Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

Perilaku Masyarakat dalam Pelaksanaan Protokol Kesehatan sebagai Upaya Pencegahan Covid-19 di Punggawan, Banjarsari Surakarta Rasmaya Niruri; Yeni Farida; Fea Prihapsara; Adi Yugatama; Siti Ma'rufah
Pharmacon: Jurnal Farmasi Indonesia Vol 18, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/pharmacon.v18i01.12522

Abstract

The Covid-19 infection has spread to almost all regions of Indonesia. The government has issued a health protocol policy for the public in carrying out their activities to minimize the transmission of covid-19. This study aimed to obtain an overview of public compliance behavior in implementing health protocols as an effort to prevent Covid-19. The questionnaire survey was conducted at one of the pharmacies in the Banjarsari area of Surakarta for the period 14-30 September 2020. The research subjects were determined by purposive sampling method. The questionnaire contains 16 statement items covering the domain of social distancing, use of masks, maintaining hygiene and hand washing, and cough etiquette. Respondent behavior was classified into 2 categories, namely compliance and noncompliance. Respondent characteristic data (gender, age, and occupation) were tested for their relationship with compliance behavior. This study involved 54 respondents who were dominated by women (68.52%), age range 36- 45 years (37.18%), and work as private employees (37.04%). A study on 54 respondents showed that 51.85% of respondents had complied with the implementation of health protocols. Community non-compliance was still high in the domain of maintaining hygiene and cough etiquette. Gender, age, and occupation were not significantly related to respondent behavior.
Pengaruh Media Edukasi terhadap Pengetahuan Siswa Sekolah Dasar tentang Pencegahan Covid-19 Novita Ayu Wardhany; Yeni Farida; Rasmaya Niruri
Jurnal Ilmiah Medicamento Vol 8 No 2 (2022): Jurnal Ilmiah Medicamento
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36733/medicamento.v8i2.3723

Abstract

Covid-19 is a highly transmittable disease caused by viral infection. Children belong to the age group vulnerable to the transmission of COVID-19. Health promotion is important to provide a basic understanding of minimizing the incidence of transmission. The success of health promotion is influenced by the methods and media used. Comic and animation videos are considered capable of helping students in the learning process. This study was conducted to determine the level of knowledge of respondents who were given education through comics and animation media and to find out the difference in knowledge between the two media. Experimental pre-test and post-test designs were conducted. The educational media used are comics and animation videos. The research subjects were 5th-grade students of SDIT Insan Mulia Surakarta. Knowledge is assessed from the ability to answer questions correctly based on the educational material provided. The Wilcoxon test analysis was used to determine the differences in respondents' knowledge before and after giving the media and the Mann-Whitney test to determine the differences in respondents' knowledge between media. The results of the research on 42 respondents showed an increase in the pre-test and post-test scores in both groups. The mean pretest and post-test scores of the comic group were 7.86 and 9.17, while the mean score in the video animation group were 7, 89, and 8.68. Wilcoxon test result p-value of 0.001 in the comic media group and 0.004 in the animation media group. This study showed that there was no significant difference in knowledge of comics and animation group (p-value 0.200; P> 0.05). These results showed that both media have the same effectiveness in increasing respondents' knowledge of Covid-19 prevention.
KNOWLEDGE, ATTITUDES, AND BEHAVIOR OF THE COMMUNITY IN USING SUPPLEMENTS DURING THE COVID-19 PANDEMIC Yeni Farida; Rasmaya Niruri; Adi Yugatama
Jurnal Farmasi Sains dan Praktis Vol 8 No 3 (September-December 2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/pharmacy.v8i3.4251

