Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Analisis Studi Kelayakan Usaha Pendirian Ricebowl Ikan Tuna Suwir Mangathat Di Malang Purnomo, Purnomo; Ekawati, Yurida; Noya, Sunday; Hadi, Yuswono; Oktiarso, Teguh; Putrianto, Novenda Kartika
Prosiding Seminar Nasional Teknik Industri Vol. 1 (2021): Prosiding Seminar Nasional Teknik Industri: Meneguhkan Peran Perguruan Tinggi dalam P
Publisher : Universitas Ma Chung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (828.994 KB) | DOI: 10.33479/snti.v1i.163

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kelayakan investasi dalam pendirian IKM ricebowl ikan tuna yang beralamat di Kelurahan Tegalgondo Kecamatan Karangploso Kabupaten Malang. Penelitian ini dilakukan di industri rumahan bernama IKM Ricebowl Ikan Tuna Suwir, yang merupakan Industri Kecil dan Menengah pengolah makanan. Terjadinya wabah Covid-19 di tahun 2020 ini mengakibatkan permintaan akan produk IKM menurun karena tempat kuliner yang menjalin kerjasama masih menutup usahanya. Penelitian dilaksanakan pada Bulan Juni - Juli 2020 dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Metode yang digunakan yaitu aspek pasar dan pemasaran, aspek teknis dan produksi, aspek organisasi dan manajemen, serta aspek finansial dengan perhitungan kelayakan investasi berupa Payback Period (PP) (Present Value) usaha makanan ricebowl akan menghasilkan manfaat bersih sebesar Rp. 276.258.850. dengan umur usaha 4 tahun. Nilai IRR (Internal Rate of Return) yang diperoleh sebesar 36% > 15, 20% (IRR>DR). Nilai ini menunjukan bahwa tingkat pengembalian usaha IKM ricebowl dalam kondisi optimal. Analisis pasar dan pemasaran menunjukkan bahwa prospek IKM ricebowl ikan tuna cukup baik, dilihat dari peningkatan jumlah permintaan setiap tahun.
Pembaharuan Dokumen Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2015: Studi Kasus di PT X Yolanda, Metta; Sasmitha, Cendana Anggun; Tawiri, Ndeva Helmi; Oxamudra, Levana; Ekawati, Yurida; Purnomo, Purnomo; Putrianto, Novenda Kartika
Prosiding Seminar Nasional Teknik Industri Vol. 4 (2024): Prosiding SENAM 2024: Seminar Nasional Teknik Industri Universitas Ma Chung
Publisher : Universitas Ma Chung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT X merupakan perusahaan manufaktur karoseri bus dan minibus di Malang, Jawa Timur. Perusahaan dapat terus bersaing dengan perusahaan lain dengan salah satu caranya, yaitu melakukan perbaikan kualitas dari suatu barang yang diproduksi. Selain itu agar dapat terus bersaing, PT X juga perlu memperhatikan kegiatan ekspor yang bertujuan untuk memperluas akses pasar dan juga adanya perusahaan karoseri lain yang sudah memasarkan produknya ke luar negeri. Oleh karena itu, kegiatan ekspor dapat berjalan dengan lancar dan kualitas dari suatu produk yang diproduksi dapat terjamin, PT X harus mempunyai standarisasi sistem manajemen mutu internasional di perusahaannya. Salah satu standar internasional untuk menjamin sistem manajemen mutu adalah ISO 9001. Sertifikasi ini akan kedaluwarsa pada Desember 2022, sehingga perlu diperbarui dan dilengkapi dokumennya. Dokumen yang diperbaharui pada Klausul 5 (Kebijakan Mutu) adalah kebijakan mutu, struktur organisasi, job description, dan job specification. Dokumen baru yang dibuat pada Klausul 6 (Perencanaan) adalah analisis risiko dan sasaran mutu. Dokumen yang diperbaharui pada Klausul 7 (Dukungan) adalah form kalibrasi alat ukur dan form penilaian kepala bagian. Dokumen baru yang dibuat adalah SOP, instruksi kerja, dan induk internal. Upaya pembaruan dan pelengkapan dokumen ini bertujuan untuk menjaga mutu produk dan kelancaran ekspor PT X sesuai standar internasional ISO 9001:2015.
Peningkatan Kapasitas Produksi Kerupuk Samiler Melalui Penerapan Mesin Pemarut Singkong pada IKM Keripik di Kecamatan Ngantang Kabupaten Malang Ekawati, Yurida; Oktiarso, Teguh; Nugroho, Didit Prasetyo
Abdimas Galuh Vol 6, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v6i2.15853

