkan mahasiswa, masyarakat, dan pemerintah desa. Kegiatan meliputi pelatihan pembuatan lilin aromaterapi berbahan alami, edukasi tentang DAGUSIBU, penyediaan pojok baca, dan sosialisasi mengenai bahaya phishing dan judi online. Hasil dari kegiatan ini diharapkan mampu memberikan dampak positif dalam peningkatan kualitas hidup dan ketahanan sosial-ekonomi masyarakat Desa Kebondalem Kidul, serta mendorong perubahan yang berkelanjutan dalam pemberdayaan ekonomi dan literasi masyarakat.
Hubungan Karakteristik Sosiodemografi dengan Tingkat Pengetahuan TB Paru pada Warga Kelurahan Ketelan, Kecamatan Banjarsari, Surakarta Rini Budi Astuti; Rasmaya Niruri; Saptono Hadi
Generics: Journal of Research in Pharmacy Vol 6, No 1 (2026): Generics : Journal of Research in Pharmacy
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/genres.v6i1.30086

Abstract

Kota Surakarta merupakan kota dengan kasus Tuberkulosis (TB) terbanyak keempat di Jawa Tengah. Pengetahuan masyarakat terkait TB merupakan salah satu cara mencegah penyebaran kasus TB. Penelitian ini bertujuan mengetahui tingkat pengetahuan serta faktor yang berpengaruh terhadap pengetahuan masyarakat Kelurahan Ketelan terkait TB Paru. Penelitian ini penting untuk merancang intervensi edukasi yang tepat sasaran sesuai karakteristik demografi masyarakat. Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional dengan metode total sampling. Data diolah menggunakan analisis univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukan 62% responden berusia > 45 tahun, 76% responden berjenis kelamin perempuan, 62% responden menempuh pendidikan formal > 9 tahun, 58% responden memiliki status tidak bekerja, 62% responden memiliki penghasilan diatas UMK Surakarta, 52% responden pernah mendapat informasi terkait TB Paru dan 86% responden belum pernah mengalami kontak erat dengan penderita TB Paru. Pengetahuan responden paling rendah adalah pengetahuan terkait pencegahan TB Paru dan gejala TB Paru. Hasil ini dapat menjadi dasar pentingnya pemberian informasi lebih intensif terkait pencegahan dan gejala TB Paru pada warga. Sebanyak 46% responden memiliki tingkat pengetahuan terkait TB Paru cukup. Faktor yang mempengaruhi tingkat pengetahuan responden terkait TB Paru antara lain usia, tingkat pendidikan, status pekerjaan, paparan informasi serta pengalaman kontak erat dengan pasien TB Paru.
Hubungan Karakteristik Sosiodemografi dengan Tingkat Pengetahuan TB Paru pada Warga Kelurahan Ketelan, Kecamatan Banjarsari, Surakarta Rini Budi Astuti; Rasmaya Niruri; Saptono Hadi
Generics: Journal of Research in Pharmacy Vol 6, No 1 (2026): Generics : Journal of Research in Pharmacy
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/genres.v6i1.30086

Abstract

Kota Surakarta merupakan kota dengan kasus Tuberkulosis (TB) terbanyak keempat di Jawa Tengah. Pengetahuan masyarakat terkait TB merupakan salah satu cara mencegah penyebaran kasus TB. Penelitian ini bertujuan mengetahui tingkat pengetahuan serta faktor yang berpengaruh terhadap pengetahuan masyarakat Kelurahan Ketelan terkait TB Paru. Penelitian ini penting untuk merancang intervensi edukasi yang tepat sasaran sesuai karakteristik demografi masyarakat. Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional dengan metode total sampling. Data diolah menggunakan analisis univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukan 62% responden berusia > 45 tahun, 76% responden berjenis kelamin perempuan, 62% responden menempuh pendidikan formal > 9 tahun, 58% responden memiliki status tidak bekerja, 62% responden memiliki penghasilan diatas UMK Surakarta, 52% responden pernah mendapat informasi terkait TB Paru dan 86% responden belum pernah mengalami kontak erat dengan penderita TB Paru. Pengetahuan responden paling rendah adalah pengetahuan terkait pencegahan TB Paru dan gejala TB Paru. Hasil ini dapat menjadi dasar pentingnya pemberian informasi lebih intensif terkait pencegahan dan gejala TB Paru pada warga. Sebanyak 46% responden memiliki tingkat pengetahuan terkait TB Paru cukup. Faktor yang mempengaruhi tingkat pengetahuan responden terkait TB Paru antara lain usia, tingkat pendidikan, status pekerjaan, paparan informasi serta pengalaman kontak erat dengan pasien TB Paru.