Abstract

The Covid-19 pandemic has been responded to various attitudes and behaviors related to its prevention. Understanding certain information makes a person make the right decision. Misunderstanding the improvement of the immunity system and prevention of COVID-19 may lead to inappropriate attitudes and behaviors in using supplements in society. This study aims to describe the level of knowledge and attitudes toward using health supplements and the consumption of health supplements during the Covid-19 pandemic. The research design is a cross-sectional study using primary data based on data collection by questionnaire. The research subjects were visitors of Jamsaren and Riyadh pharmacies in September 2020 who were more than 17 years old, could read and write, and were willing to be respondents. Knowledge is assessed by each correct answer marked 1, and then the total is compared with the total score multiplied by 100%. The level of knowledge is classified based on the score obtained; poor knowledge (score <70) and good (>70). Attitudes are classified into panic and non-panic. Behavior was analyzed descriptively. The results on 132 subjects showed that most of the respondents (78%) still had less knowledge of using health supplements to prevent Covid-19. The Chi-Square test results obtained a p-value of 0.312 (p > 0.05), meaning no significant difference in knowledgeable or good knowledge in respondents' responses. The attitude variable affects the respondent's behavior, as evidenced by the p-value of 0.008 (p <0.05). The predominant health supplement is vitamin C from pharmacies on their initiative
PENGENALAN VAKSINASI COVID-19 DAN PHBS DI TPQ PERMATA JOMBOR SUKOHARJO Nestri Handayani; Inayatush Sholihah; Novita Dhewi Ikakusumawati; Rasmaya Niruri; Fea Prihapsara; Yeni Farida
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023): Volume 4 Nomor 2 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i2.15588

Abstract

Seiring dengan perkembangan kasus COVID-19 yang melandai, beberapa daerah kini mulai memberlakukan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) tidak hanya pada pendidikan formal namun juga pendidikan non-formal. Pendidikan nonformal dapat dilaksanakan dimana saja seperti jalur pendidikan Taman Pendidikan Al Quran (TPQ). Santriwan dan santriwati yang masih tergolong anak-anak juga harus dilindungi supaya tidak terjadi penyebaran virus melalui kegiatan pembelajaran yang diselenggarakan di TPQ. Pemberian pengetahuan tentang PHBS dan vaksinasi COVID-19 sangat penting untuk merubah sikap dan perilaku anak terutama dalam menghadapi pembelajaran tatap muka di masa pandemi. Kegiatan pengabdian ini dilakukan di TPQ Permata Jombor berada di Kecamatan Bendosari, Kabupaten Sukoharjo, Provinsi Jawa Tengah. Penyuluhan diintegrasikan dengan kegiatan TPQ yang pelaksanaannya lebih fleksibel dan mencakup siswa-siswi dari usia 4 hingga 12 tahun. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah edukasi berbasis aktivitas untuk menarik perhatian siswa dan mempermudah siswa dalam memahami materi. Informasi disampaikan melalui video edukasi, buku cerita bergambar, leaflet, buletin dan poster. Sebanyak 37 siswa mengikuti kegiatan ini dan semua siswa sangat interaktif. Hasil dari kegiatan ini siswa menjadi paham pentingnya vaksinasi serta penerapan PHBS untuk mencegah penularan virus COVID-19. Dengan vaksinasi dan melaksanakan protokol kesehatan yang ketat akan semakin banyak dan semakin cepat masyarakat terlindungi dari COVID-19  
Edukasi tentang Obat serta Perilaku Hidup Bersih dan Sehat pada Siswa SDIT Insan Mulia Surakarta Yeni Farida; Sabella Sekar Betari; Rasmaya Niruri; Adi Yugatama; Nestri Handayani; Fea Prihapsara
Warta LPM WARTA LPM, Vol. 25, No. 1, Januari 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (975.591 KB) | DOI: 10.23917/warta.v25i1.599