Abstract

Salah satu produk dari IKM Keripik Rindy yang berlokasi di Kecamatan Ngantang Kabupaten Malang adalah kerupuk samiler, sejenis kerupuk yang terbuat dari singkong. Produk kerupuk samiler tersebut menghadapi permintaan yang paling tinggi dibandingkan dengan produk-produk lain seperti keripik pisang dan talas yang diproduksi oleh IKM tersebut. Salah satu masalah dari rangkaian proses produksi kerupuk samiler adalah proses pemarutan singkong. Pemarutan singkong sebelumnya dilakukan menggunakan mesin pemarut kelapa yang membutuhkan waktu yang cukup lama untuk memarut singkong, memiliki suara yang bising dan hasil parutan yang mengotori ruangan. Oleh karena itu pengabdian masyarakat dilaksanakan dengan tujuan untuk melakukan rancang bangun mesin pemarut singkong yang dapat meningkatkan kapasitas produksi kerupuk samiler. Metode kegiatan pengabdian terdiri dari proses rancang bangun mesin pemarut singkong, pelatihan pengoperasian dan perawatan mesin dan penambahan peralatan proses lainnya untuk meningkatkan kapasitas produksi kerupuk samiler. Perancangan mesin pemarut singkong didasarkan pada kebutuhan dari produk terutama mempertimbangkan higienitas karena yang diproduksi adalah produk makanan. Pembuatan mesin diserahkan pada pihak ketiga. Mesin yang dihasilkan terbuat dari stainless steel yang sesuai untuk produk makanan, kecepatan empat kali lipat dari mesin parut yang digunakan sebelumnya dan memiliki suara yang tidak berisik serta dilengkapi pengaman pada mulut mesin. Pelatihan pengoperasian dan perawatan mesin dilakukan pada karyawan mitra dan kemudian dilakukan pendampingan agar penggunaan dan perawatan mesin dapat dilakukan dengan lancar dan aman. Peningkatan kapasitas pemarutan diimbangi dengan penambahan peralatan proses produksi kerupuk samiler lainnya. Namun keterbatasan ruang produksi hanya memungkinkan peningkatan kapasitas produksi kerupuk samiler dua kali lipat dari sebelumnya.
Optimization of Tobacco Warehouse Temperature to Reduce Defects in Hand-Rolled Kretek Cigarette Products at PT XYZ Margaretha, Natasha; Ekawati, Yurida; Oktiarso, Teguh
Jurnal Sains dan Aplikasi Keilmuan Teknik Industri (SAKTI) Vol. 4 No. 2 (2024): December 2024
Publisher : Teknik Industri Universitas Ma Chung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33479/sakti.v4i2.92

Abstract

The quality of tobacco is a critical component in cigarette production, with moisture content standards ranging from 18% to 19% to prevent production issues caused by tobacco being too dry or too moist. At PT XYZ, a cigarette manufacturing company, storage room temperature was identified as a key factor affecting tobacco moisture content. This study aimed to determine the optimal storage room temperature to maintain tobacco quality using quality control techniques and experimental design. A correlation test revealed a very strong negative relationship (91.812%) between storage room temperature and tobacco moisture content. Using a Completely Randomized Design (CRD) and a one-way ANOVA test, the analysis showed that the storage room temperature significantly impacted moisture content. The optimal temperature for maintaining tobacco quality was found to be 21˚C. These findings underscore the importance of precise temperature control in ensuring tobacco quality, contributing to improved production processes and product consistency in the cigarette industry.
Penerapan Metode FMEA dalam Analisis Six Sigma untuk Menurunkan Resiko Kegagalan Produk di PT XYZ Clarissa Soejanto, Jessica; Ekawati, Yurida
Teknoin Vol. 29 No. 2 (2024)
Publisher : Faculty of Industrial Technology Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/teknoin.vol29.iss2.art4

