Dian Vita Sari
Akademi Kesehatan Kesdam Iskandar Muda Lhokseumawe, Lhokseumawe, Indonesia

Published : 30 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

PERKEMBANGAN SOSIAL PADA ANAK PRA SEKOLAH Dian Vita Sari; Fatmawati; Arista Ardilla; Zulkarnaini; Nur Fajar, Siti
Jurnal Kesehatan Akimal Vol 3 No 2 (2024): EDISI OKTOBER 2024
Publisher : Akademi Keperawatan Kesdam Iskandar Muda Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58435/jka.v3i2.143

Abstract

Perkembangan sosial anak berpengaruh terhadap cara bersosialisasi  di  lingkungan sekitarnya,  dimana  terdapat anak-anak  yang  mengalami  kesulitan dalam  pergaulan  dan  penyesuaikan  diri dengan  lingkungan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perkembangan sosial anak usia pra sekolah pada ibu yang bekerja dan ibu yang tidak bekerja. Penelitian ini menggunakan observasional analitik dengan desain crossectional yang dilakukan pada 113 ibu yang memiliki anak usia pra sekolah berumur 4-6 tahun. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan lembar kuesioner DDST II khusus aspek perkembangan personal social. Didapatkan lebih dari setengah responden umur 20-35 tahun  (79,6%), hampir setengah anak 4 tahun (40,7%), lebih dari setengah jenis kelamin anak perempuan (64,6%), lebih dari setengah ibu bekerja (75,3%), lebih dari tipe keluarga inti (61,9%) dan perkembangan sosial anak pra sekolah mayoritas pada kategori caution sebanyak 47,8%. Setelah dilakukan analisa data menggunakan Uji Mann Whitney didapatkan nilai Sig atau p value = 0,000 < 0,05.  Apabila nilai p value < batas kritis 0,05 maka terdapat perbedaan bermakna antara dua kelompok atau yang berarti Ha diterima yaitu ada perbedaan perkembangan sosial anak pada ibu bekerja dengan ibu tidak bekerja. Diharapkan ibu yang bekerja bisa mengatur waktu , membimbing dan mengawasi perkembangan anaknya serta memberikan kepercayaan dan kebebasan mandiri kepada anak sehingga tidak tergantung dengan orang tuanya dalam melakukan tugas perkembangan sesuai umur.
PENGETAHUAN IBU HAMIL DENGAN KUNJUNGAN ANTENATAL CARE (ANC) TERPADU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS Fatmawati; Damayanti, Siti; Dian vita Sari; Nurromsyah Nasution
Jurnal Kesehatan Akimal Vol 3 No 2 (2024): EDISI OKTOBER 2024
Publisher : Akademi Keperawatan Kesdam Iskandar Muda Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58435/jka.v3i2.144

Abstract

Kehamilan merupakan suatu proses fisiologis yang hampir selalu terjadi pada setiap wanita. Kehamilan terjadi setelah bertemunya sperma dan ovum, tumbuh dan berkembang di dalam uterus selama 259 hari atau 37 minggu atau sampai 42 minggu. Antenatal Care (ANC) merupakan salah satu upaya pencegahan awal dari faktor risiko juga dapat menurunkan angka kematian ibu dan memantau keadaan janin. Penelitian Untmengetahui hubungan pengetahuan ibu hamil dengan Kunjungan Antenatal Care (ANC) terpadu di wilayah kerja UPT Puskesmas. Penelitian ini menggunakan metode Deskriptif analitik, Pengambilan sampel menggunakan Stratified random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 60 orang ibu hamil penelitian ini telah dilaksanakan pada Agustus 2023 di Wilayah Kerja Puskesmas Meureubo Kabupaten Aceh Barat. Berdasarkan hasil Uji statistik, didapat P –value (0,015) < (0,05) sehinga Ho ditolak yang berati ada hubungan yang bermakna antara Hubungan Pengetahuan Ibu Hamil Dengan Kunjungan Antenatal Care Terpadu Diwilayah Kerja Puskesmas Meureubo Kabupaten Aceh Barat. Diharapkan melalui adanya penelitian ini maka tenaga kesehatan khususnya bidan memperoleh informasi untuk menambah pengetahuan. Ada hubungan yang bermakna antara Hubungan Pengetahuan Ibu Hamil Dengan Kunjungan Antenatal Care Terpadu Diwilayah Kerja Puskesmas Meureubo Kabupaten Aceh Barat.
Strategi MP-ASI lokal menggunakan metroxylon sp (sagu) dan moringa oleifera (daun kelor) dengan edukasi gizi ibu untuk penanganan stunting Fatmawati, Fatmawati; Sari, Dian Vita; Alya, Nurul; Wulandari, Nisbandiyah
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 8 (2025): Volume 19 Nomor 8
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i8.1622