Abstract

Anak-anak termasuk ke dalam kelompok usia yang sangat rentan terhadap penularan COVID-19 dari lingkungan sekitarnya. SDIT Insan Mulia Surakarta merupakan sekolah yang berada di zona merah dan sedang mempersiapkan kegitan tatap muka. Pengetahuan tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan prioritas yang harus diberikan dan difahamkan kepada siswa agar dapat menjadi salah satu upaya perlindungan siswa dari COVID-19. Selain itu, edukasi tentang obat sejak dini perlu dilakukan agar nantinya tidak timbul permasalahan dalam penggunaan obat. Kegiatan pengabdian berupa edukasi dengan media handout dan buku ajar berbasis aktivitas dilakukan sebagai salah satu upaya peningkatan pengetahuan siswa. Sasaran kegiatan adalah siswa kelas 3 di SDIT Insan Mulia Surakarta pada bulan April 2021. Dalam memahami materi edukasi, siswa dipandu melalui pertemuan virtual dengan platform zoom meetings. Evaluasi keberhasilan program dilakukan melalui penilaian pengetahuan dengan pretes dan postes. Perbedaan nilai pretest dan postest dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Pada akhir rangkaian kegiatan hanya ada 37 siswa yang mengisi postes dengan lengkap. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa ada perbedaan pengetahuan yang signifikan sebelum dan sesudah edukasi menggunakan buku ajar berbasis aktivitas dengan nilai p=0,047. Akan tetapi, tidak ada perbedaan yang signifikan pada pengetahuan siswa yang diberikan edukasi melalui media handout dan buku ajar berbasis aktivitas ( p=0,777.; p>0,05). Media edukasi buku ajar berbasis aktivitas lebih tepat digunakan dalam meningkatkan pengetahuan siswa sekolah dasar. Kendala yang dialami selama kegiatan adalah jaringan internet dan fasilitas yang dimiliki siswa. Secara keseluruhan, kegiatan ini telah berjalan dengan lancar dan dapat meningkatkan pengetahuan siswa tentang obat dan PHBS. Melalui media edukasi yang telah disusun oleh tim pengabdian, diharapkan edukasi tentang obat dan PHBS terhadap siswa dapat terus dilakukan secara berkala.
Hubungan Karakteristik Sosiodemografi dengan Tingkat Pengetahuan TB Paru pada Warga Kelurahan Ketelan, Kecamatan Banjarsari, Surakarta Rini Budi Astuti; Rasmaya Niruri; Saptono Hadi
Generics: Journal of Research in Pharmacy Vol 6, No 1 (2026): Generics : Journal of Research in Pharmacy
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/genres.v6i1.30086

Abstract

Kota Surakarta merupakan kota dengan kasus Tuberkulosis (TB) terbanyak keempat di Jawa Tengah. Pengetahuan masyarakat terkait TB merupakan salah satu cara mencegah penyebaran kasus TB. Penelitian ini bertujuan mengetahui tingkat pengetahuan serta faktor yang berpengaruh terhadap pengetahuan masyarakat Kelurahan Ketelan terkait TB Paru. Penelitian ini penting untuk merancang intervensi edukasi yang tepat sasaran sesuai karakteristik demografi masyarakat. Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional dengan metode total sampling. Data diolah menggunakan analisis univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukan 62% responden berusia > 45 tahun, 76% responden berjenis kelamin perempuan, 62% responden menempuh pendidikan formal > 9 tahun, 58% responden memiliki status tidak bekerja, 62% responden memiliki penghasilan diatas UMK Surakarta, 52% responden pernah mendapat informasi terkait TB Paru dan 86% responden belum pernah mengalami kontak erat dengan penderita TB Paru. Pengetahuan responden paling rendah adalah pengetahuan terkait pencegahan TB Paru dan gejala TB Paru. Hasil ini dapat menjadi dasar pentingnya pemberian informasi lebih intensif terkait pencegahan dan gejala TB Paru pada warga. Sebanyak 46% responden memiliki tingkat pengetahuan terkait TB Paru cukup. Faktor yang mempengaruhi tingkat pengetahuan responden terkait TB Paru antara lain usia, tingkat pendidikan, status pekerjaan, paparan informasi serta pengalaman kontak erat dengan pasien TB Paru.
Hubungan Karakteristik Sosiodemografi dengan Tingkat Pengetahuan TB Paru pada Warga Kelurahan Ketelan, Kecamatan Banjarsari, Surakarta Rini Budi Astuti; Rasmaya Niruri; Saptono Hadi
Generics: Journal of Research in Pharmacy Vol 6, No 1 (2026): Generics : Journal of Research in Pharmacy
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/genres.v6i1.30086