Abstract

Departemen fiber merupakan salah satu departemen yang ada di PT. XYZ yang memproduksi panel dan peralatan bus. Berdasarkan data produksi fiber selama dua bulan terdapat 92 cacat dari 547 produk yang dihasilkan. Jumlah cacat tersebut dianggap cukup besar, oleh karena itu perlu dilakukan analisis untuk mengetahui penyebab cacat tersebut dan melakukan perbaikan untuk mengatasinya. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis penyebab cacat produk melalui analisis penyebab dan dampak kegagalan pada proses produksi serta memprioritaskan perbaikan menggunakan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) pada siklus DMAI (Define, Measure, Analyze, Improve) Six Sigma. Terdapat tujuh jenis cacat pada produk dalam proses produksi yaitu tebal fiber tidak sesuai standar, tekstur fiber tidak rata, terdapat bercak putih pada fiber, fiber tidak kering secara sempurna, fiber reject (cair/terbakar), hasil dempul yang tidak sempurna, dan hasil cat yang tidak sesuai standar. Rekomendasi perbaikan dilakukan untuk meningkatkan kualitas berdasarkan nilai RPN sedang sampai tinggi dari FMEA. Beberapa usulan perbaikan yang diterapkan adalah pencegahan kegagalan tekstur permukaan fiber, pencegahan kegagalan akibat kesalahan campuran katalis dan pencegahan kegagalan hasil dempul. Penerapan usulan perbaikan tersebut dapat menurunkan nilai DPMO dari 24.027 menjadi 6.543 dan meningkatkan level sigma dari 3,48 menjadi 3,98. Kata kunci: FMEA, Six Sigma, Resiko Kegagalan, DPMO
Tactical Activities to Improve the Effectiveness of Concrete Batching Plant Based on Overall Equipment Effectiveness Analysis Ekawati, Yurida; Sutrisno, Iddo Christian; Oktiarso, Teguh
Journal of Mechanical Engineering Science and Technology (JMEST) Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um016v8i22024p488

Abstract

The growth of infrastructure projects has led to an increased demand for ready-mix concrete. A company that produces ready-mix concrete using a batching plant encountered difficulties in fulfilling customer orders due to the high rate of machine downtime. Overall equipment effectiveness (OEE) was employed to examine these issues at the tactical activities, where the root causes of losses that occur in the OEE components of availability, performance, and quality were addressed. The OEE analysis was extended to encompass maintenance effectiveness measures, as the anticipated solution to the problem was not the replacement of the machine, but rather an enhancement of its operational efficacy. The effectiveness of maintenance activities was measured using MTTF (mean time to failure), MTTR (mean time to repair), and MTBF (mean time between failure). A review of the OEE components revealed a necessity to reduce losses, as evidenced by the availability and performance rates. Although the performance rate has the lowest value, based on the frequent occurrence of failures to the availability component, the improvement process was carried out to overcome problems in the availability variable. The implementation of scheduled maintenance at the beginning of each month and the implementation of daily checks before and after the machine was used resulted in an increase in the OEE value from 56.62% to 71.15%. The incorporation of maintenance analysis into OEE has been shown to result in increased OEE values, as evidenced by a longer mean time between failures, a reduced time for process adjustments, and a decreased asset repair time.
Peningkatan Kualitas Produk GRC (Glassfibre Reinforced Cement) Roster pada UD. XYZ Malang Menggunakan Metode Taguchi Prabowo, Muhammad Sigit; Ekawati, Yurida
Metris: Jurnal Sains dan Teknologi Vol. 20 No. 02 (2019): Desember
Publisher : Prodi Teknik Industri, Fakultas Teknik - Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/metris.v20i2.2423