Abstract

Background: Stunting is a public health problem that remains a serious challenge in Indonesia, including in North Aceh, with a prevalence of 30.2% in 2024, far above the WHO standard (<20%). One of the main causes is inappropriate complementary feeding practices, both in terms of quality and quantity, and low maternal nutritional knowledge. Purpose: To analyze the local complementary feeding strategy using metroxylon sp (sago) and moringa oleifera (moringa leaves) with maternal nutrition education for stunting management. Method: A quasi-experimental approach was used, with a sample size of 128 stunted toddlers and their mothers as participants. The intervention was carried out through nutritional counseling and the provision of locally sourced complementary foods for four weeks. Data were collected through child anthropometric measurements, a maternal knowledge questionnaire, and statistical analysis using the Wilcoxon Signed Ranks Test. Results: Fifty-five participants (43.0%) had good nutritional status at pretest, but after the intervention, this increased to 108 participants (84.4%), with a p-value of 0.000. This indicates a significant improvement in nutritional status after the intervention. Furthermore, 92 participants (71.9%) had poor maternal knowledge before the intervention, but this improved after the intervention, with the majority falling into the fair (39.8%) and good (35.2%) categories. The p-value of 0.000 indicates an effect of the intervention on improving maternal knowledge. Conclusion: The combination of nutrition education and the use of local foods such as sago and moringa leaves effectively improves children's nutritional status while empowering the community through a local wisdom approach. Suggestion: This study can expand and strengthen nutrition education programs that involve mothers on an ongoing basis using various methods, such as videos, modules, and direct counseling to increase knowledge about providing nutritious complementary foods.   Keywords: Nutrition Education; Mothers; Metroxylon Sp (Sago); Moringa Oleifera (Moringa Leaves); Local MP-ASI; Stunting.   Pendahuluan: Stunting merupakan masalah kesehatan masyarakat yang masih menjadi tantangan serius di Indonesia, termasuk di Aceh Utara yang menepati prevalensi hingga 30.2% pada tahun 2024, jauh di atas standar WHO (<20%). Salah satu penyebab utamanya adalah praktik pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) yang kurang sesuai, baik dari segi kualitas maupun kuantitas, serta rendahnya pengetahuan ibu mengenai gizi. Tujuan: Untuk menganalisis strategi MP-ASI lokal menggunakan metroxylon sp (sagu) dan moringa oleifera (daun kelor)  dengan edukasi gizi ibu untuk penanganan stunting. Metode: Pendekatan kuasi-eksperimen dengan jumlah sampel sebanyak 128 balita stunting dan ibu sebagai partisipan. Intervensi dilakukan melalui penyuluhan gizi dan pemberian MP-ASI berbahan lokal selama empat minggu. Data dikumpulkan melalui pengukuran antropometri anak, kuesioner pengetahuan ibu, serta analisis statistik dengan uji Wilcoxon Signed Ranks Test. Hasil: Status gizi anak ketika pretest dalam kategori baik sebanyak 55 partisipan (43.0%), namun setelah intervensi meningkat menjadi 108 partisipan (84.4%) dengan perolehan p-value sebesar 0.000. Hal ini menunjukkan adanya perbaikan status gizi yang signifikan setelah intervensi. Selain itu, pengetahuan ibu sebelum intervensi sebagian besar berada pada kategori buruk sebanyak 92 partisipan (71.9%), namun setelah intervensi mengalami peningkatan, dengan mayoritas berada pada kategori cukup (39.8%) dan baik (35.2%). Nilai p yang diperoleh sebesar 0.000, menunjukkan adanya pengaruh intervensi terhadap peningkatan pengetahuan ibu. Simpulan: Kombinasi edukasi gizi dan pemanfaatan pangan lokal sagu dan daun kelor efektif meningkatkan status gizi anak sekaligus memberdayakan komunitas melalui pendekatan kearifan lokal. Saran: Penelitian ini dapat memperluas dan memperkuat program edukasi gizi yang melibatkan ibu secara berkelanjutan menggunakan berbagai metode, seperti video, modul, dan penyuluhan langsung untuk meningkatkan pengetahuan tentang pemberian MP-ASI yang bergizi.   Kata Kunci: Edukasi Gizi; Ibu; Metroxylon Sp (Sagu); Moringa Oleifera (Daun Kelor); MP-ASI Lokal;  Stunting.
PENERAPAN TEKNIK RELAKSASI NAPAS DALAM TERHADAP NYERI KEPALA PADA PASIEN HIPERTENSI DI PUSKESMAS BANDA SAKTI KOTA LHOKSEUMAWE Fatmawati; Junaedy; Dian vita Sari; Puspita, Shella; Ardilla, Arista
Jurnal Kesehatan Akimal Vol 4 No 2 (2025): EDISI OKTOBER 2025
Publisher : Akademi Keperawatan Kesdam Iskandar Muda Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58435/jka.v4i2.33