Abstract

Kota Surakarta merupakan kota dengan kasus Tuberkulosis (TB) terbanyak keempat di Jawa Tengah. Pengetahuan masyarakat terkait TB merupakan salah satu cara mencegah penyebaran kasus TB. Penelitian ini bertujuan mengetahui tingkat pengetahuan serta faktor yang berpengaruh terhadap pengetahuan masyarakat Kelurahan Ketelan terkait TB Paru. Penelitian ini penting untuk merancang intervensi edukasi yang tepat sasaran sesuai karakteristik demografi masyarakat. Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional dengan metode total sampling. Data diolah menggunakan analisis univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukan 62% responden berusia > 45 tahun, 76% responden berjenis kelamin perempuan, 62% responden menempuh pendidikan formal > 9 tahun, 58% responden memiliki status tidak bekerja, 62% responden memiliki penghasilan diatas UMK Surakarta, 52% responden pernah mendapat informasi terkait TB Paru dan 86% responden belum pernah mengalami kontak erat dengan penderita TB Paru. Pengetahuan responden paling rendah adalah pengetahuan terkait pencegahan TB Paru dan gejala TB Paru. Hasil ini dapat menjadi dasar pentingnya pemberian informasi lebih intensif terkait pencegahan dan gejala TB Paru pada warga. Sebanyak 46% responden memiliki tingkat pengetahuan terkait TB Paru cukup. Faktor yang mempengaruhi tingkat pengetahuan responden terkait TB Paru antara lain usia, tingkat pendidikan, status pekerjaan, paparan informasi serta pengalaman kontak erat dengan pasien TB Paru.
Efektifitas Media untuk Peningkatan Pengetahuan dan Sikap pada Perilaku Hidup Bersih-Sehat Siswa Sekolah Dasar saat Adaptasi Kebiasaan Baru Era COVID-19 Rasmaya Niruri; Rita Rakhmawati; Rani Nurindah Saputri; Yeni Farida
JPSCR: Journal of Pharmaceutical Science and Clinical Research Vol 8, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jpscr.v8i2.56862

Abstract

Adaptasi kebiasaan baru pada era COVID19 dalam upaya persiapan tatap muka (PTM) untuk siswa sekolah dasar adalah perlu dilakukan, maka perlu dilakukan edukasi dalam peningkatan pengetahuan dan sikap terkait perilaku hidup bersih-sehat (PHBS). Media edukasi terdapat variasi yang digunakan untuk pendidikan jarak jauh pada pandemi COVID-19. Media yang tepat dalam pembelajaran berperan penting dalam capaian hasil belajar siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi perbedaan pengetahuan dan sikap terkait PHBS sebelum dan sesudah edukasi pada siswa SD dengan media video pembelajaran, video kartun animasi, dan elektronik poster (e-poster), serta mengidentifikasi perbedaan antar ketiga media edukasi dalam peningkatan skor pengetahuan dan sikap. Metode pretest-posttest design digunakan dalam mengevaluasi efektifitas media edukasi pada siswa SD di Kabupaten Pati yang bersedia turut serta dalam penelitian ini. Tiap siswa diberikan satu jenis media yang berbeda yang dipilih secara acak. Pada penelitian ini diperoleh 207 siswa. Ketiga media edukasi efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap siswa secara signifikan (p&lt;0,05), serta terdapat pula peningkatan jumlah siswa yang termasuk kategori baik dan tidak ditemukannya kembali siswa dalam kategori kurang pada aspek pengetahuan dan sikap setelah pemberian edukasi. Peningkatan pengetahuan dan sikap paling tinggi adalah pada media video pembelajaran, dan berturut turut diikuti media video animasi dan media poster elektronik, namun keefektifitasan ketiga jenis media edukasi tersebut dalam peningkatan skor pengetahuan dan sikap tidak berbeda bermakna. Ketiga media tersebut dapat digunakan sebagai alternatif media edukasi PHBS pada siswa SD.
The Influence of Release Modifier Differences in Formulations on the Pharmacokinetic Profile of Ketoprofen in Rats: A Scoping Review Adi Yugatama; Alyanis Mufid SWM; Rasmaya Niruri; Ya-Lin Huang; Nguyen Dang Khoa
JPSCR: Journal of Pharmaceutical Science and Clinical Research Vol 9, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jpscr.v9i1.80292

