Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

ANALISIS HUBUNGAN KELENGKAPAN IMUNISASI DENGAN KEJADIAN ISPA BERULANG PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS DADOK TUNGGUL HITAM PADANG rita, nova; Yundelfa, Mandria
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 6, No 2 (2023): November 2023
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v6i2.1966

Abstract

Pneumonia adalah akibat paling serius dari infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan membunuh lebih banyak anak dibandingkan penyakit menular lainnya, merenggut nyawa lebih dari 800.000 anak balita setiap tahun, atau sekitar 2.200 setiap hari. Puskesmas Dadok Tunggul Hitam memiliki kejadian tertinggi kejadian ISPA pada balita. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui analisis hubungan kelengkapan imunisasi dengan kejadian ispa berulang pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas Dadok Tunggul Hitam . Jenis penelitian analitik dengan desain cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh ibu dengan balita mengalami ISPA yang berada di Wilayah Kerja Puskesmas Dadok Tunggul Hitam Padang yang berjumlah 1791 orang dengan sampel 95 orang. Teknik simple random sampling, data dianalisis secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lebih dari separoh (54,7%) memiliki kejadian ISPA Berulang. Lebih dari separoh (52,6%) memiliki status imunisasi tidak lengkap. Ada hubungan status imunisasi dengan kejadian ISPA berulang (pvalue= 0,000). Status imunisasi berhubungan dengan kejadian ISPA. Diharapkan pihak Puskesmas dapat meningkatkan lagi memberikan pendidikan tentang status gizi dan pemberian imunisasi dasar lengkap pada ibu dan meningkatkan kegiatan-kegiatan posyandu.Kata kunci : Kelengkapan Imunisasi, Kejadian ISPA
HUBUNGAN PENYAKIT PENYERTA DENGAN TERJADINYA INFEKSI NOSOKOMIAL LUKA OPERASI PADA PASIEN rita, nova
JIK-JURNAL ILMU KESEHATAN Vol 2, No 2 (2018): JIK-Oktober Volume 2 No 2 Tahun 2018
Publisher : UNIVERSITAS ALIFAH PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.583 KB) | DOI: 10.33757/jik.v2i2.114

Abstract

ABSTRAKInfeksi nosokomial menyebabkan kesakitan dan kematian. Menurut WHO infeksi nosokomial menimbulkan kasus 9% dari 1,4 juta di rumah sakit. Kejadian ILO di Indonesia 2-18%, sedangkan di RSUP Dr. M. Djamil Padang infeksi nosokomial daerah luka operasi 16,52%. Hasil observasi dari 10 orang pasien didapatkan 60% mengalami infeksi. Survei awal tindakan perawatan luka pada 5 dari 6 orang pasien belum sesuai dengan SPO. Penelitian bertujuan untuk mengetahui Hubungan Penyakit Penyerta Yang Mempengaruhi Terjadinya Infeksi Nosokomial Luka Operasi Pada Pasien. Jenis penelitian  deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan  dari bulan November 2015- Agustus 2016  di Ruang Rawat Inap Bedah RSUP Dr. M. Djamil Padang tahun 2015. Sampel penelitian adalah 45 orang pasien yang telah dioperasi dan dirawat lebih dari 3 hari. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan infeksi nosokomial 35,6%, ada penyakit penyerta 62,2%. Uji chi-square disimpulkan  terdapat hubungan yang signifikan antara, penyakit penyerta (p= 0,023), dengan terjadinya infeksi nosokomial luka operasi pada pasien di ruang rawat inap bedah RSUP Dr. M. Djamil Padang tahun 2016. Kepada pihak rumah sakit selalu memperhatikan peralatan yang akan digunakan, serta perawat melakukan  tindakan sesuai prosedur, sehingga mengurangi angka infeksi. Kata kunci     : Infeksi Nosokomial, Penyakit Penyerta  ABSTRACTinfection of Nosocomial cause death and painfulness. According to WHO infection of nosokomial generate case 9% from 1,4 million at home pain. Occurence of ILO in Indonesia 2-18%, while in RSUP Dr M. Djamil Padang infection of nosocomial wound operate area for 16,52%. Result of observation from 10 patient people got 60% experiencing of infection. Survey early action wound of treatment at 5 from 6 patient people not yet as according to SPO. Where it was analytical description with approaching sectional cross. Research conducted on November 2015- of Agustus 2016 at RSUP Dr M. Djamil Padangin 2015. The research sample are 45 patients was operated and taken care of day to 3. Data analysis used univariat and bivariate. The research result show that infection of nosocomial 35,6%, comorbidities about 62,2%. Chi-Square test concluded there are relation is significant between comorbidities (p= 0,023), operation type (p= with the happening of infection of nosokomial wound of operate at patient surgical inpatient unit at general hospital Dr M. Djamil Padang in 2016. To hospital always pay attention equipments to be used, and also nurse action according to procedure, so that lessen infection number. Keyword          : Infection of nosocomial, comordibities
PENDIDIKAN KESEHATAN PADA IBU HAMIL DALAM PENCEGAHAN PENULARAN COVID-19 DI PUSKESMAS ANDALAS Yundelfa, Mandria; Rita, Nova; Refialdinata, Jeki; Nurul Insani, Nadya; Aldian Syaputra, Yoga
Jurnal Abdimas Saintika Vol 4, No 2 (2022): November Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v4i2.1571