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit kronis yang paling sering menimbulkan keluhan nyeri kepala akibat peningkatan tekanan darah dan ketegangan pembuluh darah serebral. Intervensi nonfarmakologis seperti teknik relaksasi napas dalam semakin direkomendasikan dalam praktik keperawatan karena mampu menurunkan aktivitas simpatis dan meningkatkan respons parasimpatik. Penelitian ini bertujuan menggambarkan efektivitas teknik relaksasi napas dalam terhadap penurunan intensitas nyeri kepala pada pasien hipertensi yang menjalani perawatan di Puskesmas Banda Sakti Kota Lhokseumawe. Penelitian menggunakan desain studi kasus dengan dua responden berusia 50–70 tahun yang memenuhi kriteria inklusi, yakni memiliki tekanan darah >140/90 mmHg serta mengalami nyeri kepala. Intervensi dilakukan selama tiga hari berturut-turut, masing-masing dengan 5–15 repetisi per sesi dalam lingkungan tenang dan posisi tubuh nyaman. Intensitas nyeri diukur menggunakan skala numerik (0–10) sebelum dan sesudah intervensi. Hasil menunjukkan penurunan nyeri yang konsisten pada kedua responden dengan rata-rata penurunan 5–6 poin, dari kategori nyeri berat menjadi ringan. Selain itu, terjadi perubahan fisiologis berupa penurunan frekuensi nadi, pernapasan lebih teratur, serta ekspresi wajah yang lebih rileks. Pasien juga melaporkan peningkatan kenyamanan, rasa tenang, dan perbaikan kualitas tidur. Secara fisiologis, latihan pernapasan dalam berperan meningkatkan oksigenasi jaringan otak, memperbaiki sirkulasi, serta memicu aktivasi saraf vagus yang berkontribusi pada penurunan persepsi nyeri. Temuan ini menegaskan bahwa teknik relaksasi napas dalam merupakan intervensi keperawatan nonfarmakologis yang efektif, aman, murah, dan mudah diaplikasikan pada pasien hipertensi baik di fasilitas kesehatan maupun secara mandiri di rumah.
ANALISIS PRILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) PADA ANAK STUNTING Dian Vita Sari; Junaedy; Fatmawati; Siti Damayanti; Fitri Apriani
Jurnal Kesehatan Akimal Vol 4 No 2 (2025): EDISI OKTOBER 2025
Publisher : Akademi Keperawatan Kesdam Iskandar Muda Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58435/jka.v4i2.192

