Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

ANALISIS KORELASI KEPATUHAN MENJALANI HEMODIALISIS DENGAN KUALITAS HIDUP PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK DI RSI JAKARTA CEMPAKA PUTIH Istiqomah NA; Apin Naptarika; Dini Sukmalara
Afiat Vol 11 No 1 (2025): Jurnal Afiat : Kesehatan dan Anak
Publisher : Jurnal Afiat : Kesehatan dan Anak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/afiat.v11i1.4723

Abstract

Menurut data WHO tahun 2020 jumlah Gagal Ginjal Kronik (GGK) adalah 1.3 juta penduduk di dunia. Data menurut Report of Indonesian Renal Registry ke-7, setiap tahunnya Indonesia mengalami peningkatan pasien yang menjalani hemodialisis, diperkirakan terdapat 17.193 pasien baru pada tahun 2019. Salah satu faktor yang mempengaruhi kualitas hidup pasien GGK yang menjalani terapi hemodialisis adalah ketidakpatuhan, sehingga pasien memiliki kualitas hidup buruk sebanyak (56,3%). Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan kepatuhan menjalani hemodialisis dengan kualitas hidup pasien GGK. Metode penelitian deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Jumlah populasi sebanyak 204 pasien GGK yang menjalani hemodialisis di RS Islam Jakarta Cempaka Putih. Sampel diambil dengan teknik purposive sampling sebanyak 135 responden. Analisis yang digunakan univariat dan bivariat, menggunakan chi-square dengan α=5%. Hasil penelitian analisis univariat ditemukan 54.8% (74 orang) tidak patuh dan ditemukan sebanyak 14.8% (20 orang) memiliki kualitas hidup buruk. Analisa bivariat diperoleh bahwa nilai p Asym. Sig (2-sided) = 0,000 < a = 0,05 maka Ho ditolak. Simpulan terdapat hubungan kepatuhan menjalani terapi hemodialisis dengan kualitas hidup pasien gagal ginjal kronik di RS Islam Jakarta Cempaka Putih. Saran bagi Rumah Sakit diharapkan dapat meningkatkan dukungan terhadap pasien hemodialisis melalui edukasi tentang pentingnya kepatuhan terapi untuk menjaga kualitas hidup mereka
HUBUNGAN KARAKTERISTIK DEMOGRAFI DENGAN KEPATUHAN PEMBATASAN CAIRAN PADA PASIEN CHRONIC KIDNEY DISEASE (CKD) DENGAN HEMODIALISIS Rafingah, Siti; Suratmi, Suratmi; Istiqomah, Istiqomah
Afiat Vol. 10 No. 2 (2024): Jurnal Afiat : Kesehatan dan Anak
Publisher : Jurnal Afiat : Kesehatan dan Anak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/afiat.v10i2.4371

Abstract

Insiden CKD meningkat setiap tahun dan menjadi masalah kesehatan utama di seluruh dunia. Indonesian Renal Registry (IRR) melaporkan bahwa pada tahun 2018 sebanyak 36.975 jumlah penderita gagal ginjal kronik yang menjalani dialysis. Hasil studi systematic review dan meta analisis Hills dkk(2016 )menunjukkan 13,4% penduduk dunia menderita CKD. Masalah utama pada pasien yang menjalani hemodialisis adalah kepatuhan dalam pembatasan asupan cairan yang dimanifestasikan dengan penambahan berat badan diantara dua waktu dialisis. Ada banyak faktor yang menyebabkan rendahnya kepatuhan pasien dialysis dalam restriksi konsumsi cairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi umur, Jenis Kelamin dan Pendidikan dengan kepatuhan pembatasan cairan pada pasien CKD dengan menggunakan metode descriptive corelative dengan rancangan cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan purposive sampling sebanyak 106 responden. Analisis univariat dengan mayoritas dalam kategori umur dewasa madya (41-60 th) sebanyak 70 orang (66%), Jenis kelamin laki-laki 61 (57%), Pendidikan SMA 48 (45.3%). Uji Chi Square dengan nilai p value Umur : 0,013, Jenis kelamin 0,046 dan Pendidikan 0,196. Kesimpulan Terdapat hubungan yang signifikan umur, jenis kelamin dengan kepatuhan pembatasan cairan, sedangkan Pendidikan tidak berhubungan ( p value 0,196 > α 0,05.
ANALISIS KORELASI KEPATUHAN MENJALANI HEMODIALISIS DENGAN KUALITAS HIDUP PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK DI RSI JAKARTA CEMPAKA PUTIH NA, Istiqomah; Naptarika, Apin; Sukmalara, Dini
Afiat Vol. 11 No. 1 (2025): Jurnal Afiat : Kesehatan dan Anak
Publisher : Jurnal Afiat : Kesehatan dan Anak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/afiat.v11i1.4723

