Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Sumpah Suci dan Keadilan Lokal: Peran Antarbudaya Tradisi Khatam Rayap di Bengkulu Exsan Adde; Vidyardi Laksmono; Ramadhani Utami Dewi
Jurnal Sekretari Universitas Pamulang Vol. 12 No. 2 (2025): JURNAL SEKRETARI
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini mengkaji tradisi Khatam Rayap di masyarakat Lembak, Bengkulu, sebagai praktik komunikasi antarbudaya yang memadukan nilai-nilai Islam dan budaya lokal dalam konteks penyelesaian konflik sosial. Tradisi ini melibatkan pengucapan sumpah di atas mushaf Al-Qur’an kuno yang diyakini sakral, disertai dengan ritual sedekah punjung kuning, dan dilaksanakan di hadapan tokoh adat, agama, serta pemerintah desa. Melalui pendekatan kualitatif dan metode etnografi komunikasi, penelitian ini mengeksplorasi makna simbolik, fungsi sosial, dan dimensi spiritual dari ritual tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Khatam Rayap bukan hanya berfungsi sebagai mekanisme penyelesaian sengketa, tetapi juga sebagai wahana reproduksi nilai-nilai etis, pembentukan solidaritas komunitas, dan penguatan identitas budaya-religius. Penggunaan mushaf sebagai simbol transendental mencerminkan praktik komunikasi keagamaan yang kontekstual, sementara integrasi adat dan ajaran Islam menunjukkan keberhasilan masyarakat dalam menegosiasikan makna dan norma secara kolektif. Tradisi ini menjadi contoh konkret bagaimana teks suci diinterpretasikan secara hidup dan relevan melalui praktik budaya yang dinamis dan bermakna secara sosial. Kata-kata Kunci: Khatam Rayap, Antarbudaya, Ritual, Keagamaan, Resolusi Konflik
Narasi Digital dan Dialog Antargenerasi: Strategi Pelestarian Budaya Lokal di Era Media Sosial Savri Yansah; Exsan Adde; Muhammad Solihin; Nur Cholis
Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol. 10 No. 2 (2025)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Curup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29240/jdk.v10i2.14423

Abstract

Budaya lokal menghadapi tantangan serius akibat derasnya arus globalisasi dan dominasi budaya global yang diperkuat oleh teknologi digital. Meskipun media sosial kerap dianggap sebagai ancaman terhadap keberlangsungan budaya tradisional, platform digital ini justru membuka peluang baru bagi pelestarian budaya yang partisipatif dan kolaboratif. Artikel ini mengkaji bagaimana narasi digital dan dialog antargenerasi dapat dimanfaatkan sebagai strategi pelestarian budaya lokal di era media sosial. Melalui pendekatan kualitatif berbasis kajian literatur sistematis, artikel ini menyoroti peran generasi muda sebagai kreator konten digital serta generasi tua sebagai penjaga memori budaya. Interaksi reflektif antar generasi menjadi kunci terciptanya narasi budaya yang autentik dan berkelanjutan. Artikel ini juga mengusulkan kerangka Intergenerational Cultural Storytelling Framework sebagai panduan konseptual yang mengintegrasikan teori narasi digital, budaya partisipatif, komunikasi lintas generasi, serta konstruksi simbolik komunitas untuk mendukung pelestarian budaya yang relevan di era digital.