Abstract

Status  gizi  merupakan  ukuran  keberhasilan  memenuhi  kebutuhan  nutrisi  anak.  Beberapa  tahun  terakhir target penurunan status gizi buruk balita belum signifikan. Dampak gizi buruk pada anak bersifat sulit untuk dikoreksi di usia dewasa. Penelitian tentang faktor ekonomi, faktor sanitasi, faktor pendidikan , dan faktor perilaku  terhadap  dengan  kejdian  gizi  buruk  pada  balita  usia  4-5  yang  sangat  diperlukan.  Penelitian  ini bertujuan  untuk  mengetahui  faktor-faktor  yang  berhubungan  dengan  kejadian  gizi  buruk. jenis penelitian yang  diapakai  adalah  penelitian  deskriptif Analitik  yaitu  bertujuan  untuk  mengetahui  tingkat  pengetahuan  ibu tentang  faktor-faktor  yang  mempengaruhi  gizi  buruk  pada  balita  usia  4-5  tahun  di  Desa Geulumpang Payong, Bireuen.  Desain  yang mengunakan cross  sectional yaitu dengan membagikan kuesioner sebagai cara untuk mengambil data kepada setiap responden dengan sekali penyebaran. Populasi   pada   penelitian   ini   merupakan   ibu-ibu   yang mempunyai balita dengan Gizi Buruk dengan sebanyak  30  balita  dengan kejadian  gizi  buruk. Pada  penelitian  ini,  teknik sampling yang digunakan total sampling yaitu sampel yang sudah ditetapkan atau sudah ada. Sampel pada penelitian ini yaitu, balita yang mengalami gizi buruk sebanyak 30 orang. Teknik  analisis  data  penelitian  ini  menggunakan  analisis  univariat, bivariat. Berdasarkan  uji  bivariat  yang  dilakukan  didapatkan  hasil  bahwa  tidak  ada  hubungan  yang signifikan antaran variabel independen dengan variabel dependent. diharapkan akses terhadap air bersih merupakan  salah  satu  determinan  penting  dalam  pencegahan  stunting  di  wilayah  tersebut.
The Effect of Moringa (Moringan Oleifera) Leaf Powder on Maternal Knowledge with Stunting Prevention in Drien Rampak Village Fitri Apriani; Orita Satria; Siti Damayanti; Harwalis; Yulia Aulia; Dian Vita Sari
Journal of Health Empowerment and Interprofessional Practice Vol. 1 No. 1 (2025): Journal of Health Empowerment and Interprofessional Practice (September)
Publisher : CV Media Inti Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58723/jheip.v1i1.27