Abstract

Menurut data WHO tahun 2020 jumlah Gagal Ginjal Kronik (GGK) adalah 1.3 juta penduduk di dunia. Data menurut Report of Indonesian Renal Registry ke-7, setiap tahunnya Indonesia mengalami peningkatan pasien yang menjalani hemodialisis, diperkirakan terdapat 17.193 pasien baru pada tahun 2019. Salah satu faktor yang mempengaruhi kualitas hidup pasien GGK yang menjalani terapi hemodialisis adalah ketidakpatuhan, sehingga pasien memiliki kualitas hidup buruk sebanyak (56,3%). Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan kepatuhan menjalani hemodialisis dengan kualitas hidup pasien GGK. Metode penelitian deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Jumlah populasi sebanyak 204 pasien GGK yang menjalani hemodialisis di RS Islam Jakarta Cempaka Putih. Sampel diambil dengan teknik purposive sampling sebanyak 135 responden. Analisis yang digunakan univariat dan bivariat, menggunakan chi-square dengan α=5%. Hasil penelitian analisis univariat ditemukan 54.8% (74 orang) tidak patuh dan ditemukan sebanyak 14.8% (20 orang) memiliki kualitas hidup buruk. Analisa bivariat diperoleh bahwa nilai p Asym. Sig (2-sided) = 0,000 < a = 0,05 maka Ho ditolak. Simpulan terdapat hubungan kepatuhan menjalani terapi hemodialisis dengan kualitas hidup pasien gagal ginjal kronik di RS Islam Jakarta Cempaka Putih. Saran bagi Rumah Sakit diharapkan dapat meningkatkan dukungan terhadap pasien hemodialisis melalui edukasi tentang pentingnya kepatuhan terapi untuk menjaga kualitas hidup mereka
HUBUNGAN PENGETAHUAN KEBUTUHAN ZAT GIZI DENGAN TINDAKAN PENCEGAHAN PREEKLAMPSIA PADA IBU HAMIL DI KOTA BEKASI NURHAYATI, NURHAYATI; ZAHRANI, RIZVIA MAHRIZA; NA, ISTIQOMAH
Afiat Vol. 11 No. 2 (2025): Jurnal Afiat : Kesehatan dan Anak
Publisher : Jurnal Afiat : Kesehatan dan Anak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/afiat.v11i2.5360

Abstract

Proses kehamilan dapat mengalami risiko tinggi seperti preeklamsia yang ditandai dengan tekanan darah tinggi (≥ 40/90 mmHg), proteinuria, dan edema. Kondisi ini biasanya terjadi ketika usia kehamilan di atas 20 minggu. Berdampak pada Ibu dan janin terutama dapat mengakibatkan plasenta lepas saat bersalin dan janin meninggal dalam kandungan. Tujuan Penelitian untuk mengetahui hubungan pengetahuan kebutuhan zat gizi dengan tindakan pencegahan preeklampsia pada Ibu Hamil di UPTD Puskesmas Jatiluhur Kota Bekasi. Metode penelitian deskriptif korelatif, tehnik pengambilan sampel yang digunakan adalah simple random sampling dengan 68 responden. Hasil penelitian analisis univariat dan bivariat menggunakan chi-square dengan α = 5% (0,05). Hasil penelitian analisis univariat didapatkan gambaran pengetahuan ibu hamil pengetahuan baik 36 (52,9) responden, dan gambaran tindakan pencegahan preeklampsia yang baik terdapat 31 (45,6%), dan analisis bivariat pengetahuan dan tindakan pencegahan preeklampsia, nilai hubungan mendapatkan Asym. Sig. (2-side) = 0,000 P ≤ 0,05 maka H0 ditolak. Simpulan terdapat hubungan pengetahuan zat gizi dengan tindakan pencegahan preeklampsia pada Ibu hamil di UPTD Puskesmas Jatiluhur Kota Bekasi. Saran hasil penelitian ini dapat memberi masukan kepada ibu hamil menjadikan pencegahan preeklampsia sebagai pedoman dengan rutin melakukan pemeriksaan ANC, cukup istirahat, serta menjaga pola makan tinggi protein dan garam.