Abstract

The growth of manufacturing industries has caused the competition among companies becomes tighter. Therefore, companies need to make an effort to survive. One of the things that must be considered is the quality of products produced by the company. This research is conducted to design a refinement or quality improvement for GRC roster products in UD. XYZ Malang. The quality improvement is done with Taguchi method experimental design in order to get optimal combination for the materials. As for the orthogonal array notation used is L9(34) with gypsum (A), sand (B), cement (C), and water (D) as the controlling factors. The data processing is carried out using ANOVA towards the average value and SNR with larger the better classification. The ANOVA calculation is done in order to find out the significantly influential factors in product durability. The test done to find out the product durability is a pressure test. According to the result of data processing, the ratio of optimal mixture composition gypsum:sand: cement: wateris 2:2:2:1 (A3, B2, C3, dan D2). A confirmation experiment is conducted to the optimal composition. The analysis of the material cost for each experiment is done to justify the effectiveness of the optimal designed product chosen. Based on the pressure durability and cost calculation, the mean of result is 13,256 kg/cm2 for the pressure durability which indicates the quality is better than the exsisting product and able to save costs of Rp 1.630,927 in order to produce one GRC Roster.
Analisis Kenyamanan Termal Ruang Kuliah Hadi, Yuswono; Azaria, Tabitha; ., Purnomo; Putrianto, Novenda K.; Oktiarso, Teguh; Ekawati, Yurida; Noya, Sunday
Metris: Jurnal Sains dan Teknologi Vol. 21 No. 01 (2020): Juni
Publisher : Prodi Teknik Industri, Fakultas Teknik - Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/metris.v21i01.2428

Abstract

Bhakti Persada Building is one of the main buildings at Ma Chung University that serves as a place for the lecture process and student activities. Every room of Bhakti Persada Building has an AC that is on every day and there are very adequate windows and vents. The study aims to provide thermal comfort to the space users by measure temperature, humidity, and wind speed before and after the engineering of space facilities using SNI 6390: 2011 for temperature and humidity as well as the MENKES No.261 / MENKES / SK / 11/1998 standard for wind speed. In addition, this study was also conducted by paying attention to environmental issues, especially energy utilization, so that later it will be obtained scheduling to use of air conditioners as well as the efficiency of the use of electrical energy after the engineering of space facilities. The results of thermal comfort analysis after engineering the room facilities, obtained the time zone of the lecture room using a propeller fan is the time zone I and II for all sizes of lecture rooms while for time zone III all lecture rooms will use air conditioning because the temperature increases ± 0, 5 ° C, and for time zone IV lecture rooms with sizes 5 x 9 m, 6 x 9 m and 8 x 9 m the second floor will use a fan and a room size 8 x 9 m and 10 x 9 m third floor will use AC. After the engineering of space facilities, it was also found that the efficiency of the use of electrical energy in the lecture hall of the Bhakti Persada Building was 53%.
Desain Eksperimen Taguchi terhadap Faktor Lingkungan Kerja untuk Menurunkan Tingkat Produk Cacat Margaretha, Natasha; Ekawati, Yurida
Journal of Integrated System Vol. 8 No. 1 (2025): Journal of Integrated System Vol. 8 No. 1 (June 2025)
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jis.v8i1.11202

Abstract

Banyaknya produk cacat pada proses pelintingan rokok secara manual (SKT) di PT X  mencapai 10,18% dalam satu minggu. Tingkat cacat tersebut cukup tinggi sehingga perlu dilakukan usaha untuk menurunkan tingkat produk cacat tersebut. Disinyalir tingginya produk cacat disebabkan oleh faktor bahan baku dan lingkungan kerja. Penelitian ini berfokus pada penurunan tingkat produk cacat dari faktor lingkungan kerja. Desain eksperimen Taguchi digunakan untuk memperbaiki lingkungan kerja yang berdampak pada penurunan tingkat produk cacat. Faktor kontrol yang digunakan adalah pencahayaan, jenis musik, dan warna meja kerja. Faktor noise adalah suhu lingkungan kerja dan faktor signal adalah bahan baku yaitu tembakau yang diatur tingkat kelembabannya. Eksperimen mendapatkan faktor dan level optimal yaitu  faktor cahaya level 2 (100–200 lux), faktor jenis musik level 1 (dangdut), dan faktor warna meja level 2 (putih). Berdasar eksperimen dengan penetapan level optimal persentase produk cacat berkurang menjadi 5,41%. Penurunan presentase produk cacat yang dipengaruhi oleh faktor lingkungan kerja adalah sekitar 2,14% sedangkan sisanya merupakan pengaruh dari faktor bahan baku. Perusahaan perlu mempertimbangkan efektifitas biaya apabila ingin menerapkan perubahan lingkungan kerja berdasar hasil eksperimen.