Abstract

Background of study: Stunting is a condition where toddlers don't grow properly because they don't get enough nutrition over a long time, get sick often, and don't get enough mental stimulation. One way to prevent stunting is by using Moringa leaves. However, many parents don't know much about the benefits of Moringa leaves, so it's important to educate them so they understand better. Aims and scope of paper: This study aimed to find out how giving Moringa leaf powder to mothers affects their knowledge about preventing stunting in Drean Rampak Village. Method: This research used a quantitative design with a quasi-experimental approach, specifically a one-group pretest-posttest design. The study took one month, from August 1 to September 1, 2024, and included 49 participants. It used the Wilcoxon test for analysis of the data. Results: The study found that giving Moringa leaf powder had a big effect on mothers' knowledge about preventing stunting, with a p-value of 0.000, which is less than the significance level of 0.05, and a z-value of -6.285b. Conclusion: The results show that giving Moringa leaf powder helps improve mothers' knowledge about preventing stunting in Drean Rampak Village, West Aceh. More promotion and education about stunting and the benefits of Moringa leaves are needed to help reduce the number of children who are stunted.  
PENGARUH MOBILISASI DAN TERAPI BUNDLES CARE TERHADAP PENCEGAHAN PRESSURE INJURY DI RUMAH SAKIT TK IM IV.0701 LHOKSEUMAWE Alhuda; Dwinanto, Wahyu Fajar; Sari, Dian Vita; T.M. Sabil; Sari, Maulida
Jurnal Kesehatan Akimal Vol 5 No 1 (2026): EDISI APRIL 2026
Publisher : Akademi Keperawatan Kesdam Iskandar Muda Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58435/jka.v5i1.234

Abstract

Pressure Injury merupakan cedera lokal pada kulit dan/atau jaringan di bawah kulit yang umumnya terjadi pada area tonjolan tulang akibat tekanan yang berlangsung lama, gesekan pada kulit, gangguan mobilitas, penurunan persepsi sensorik, serta faktor usia lanjut. Kondisi ini menjadi salah satu masalahkeperawatan yang perlu dicegah, terutama pada pasien dengan keterbatasan gerak selama menjalani perawatan di rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh mobilisasi dan terapi bundle care terhadap pencegahan pressure injury di Rumah Sakit TK III Iskandar Muda Lhokseumawetahun 2020. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jumlah sampel sebanyak 48 responden yang dibagi ke dalam dua kelompok, masing- masing terdiri atas 24 responden. Pengukuran risiko pressure injury dilakukan menggunakan instrumen Braden Scale. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kelompok terapi mobilisasi, responden dengan kategori no risk sebanyak 23 orang atau 95,8%, sedangkan 1 orang berada pada kategori berisiko. Pada kelompok terapi bundle care, diperoleh hasil yang sama, yaitu sebanyak 23 orang atau 95,8% berada pada kategori no risk, sedangkan 1 orang berada pada kategori berisiko. Hasil uji statistik menunjukkan nilai p = 0,000, yang berarti terdapat pengaruh signifikan antara mobilisasi dan terapi bundle care terhadap pencegahan pressure injury. Dengan demikian, terapi mobilisasi dan terapi bundle care terbukti efektif dalam mencegah terjadinya pressure injury pada pasien rawat inap. Kedua intervensi ini diharapkan tetap diterapkan secara konsisten, khususnya pada pasien dengan keterbatasan mobilitas minimal hingga sedang.
Effectiveness of local sago and moringa leaf based complementary foods and maternal nutrition education in preventing stunting in North Aceh Dian Vita Sari; Fatmawati Fatmawati; Junaedy Junaedy
AcTion: Aceh Nutrition Journal Vol 10, No 4 (2025): December
Publisher : Department of Nutrition at the Health Polytechnic of Aceh, Ministry of Health