Abstract

Covid-19 merupakan penyakit pandemi yang menyerang sistem pernapasan pada manusia. Penyakitini menyerang bayi, anak-anak, lansia dan ibu hamil. Sehingga, menjadi kecemasan khususnya bagiIbu Hamil. Kecemasan pada masa kehamilan yaitu sebesar 18-25% namun pada saat pandemiCovid-19 meningkat menjadi 59%. Salah satu faktor yang mempengaruhi tingkat kecemasan padaIbu Hamil adalah pengetahuan. Berdasarkan permasalahan tersebut, sebagai upaya peningkatanpengetahuan Ibu hamil maka dilakukan kegiatan berupa Pendidikan Kesehatan pada Ibu Hamildalam Pencegahan Penularan Covid-19 di Puskesmas Andalas. Pendidikan Kesehatan pada IbuHamil dalam Pencegahan Penularan Covid-19 dilaksanakan dengan metode penyuluhan.Kata Kunci: Pendidikan Kesehatan; Kecemasan; Ibu Hamil
PENDIDIKAN KESEHATAN: MENJAGA KEBERSIHAN DIRI Refialdinata, Jeki; Rita, Nova; Yundelfa, Mandria; Nurhaida, Nurhaida; Nursabila, Najwa
Jurnal Abdimas Saintika Vol 6, No 1 (2024): Mei Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v6i1.2560

Abstract

Kebersihan diri yang buruk menjadi salah satu penyebab meningkatnya kasus penyakit menular pada anak usia sekolah. Penelitian telah mengungkapkan bahwa pengetahuan dan penerapan perilaku hidup bersih pada sebagian besar anak usia sekolah dasar termasuk dalam kategori kurang baik. Menurut keterangan dari guru SDN 14 Tabing Banda Gadang Kota Padang, penyuluhan tentang kebersihan diri sudah lama tidak dilakukan terhadap siswa sekolah, sehingga mudah dijumpai dilingkungan sekolah siswa yang berkuku panjang dan tidak mencuci tangan terlebih dahulu sebelum makan setelah bermain. Berdasarkan permasalahan tersebut, sebagai upaya meningkatkan kesadaran akan pentingnya kebersihan diri pada siswa maka dilakukan kegiatan berupa pemberian edukasi tentang kebersihan diri. Edukasi diberikan dengan metode ceramah menggunakan media berupa powerpoint.Keywords: Pendidikan Kesehatan; menjaga kebersihan diri, siswa sekolah dasar
Implementasi Kelas Ibu Hamil sebagai Upaya Pencegahan TB Anak Di Posyandu Mawar Puskesmas Seberang Padang Yundelfa, Mandria; Rita, Nova; Ismeiyanti, Ismeiyanti; Rahmi, Reza
Jurnal Abdimas Saintika Vol 5, No 2 (2023): November Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v5i2.1970