Abstract

The pharmacokinetic profile of drugs can be changed by genetic, environmental, and physiological variables such as age, sex, pregnancy, and different preparations and formulations. Ketoprofen is widely used in many different preparations and formulations. The various formulations can made by adding solubilizing and extending release agents. This study aimed to determine the influence of formulation differences on the pharmacokinetic profile of ketoprofen in rats. This research was a Literature Review. Articles were retrieved from the ScienceDirect and PubMed databases from 2011 to 2020. The inclusion criteria were the research article, the presence of ketoprofen was formulated with the addition of a solubilizing or extended-release agent, given orally and available in open access. The study resulted in differences in formulation, notably the addition of various dissolving agents or extended-release agents, which caused changes in the pharmacokinetic profile of ketoprofen. The highest increase in the pharmacokinetic parameters Cmax and AUC of ketoprofen was observed with poloxamer-188 as a release modifier agent. Therefore, the use of release modifier agents could have a significant effect on the drug's pharmacokinetic profile.
Analisis Efektivitas Biaya Terapi Tiotropium Bromide Dibandingkan dengan Salmeterol/Fluticasone Propionate pada Pasien Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) di RSUD Tabanan Sagung Chandra Yowani; Yayanasri Yayanasri; Rasmaya Niruri; Rini Noviyani
JPSCR: Journal of Pharmaceutical Science and Clinical Research Vol 10, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jpscr.v10i2.94437

Abstract

Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) merupakan penyakit progresif yang membutuhkan terapi jangka panjang dengan bronkodilator. Dua terapi yang banyak digunakan adalah golongan long-acting muscarinic antagonists (LAMA) yaitu Tiotropium Bromide (Spiriva®) dan kombinasi long-acting β2 agonist (LABA) dengan inhaled corticosteroids (ICS) yaitu Salmeterol/Fluticasone Propionate (Seretide®). Studi untuk menganalisis perbedaan efektivitas dan biaya antara kedua terapi tersebut perlu dilakukan. Tujuan dari studi ini adalah membandingkan nilai ICER Tiotropium Bromide dengan Salmeterol/Fluticasone Propionate. Penelitian cross-sectional dengan teknik purposive sampling diterapkan dalam penelitian ini, dimana data kejadian rawat inap, peresepan salbutamol, dan biaya medis yang diperoleh dari catatan rekam medis pasien PPOK rawat jalan pada Januari 2022 – Desember 2023 di RSUD Tabanan, yang selanjutnya dianalisis menggunakan metode analisis efektivitas biaya untuk mendapatkan nilai ICER. Diperoleh 77 sampel yang mendapatkan terapi Tiotropium Bromide dan 107 sampel dengan terapi Salmeterol/Fluticasone Propionate. Total biaya medis pada kelompok terapi Tiotropium Bromide adalah Rp919.925.338,00 dan pada kelompok terapi Salmeterol/Fluticasone Propionate adalah Rp372.639.863,00. Sementara itu, 8 dari 77 sampel pada kelompok terapi Tiotropium Bromide dan 4 dari 107 sampel pada kelompok terapi Salmeterol/Fluticasone Propionate mengalami rawat inap, sedangkan 5 dari 77 sampel pada kelompok terapi Tiotropium Bromide dan 6 dari 107 sampel pada kelompok terapi Salmeterol/Fluticasone Propionate diresepkan Salbutamol saat kunjungan rutin ke dokter. Berdasarkan data tersebut, diperoleh nilai ICER sebesar (-Rp16.096.631,6) untuk parameter kejadian rawat inap dan (-Rp18.871.912,9) untuk parameter peresepan Salbutamol. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh kesimpulan bahwa Salmeterol/Fluticasone Propionate adalah cost-effective dibandingkan dengan Tiotropium Bromide.