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/action.v10i4.2950

Abstract

Malnutrition remains a global challenge with far-reaching health and developmental implications. Indonesia continues to experience a high prevalence of stunting, reaching 31.8%, which highlights the need for effective and sustainable interventions. This study aimed to evaluate the effectiveness of a locally based intervention utilizing Metroxylon sp. (aren sago) and Moringa oleifera (moringa leaves) as complementary food additives combined with maternal nutrition education in reducing stunting. A quasi-experimental study was conducted in North Aceh in July 2025, involving 128 mothers and their stunted children aged 6–24 months old. The intervention consisted of nutrition education on complementary foods made with sago and moringa leaves, delivered through modules and videos, along with a four-week provision of complementary foods. Data were analyzed using the Wilcoxon signed-rank test. The findings demonstrated a significant improvement in the nutritional status of children, with the proportion classified as having a good nutritional status increasing from 43.0% to 84.4%, and no cases of severe malnutrition were identified (p < 0.05). Maternal nutrition knowledge also improved, with 35.2% achieving a “good” score (p < 0.05). In conclusion, locally sourced food-based interventions combined with nutrition education effectively improve children’s nutritional status and strengthen maternal knowledge. This approach is recommended as a contextual and sustainable strategy for stunting prevention
Deteksi Dini Risiko Stunting melalui Edukasi Kesehatan dan Pemeriksaan Fisik pada Balita Sari, Dian Vita; Fatmawati, Fatmawati; Junaedy, Junaedy; Damayanti, Siti; Apriani, Fitri
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Wahana Usada Vol. 8 No. 1 (2026): Juni: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan KESDAM IX/Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47859/wuj.v8i1.812

Abstract

Background: Stunting remains one of the public health problems that requires early prevention through health education and growth monitoring in children under five years old. Lack of parental knowledge regarding balanced nutrition, child feeding practices, hygiene, and routine physical examination can increase the risk of growth disorders in toddlers. Purpose: Physical examination in toddlers is important to identify early signs of growth and developmental problems, including body weight, height or length, nutritional status, and general physical condition. Method: This community service activity was conducted face-to-face using health education, discussion, and direct physical examination methods. The stages of activity included preparation, delivery of educational materials about stunting, physical examination of toddlers, recording the results, and providing simple counseling to parents. Results: The activity showed that mothers were enthusiastic in participating in counseling and toddler physical examination. Before the education was given, several mothers still had limited understanding about the causes, impacts, and prevention of stunting. After the activity, mothers began to understand the importance of balanced nutrition, routine weighing, height measurement, immunization, hygiene, and regular visits to posyandu or health facilities. Conclusion: Education about stunting and physical examination of toddlers can increase parental awareness regarding early prevention of growth disorders. This activity is useful in encouraging families to monitor toddler growth regularly and implement healthy childcare practices.
Peningkatan Kompetensi Guru Dalam Pemanfaatan Platform Digital Mendukung Pembelajaran Inovatif Di SMAN 8 Banda Aceh Fatmawati, Fatmawati; Junaedy , Junaedy; Sari, Dian Vita; Mursyidah, Nelly
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Wahana Usada Vol. 8 No. 1 (2026): Juni: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan KESDAM IX/Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47859/wuj.v8i1.813

Abstract

Background:The digital transformation in education requires teachers to possess adequate competencies in utilizing technology to support innovative, interactive, and student-centered learning. However, the integration of digital platforms into classroom practices remains limited due to teachers’ varying levels of digital competence and experience. This community service program aimed to improve teachers’ competencies in utilizing digital platforms to support innovative learning implementation at SMAN 8 Banda Aceh. Methods:The program employed a participatory approach consisting of needs assessment, workshops, hands-on practice, mentoring, evaluation, and reflection activities. A total of 40 teachers from various subject areas participated in the program. The training materials included the use of Canva for developing digital learning media, Quizizz for gamified assessments, Google Workspace for collaborative learning, and Artificial Intelligence (AI) technologies to assist in instructional material development and creative learning activities. Program evaluation was conducted through participant observation, assessment of digital learning products, satisfaction questionnaires, and reflective discussions. Results: The results showed that participants successfully produced 18 interactive presentations using Canva, 10 digital modules, 8 Quizizz-based quizzes, and 4 evaluation instruments using Google Forms. Furthermore, teachers demonstrated improved competencies in designing digital learning media, developing technology-based assessments, integrating digital platforms into instructional practices, and utilizing AI as a learning support tool. The high level of participation and enthusiasm among participants indicated the effectiveness of the program in strengthening teachers’ digital literacy and technological competencies. Conclusion: In conclusion, the community service program successfully enhanced teachers’ competencies in utilizing digital platforms to support innovative learning in schools.