Abstract

Tuberkulosis masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang menimbulkan kesakitan, kecacatan dan kematian yang tinggi sehingga harus dilakukan tindakan penanggulangan. Saat ini di Kota Padang, Puskesmas dengan angka total pencapaian kasus baru TB Anak tertinggi ketiga adalah Puskesmas Seberang Padang. Pemberian kekebalan dalam rangka penanngulangan TB telah dilakukan dengan cara pemberian ASI Eksklusif, Imunisasi BCG pada bayi, hal ini dilakukan dalam upaya pencegahan TB pada anak. Kelas Ibu Hamil adalah kelompok belajar ibu- ibu hamil dengan umur kehamilan antara 16- 32 dengan jumlah peserta maksimal 20 orang. Tujuan kegiatan ini meningkatkan pengetahuan, perubahan tubuh dan keluhan selama merubah sikap dan perilaku ibu agar memahami tentang kehamilan, pemberian ASI Eksklusif, pemberian imunisasi BCG, TB pada anak. Sasaran kegiatan ini adalah peserta kelas ibu hamil di Posyandu Mawar, Puskesmas Seberang Padang. Metode yang digunakan penyuluhan, diskusi, pembagian leaflet, diawal dan diakhir kegiatan responden mengisi lembar pretest dan posttest tentang Pemberian ASI Eksklusif, Imunisasi BCG dan TB Anak. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa adanya peningkatan pengetahuan ibu hamil sebesar 19,25% tentang Imunisasi BCG dengan nilai rata- rata pretest 56,3% dan postest 75,55%.
Penilaian Perkembangan Anak Usia Pra Sekolah Menggunakan Kuisioner Pra Skrining Perkembangan ( KPSP ) Sebagai Upaya Deteksi Dini Gangguan Perkembangan Di Tk ‘Aisyiyah 6 Kota Padang. Nurhaida, Nurhaida; Saputri, Melda; Rita, Nova; Refialdinata, Jeki; Najwa, Najwa; Nadia, Nadia
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/53feq773

Abstract

Masa depan bangsa bergantung pada keberhasilan anak dalam mencapai pertumbuhan dan perkembangan optimal. Periode awal kehidupan merupakan masa emas sekaligus rentan terhadap gangguan perkembangan, sehingga diperlukan pengasuhan, gizi, stimulasi, dan lingkungan yang baik. Deteksi dini menggunakan Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP) penting untuk menilai perkembangan anak usia prasekolah meliputi aspek motorik kasar, halus, bicara, bahasa, serta sosial-kemandirian. Penilaian perkembangan dengan KPSP sangat penting dilakukan secara berkala, terutama pada anak usia prasekolah (3–6 tahun), Tanpa deteksi yang tepat, anak dengan keterlambatan perkembangan berisiko mengalami kesulitan belajar, gangguan perilaku, bahkan kecacatan yang bersifat permanen. Kegiatan pengabdian ini bertujuan melakukan pemantauan pertumbuhan (tinggi dan berat badan), skrining perkembangan dengan KPSP, serta edukasi kepada orang tua dan pendidik. Hasil menunjukkan 69,3% anak memiliki perkembangan sesuai usia, 26% meragukan, dan 4,7% terdapat kemungkinan penyimpangan. Anak dengan hasil meragukan diberikan stimulasi tambahan terutama pada aspek motorik halus dan sosial-kemandirian. Harapannya, kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut agar deteksi dini tumbuh kembang anak dapat dilakukan secara berkesinambungan.
MODEL PREDIKTIF STRES KERJA, BIOMEKANIKA DENGAN KELUHAN MUSCULOSKELETAL DISORDER PADA PETANI PANGAN FOOD CROPS DI KOTO TANGAH PADANG Muslim, Fluorina Oryza; Aulia, Astrina; Rita, Nova; Utari, Rahmi
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 3 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i3.51594

Abstract

Musculoskeletal Disorders (MSDs) merupakan salah satu masalah kesehatan kerja yang banyak dialami oleh pekerja sektor pertanian akibat postur kerja yang tidak ergonomis dan stres kerja yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh stres kerja dan faktor biomekanika terhadap keluhan MSDs pada petani tanaman pangan di Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh petani tanaman pangan di wilayah tersebut, dengan jumlah sampel sebanyak 105 responden yang dipilih menggunakan teknik consecutive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner Nordic Body Map (NBM) untuk memprediktif keluhan muskuloskeletal dan metode Rapid Entire Body Assessment (REBA)untuk menilai postur kerja. Analisis data dilakukan secara bivariat menggunakan uji Chi-square dan multivariat dengan regresi logistik berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara NBM (p = 0,00), stres kerja (p = 0,01), dan REBA (p = 0,00) dengan keluhan MSDs. Hasil analisis multivariat mengindikasikan bahwa REBA merupakan faktor paling dominan yang memengaruhi timbulnya MSDs (Exp(B) = 27,76; p = 0,016). Hal ini menunjukkan bahwa faktor biomekanika dan psikososial berperan penting terhadap gangguan muskuloskeletal pada petani. Upaya pencegahan perlu difokuskan pada perbaikan postur kerja, pelatihan ergonomi, pengelolaan stres kerja, serta pengaturan waktu istirahat untuk menurunkan risiko MSDs dan meningkatkan kesehatan kerja di sektor pertanian.